NovelToon NovelToon
KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

KISAH CINTA ALDARA DAN ARIES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Romantis
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Chinta Maulana

Aldara, wanita yang hatinya baru saja remuk redam ditinggalkan kekasih demi wanita lain, berusaha menyembunyikan kesedihannya di balik senyum tenang agar tidak dikasihani orang lain. Ketika dipanggil oleh kenalannya, Siska, untuk bertemu di kafe langganan, ia tidak menyangka bahwa kunjungannya kali ini akan menjadi titik balik hidupnya. Di sana ia diperkenalkan kepada Aries—seorang pemuda pendiam namun memiliki pesona tersendiri. Pertemuan yang awalnya terasa biasa saja perlahan membuka jalan bagi sebuah kisah baru yang akan menyembuhkan luka lama dan mengajarkan Aldara arti cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chinta Maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 009: Kepulangan yang Dinanti

Tiga hari terasa berjalan lambat bagi Aldara, meski ia sudah mengisi waktunya dengan bertemu sahabat dan bercerita bersama Abang Chepot. Tanpa kabar dari Aries membuatnya sesekali merenung, namun ia tetap memegang janji dan kepercayaan yang sudah terjalin di antara mereka. Ia tahu, tidak ada sinyal di tempat kerja Aries memang menjadi kendala, bukan karena ketidakpedulian.

Pagi ketiga, sinar matahari yang masuk ke kamarnya terasa lebih cerah dari biasanya. Seolah ada firasat baik yang menyelimuti hatinya. Aldara bersiap dengan semangat, memakai pakaian santai yang nyaman, lalu berencana pergi ke kafe tempat biasa mereka berkumpul untuk bertemu Dede Ara, Hafizah, dan Shaina.

Baru saja ia melangkahkan kaki keluar pagar rumah, matanya langsung terhenti pada sosok yang berdiri tak jauh dari situ. Pria itu mengenakan kemeja lengan panjang yang sedikit kusut karena perjalanan jauh, wajahnya terlihat lelah namun matanya bersinar begitu melihat kehadiran Aldara. Itu Aries, ia telah pulang lebih cepat dari jadwal yang dijanjikannya.

“Aries…” panggil Aldara lirih, matanya sedikit berkaca menahan rasa haru.

Tanpa menunggu lebih lama, Aries melangkah cepat menghampiri, lalu menarik tubuh Aldara ke dalam pelukan hangatnya yang erat namun lembut. Bau khas tubuhnya bercampur aroma hujan dan perjalanan langsung menyelimuti indera penciuman Aldara, membuatnya merasa aman seketika.

“Aku sudah kembali, sayang. Maaf membuatmu menunggu tanpa kabar sedikit pun,” bisik Aries tepat di telinganya, suaranya terdengar lelah namun penuh rasa rindu.

Aldara membalas pelukan itu dengan segenap hatinya, membenamkan wajahnya di dada bidang kekasihnya. “Aku mengerti, aku tidak marah. Aku hanya rindu,” jawabnya pelan, air matanya akhirnya jatuh membasahi bahu kemeja Aries.

Setelah melepaskan pelukan, Aries mengusap lembut air mata di pipi Aldara dengan ibu jarinya. “Jangan menangis, nanti aku ikut sedih. Aku bergegas pulang begitu ada kesempatan mendapatkan sinyal dan transportasi, tidak sabar ingin segera melihatmu,” ucapnya sambil tersenyum tulus.

Mereka pun masuk ke dalam rumah, duduk di teras sambil menikmati minuman hangat yang disiapkan Aldara. Aries bercerita sedikit mengenai tugasnya di luar kota, betapa sulitnya menjangkau komunikasi dan medan yang cukup berat. Mendengarnya, hati Aldara semakin yakin bahwa kepercayaannya tidak salah diberikan.

“Selama kamu tidak ada, aku sering mengisi waktu dengan bertemu teman-teman dan curhat pada Abang Chepot. Mereka membuatku tidak merasa kesepian,” ucap Aldara sambil menatap wajah Aries. Ia memilih tidak menceritakan pertemuan dengan Hanzo, merasa hal itu sudah selesai dan tidak perlu dibawa kembali untuk mengganggu kebahagiaan yang sedang ia rasakan.

Aries meraih tangan Aldara, menggenggamnya erat. “Terima kasih sudah menunggu dan percaya padaku. Mulai hari ini, aku berjanji akan selalu ada di dekatmu, menjaga hatimu dan melindungimu dari segala hal yang bisa menyakiti. Kamu tidak perlu lagi takut atau ragu, ya?”

Aldara mengangguk mantap, senyum terindah terukir di bibirnya. Di bawah naungan langit yang mulai cerah, mereka menyadari bahwa jarak dan waktu tanpa kabar justru menguatkan ikatan di antara mereka. Cinta yang tumbuh perlahan itu kini semakin kokoh, siap melangkah ke tahap yang lebih serius dan penuh kebahagiaan.

Sore harinya, mereka berdua pergi bersama menuju tempat berkumpul. Begitu melihat kedatangan mereka, semua sahabat langsung bersorak gembira, menyambut kepulangan Aries dengan candaan dan tawa yang riang. Hari itu menjadi bukti bahwa kepercayaan dan kesabaran adalah kunci bagi cinta yang akan bertahan selamanya.

1
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!