NovelToon NovelToon
Aku Bukan Malaikat

Aku Bukan Malaikat

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Tamat
Popularitas:347.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wardah Rose

Ada pepatah terkenal, "Jangan menilai seseorang dari luarnya."

Theodore Arvan Ilyas. Semua wanita akan setuju kalau dia tampan bak jelmaan malaikat. Namun, apakah hatinya juga sebaik malaikat? Sayangnya iya. Itulah yang membuat Farah merasa dirinya tak pantas untuk sekedar berharap Theo melihat ke arahnya.

Karya kedua setelah Hutang Kepada Mr. Devil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardah Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hot

Theo mendengar Farah dengan baik. Ia takjub bagaimana Farah bisa mengetahuinya. Memang bukan hanya bahaya jika mendengar informasi tentang Emiliano. Kemarin dia menyesali mengenalkan Emiliano kepada Farah, tapi nasi sudah menjadi bubur. Lagipula mereka rekan bisnis dan Emiliano adalah undangan resmi jadi mau tidak mau mereka akan saling kenal.

“Benar, kan?” desak Farah. “Ya ampun, Theo bicaralah padaku. Jangan biarkan aku menebak-nebak sendiri,” kata Farah yang hampir putus asa.

“Sebelumnya aku mengenal Emiliano hanya pebisnis biasa yang menjalankan klub dan restoran. Pada waktu malam pembukaan klubnya aku diundang, tentu saja hadir di sana. Aku duduk di ruang VIP bersama beberapa anggota Emiliano. Dua hari sebelumnya aku dapat kabar kalau Sandra hilang setelah keluar dari Singapura dan terakhir penerbangannya menuju Tha***nd.

Anak buah Emiliano membicarakan bisnis mereka. Kondisi mereka pada waktu itu agak mabuk jadi mereka bicara terus, lupa kalau aku bukan bagian dari bisnis mereka. Mungkin aku satu-satunya yang tak menyentuh minuman alkohol di sana. Dari mendengar pembicaraan mereka, aku tahu kalau Emiliano ternyata bisnisnya sampai ke Asia Tenggara. Jadi setelah Emiliano datang aku langsung mengajaknya bicara empat mata.”

Theo terdiam agak lama sampai Farah mengingatkannya dengan menyentuh telapak tangan Theo. Ia kemudian menautkan jemarinya, membuat Theo menoleh kepada Farah. Farah memberikan senyuman menenangkan. “Teruskan.”

Theo menghela napas berat sebelum meneruskan ceritanya. “Aku tahu bisnis gelap Emiliano dari anggotanya yang agak mabuk tadi, tapi aku menganggap bahwa itu bukan urusanku yang penting aku bisa meminjam kekuasaan Emiliano.

Perusahaan kita sebelumnya mengerjakan proyek pesanan restoran dari Emiliano dan sudah selesai. Karena Emiliano puas dengan hasilnya, dia meminta lagi kerja sama pembuatan resport di Miami. Harganya belum deal, tapi kemudian aku berinisiatif untuk menurunkan harga sesuai dengan yang diminta Emiliano dengan satu syarat.”

Genggaman tangan Theo ke telapak tangan Farah mengerat. “Aku meminta Emiliano mencari Sandra di Tha***nd, yang aku tahu sebelumnya kalau Emiliano mempunyai bisnis dan anggota di sana. Kalau sampai ketemu, dia harus mencari cara agar Sandra tidak keluar dari negara itu sampai orang-orang kami mengambilnya.”

“Kami?” tanya Sandra.

“Orang-orang Kakek. Kami tidak bisa mengandalkan kepolisian karena di luar yurisdiksi. Dan waktu itu masih sangat kacau, Sandra sudah berganti identitas. Jadi secepatnya Sandra harus dibawa pulang ke Indonesia bagaimanapun caranya.”

Farah mengangguk paham. “Lalu kemudian peristiwa itu terjadi.” Theo menjeda sebentar sebelum meneruskan. “Kami mendapatkan kabar kalau Sandra ditangkap karena membawa narkoba dalam jumlah besar. Sandra tidak pernah terlibat kasus narkoba sebelumnya, lalu aku mendapatkan pesan pribadi dari Emiliano kalau sebenarnya itu adalah pekerjaan anak buah Emiliano. Mereka sudah dicurigai oleh kepolisian atas kasus peredaran narkoba dan mereka mendapatkan informasi yang bocor kalau akan diadakan penggrebekan. Jadi mereka mencari kambing hitam agar lolos dari polisi.”

“....”

“Aku tahu bahwa peristiwa penyerangan di rumah Zach dan Gwen yang hampir diperkosa memang sangat jahat. Orang-orang yang melakukannya harus dihukum berat. Sandra tak boleh lolos dari proses hukum. Tapi aku juga menyebabkan seseorang mendapatkan hukuman yang bukan kesalahannya.

Aku merasa tak ada bedanya dengan orang-orang itu.”

Farah menggeleng. “Theo lihatlah aku.” Farah menangkup wajah Theo dengan kedua telapak tangannya. Ia melihat manik mata Theo yang berkaca-kaca. “Aku tahu kamu merasa bersalah. Tapi, itu semua sudah takdirnya Sandra. Kamu hanya meminta bantuan Emiliano untuk menahannya kalau sudah diketahui lokasi keberadaannya. Mereka yang memanfaatkan kondisi Sandra, bukan kamu Theo.”

“Tapi aku ... andai aku tidak menceritakan tentang Sandra, mungkin anggota Emiliano tidak mengenalnya dan tak akan menjebaknya.”

Farah mendebatnya. “Lalu bagaimana kalau dia kabur lagi ke luar negeri? Dia kabarnya sudah ganti identitas bagaimana kalau dia juga Operasi plastik? Kita selamanya tak bisa menangkap Sandra.”

Theo terdiam. “Sebenarnya Sandra juga bisa mengelak kalau dia mau mengakui mereka salah tangkap orang, tapi Sandra tidak melakukannya. Jadi semuanya sudah bukan kesalahan kamu Theo. Dia yang memutuskan dan memilih sendiri nasibnya,” lanjut Farah.

Theo masih terdiam. Farah kemudian menyugar rambut Theo. “Hei. Kamu manusia Theo. Wajar kalau mempunyai kesalahan. Tapi jangan terlalu larut dalam kesedihan dan menutup diri. Aku istri kamu sekarang. Kalau ada apa-apa ceritakanlah padaku. Meskipun mungkin aku tidak bisa membantu.”

Theo mengangguk lalu tersenyum. Farah merasa lega Theo akhirnya mau bercerita. Theo kemudian mencium kening Farah. “Terima kasih, Honey.” Ia juga merasa lega sudah mampu berbagi cerita dengan belahan jiwanya meskipun setitik rasa bersalah itu masih ada.

“Berjanjilah padaku. Kamu harus janji akan menceritakan semua masalah kamu. Dan kita akan berusaha mengatasinya bersama,” pinta Farah. Kedua matanya menuntut Theo.

“Aku janji,” ucap Theo dengan bersungguh-sungguh.

Farah terlihat lega lalu mengelus pipi Theo dengan ibu jarinya. Theo tampak menikmati lalu ia memeluk Farah dengan erat. “Ini nyaman sekali,” kata Theo yang menghirup aroma parfum lembut yang dipakai Farah dan kehangatan pelukannya.

Tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh suara Guntur yang menggelegar sehingga Theo merenggangkan sedikit pelukannya.

“Hujannya deras sekali,” kata Farah saat melihat jendela.

Theo kemudian tiba-tiba bangkit dan menggendong Farah yang masih duduk di pangkuannya. “Eh?” tanya Farah dengan terkejut.

“Aku sudah cerita, kan? Sekarang aku minta reward-nya,” tagih Theo. Farah mengulum senyuman.

Theo mendudukkan Farah di atas ranjang. Theo memberi ciuman-ciuman kecil, kemudian semakin lama semakin menuntut lebih. Theo mundur lalu melepaskan satu demi satu pakaian yang melekat di tubuhnya. Farah dibiarkan menanti dan menikmati pemandangan.

Tak butuh waktu lama, Theo menunduk lagi dan mengambil satu ciuman yang lama. Tak butuh waktu lama, tangannya yang terampil sudah menurunkan dress Farah. Membuat terusan berbahan Kashmir tebal untuk musim dingin itu mengumpul di pinggang Farah.

Theo merapatkan tubuhnya, merasakan panas yang membuatnya semakin terbakar. “Aku ragu kalau minuman tadi isinya jahe saja,” kata Theo di sela ciuman mereka.

“Kenapa?” tanya Farah yang napasnya terdengar berat.

“Panasnya dari ujung kepala sampai kaki.”

Farah tertawa kecil. “Cuma jahe, aku gak masukin apa-apa.”

“Mmm hmm. Honey, sepertinya besok pagi kamu tidak bisa jalan.”

“Itu ancaman?”

“Itu janji.”

Keduanya kini saling merasakan keindahan dengan semua panca indera yang mereka miliki. Telinga mereka menyukai desisan dan erangan yang tercipta, hidung mereka mencintai aroma tubuh pasangannya yang menguar memenuhi udara yang mereka hirup, lidah mereka saling merasakan manis yang semakin bertambah dan membuat ketagihan. Mata Theo menikmati bagaimana tubuh mereka bertabrakan dengan sangat erotis dan Farah menyukai tatapan tajam Theo yang berubah seperti binatang buas yang menatap tubuh Farah dengan lapar.

 

1
Sunny Kwok
Luar biasa
Ran Aulia
👍😍😍😍😍
yaty
tahniahhhh author 💞💞💞💞💞
besttt
semangat author 💞💞💞💞💞💞💞
Sandisalbiah
jangan² emiliano yg termasuk dlm kartel narkoba itu kan jd dilema buat theo..
Lea Octa
maaf Thor aku memghalu nya ngebayangin Raihaanun bukan Adinia terlalu dewasa dibandingkan dg Gwen nya klo Adinia 🙏
Lea Octa
setelah melihat semua visual...aku jd terbayang Raihaanun kulit nya eksotis Indonesia banget.... soalnya Gwen, Zach dan Theo nya PD masih muda ....klo visual nya Adinia Wirasti ketuaan jdnya dibandingkan mrk semua nya maaf ya Thor 🙏🙏🥰
Lea Octa
Untung Farah punya temen yang bener² mendukung dan memberikan bantuan yg bisa bikin Farah kuat dan sanggup jd singel parent
Lea Octa
iya bener Farah jangan mau bertahan percuma apa lg Ian laki² egois udh tahu salah tp tetep arogan berasa paling bener
Lea Octa
baru baca aja udh kaya begini....kesellll nyebelin banget suaminya...kasian Farah
Pratiwi Lusi Arifin
kangen bang Zach😍😍
Pratiwi Lusi Arifin
bhuahahaha
kebayang g sih wajah Zach yg ituuu truss senyum2 gaje🤣🤣
Pratiwi Lusi Arifin
beh ga sabar euyy Theoo
Pratiwi Lusi Arifin
ngakak aseli
bumi kepada othor
bumi kepada othor
Pratiwi Lusi Arifin
emang sich kalo badan bulet trus yg mo ngelamar se ganteng ituh apa ga mikirnya becanda kalii
Pratiwi Lusi Arifin
suka mba gwen abang Zach
tapii
Theo nya kurang gahar dikit
Pratiwi Lusi Arifin
Theo ichhh
ganteng pinter tapi kok aga be... dlm mslh asmara sich
gemeshh dweh
Pratiwi Lusi Arifin
kalo sayah sih ok ma visuslisasi Farah
Pratiwi Lusi Arifin
komunikasi 2 arah itu penting
thd siapa saja
terutama anak dan pasangan kta
Liesdiana Malindu
jgan2 Theo dalang penjebakan Sandra??
kan cerita ini ada mafia2nya juga.
Hesti Ariani
galen manis banget.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!