20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
POV Adam
Hari ini aku memaksa Yunia untuk pulang bersama denganku setelah tidak sengaja aku mendengar pembicaraan nya di telepon, bahwa ternyata keluarganya menunggu dikosan Yunia. Benar-benar keluarga toxic batinku saat itu.
Awalnya Yunia memaksa pulang sendiri, namun fellingku ga enak, aku pun memaksannya untuk pulang denganku, yang akhirnya dia pun menyetujui untuk pulang bersamaku. Sebelum sampai kosannya aku sengaja mengajaknya makan terlebih dahulu karena mengingat hari ini hari yang berat untuknya, dan kami butuh energi untuk menghadapi gebrakan dari keluarga nya malam ini.
Setelah selesai makan ku antarkan Yunia ke kosannya. Dan ya kedatangan nya sudah di tunggu oleh keluarga toxicnya.
Dan luar biasa sekali gebrakan keluarganya kali ini mereka minta 30 juta ke Yunia. Entah apa yang ada di fikiran keluarga nya. Yang akhirnya aku pun hampir emosi sekali jika tidak berfikir panjang kedepan. Aku pun sampai harus menelpon teman baik SMA ku di polres Cilegon untuk menghajar mental keluarga Yunia. tidak sia-sia aku mengambil langkah ini, karena akhirnya terungkap bahwa Yunia bukan anak kandung ayah dan ibunya. walaupun untuk menebus kebebasan Yunia aku harus mengeluarkan 30 juta. Tapi tidak mengapa yang penting kedepannya Yunia bebas dari keluarga toxic nya, dan yunia akan semakin terikat denganku.
Aku bahkan harus menunggu hampir jam 9 malam dikosan Yunia. Akhirnya sebelum aku pulang aku belikan roti bakar dan coklat panas untuknya, untuk menetralkan emosinya, dan semoga saja besok pagi emosinya jauh lebih baik.
Aku pun langsung istirahat ketika sampai di rumah. Ketika subuh aku bangun, aku tersenyum membaca pesan dari Yunia malam tadi. Ah sepertinya semakin mudah untuk mengikat dia.
Dan ternyata Dewi Fortuna lagi berpihak padaku. Aku harus ke Jakarta untuk bertemu vendor baru. aku pun membawa serta Yunia ya walaupun matanya masih sedikit sembab tapi menurut ku itu menambah sex apple nya di mataku.
aku pun pulang ke rumah kembali untuk berganti pakaian karena pertemuan nya di pastikan lewat dari jam makan siang. Karena perjalanan ku pasti sudah macet sekali bilang berangkat jam segini.
Di rumah aku mencoba mengajak bicara Yunia. Awalnya aku ingin menahannya lebih lama, namun ternyata itu cukup berbahaya, karena naluri laki-laki ku tidak bisa di tahan bila berada di dekatnya. Entah kenapa padahal dulu aku selalu emosi bawaannya ketika berdekatan dengannya. Apa ini karma ya buatku. karena pernah keterlaluan padanya. Sampai - sampai keluar uang sampai 30 juta lebih dalam waktu sehari aku biasa saja. padahal dulu sewaktu bersama viona aku sangat membatasi pengeluaran ku jika sedang kencan dengannya di angka 5 juta saja, karena aku sambil menabung untuk mewujudkan pernikahan impiannya.
Entah sejak kapan posisi viona tergeser menjadi Yunia di hatiku ini. Aku pun memilih untuk tidak membicarakan tentang Viona pada Yunia, biarlah itu menjadi rahasia ku. karena Viona tetap ada artinya tersendiri di hidupku saat ini. tidak aku pungkiri aku bisa memiliki banyak simpanan saat ini karena simpanan ku untuk menikahi viona saat itu.
Aku pun tidak tahu apakah aku benar-benar mencintai Yunia atau hanya emosi sesaat semata.
Tapi yang pasti aku ingin menjadi pelindung nya dan ingin hidup bersama dengannya. Aku pun bertekad paling lama 1 bulan ini aku harus menikahi Yunia walau apapun yang terjadi.
Kalo secara perhitungan harusnya bisa, karena dari keluarga nya sudah tidak ada yang jadi pengganggu. Aku tinggal menunggu restu dari mamah dan Dodi adikku saja untuk melaksanakan rencanaku ini.