Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Kesepakatan Rahasia
Keheningan kembali menyelimuti ruangan batu alami yang dipenuhi oleh sisa kristal es tersebut. Shen Bingxue perlahan menurunkan tangan kanannya yang semula mencengkeram erat gagang pedang tipisnya.
Sepasang mata biru kristal miliknya menatap lantai batu dengan tatapan yang sangat rumit. Jantung tetua wanita itu berdegup kencang bukan lagi karena sisa racun melainkan gejolak jiwa.
Sebuah benang energi spiritual berwarna keperakan terlihat samar menghubungkan pusat dadanya dengan dada Lin Tian. Benda kasat mata itu adalah manifestasi nyata dari Segel Teratai Es Suci yang telah pecah.
Segel keperawanan kuno dari sekte Istana Es Abadi memiliki mekanisme pelindung yang sangat sakral. Ketika segel itu hancur dalam kondisi kultivasi ganda, sebuah ikatan jiwa otomatis akan terbentuk.
Ikatan takdir ini menanamkan jejak esensi kehidupan masing-masing pasangan ke dalam inti jiwa terdalam. Jika salah satu pihak mencoba membunuh pihak lain, maka serangan itu akan memicu serangan balik.
Hukum karma spiritual ini akan menghancurkan fondasi kultivasi pihak yang mencoba melakukan pembunuhan sepihak. Shen Bingxue menyadari sepenuhnya konsekuensi mengerikan yang harus ditanggung jika dia memaksakan tebasan pedangnya.
Kematian Lin Tian hari ini akan dibayar dengan hancurnya seluruh basis ranah Transformasi Dewa miliknya. Kehilangan kekuatan magis di dunia luar sama saja dengan menyerahkan nyawa pada musuh politik.
Lin Tian memperhatikan perubahan raut wajah wanita itu dengan ketajaman indra yang sangat terlatih. Pemuda itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk mengganggu proses pertimbangan mental musuhnya.
Dia melangkah perlahan menuju ke arah pilar batu kristal yang berada di sudut ruangan. Tangan kanannya bergerak merapikan letak kain jubah hitam baru yang membungkus bahu bidangnya.
Tindakan tenang yang diperlihatkan oleh pemuda fana itu membuat rasa frustrasi Shen Bingxue semakin memuncak. Wanita itu merasa martabat sucinya selama ratusan tahun telah runtuh sepenuhnya dalam semalam.
Dia menarik napas dalam-dalam untuk menekan seluruh emosi negatif yang bergejolak di dalam rongga dada. Perlahan hawa dingin pembeku yang mengitari tubuh moleknya mulai ditarik masuk kembali.
Shen Bingxue mengibaskan lengan gaun sutra putihnya yang telah robek di bagian bawah dengan kasar. Sebuah kilatan cahaya perak muncul dari permukaan cincin ruang yang melingkar di jari manisnya.
Sebuah benda persegi berukuran telapak tangan anak kecil melayang keluar dari dalam ruang hampa udara. Benda itu adalah sebuah token giok kuno yang memancarkan pendar cahaya hijau zamrud.
Permukaan token giok tersebut diukir dengan pola awan es dan aksara kuno Istana Es. Fluktuasi energi spiritual yang tersimpan di dalam benda kecil itu terasa sangat padat.
Shen Bingxue menangkap token tersebut lalu melemparkannya ke arah posisi berdiri Lin Tian tanpa belas kasihan. Benda pusaka itu melesat cepat membelah udara kosong di antara tubuh mereka.
WUSSS
Lin Tian menggerakkan tangan kirinya dengan sangat cekatan untuk menangkap objek yang melayang tersebut. Telapak tangannya merasakan sensasi dingin yang menyegarkan saat menyentuh permukaan giok kelas satu itu.
Dia menatap benda di genggamannya dengan dahi yang sedikit berkerut mengamati setiap pola ukiran. Lin Tian tidak merasakan adanya jebakan energi atau kutukan tersembunyi di dalam token.
“Simpan benda itu dengan baik dan jangan pernah berani memperlihatkannya pada orang lain.” Shen Bingxue berbicara dengan nada suara yang kembali sedingin es kutub utara.
Mata biru kristalnya menatap tajam langsung ke dalam sepasang manik mata hitam pekat milik Lin Tian. Niat membunuh yang samar masih terasa bergetar di balik tekanan suara merdunya.
“Token giok itu berisi tiga guratan energi pedang pelindung dari ranah Transformasi Dewa milikku.” Penjelasan tetua wanita itu membuat Lin Tian sedikit terkejut di dalam hatinya yang dalam.
Tiga serangan dari seorang ahli alam atas adalah kartu truf legendaris yang sangat berharga. Benda ini bisa menyelamatkan nyawa Lin Tian dari kejaran para penguasa benua fana bawah.
Lin Tian tidak langsung mengucapkan terima kasih melainkan menanti kalimat persyaratan yang akan diajukan. Dia sangat mengerti bahwa di dalam dunia kultivasi tidak ada makan siang yang gratis.
Setiap pemberian dari seorang ahli selalu dibarengi dengan harga setimpal yang harus dibayar. Pemuda itu menggenggam erat token tersebut menanti kesepakatan rahasia yang akan terucap.
“Persyaratan utamaku sangat sederhana untuk ukuran semut fana seperti dirimu.” Shen Bingxue melangkah maju satu langkah menciptakan tekanan visual yang menindas dari ketinggian posturnya.
Wajah cantiknya kembali memancarkan ekspresi keangkuhan mutlak seorang penguasa tertinggi sekte besar atas. Dia menolak memperlihatkan sisi lemahnya di depan pria yang telah menyentuh tubuhnya.
“Kamu harus bersumpah demi kehendak langit untuk tidak menceritakan kejadian malam ini.” Suara wanita itu terdengar sangat pelan namun bergaung kuat di dalam gua batu.
Jika ada satu saja makhluk hidup di dunia luar yang mengetahui skandal suci ini, akibatnya fatal. Istana Es Abadi akan memburu Lin Tian hingga ke ujung dunia tanpa ampun.
“Jika aku mendengar ada rumor sekecil apa pun mengenai hubungan kita di dunia luar nanti.” Shen Bingxue sengaja menggantung kalimatnya untuk memberikan efek intimidasi psikologis yang mendalam.
Dia mengangkat kembali pedang tipisnya dan mengarahkannya tepat ke sela di antara kedua mata Lin Tian. Kilatan tajam mata pisau memantulkan bayangan wajah tenang pemuda yatim-piatu tersebut.
“Aku bersumpah akan mengabaikan serangan balik ikatan jiwa ini demi mencabut seluruh garis keturunanmu.” Ancaman mutlak itu diucapkan dengan keteguhan tekad yang tidak menerima negosiasi apa pun.
Lin Tian menatap ujung pedang yang berada hanya beberapa senti dari hidungnya dengan santai. Dia perlahan memasukkan token giok hijau itu ke dalam kantong penyimpanan di pinggangnya.
Tindakan tenang ini merupakan jawaban tidak langsung atas seluruh ancaman yang baru saja dilontarkan. Lin Tian bukanlah orang bodoh yang suka memamerkan aib atau rahasia penting kepada publik.
Menjaga rahasia ini juga merupakan bentuk perlindungan terbaik bagi keselamatan dirinya dan Su-er. Dia tidak memiliki minat sedikit pun untuk terlibat dalam pusaran konflik sekte alam atas.
“Aku tidak memiliki hobi konyol untuk membicarakan urusan ranjangku kepada dunia luar, senior.” Lin Tian menjawab dengan pilihan kata yang sengaja dirancang untuk memprovokasi harga diri wanita itu.
Wajah Shen Bingxue kembali memerah padam mendengar frasa urusan ranjang yang diucapkan dengan sangat santai. Jari-jari tangannya kembali menegang keras di atas gagang pedang tipis miliknya.
Dia ingin sekali merobek mulut bermuka tebal milik pemuda di depannya ini sekarang juga. Namun sisa akal sehatnya menahan semua dorongan emosi hewani yang tidak berguna tersebut.
Perjanjian lisan di antara kedua manusia yang terikat takdir aneh itu akhirnya resmi terjalin. Kesepakatan rahasia ini menjadi fondasi awal dari hubungan rumit mereka di masa depan.
Shen Bingxue membalikkan tubuh indahnya membelakangi Lin Tian dengan gerakan yang sangat anggun. Dia tidak sudi berlama-lama berada di dalam gua kotor yang menyimpan memori memalukan.
“Ingat baik-baik ucapan milikmu itu wahai bocah fana yang beruntung.” Wanita itu menggumam pelan tanpa menolehkan kembali wajah cantiknya ke arah sudut kegelapan ruangan.
Dia mulai mengalirkan seluruh qi es murninya menuju ke arah telapak kaki kanannya yang polos. Pola lingkaran formasi sihir berukuran kecil berwarna biru tua mulai terbentuk di lantai.
ZRRTTT
Udara di sekitar tubuh Shen Bingxue bergetar hebat menciptakan distorsi ruang yang sangat pekat. Teknik teleportasi tingkat tinggi sedang diaktifkan menggunakan sisa energi cadangan di dantiannya.
Serpihan debu kristal es berhamburan ke udara menutupi pandangan mata Lin Tian selama beberapa saat. Aroma wangi bunga persik yang sedari tadi memenuhi ruangan perlahan mulai memudar tipis.
BBOOOMMM
Sebuah ledakan energi spasial berskala kecil menggema keras meruntuhkan beberapa stalaktit dari langit-langit. Gelombang angin dingin menyapu seluruh ruangan batu tersebut menuju ke arah lorong keluar.
Setelah badai debu es benar-benar mereda jatuh kembali ke atas permukaan lantai gua. Sosok wanita cantik berpakaian putih sutra itu telah menghilang sepenuhnya tanpa meninggalkan jejak kaki.
Lin Tian tetap berdiri diam di posisinya mengamati tempat hilangnya tetua agung wanita tersebut. Suasana di dalam gua kini terasa sangat sepi dan kembali menuju suhu normal.
'Wanita itu telah menggunakan jimat perpindahan ruang tingkat bumi untuk kembali ke sekte atas.' Suara Yue Chan terdengar mengalun memecah kesunyian pikiran Lin Tian yang sedang merenung.
'Dia adalah harimau betina yang sangat berbahaya untuk ukuran kekuatanmu saat ini.' Permaisuri iblis itu memberikan analisis penutup mengenai sosok Shen Bingxue yang baru saja pergi.
Lin Tian tidak memberikan respons verbal atas komentar jiwa kuno yang bersarang di tubuhnya. Tangan kanannya bergerak meraba lehernya sendiri yang masih menyisakan bekas luka goresan tipis.
Rasa sakit fisik itu menjadi pengingat yang sangat nyata mengenai kejamnya dunia kultivasi sejati. Tanpa kekuatan absolut, seorang praktisi bela diri hanyalah semut yang siap diinjak kapan saja.
Pemuda itu berjalan lambat mendekati lubang hancurnya dinding es yang menutupi lorong gua utama. Langkah kakinya kini terasa jauh lebih mantap ditopang oleh fondasi ranah barunya.
Kultivasi ganda tidak sengaja malam tadi telah memberikan lompatan kekuatan yang sangat dibutuhkan dirinya. Kini dia bukan lagi seorang anak fana yang bisa ditindas dengan mudah oleh klan lokal.
Sumpah balas dendam terhadap Klan Zhao dan faksi Kota Daun Merah kembali membakar jiwanya. Utang darah seluruh anggota keluarganya harus dibayar tuntas menggunakan kepala para tetua musuh.
Lin Tian melangkah keluar dari dalam ruangan batu es menuju ke arah sarang burung purba raksasa. Tempat di mana pelayan kecilnya yang bernama Su-er masih terbaring tidak sadarkan diri.
Matahari pagi di luar jurang kini telah naik tinggi menyinari permukaan tebing yang curam mematikan. Langkah awal dari perjalanan sang raja iblis baru saja dimulai dari titik terdalam neraka.
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍