NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadian

Perkataan Kalvin membuat Kaluna tak karuan. Belum hilang rasa terkejut yang disebabkan oleh ciuman mereka tadi, kini Kaluna kembali dibuat syok oleh pernyataan Kalvin. Lidahnya terasa kelu, bingung, dan takut harus merespons apa pengakuan pria itu.

Bohong jika Kaluna tidak memiliki rasa pada Kalvin, namun janji dan pesan papanya selalu terngiang dalam benak Kaluna. Belum lagi wajah Kevandra yang terkadang melintas dalam pikirannya.

“Jangan anggap beban pernyataan aku, Lun, karena sejatinya aku hanya ingin mengutarakan perasaan aku sebelum kamu kembali ke Semarang.”

Kalvin kembali menatap lurus ke depan. Ia tidak terlalu berharap Kaluna akan membalas perasaannya.

Namun setidaknya beban dalam hatinya sudah sedikit berkurang karena ia berhasil mengungkapkan apa yang dirasakan selama beberapa bulan terakhir.

“Sejak kapan?”

Entah apa yang tengah Kaluna pikirkan, ia malah bertanya sesuatu yang mungkin saja membuat Kalvin semakin berharap.

Dan benar saja, seakan ada setitik harapan. Kalvin kembali menatap wajah Kaluna. Ia tidak tahu sejak kapan, namun perasaan itu selalu membuat hatinya gelisah.

“Ehem...”

Kaluna berdehem saat sadar pertanyaannya sedikit konyol. Padahal tadi Kalvin sudah mengatakan bahwa ia sendiri tidak tahu kapan perasaan itu hadir.

Namun jujur, Kaluna juga berharap perasaannya terbalas. Dan kini ketika kesempatan itu hadir, ia justru takut menerimanya.

“Maksud aku, sejak kapan seorang Kapten Kalvin yang dingin dan galak bisa suka terhadap lawan jenis? Apa tadi hanya bercanda?” pancing Kaluna memastikan.

Kalvin menghela napas dalam. Apa yang ia rasakan dan apa yang baru saja Kalvin lakukan bersama Kaluna adalah yang pertama kali. Sebelumnya ia tidak pernah seperti ini.

Namun Kalvin mulai menyadari bahwa ia menaruh perhatian pada Kaluna ketika wanita itu tanpa sengaja mengikutinya dalam sebuah misi.

“Aku tidak bercanda, Lun. Aku bahkan tidak pernah merasakan seperti ini terhadap wanita mana pun. Ciuman tadi bahkan merupakan ciuman pertamaku,” jelas Kalvin.

Pengakuannya lagi-lagi membuat Kaluna tak bisa berkata-kata. Mengapa mereka memiliki cerita yang sama? Sama-sama baru pertama kali merasakan semua ini.

Ada sedikit rasa haru dalam hati Kaluna. Seharusnya ia marah ketika seseorang menciumnya secara tiba-tiba, namun kali ini hatinya justru lega. Sebab ia merasakan perasaan yang berbeda ketika Kalvin menciumnya. Dan itu juga merupakan ciuman pertama bagi Kaluna.

“Maaf jika pengakuanku membuat kamu terganggu, Lun,” ucap Kalvin lagi. Ia merasa Kaluna tidak nyaman dengan pengakuan dan perbuatannya tadi.

“Boleh aku jujur?”

Dada Kalvin bergemuruh. Entah kejujuran apa yang ingin Kaluna katakan, namun hal itu membuatnya gelisah luar biasa.

Kalvin takut jika ternyata Kaluna menolak dan tidak menyukainya. Meski begitu, ia sudah menyiapkan hati jika pada akhirnya perasaannya harus terkubur sia-sia.

“Boleh,” jawab Kalvin singkat.

“Aku juga menyukaimu, Vin.”

Kalvin menajamkan pendengaran. Kaluna mengatakannya bersamaan dengan suara angin yang menerpa dinding gubuk. Sehingga hanya samar-samar telinganya menangkap perkataan wanita itu. Karena itu, Kalvin ingin memastikan kembali.

“Hah apa? Coba kamu ulangi lagi,” ujar Kalvin turun dari gubuk.

“Haruskah aku mengulanginya?” Kaluna mengerucutkan bibir. Ia sangat malu mengakui perasaannya lagi.

Bagaimana mungkin Kalvin tidak mendengarkan dengan saksama apa yang baru saja ia katakan?

“Harus, Lun. Harus sekali...” jawab Kalvin menggebu-gebu.

Kaluna ikut turun, berdiri di samping Kalvin, membuat pria itu mengernyitkan dahi.

“Aku juga menyukai Kapten Kalvin!” seru Kaluna lantang.

Deg!

Kalvin seakan membeku di tempatnya. Ia tak mampu bergerak maupun berkata-kata. Apakah ini artinya perasaannya terbalas?

Setelah cukup lama terpaku, pria itu ikut bangkit lalu memeluk tubuh Kaluna dari samping.

Di tengah keadaan genting dan mengkhawatirkan, nampaknya hal itu malah menjadi berkah untuk dua orang yang tengah dilanda perasaan cinta. Haruskah mereka bersyukur atas tragedi ini?

Sejenak mereka saling berpelukan, atau mungkin hanya Kalvin yang memeluk, sedangkan Kaluna diam membeku dengan gelinyar panas yang mengalir di setiap pembuluh nadinya.

Bagaimana tidak, Kalvin memeluk tubuhnya dalam keadaan tanpa baju. Untung saja ini malam hari. Jika siang hari, bisa dipastikan Kaluna akan mati kutu berada di sini bersama Kalvin.

“Apa sekarang kita sepasang kekasih?” tanya Kalvin memastikan.

Kaluna menggeleng. Ia tidak tahu harus bersikap seperti apa. Di satu sisi ia ingin mengiyakan pertanyaan Kalvin. Namun di sisi lain, rasa takut itu kembali membuatnya gundah.

“Apapun responsmu, aku tetap meyakini kalau kita sudah berkomitmen, karena kamu juga sudah mengakui perasaanmu,” tekan Kalvin, tak peduli jika Kaluna akan protes maupun mengeluh.

“Kok maksa!” sahut Kaluna.

“Mulai sekarang aku akan menjadi sedikit pemaksa,” jawab Kalvin dengan tawa renyahnya.

Malam itu mereka lalui dengan rasa bahagia. Setelah sekian lama memendam perasaan masing-masing, kini akhirnya mereka bisa mengekspresikan apa yang ada dalam hati.

“Tolong jangan tunjukkan di hadapan orang lain. Aku nggak mau kita menjadi gosip, dan nantinya orang akan berpikir macam-macam,” mohon Kaluna.

“Kenapa? Aku ingin semua orang tahu, Lun. Aku mau semua orang paham dan menjauh darimu,” bujuk Kalvin.

“No, tolong pahami posisiku, Vin. Kamu setuju aku yes, kamu tidak setuju kita no,” tekan Kaluna.

Setelah cukup lama menimbang-nimbang, akhirnya Kalvin mengiyakan permintaan Kaluna. Tak peduli akan seperti apa akhirnya, yang terpenting saat ini dia dan Kaluna memiliki hubungan yang jelas.

Malam semakin larut. Entah saat ini pukul berapa, sebab mereka tidak bisa memastikan. Kalvin dan Kaluna duduk bersandar pada dinding gubuk yang mulai lapuk. Keduanya kembali pada posisi semula, saling berpelukan mencari kehangatan.

Ada rasa bahagia dalam hati Kaluna, namun tak tertinggal pula rasa takut yang menghantui dirinya. Haruskah ia bersikap egois? Menjalin hubungan dengan Kalvin, padahal jelas jika mereka tidak mungkin bersama.

Seharusnya tadi Kaluna menolak saja. Akan lebih baik jika mereka sama-sama sakit hati daripada nanti saat perasaan itu semakin dalam menghampiri keduanya.

Baru membayangkannya saja Kaluna sudah berkaca-kaca. Lantas bagaimana jika nanti ia mengakhiri hubungannya dengan Kalvin, sementara waktunya di Papua hanya tinggal menghitung hari sebelum ia kembali ke Semarang?

Haruskah Kaluna melukai hati Kalvin? Namun rasa egois itu terus saja menghasut Kaluna untuk bertindak demikian, mengikuti usulan Safira, bahwa ia harus menciptakan momen indah.

Namun sepertinya momen indah itu hanya ada di awal, karena pada akhirnya semua momen itu akan berganti menjadi kesedihan dan kesakitan.

Maafin aku, Vin. Maaf aku egois, tapi aku ingin merasakan jatuh cinta pada orang yang benar-benar aku sukai. Maaf jika setelah ini aku mungkin akan menggoreskan luka terdalam di hatimu. Mungkin setelah ini kamu akan sangat membenciku, tapi tak apa, aku menerima semua risiko yang mungkin akan terjadi. Karena aku menyukaimu, batin Kaluna sendu.

Kaluna kembali menghela napas dalam, menatap langit yang kini memperlihatkan bulan bersinar begitu terang melalui celah-celah dinding gubuk. “Maafin Luna, Mah... Pah... Maaf jika Kaluna ingkar...”

1
Aii Flow🌷
Nggak bisa, bawaannya sedih kalau lihat Raynand sekarang😭😭
arsyila putri
papa kaluna ingin, kaluna dapat pria yang baik menurutnya
Nyai Aksara 👩‍🦯
Masa sih nggak akan tertarik sama siapa-siapa
Agatha soul
smangat thor nulisnya
CORTIS
kisah penuh perjuangan nih
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
baru kali ini aku baca novel tokoh dan temanya tentang kehidupan tentara RI
arsyila putri
kayaknya Kalvin yang bakal sama kaluna
Aii Flow🌷
Raynand pasti takut banget. Rasa kehilangan ditinggal orang tersayang itu bisa jadi luka yang dalam banget🤧😌
DreamXimaginatioN😴
permasalahan yang rumit bagi sang MC. tapi aku dukung bapak nya yang ngelarang dinas.
Elsa Sefia
mampir kak😁
Alfatia🌷
Nahh, itu namanya cemburu ya, Bang Kalvin. Itu baru sama adiknya Kaluna. Nanti yang kamu hadapi cemburunya sama Abangmu sendiri🤣🤣
Nyai Aksara 👩‍🦯
Loh kirain meninggalnya di medan perang
Nyai Aksara 👩‍🦯
Loh, kirain meninggal di medan perang
mama Al
mantap kak
mama Al
hmmm apakah Kaluna bakal sama Kalvin atau kevan
mama Al
anaknya Kirana ya
kirain anaknya Ravela dan kaivan
Mutia Kim🍑: Iya kak, tapi tokoh yg cowok baru anaknya Ravela sama Kaivan
total 1 replies
zoya
harus nya kalune jgn mengundurkan diri kan sayang karir nya
Mutia Kim🍑: Bener bgt. Tapi dia udah janji sama Bapaknya🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Uluh-uluhhhh... titisan kutub es udah mulai cair noh kayaknya. Awas cintanya kebanjiran, nanti Kakakmu gak kebagian🤣🤣
Alfatia🌷
Udahlahh, kalian aja yang dijodohkan. Kakaknya Kalvin ini belum tahu juga Kaluna, kan🤣 sama-sama anak Ravela Kaivan ini😭
Niken Dwi Handayani
Hanya demi menjaga perasaan orang tua masing-masing, mereka mengorbankan perasaannya sendiri. padahal yang menjalani pertunangan , pernikahan adalah Luna dan kevan, bukan orang tua masing-masing. Orang tua senang disisi lain anak menderita.
Mutia Kim🍑: Iya, Kak. Kadang demi orang tua, seseorang rela mengorbankan perasaannya sendiri🥹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!