NovelToon NovelToon
Bangkitnya Putri Yang Tertukar

Bangkitnya Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Putri asli/palsu / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:202.2k
Nilai: 5
Nama Author: BenGõngZhû __

Jiang Rouxue merasakan sakit disekujur tubuhnya. Tangannya berusaha menggapai sesuatu yang bisa menahannya agar tidak tenggelam.
Nafasnya sesak, pandangannya mulai kabur. Akhirnya, dia melepaskan genggaman yang sejak tadi dia genggam.
Kejadian masa lalu langsung tergambar dalam pikirannya. Seperti bukan dia yang ada didalamnya.
Dia tidak mau lagi. Dia tidak lagi menginginkan semua kasih sayang keluarga Jiang. Dia hanya ingin pergi.
Tapi... Kenapa mereka tidak melepaskannya?
Perlahan mata Jiang Rouxue terpejam dan dia kehilangan kesadarannya.
Jiang Rouxue mati didalam danau yang tenang, ditangan Kakak laki-lakinya yang dulu sangat dia sayangi.
Saat Jiang Rouxue membuka matanya, dia terkejut.
Dia terlahir kembali!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BenGõngZhû __, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

A Wu tahu bahwa mereka akan membicarakan sesuatu yang penting. Lalu dengan patuh A Wu mengambil Perak dari tangan pelayan yang menemani Nona Pei datang.

"Jika Pengasuh Chu dan Nyonya Pei bersedia menunggu, makan A Wu akan berangkat sekarang. "

Melihat A Wu yang sangat patuh, Chu Liang menghela nafas. "Betapa patuhnya pelayan orang lain. "

Chu Jing, yang menemani Nyonya Pei juga menghela nafas. "Kenapa kita tidak bisa melatih pelayan yang seperti itu? Milik kita hanya tahu bahwa dia harus menggoda Tuannya hanya untuk naik pangkat. "

Sementara itu, A Wu yang katanya akan membeli camilan, sudah berbelok ditikungan. Setelah mengawasi situasi disekitar dan tidak ada yang memperhatikan atau mengikutinya. A Wu bersiul dan memanggil temannya.

"Pastikan bahwa kau kembali dalam satu jam. Belilah camilan paling enak di Xuzhou. Juga, pergi lewat pintu depan. Pastikan juga ada seseorang yang melihatmu pergi. "

Gadia kecil itu mengagguk. Kebetulan dia dan A Wu memiliki perawakan yang sama dan memakai baju yang sama. Jadi jika gadis kecil itu menunduk, maka tidak akan ada yang menyadari bahwa itu bukanlah A Wu.

Sementara A Wu, dia kembali lagi kekamar tempat Pengasuh Chu dirawat. Tapi dia tidak pergi ke bagian depan. Melainkan belakang kamar rawat itu.

Dihari-hari biasa, A Wu selalu membersihkan seluruh ruangan. Kesempatan ini juga yang membuat A Wu bisa membuat celah untuk menguping tanpa ada yang menyadarinya.

Dia menatap lubang yang dia buat dijendela belakang kamar dan melihat Nyonya Pei bersama dengan 2 pelayannya. Ekspresi mereka sangat serius.

Nyonya Pei-lah yang memulai percakapan. Meskipun mereka merendahkan suaranya. Tapi A Wu masih bisa dengan jelas mendengar apa yang mereka katakan. Karena A Wu memiliki kelebihan lain, Yaitu pendengarannya yang sangat tajam.

Nyonya Pei berkata "Dimana gadis yang mirip denganku? "

Chu Liang berkata "Nyonya, tenanglah. A Jing sudah membuatnya waspada. Jadi kita tidak boleh membuatnya menjauh. "

"Bagaimana aku bisa tenang. Gadis itu mungkin saja... "

Perkataan Nyonya Pei dipotong oleh Chu Jing. "Nyonya, apa yang dikatakan oleh A Liang benar. Hamba sudah menakutinya dengan bertanya padanya secara langsung. Jika saja A Liang melakukan hal yang sama dengan hamba, mungkin kita tidak akan tahu bagaimana dan dimana gadis itu. "

Nyonya Pei terduduk lemas. "Aku tahu bahwa aku tidak bisa bertindak gegabah. Bagaimana jika dia bukan... Tapi, seseorang yang mirip denganku, bukan hal itu sudah jelas? "

Chu Liang. "Nona tidak perlu khawatir. Hamba sudah menanyakan dimana rumah dengan alasan untuk berterima kasih. Dia adalah Nona Sulung keluarga hakim Xuzhou yang baru dipromosikan. Tunggu sampai hamba sembuh, kita akan mengunjunginya secara pribadi. "

Nyonya Pei menghela nafas. "Sepertinya memang harus seperti itu. Tapi kenapa kau tidak menahannya? "

Chu Liang berkata, "Jika hamba menahannya disini. Mungkin kita bahkan tidak akan tahu siapa dia. "

A Wu mengerutkan keningnya. Dia penasarannya dengan seberapa miripnya Nyonya Pei ini dengan Nona rumahnya. Dia sangat berharap bahwa dia akan melihat wajah Nyonya Pei.

Dan Nyonya Pei ini tidak mengecewakannya. Dia perlahan-lahan melepas cadarnya. Dan menunjukkan wajah yang 95% mirip dengan Jiang Rouxue. Hanya saja Nyonya Pei sedikit lebih tua dari Jiang Rouxue. Dan mata mereka juga berbeda.

Jika Jiang Rouxue memiliki mata sipit dan panjang seperti Phoenik, maka Nyonya Pei memiliki mata bulat seperti kacang almond.

A Wu sampai menutup mulut dengan tangan karena saking terkejutnya. Tapi dia langsung menjadi sangat tenang. Karena jika dia terburu-buru, mungkin dia akan ketahuan dan dia tidak bisa melaporkan hal itu kepada Jiang Rouxue.

A Wu mundur perlahan. Dan kembali ke tikungan tempat dia menyuruh gadis kecil itu. Kebetulan satu jam sudah berlalu dan gadis kecil itu juga kembali.

Tanpa bicara, gadis itu menyerahkan camilan dan perak yang dibawanya. A Wu hanya menerima camilan dan tidak menerima perak.

Dia berkata pada gadis kecil itu. "Danyi, ini untukmu. Terima kasih karena sudah melakukan hal melelahkan untukku. "

Gadis kecil bernama Danyi menggelengkan kepalanya. Dia bicara dalam bahas isyarat. "Ini sudah tugasku. Tidak perlu berterima kasih. Kau juga sudah memberiku uangnya! "

A Wu hanya tersenyum. "Kembalilah. Jika aku butuh sesuatu, aku akan memanggilmu lagi. "

Danyi mengangguk lalu pergi. Dan A Wu kembali ke kamar seolah dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan sebelumnya. "

"Nyonya Pei, Pengasuh Chu. Ini adalah camilan terenak di Xuzhou menurut hamba. Silahkan coba. Apakah ini sesuai selera kalian atau tidak? "

Chu Liang menatap A Wu lekat-lekat seolah mencari keanehannya. A Wu juga membiarkan dia melihatnya. Setelah beberapa saat A Wu bertanya dengam sedikit pemalu.

"Pengasuh Chu, apakah hamba membuat kesalahan? "

Chu Jing sedikit menyenggol Chu Liang. Memperingatkan dia agar tidak menatap A Wu seperti sedang menatap mangsa.

Chu Liang berdehem. "Akan ku coba.... "

Chu Liang menggigit sedikit. "Mmm, ini enak. Apakah kau sering membeli camilan ini? "

A Wu tahu Chu Liang sedang mencari tahu tentang Jiang Rouxue. Dia akan memberikan informasi yang akan membuat mereka penasaran. Siapa yang menyuruh mereka untuk menggunakannya untuk mencari tahu tentang Jiang Rouxue. Yang paling disukai A Wu adalah Jiang Rouxue.

"Nona pernah mengajak kami untuk makan camilan disana. Hamba tidak tahu mana yang paling enak. Tapi karena Nona yang membelikannya untuk hamba, jadi camilan inilah yang paling enak. "

Nyonya Pei bertanya. "Apakah Nonamu sangat baik padamu? "

A Wu mengangguk. "Tentu saja! Nonalah yang paling baik. Dia tidak pernah memarahi kita juga tidak pernah memukul kita. "

Kekagumannya pada Jiang Rouxue sangat tulus. Matanya memancarkan rasa bangga dan kagum. Nyonya Pei dan lainnya bisa merasakan hal itu.

Tapi mata itu tiba-tiba meredup. Mereka mendengar A Wu berkata sambil menghela nafas. "Hanya saja... Sayang sekali? "

Chu Jing bertanya. "kenapa? "

A Wu menggelengkan kepalanya. "Menurut Kak Bixi dan Kak Biyao, kami tidak boleh membicarakan urusan Nona kepada orang luar. Jika ada yang melakukannya, itu berarti dia adalah pengkhianat. Hamba tidak ingin mengkhianati Nona! "

Chu Liang berkata "Kami hanya ingin tahu kondisinya. Siapa tahu bahwa kami bisa membantu. "

Tapi A Wu tetap menggelengkan kepalanya. Entah bagaimana Nyonya Pei dan dua pelayannya membujuk, A Wu tetap menutup mulutnya dengan rapat.

Sebuah suara tua tiba-tiba terdengar. "Itu karena Nona Jiang bukanlah putri kandung Hakin Jiang! "

Melihat tabib Zheng masuk, A Wu merengut. "Kakek tabib tidak boleh mengatakan apapun tentang Nona. "

Tabib Zheng memutar matanya. "Ini bukalah sebuah rahasia. Seluruh orang dikabupaten Xuzhou sudah tahu bahwa Nona Sulung, Jiang Rouxue bukanlah Putri kandung Hakim Jiang. "

Nafas Nyonya Pei tercekat. Tapi Chu Jing segera menenangkan. Tabib Zheng melanjutkan ucapannya.

"Apakah kalian tahu kenapa Nona Xue'er tidak mengikuti keluarga Jiang pergj ke Ibukota? "

Chu Jing bertanya. "Kenapa? "

"Itu karena Nona Xue'er pernah diracuni oleh putri kandung dan butuh waktu untuk pulih sepenuhnya! Baiklah, Mari kita periksa bagaimana penyembuhan lukamu. "

1
Ari Peny
rouxue knp sikapmu begitu kan sdh tau ttg kk lengxi
Ari Peny
kok bisa
Sribundanya Gifran
lanjut
Osie
lagi seruuu niihhh
Sribundanya Gifran
lanjut
Ari Peny: lagiiiii
total 1 replies
Ari Peny
semangaaaat
Sribundanya Gifran
lanjut
Osie
iyuuhh si wayang gali kuburan sendiri..dia kira dia udah licik banget..gak tau aja rongxue lebih licik lagi🤣🤣
Rosalinda Yo_2
waktunya pembalasan Thor....senjata makan tuan....jangan kasih kendor...😡🤬😡🤬😡🤬😡🤬😡
Rosalinda Yo_2
waktunya pembalasan Thor....senjata makan tuan....jangan kasih kendor...😡🤬😡🤬😡🤬😡🤬😡
Tri Septi
lanjut thor, mulai seru nih 😇
Tri Septi
lanjut thor
Ari Peny
lagi thor
Ari Peny
mkn seru ayo thor semangaaaat👍👍👍
BenGõngZhû __: nnti sore insaalloh up yaaa
total 1 replies
Fitrian
cuiiiiiihhhhh putri gundik gundiiiik saja bangga dasar perekkk recehhh🤮🤮🤮🤮🦠🦠🦠
Sribundanya Gifran
lanjut
Tri Septi
siapa ya......🤔😇
Tri Septi
tata Krama dan sopan santun sangat penting, jaman sekarang cenderung sudah mulai luntur😄
Rosalinda Yo_2
keren Thor....🙏😘🫰🙏😘🫰🙏
BenGõngZhû __: makasih... 😍
total 1 replies
Rosalinda Yo_2
intrik yang misterius...../Shhh//NosePick//NosePick/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!