NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Lin Liu mencengkeram ponselnya erat, jantungnya berdebar kencang mendengar nada suara Zhang Ming yang terdengar begitu tegang. "Apa maksudmu sesuatu yang lebih besar? Jelaskan yang benar, Zhang Ming."

"Aku tidak bisa jelaskan semuanya lewat telepon," Zhang Ming menjawab cepat, suaranya seperti orang yang terus menoleh ke belakang memastikan tidak ada yang mendengarnya. "Ketemu aku besok, jam sepuluh pagi, di taman kota dekat perempatan lama. Aku akan ceritakan semua yang aku tahu, tapi kau harus datang sendirian."

"Kenapa aku harus percaya kau?" Lin Liu bertanya, curiga masih menggantung tebal dalam suaranya.

"Karena aku tidak punya alasan lagi untuk berbohong padamu," jawab Zhang Ming lirih. "Aku sudah cukup lama jadi orang suruhan mereka, Lin Liu. Aku capek. Besok, kau akan tahu semuanya."

Sambungan telepon terputus sebelum Lin Liu sempat bertanya lebih jauh, meninggalkannya berdiri mematung di depan toko dengan pikiran yang berkecamuk. Dia menghela napas panjang, mencoba mencerna semua informasi yang baru saja diterimanya—A-Wei yang mengancam akan melibatkan orang-orang di sekitarnya, dan kini Zhang Ming yang tiba-tiba menawarkan kebenaran yang selama ini tersembunyi.

Malam itu, dia hampir tidak bisa tidur sama sekali, pikirannya terus berputar memikirkan apa yang akan diungkapkan Zhang Ming keesokan harinya. Ponselnya sesekali bergetar, menampilkan pesan dari Huang Ruoxi yang menanyakan lebih detail soal peringatan yang dia kirimkan sebelumnya, namun Lin Liu memilih untuk tidak menceritakan semuanya, tidak ingin membuat gadis itu semakin khawatir sebelum dia sendiri tahu kebenarannya.

Keesokan paginya, Lin Liu tiba di taman kota tepat waktu, duduk di bangku yang telah disepakati sambil terus menoleh waspada ke sekeliling. Taman itu cukup sepi pada jam segitu, hanya beberapa orang yang berolahraga pagi dan seorang penjual mainan anak yang baru membuka lapaknya.

Sepuluh menit berlalu, namun Zhang Ming belum juga muncul. Lin Liu memeriksa ponselnya berkali-kali, namun tidak ada pesan baru yang masuk. Kekhawatirannya mulai meningkat seiring waktu yang terus berjalan.

Tepat saat dia hendak menghubungi Zhang Ming, sebuah mobil hitam mewah tiba-tiba berhenti di pinggir jalan dekat taman itu, dan pintu belakangnya terbuka menampilkan sosok yang sama sekali tidak dia duga akan muncul di sana.

"Lin Liu," suara A-Wei terdengar dari dalam mobil, nada suaranya kali ini jauh lebih serius dari biasanya. "Naik. Bos ingin bicara denganmu sekarang, dan ini bukan permintaan."

Lin Liu berdiri kaku, matanya menyapu sekeliling taman mencari tanda-tanda Zhang Ming, namun orang itu tidak terlihat di mana pun. Sebuah firasat buruk tiba-tiba menghantamnya. jangan-jangan Zhang Ming tidak pernah benar-benar akan datang, dan panggilan telepon semalam hanyalah cara untuk memancingnya keluar sendirian.

"Di mana Zhang Ming?" tanya Lin Liu tajam, tidak beranjak dari tempatnya berdiri.

A-Wei tersenyum tipis, tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung. "Naik ke mobil, Lin Liu. Semakin lama kau menunda, semakin buruk keadaannya untuk orang-orang yang kau sayangi."

Ancaman tersirat dalam kalimat itu membuat dada Lin Liu mencelos. Dengan rahang mengeras dan tangan yang mengepal erat menahan amarah dan ketakutan, dia akhirnya melangkah mendekati mobil itu, menyadari bahwa dia tidak lagi punya pilihan lain selain menuruti perintah tersebut.

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!