NovelToon NovelToon
Ceo'S Plus Size Wife

Ceo'S Plus Size Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Sejak kematian istrinya, Darren, seorang CEO kaya raya, hidup dalam kesepian. Bukannya mendapat dukungan, ia justru dimanfaatkan oleh ketiga anaknya yang hanya peduli pada harta warisan. Saat mencari ketenangan di taman, hidupnya berubah ketika bertemu Jihan, gadis baik hati yang baru saja dihina dan ditinggalkan kekasihnya karena penampilannya.
Ketika Darren tiba-tiba terkena serangan jantung, Jihan tanpa ragu menolongnya dan bahkan menghabiskan tabungan terakhirnya untuk biaya rumah sakit. Ketulusan Jihan menyentuh hati Darren hingga ia melamar gadis itu sebagai bentuk rasa terima kasih dan kekaguman.
Akankah Jihan menerima lamaran pria kaya yang jauh lebih tua darinya? Dan mampukah mereka menghadapi amarah anak-anak Darren yang merasa posisi mereka terancam oleh kehadiran calon ibu tiri yang tak pernah mereka bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Setelah menyelesaikan urusan berbelanja perlengkapan kuliah Angela yang penuh canda dan haru, mobil mewah Darren akhirnya memasuki pelataran rumah utama Bramantyo.

Rumah megah yang sempat terasa dingin dan sepi selama Jihan dirawat di rumah sakit, kini seolah kembali memancarkan kehangatannya.

Begitu pintu utama diketuk, pintu besar itu langsung terbuka lebar. Bibi, kepala pelayan setia di rumah tersebut, sudah berdiri menyambut mereka dengan senyuman paling bahagia di wajahnya yang mulai berkerut.

"Selamat datang kembali di rumah, Nyonya Jihan, Tuan Darren, Non Angela!" sapa Bibi dengan suara yang bergetar penuh rasa syukur.

Mata tuanya tampak berkaca-kaca melihat sang nyonya rumah sudah bisa berjalan kembali meski langkahnya masih pelan.

"Terima kasih ya, Bi. Maaf sudah membuat seisi rumah cemas," sahut Jihan lembut sembari melangkah masuk dibimbing dengan protektif oleh Darren.

"Sama sekali tidak, Nyonya. Oh iya, Nyonya dan Non Angela langsung ke ruang tengah saja. Bibi sudah menyiapkan brownies cokelat hangat kesukaan Nyonya di meja," ucap Bibi penuh semangat, tahu betul bagaimana cara menyambut kepulangan sang nyonya dengan makanan favoritnya.

Kejutan Manis dari sang Calon Menantu

Baru saja Jihan mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tengah yang empuk sembari menikmati aroma brownies yang baru matang, suara deru mobil lain terdengar berhenti di halaman depan.

Tidak berselang lama, langkah kaki yang tegap terdengar mendekat.

Kedatangan Jonas dan Deacon seketika membuat suasana ruang tengah semakin ramai.

Namun, ada yang berbeda kali ini. Jonas melangkah masuk tidak dengan tangan kosong; ia membawa sebuah kantong cooler bag berukuran sedang di tangan kanannya.

"Selamat sore, Om, Tante Jihan," sapa Jonas dengan sopan.

Ia kemudian berjalan mendekati meja dan mengeluarkan beberapa cup es krim cokelat premium yang masih dingin dan membeku sempurna.

"Aku bawa ini untuk Tante Jihan. Kata orang, setelah operasi, makan yang manis dan dingin bisa membantu mengembalikan energi."

Angela yang melihat aksi perhatian Jonas langsung tersenyum menggoda kekasihnya itu.

"Wah, modus ya? Bilang saja mau cari muka di depan Papa dan Mama."

Jonas hanya berdeham salah tingkah dengan wajah yang sedikit merona, membuat Deacon yang berdiri di belakangnya terkekeh pelan sambil menepuk pundak putranya.

Darren yang duduk di samping Jihan mengamati interaksi itu dengan senyuman tipis yang berwibawa.

Di meja kini telah tersaji brownies hangat dan es krim cokelat—kombinasi manis yang sempurna untuk merayakan kemenangan keluarga mereka atas badai yang telah berlalu.

Suasana di ruang tengah kediaman Bramantyo semakin meriah seiring dengan manisnya brownies dan dinginnya es krim cokelat yang dinikmati bersama.

Darren yang sejak tadi bersandar santai di sofa sembari merangkul pundak Jihan, tiba-tiba melirik ke arah Angela dan Jonas dengan tatapan jenaka yang jarang sekali ia tunjukkan.

"Besok diantar Mama atau calon suami nih?" ledek Papa Darren dengan nada menyindir yang sukses membuat seisi ruangan langsung menoleh.

Wajah Angela seketika merona merah mendengar kata 'calon suami' keluar langsung dari mulut papanya.

Untuk menutupi rasa salah tingkahnya, Angela langsung bergeser mendekat dan memeluk tubuh mamanya dari samping dengan erat namun tetap berhati-hati.

"Hari pertama Mama," sahut Angela manja, menyandarkan kepalanya di bahu Jihan sambil melirik Jonas dengan senyum penuh kemenangan.

"Besoknya baru calon suami!"

Tawa yang Memecah Ketegangan

Mendengar jawaban spontan dan penuh percaya diri dari putri tirinya, Jihan tidak bisa menahan tawa halusnya.

Ia mengusap rambut Angela dengan penuh kasih, merasa sangat bahagia karena kini posisinya benar-benar diakui dan disayangi oleh gadis itu.

Sementara itu, Jonas yang duduk di seberang mereka hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, wajahnya ikut memerah menahan senyum akibat pembagian 'jadwal' yang diputuskan sepihak oleh Angela.

Melihat ekspresi salah tingkah putranya yang sangat jarang terjadi itu, Deacon yang duduk di samping Jonas langsung tertawa terbahak-bahak.

Suara tawa menggelegar mantan perwira taktis itu memenuhi penjuru ruangan, mencairkan sisa-sisa ketegangan masa lalu yang pernah ada di antara mereka.

"Dengar itu, Jonas! Hari pertama kamu harus mengalah dulu pada Ibu Negara," goda Deacon sambil menepuk keras punggung putranya hingga Jonas semakin salah tingkah.

Sore itu, di dalam rumah yang kini telah kembali utuh, tawa dan candaan mengalir tanpa henti.

Kebahagiaan yang sempat direnggut paksa oleh badai pengkhianatan kini telah pulang sepenuhnya ke pelukan keluarga Bramantyo.

Setelah tawa riuh mereda, Darren menatap seluruh orang yang berkumpul di ruang tengah dengan binar mata yang penuh rasa syukur.

Ia berdeham pelan, menarik perhatian Jihan, Angela, Jonas, dan Deacon yang masih menikmati sisa es krim cokelat mereka.

"Karena semua urusan sudah selesai, dan Jihan juga sudah keluar dari rumah sakit, bagaimana kalau malam ini kita makan bersama di restoran luar? Anggap saja ini perayaan kecil untuk kebebasan keluarga kita," ajak Darren dengan nada bariton yang hangat.

Jihan mengangguk setuju dengan senyuman lebar. Namun, Darren tidak berhenti di situ.

Ia menoleh ke arah istrinya, menggenggam jemari Jihan dengan tatapan yang mendadak berubah menjadi sangat lembut dan penuh sesal.

"Dan, ada satu hal lagi yang mengganjal di hatiku. Sejak kita menikah, banyak sekali badai yang menimpa kita. Aku bahkan belum sempat mengajakmu pergi bulan madu, Jihan. Kamu ingin pergi ke mana? Katakan saja, Mas akan mengabulkannya."

Mendengar kata 'bulan madu', Angela langsung menegakkan tubuhnya dengan mata berbinar, sementara Jihan hanya tersenyum simpul.

Sebagai istri dari seorang Singa Bisnis yang bisa membeli tiket ke belahan dunia mana pun, pilihan Jihan justru membuat semua orang terkejut.

"Bulan madu ke Puncak saja, Mas," ucap Jihan lembut, menatap suaminya dengan penuh ketulusan.

"Aku tidak butuh pergi jauh-jauh ke luar negeri. Aku hanya ingin merasakan udara segar, duduk berdua bersamamu, dan makan jagung bakar di sana."

Mendengar destinasi yang begitu sederhana namun romantis, Angela tidak bisa menahan diri untuk tidak ikut meramaikan suasana.

"Aku ikut!" seru Angela dengan cepat sambil mengacungkan jarinya ke udara.

"Aku juga mau makan jagung bakar di Puncak bersama Mama dan Papa!"

Gangguan yang Terpatahkan

Sebelum Darren sempat membalas ucapan putrinya, Jonas yang duduk di seberang mereka langsung menarik ujung jaket Angela pelan.

Ia menatap kekasihnya itu dengan gelengan kepala dan senyum tipis yang sarat akan teguran.

"Jangan mengganggu Mama dan Papa," ucap Jonas dengan suara beratnya yang tenang namun tegas.

"Itu waktu bulan madu mereka, Angela. Kamu di rumah saja bersamaku, fokus bersiap-siap untuk jadwal kuliahmu."

Angela langsung mengerucutkan bibirnya kesal karena rencananya digagalkan oleh sang calon suami, membuat Darren dan Deacon kembali terkekeh geli melihat interaksi sepasang kekasih muda itu.

Darren mengecup punggung tangan Jihan dengan mesra, menyetujui permintaan sederhana sang istri yang baginya jauh lebih berharga daripada liburan mewah mana pun di dunia. Puncak akan menjadi saksi awal dari janji suci mereka yang baru.

1
merry yuliana
👍👍👍
merry yuliana
lanjut kak...aku hadir ...cemungud kak sering2 crazy up yaaa💪💪💪
my name is pho: ok kak🥰
total 1 replies
sri hastuti
punya anak2 laki2 biadab semuanya thor, jangan dikasih harta, biar tau rasa ,pengrn tak bikin mati aja 2 anak itu 😡😡😡
my name is pho: iya kak
total 1 replies
falea sezi
gugat cerai aja deh laki bego
falea sezi
laki goblok😒 g tau diri
sri hastuti
jd anak kok durhaka spt itu thor, pengen tak lenyap o aja 2 anak gak tau diri itu, atau semua hartanya jangan dikasih, kasih ke panti aja,biar tau rasa 😡😡😡😡
Vie
hadir kak.... 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!