NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Seorang gadis yang terpaksa menjadi pengantin pengganti sang kakak demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. Maureen dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa. Awalnya Arik memilih Maura, sang kakak untuk menjadikan nya istri.

Setelah mengetahui lelaki yang akan dinikahi nya buruk rupa dan selalu mengunakan topeng yang terlihat sangat mengerikan, sang kakak menolak untuk menikahi pria tersebut. Sehingga kedua orang tua nya yang sangat menyayangi dan membanggakan sang kakak, enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Maureen tercengang saat baru ingat, jika hari ini dia harus menemani Arik sesuai permintaan Oma. Namun dia terlihat sangat bingung karena jadwal nya bentrok dengan kerjaan penting nya.

"Kenapa malah bengong? Cepat bersiap dan jangan membuat ku malu!" titah Arik tak ingin di bantah.

Seketika Maureen terhenyak kaget, saat mendengar perintah Arik. Dia berusaha menjelaskan jika hari ini ada jadwal penyerahan desain penting dan meminta ijin untuk pergi ke perusahaan nya.

Sayang nya Arik tidak mau peduli bahkan dia mengancam Maureen lewat kedua orang tua nya. "Kau boleh pergi ke tempat kerja mu, tapi jangan salahkan aku jika aku mengambil alih perusahaan ayah mu!"

Maureen yang masih mematung perlahan memejamkan kedua bola mata nya, saat Arik memberikan kedua pilihan yang sulit dan berat untuk nya.

Tentu saja sebagai seorang putri Maureen tidak ingin melihat sang ayah yang kerepotan, apa lagi jika kondisi kesehatan nya kembali terganggu. Hingga ia terpaksa harus mengesampingkan harapan impian besar nya.

"Masih diam?" Arik kembali mengingatkan. Sampai Maureen terbuyar dari pemikiran yang membuat diri nya sangat dilema. "

"Baiklah mas, aku akan menunda pekerjaan ku," Ucap Maureen dengan mimik wajah tampak sedih.

Terlihat beberapa pelayan wanita segera menghampiri Maureen, lalu mengajak nya ke ruangan ganti untuk memilih beberapa baju dan perhiasan lain nya yang tepat.

Maureen hanya menghela nafas jengah, tak bisa menolak apa pun keinginan Arik. Meskipun terkadang membuat hati nya sedih, meskipun tinggal di sebuah tempat mewah dan megah.

Namun bagi nya semua itu hanya terasa seperti sebuah sangkar, tidak ada kebebasan atau pun hal yang bisa di lakukan sekali keinginan melainkan harus menjalani semua nya sesuai perintah dan aturan Arik.

"Nyonya Muda, silahkan duduk. Jika make up dulu ya. Baru ganti gaun nya," Ujar sang perias khusus dengan penuh sopan dan ramah.

Maureen mengangguk, dia duduk seraya menatap gambaran wajah di dalam pantulan cermin. Ternyata jadi menantu seorang konglomerat tidak lah membuat hati nya tenang, melainkan hari-hari nya begitu di penuhi semua aturan.

Harris memberanikan diri menghampiri bos nya, yang saat ini masih duduk di sofa sembari membaca beberapa majalah bisnis hari ini.

"Tuan, maaf saya sudah menganggu," Sesal Rio menunduk penuh hormat.

Arik pun memberhentikan gerakan melihat majalah itu lalu menoleh, "Katakan ada apa?" tanya Arik.

Harris menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan nya pelan. "Tuan, ini dokumen yang di berikan oleh nyonya besar tentang pembahasan project dengan Mr. Andrew, "Jelas Harris sembari memberikan map coklat.

Arik meraih dan membuka serta mempelajari. "Apa ada lagi?" tanya nya.

"Tu-tuan saya sudah menghubungi pihak agensi itu dan mereka setuju." jawab Harris gugup.

Mendengar kata sang asisten Arik merasa puas. "Bagus! Sekarang kamu boleh pergi." perintah Arik.

Harris pun segera undur diri dengan cepat nya ia menyiapkan mobil untuk sang tuan. Sementara Arik yang masih sangat kesal dan marah. Rasa nya dia sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana orang yang telah berani menyinggung nya menanggung akibat dari nya.

"Kau akan menanggung akibat nya, bahkan lelaki yang kau pilih pun tidak akan punya harga diri di depan mu atau di depan semua orang," titah Arik mengeram, pupil mata nya memerah dan kedua tangan terkepal kuat.

Bahkan gigi nya yang rapi dan bersih bergemulutuk menahan amarah, atas penghinaan yang di berikan Herman dan putri nya.

"Mas aku sudah siap," Panggil Maureen berdiri dengan wajah cantik yang tertunduk seraya meremas kedua jemari nya karena malu.

Arik memutar badan dan menoleh ke arah sumber suara yang berada di belakang, kedua bola mata nya membulat saat melihat penampilan Maureen dari bawah kaki sampai ke atas kepala terlihat sangat cantik dan anggun.

Melihat ekspresi wajah Arik membuat Maureen tersipu malu sampai wajah nya memerah merona.

"Tuan nyonya sangat cantik. Nyonya besar tadi berpesan jika pertemuan itu di adakan di vila baru dekat pantai," Ujar Bi Siti memberitahukan.

Arik tersadar dari lamunan nya, lalu ekspresi wajah nya terlihat kembali datar. "Sudah hampir terlambat cepat masuk!" Titah nya menatap dingin.

Maureen mengangguk patuh, lalu dia berjalan mengekori Arik. Bi Siti yang masih berdiri di sana terlihat sangat sedih saat melihat sikap yang begitu dingin pada majikan wanita nya.

"Kasihan sekali Nyonya Maureen, seperti nya tuan belum membuka hati untuk nya." ujar Bi Siti menatap kepergian pasutri itu.

Baru saja Maureen membuka dan akan duduk di belakang, namun Arik menegur dan menyuruh nya untuk duduk di depan. Seketika dahi Maureen berkerut, saat melihat hanya mereka berdua saja yang akan pergi tanpa di antar Harris.

"Kenapa malah bengong cepat masuk, kamu ingin membuat orang menunggu," Bentak Arik dengan nada arogan.

"Ba-baik mas, aku kira Harris akan ikut kita," Sahut Maureen melirik ke arah asisten suami nya.

Harris segera menutup pintu mobil setelah bos dan istri nya sudah masuk ke dalam lalu menjelaskan, jika diri nya tidak akan mengantar karena sudah di beri tugas di perusahaan.

Tanpa membuang waktu lagi, Arik mulai melajukan mobil mewah nya ke arah tujuan. Suasana di dalam mobil terasa sangat canggung. Apa lagi Maureen terlihat sangat gelisah saat mengingat, jika hari ini harus nya dia memberikan desain nya.

Dengan sangat terpaksa Maureen mengirim beberapa pesan pada sahabat nya untuk ijin cuti lagi. Arik yang tengah fokus menyetir seketika mendelik, saat melihat Maureen yang dari tadi sibuk fokus layar ponsel nya.

"Ck! Apakah kau tidak punya attitude?"Sindir Arik menatap fokus ke arah depan dengan ekspresi wajah kesal.

Maureen terkejut spontan ia menatap ke arah Arik. "Maaf mas, maksud mu apa aku tidak mengerti?" tanya Maureen bingung.

Arik tanpa sungkan mengingatkan Maureen, jika nanti di depan tamu penting dia tidak di perbolehkan untuk main ponsel terus, selain terpandang negatif di depan tamu penting terlihat sangat tidak sopan.

Mendengar teguran suami nya Maureen menelan saliva seraya menahan rasa sesak di dada. "Aku tidak akan melakukan nya nanti, ini aku hanya mengirimkan satu pesan pada Nasya, jika aku hari ini aku ijin cuti," ucap Maureen berusaha menjelaskan karena dia tidak ingin jika Arik salah paham.

Arik hanya menanggapi dengan sinis, saat Maureen menjawab seraya memancarkan senyum manis. " Sepenting apa posisi mu di perusahaan? Sampai kau tidak fokus dengan perintah ku!" Sinis Arik dengan nada meledek.

Perkataan Arik seolah mengingatkan Maureen pada ibu nya yang selalu memandang rendah dan meremehkan akan kemampuan nya.

"Tidak terlalu penting kok mas, aku hanya karyawan biasa saja. Tapi setidak nya aku mau berusaha untuk tidak ingkar dari pekerjaan ku," Jelas Maureen dengan nada lirih.

\*

Bersambung........................

1
merry
biarin nyusep ajj kejurang 😆😆😆biar sdr klo yg bisa nolongin dia cm bini ya
Ariany Sudjana
Arik ini terlalu sombong, muak juga lama-lama dengan tingkahnya
Reni Anjarwani
lama upnya berbelit2 ceritanya , semanggat thor
Diny Julianti (Dy)
sering typo penyebutan nama, mami jadi ibu, papa jadi ayah
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
Fiya Diya
menunggu kesambungan episod nya🤭
Fiya Diya
best
Ariany Sudjana
Maureen ini terlalu bodoh, masih juga berharap bisa dapat perhatian dari orang tua, dengan membantu perusahaan papanya, padahal kamu ga dianggap, sampai dijual sama orang tua kamu
Reni Anjarwani
jadi orang kok pada jahat2 yaa
Reni Anjarwani
jangan2 maureen buka anaknya susan yaa
Ariany Sudjana
Maureen kamu jangan terlalu polos deh, dan kamu bodohnya kebangetan. kamu masih percaya dengan omongan orang tua kamu, yang rela menjual kamu demi kepentingan perusahaan? bodohnya kebangetan kamu
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, masih berharap kamu membantu perusahaan papa kamu? dan juga dapat perhatian dari Arik? padahal kamu saja sudah tidak di anggap oleh suami dan papa kamu
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ariany Sudjana
bodohnya kamu Maureen, masih memikirkan perusahaan papa kamu, padahal papa kamu tidak peduli sama kamu, dan malah menjual kamu untuk penebus hutang, bodohnya kamu 😂😂
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!