NovelToon NovelToon
RISA Si Manis Penjual Seblak

RISA Si Manis Penjual Seblak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:367k
Nilai: 5
Nama Author: Nurrul P.

Risa Saraswati, gadis manis yang duduk di bangku kuliah semester 6 selalu dicari oleh siapapun penghuni kampus, tidak lain karena ingin membeli seblak buatan Risa dan harus pesan lebih dulu 2-3 hari sebelum pesanan diterima oleh mereka. Seblak Risa memang terkenal rasanya enak dengan berbagai pilihan toping, sehingga tidak sulit baginya untuk memasarkan di lingkungan kampus.

Hingga pada suatu saat kehidupan Risa berubah menjadi seorang pengusaha kuliner dan dinikahi oleh seorang CEO dari perusahaan ternama di ibukota.

Adit, pria tampan yang memiliki karir cemerlang sebagai CEO perusahaan besar. Dia memiliki seorang kekasih berprofesi sebagai model cantik yang hanya memikirkan karirnya saja dan mengutamakan dirinya sendiri. Walaupun demikian pada akhirnya Adit berjumpa dengan gadis manis penjual seblak yang akhirnya mampu mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Apakah kehidupan rumah tangga Risa akan bahagia serta karirnya semakin cemerlang setelah berumah tangga ? Readers kesayangan silahkan simak kisah Risa selanjutnya ya. Jangan lupa beri like, komentar serta vote untuk author … Supaya author selalu semangat dalam menulis kelanjutan kisahnya.

Happy reading … :-)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurrul P., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35. Level Satu Saja Ya

Adit sudah kembali ke Jakarta, kini dia sedang berada di balkon kamarnya memandang foto Risa di ponselnya. Baru kemarin bertemu tapi sekarang sudah rindu pada gadis pujaan hatinya itu. Segera dia tekan nomor Risa dan dia mengaktifkan panggilan video, supaya bisa memandang wajah Risa.

"Assalamualaikum Cantik..." sapa Adit sambil tersenyum memandang Risa melalui ponselnya.

"Waalaikumsalam Kak, kok belum tidur sih, kan sudah malam," tanya Risa sambil membetulkan posisi hijabnya.

"Belum bisa tidur, malam ini rasanya rindu sekali ingin bertemu denganmu," jawab Adit.

"Kan kemarin kita sudah bertemu, kak Adit sudah sholat Isya' ?" tanya Risa lagi.

"Sudah tadi, Risa, kapan kamu siap aku ajak ke hadapan orang tuaku? supaya kamu bisa mengenal lebih dekat dengan mereka juga adikku yang bawel itu," Adit mencoba menanyakan kesiapan Risa bertemu dengan keluarganya di Jakarta.

"Iya kak, Risa juga ingin segera bertemu dengan kedua orang tua kak Adit dan Anin. Tapi nanti setelah kaki Risa sudah agak nyaman untuk berjalan ya kak," pinta Risa pada kekasihnya.

"Baiklah, sebaiknya kakimu memang harus sembuh dulu supaya kamu bisa nyaman saat berjalan dan beraktivitas," jawab Adit.

"Kak, nanti kalau aku ke rumah kak Adit, aku akan buatkan Seblak istimewa untuk Tante Lina," ucap Risa senang hatinya membayangkan calon mertuanya itu makan Seblak berdua bersamanya.

"Iya, tapi cuma untuk mami saja nih seblaknya? aku tidak dibuatkan juga?" protes Adit sambil bibirnya maju menunjukkan rasa irinya pada maminya.

"Hehehe... iya, spesial untuk kak Adit deh. Tapi harus dihabiskan ya tidak boleh ada sisa !" seru Risa sambil tertawa melihat Adit seperti anak kecil yang merengek minta sesuatu.

"Tapi jangan pedas juga ya Sa!" pinta Adit memohon.

"Memangnya mau level berapa sih, yang namanya Seblak itu pasti rasanya pedas dong. Bukan Seblak namanya kalau tidak pedas, tapi kue lemper," goda Risa pada Adit.

"Level satu saja ya, pakai cabenya satu biji !" seru Adit melihatkan wajahnya yang bahagia saat makan Seblak meskipun cabenya hanya satu.

Risa tidak tahan lagi untuk tertawa melihat ekspresi Adit saat ini dari layar ponselnya.

"Oke, siap bos !" ucap Risa sambil membuat gerakan hormat seperti tentara.

"Ya sudah, sekarang kamu tidur Sa. Aku juga mau tidur nih. Mimpi indah ya," kata Adit mengakhiri obrolannya.

"Kak Adit juga, met bobo ya Kak. Assalamualaikum..." Risa memberi salam.

"Waalaikumsalam..." jawab Adit dan mematikan ponselnya. Akhirnya diapun segera berbaring di tempat tidurnya dan mulai memejamkan matanya, berharap bisa bermimpi bertemu dengan Risa.

Tak terasa sudah jam 5 pagi, Adit bangun dan segera ke kamar mandi mengambil air wudhu. Kemudian Adit bersiap-siap menjalankan kewajibannya untuk sholat subuh di masjid.

Saat pulang dari masjid, Adit menuju ke dapur untuk minum segelas air putih hangat. Bu Lina yang saat itu berada di dapur terkejut melihat anak laki satu-satunya itu memakai sarung dan membawa sajadah.

"Assalamualaikum Mamiku yang paling cantik," sapa Adit sambil tersenyum memandang maminya yang masih terheran-heran.

"Eh, apa mami tidak salah lihat ini?" tanya Bu Lina sambil melihat Adit dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Mami kenapa sih lihat anaknya yang cakep ini seperti itu? seperti sedang melihat maling jemuran saja deh," tanya Adit pada maminya.

"Adit, kamu dari mana?" tanya Bu Lina ganti.

"Mami .... pertanyaan Adit belum juga dijawab, sudah ganti bertanya?" gerutu Adit sambil memasukkan kue kacang ke dalam mulutnya.

"Karena tidak biasanya kamu pakai sarung seperti ini sayang, makanya mami terkejut lihat kamu tadi," jawab Bu Lina pada anak sulungnya itu.

"Tadi aku sholat subuh di masjid Mi, Alhamdulillah," jawab Adit sambil tersenyum bahagia.

"Alhamdulillah mami senang dengarnya. Besok ajak papimu ya ke masjid," ucap Bu Lina.

"Iya Mi, in syaa Allah," Jawab Adit pada maminya.

Adit kembali masuk ke kamarnya, dia mengambil ponselnya yang ada di atas meja nakas dan dilihat ada pesan dari Risa, wajah Adit langsung berubah ceria dan segera membaca pesan itu.

"Assalamualaikum kak Adit, sudah sholat subuh?" tanya Risa melalui pesannya.

Adit segera membalas, "Sudah Sa, baru saja pulang dari masjid nih."

"Alhamdulillah, kalau begitu kak Adit segera mandi ya kan harus segera berangkat kerja," balas Risa.

"Oke deh cantik, kamu juga segera mandi ya. I Miss You ... " Jawab Adit.

"Miss you too. Assalamualaikum kak," Risa mengucapkan salam mengakhiri pesannya.

"Waalaikumsalam ..."; Adit membalas salam Risa kemudian segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.

Adit terlihat sudah rapi dan bergabung sarapan bersama keluarganya.

"Mami, kak Adit sekarang aneh deh Mi. Dari semalam kulihat kakak suka senyum-senyum sendiri, persis orang... " Anin tidak melanjutkan kalimatnya, tapi dia menggunakan isyarat jari telunjuknya diletakkan posisi miring di depan dahinya.

"Masa sih kakakmu senyum sendiri?" tanya Bu Lina tidak percaya pada Anin.

"Betul Mi. Pasti mami tidak percaya sama aku, " ucap Anin merajuk sambil tetap mengunyah roti selainya.

"Apa benar Dit?" tanya papinya penasaran.

"Apa sih kalian ini, siapa yang senyum-senyum sendiri? Hei bawel, jangan suka buat gosip, tidak baik untuk kesehatan anak kuliahan!" ucap Adit asal bicara dan tetap menghabiskan sarapannya.

"Oh iya Pi, tadi pagi mami juga terkejut melihat perubahan si Adit. Tidak biasanya anakmu itu pagi-pagi pakai sarung dan membawa sajadah. Rupanya dia habis pulang dari masjid. Pertanda apa coba?" tanya Bu Lina menceritakan apa yang dilihatnya tadi pagi di dapur.

"Biarkan saja Mi, berarti bagus dong anak kita sudah berubah lebih baik lagi. Mungkin dia sekarang sedang jatuh cinta, mami ini seperti tidak pernah muda saja..." jawab papi dengan santai dan segera menghabiskan kopinya.

Adit yang mendengar kata-kata papinya langsung tersedak dan batuk-batuk. Bu Lina segera mengambilkan air putih dan diserahkan pada Adit untuk segera diminum.

"Hati-hati kalau makan, kenapa bisa jadi batuk begitu!" perintah Bu Lina.

"Tidak apa-apa Mi, tadi ada roti yang tiba-tiba masuk ke tenggorokan," kata Adit menenangkan maminya.

Setelah semua selesai sarapan, Pak Rendra segera berangkat ke kantor diantar oleh sopir. Kemudian Anin berangkat ke kampus ikut mobil Adit.

Bu Lina kembali melakukan aktivitas sehari-hari di rumah, terutama hobbynya yaitu berkebun.

Setelah mengantar Anin sampai di kampusnya, Adit segera melanjutkan perjalanan menuju perusahaan milik keluarganya. Sampai di depan lobby kantor, Adit keluar dari mobil dan menuju ke ruangannya di lantai atas. Sekuriti segera mengambil alih kunci mobil Adit dan memindahkan ke area parkir khusus direksi.

######

Alhamdulillah akhirnya kembali lanjut kisah Risa dengan Adit setelah sekian lama author off.

Jangan lupa tambah likenya dan juga vote nya ya gaeess

Happy reading.... 🤗🙏👍❤️😍

1
rahmawaty
emangnya buka jualan jam brp thor ? jam 2 udh abis . klo pagi2 mh ga mungkin kn mkn seblak yg ada moncor😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘: dagangan Risa masih belum terlalu banyak yang dijual, jadi cepat habis meskipun masih jam 2 siang. Maklum, baru awal jualan di rumah 😄
Makasih ya kak apresiasinya 😍👍
total 1 replies
Yoen Sing
lanjut kak
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
aku baru nemu cerita mu kak... alurnya bagus kak
Alif
emaknya lucu masak sekelas pengusaha mikir dwit hbis hahahaha mungkin authornya bingung mikir nulis alur ceritanya jd terkesan dipaksakan SARU klo orang Jawa bilang,salah pada penempatan situasi dan kondisi saat itu dalam cerita ini,tp tetep smangat thor smg cpt berkembang tulisanya dn jgn mau kalah senior2nya
Alif
visualnya bagus sih.. cm agak ke dewasaan ya.. tp soo far soo good😊
Alif
siapapun mereka knpa hrs kepo, namanya jg orang berjualan yg orang beraneka ragam lah yg dtang dan membeli
Rina Nurvitasari
ceritanya bagus seru👍👍👍👍
budak jambi
pasti Maya jalng t.dak malu
nissa
enak cerita nya, seru
nissa
akhir nya selamat ya risa akhir nya baby nya lahir juga laki2 lagi
nissa
kalau mertua nya kayak risa para menantu pasti bahagia, as pa lagi tidak melihat dari bibit bebet nya
nissa
bagus deh kalau sudah di tangkap si maya nya
nissa
dasar si maya kurang ajar dia
nissa
pasti mantan pi acar nya si adit tuh
nissa
saingan bisnis biasa lah
nissa
aduh kasian sekali si adit, sakit bener tu pasti kaki nya
nissa
lanjut
nissa
semoga berhasil ya risa
nissa
lanjut
nissa
si bara ini mulut nya asal dajha ngomong depan orang tua adit lagi hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!