Ayu dan Adi adalah sepasang suami istri yang hidup bahagia, walaupun belum di beri keturunan di usia pernikahan mereka yang sudah menginjak tahun kedua. namun, kebahagiaan itu sirna. ketika hadir nya wanita kedua di kehidupan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 35. Kepulangan Luna
"Pagi mami..., eh ada aunty Lisa"
Ayu mencium kedua pipi ibu Hendy dan juga aunty Lisa.
"Kok tumben sih pagi-pagi aunty kesini?"
"Iya nih Yu... aunty butuh teman curhat, jadinya kesini deh. aunty lagi butuh nasihat mami kamu nih"
Wajah aunty Lisa terlihat murung.
"Oh.. ya sudah.. ini urusan para nyonya besar.. Ayu gak mau ikutan. Ayu langsung ke kantor ya..."
"Loh gak sarapan dulu sayang?"
Bu Hendy menahan tangan Ayu.
"Gak deh mam.. Ayu makan dikantor aja ya"
"Oh ya sudah kalau begitu.. hati-hati ya nak".
Bu Hendy membelai lembut rambut Ayu.
"Siap mami..!"
Ayu tersenyum lalu meninggalkan Bu Hendy dan aunty Lisa.
"Bagaimana dia begitu mirip sama Isabel ya..?"
aunty Lisa memandang Ayu dari kejauhan.
"Entahlah, yang jelas dia anugerah bagi ku Lis.., Tuhan mengganti Isabel dengannya"
Ibu Hendy menatap adik iparnya dengan haru.
"Syukurlah, ngomong-ngomong persiapan pernikahan Ayu dengan Prakoso sudah berapa persen?"
"sudah Tujuh puluh persen Lis"
Sahut Bu Hendy sambil tersenyum bahagia.
Aunty Lisa adalah adik kandung dari Bapak Hendy. Bapak Hendy hanya mempunyai satu adik perempuan. Sedangkan dirinya adalah anak pertama di keluarga Hendarto Kusumo, Bapak kandung dari Bapak Hendy.
Aunty Lisa mempunyai suami yang seorang pengusaha tambang batubara. Mereka sudah menikah selama dua puluh lima tahun, dan mempunyai lima orang anak dari hasil pernikahan mereka.
Walaupun sudah berumur lima puluh tahun, aunty Lisa tetap terlihat awet muda, karena perawatan yang selalu ia tekuni.
Ayu mengendarai mobilnya menuju pabrik. Saat ia baru saja tiba di pabrik, melihat sebuket bunga di meja kerjanya. Sudah bisa di pastikan itu kiriman dari Prakoso.
Prakoso selain lelaki yang baik, dirinya juga sangat romantis. Ayu tersenyum sendiri melihat buket bunga tersebut, dirinya sudah tidak sabar menunggu satu bulan lagi. yaitu hari pernikahan mereka yang sudah di tentukan atas kesepakatan kedua keluarga.
.......
"Mami... Luna sakit, Luna butuh dokter"
Luna bersimpuh di kaki seorang germo yang ia panggil dengan sebutan mami.
Keringat dingin membasahi tubuhnya, bibirnya pucat dan wajahnya lesu.
"Hmmm... ya sudah, tetapi biaya dokter nanti akan mami potong dari gajimu ya"
Ucap germo tersebut, lalu memerintahkan anak buahnya untuk membawa Luna kerumah sakit. Dalam perjalanan ke rumah sakit, Luna selalu melihat ke luar jendela mobil. Baru kali ini ia bisa melihat dunia Luar. Semua kebutuhannya memang di sediakan, mulai dari makan, baju ,alat mandi dan perawatan lainnya. Tentu saja itu harus di potong dari pendapatan Luna sebagai seorang pramuria.
Setelah tiba dirumah sakit, Luna masuk kedalam bilik pemeriksaan. Tentu saja di temani oleh bodyguard mami sang germo.
Tangan Luna gemetar hebat, dirinya sudah merencanakan sesuatu. Ia menatap dokter wanita yang sedang memeriksanya. Luna mulai memberikan kode-kode untuk meminta pertolongan.
Melihat ada yang ganjil, dokter tersebut langsung meminta para bodyguard untuk menunggu di depan pintu saja.
Di dalam ruangan itu, Luna menceritakan semua yang terjadi pada dirinya. Dokter wanita itu terkejut, lalu menelpon polisi untuk mencari bantuan. sejak saat itu Luna bebas dari prostitusi. Sedangkan rumah bordil tersebut di sambangi aparat dan pemiliknya di tahan dengan tuduhan Human trafficking dan tuduhan-tuduhan lainnya. Sebagai saksi, Luna di pindahkan ke rumah perlindungan saksi. Dan Luna juga menjadi salah satu orang yang bersaksi di persidangan.
Selama berbulan-bulan dirinya mengikuti persidangan. Berita tentang perdagangan manusia itu gempar di seluruh Negeri. Tetapi, wajah Luna tidak pernah terekspose karena ia selalu menutupi wajahnya dengan masker dan topi.
Kepada polisi, Luna mengakui tidak mempunyai keluarga lagi, sedangkan kartu tanda penduduknya pun sudah tidak ada karena dulu ia pernah di rampok dan di perkosa oleh lima orang yang tak di kenalnya.
Hal itu ia lakukan untuk melindungi harga diri dan keluarganya di Bandung. Trauma demi trauma membuatnya menjadi mengalami masalah psikologis. Ia menjadi cemas dan selalu bermimpi buruk. Sejak saat itu ia tergantung dengan obat yang di resepkan dokter demi kestabilan jiwanya.
Luna tersentak terbangun dari tidurnya. Ia bermimpi di kejar-kejar oleh bodyguard yang akan membawanya kembali ke rumah bordil. Kejadian satu tahun yang lalu itu masih membekas di hatinya.
Luna meraih air mineral di samping tempat tidurnya, lalu meminumnya dengan beberapa butir obat penenang.
"Ada apa sayang?"
Seorang lelaki memeluk Luna dari belakang.
"Tidak apa-apa pi.., aku cuma bermimpi buruk"
jawab Luna.
"Mimpi buruk lagi? ya sudah sini tidurnya Papi peluk saja, biar tidak mimpi buruk lagi"
Ucap pria itu, lalu Luna menurut untuk tidur dalam pelukan lelaki itu.
Tetapi dirinya tidak bisa terlelap kembali. Entah mengapa hatinya merasa gelisah.
"Pi, besok Luna pulang ke Bandung ya, mau menemui Ibu"
"Ok boleh, besok papi juga mau pulang kerumah. kamu jangan nakal di Bandung ya"
"Iya pi.. tapi jangan lupa papi isiin ATM Luna ya" pinta Luna sambil menatap manja kepada lelaki paruh baya tersebut.
"Iya aman.., tiga puluh juta cukup? kan cuma mau ke Bandung"
"Tambahin dong Pi"
Pinta Luna dengan merengek.
"Ok, lima puluh juta, tetapi jangan lama-lama di Bandung"
Luna tersenyum girang.
"Makasih ya pi.."
Luna mencium bibir lelaki paruh baya itu.
"Sekarang layani Papi ya, Papi pengen lagi nih"
pinta lelaki tua itu dengan senyuman penuh arti. Luna pun tersenyum manis dan mereka pun bercinta untuk yang kedua kalinya di malam itu.
....
Tok Tok Tok...!
Terdengar ketukan dari pintu depan rumah Ibunya Luna. Dengan tergopoh-gopoh wanita tua itu menuju ke pintu depan dan lalu membukanya secara perlahan.
Seperti tidak percaya dengan apa yang ia lihat, di depannya berdiri seorang wanita cantik dengan tampilan yang seperti seorang sosialita.
"Lunaaaaa..!"
Pekik Ibunya sambil melihat anaknya dengan tak percaya. Luna menangis lalu memeluk Ibunya dengan erat. Sudah dua tahun lebih dirinya tidak bertemu dengan ibunya itu. Setelah puas menangis, kemudian Luna menanyakan keadaan Ibunya dan Kakaknya, Angga.
"Ibu baik, cuma Ibu setiap hari selalu memikirkan kamu nak. dimana kamu selama ini? kenapa kamu tidak pulang kerumah nak?"
Ibu Luna mengusap air matanya.
"Luna kerja diluar kota Bu, dan setahun yang lalu Luna kembali ke Jakarta dan sekarang kerja di Jakarta bu"
Terang Luna. Dirinya berusaha berbohong demi menutupi masa lalunya yang suram.
"Kak Angga mana Bu?"
Sambungnya lagi.
"Angga sudah menikah, ia tinggal di Malaysia bersama istrinya"
"Oh syukurlah"
Ucap Luna sambil menatap Ibunya dengan tatapan rindu.
"Kamu banyak berubah nak, kamu kerja apa di Jakarta?"
Ibunya memperhatikan Luna dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Terlihat dandanan yang hanya di miliki oleh orang kelas atas.
"Luna kerja menjadi sekretaris Bu"
Jawab Luna, Ibunya hanya mengangguk-angguk mencoba mempercayai apa yang Luna katakan. Lalu Ibunya tersenyum dan kembali memeluk anak perempuan satu-satunya itu.
"Yuk makan dulu, kamu tidak langsung kembali ke Jakarta kan? nginep dulu kan?"
"Iya Luna nginep, tapi gak bisa lama ya Bu, besok Luna harus pulang"
"Syukurlah, ibu senang sekali"
Lalu mereka pergi keruang makan untuk makan bersama.
Sebenarnya, Luna sudah satu tahun di Jakarta. tetapi dirinya tidak berani untuk menemui Ibunya di Bandung. Tetapi, karena kemarin ia tidak tahan menahan rindu. Akhirnya ia menyerah untuk pulang ke Bandung walau hanya sebentar demi melepas rindu kepada Ibunya.
.....
Setelah persidangan kasus prostitusi tuntas, Luna pulang ke Jakarta. lalu melamar kerja menjadi Caddy golf. Luna memang Lulus kuliah, tetapi dirinya tidak suka bekerja terikat di kantor. Akhirnya Luna lebih memilih menjadi seorang Caddy.
Walaupun capek, tetapi happy. dan tentunya Luna mengincar sesuatu disana. yaitu, dapat bertemu dengan orang-orang kaya dan bisa berkenalan dengan orang-orang kaya.
Luna selalu bercita-cita untuk dapat menjadi istri orang kaya. Karena dirinya tidak mau susah-susah untuk bekerja. Setelah lima bulan dirinya bekerja menjadi Caddy, Luna memilih untuk keluar dari pekerjaannya itu. Tentu saja karena Luna sudah bertemu dengan seorang lelaki yang mau membiayai hidupnya dengan mewah.
Sekarang Luna punya segalanya, tentu saja Luna kini menjadi simpanan pengusaha dan Luna sangat dimanja, sesuai dengan keinginannya.
Kini duit baginya sangat mudah, tidak seperti saat dirinya bersama Adi. Luna kini tidak perlu berhutang demi gaya hidupnya. Karena Luna bisa meminta apa saja kepada lelakinya, dan lelaki itu akan selalu memberikan apa saja tanpa banyak berpikir.
Kini Luna sangat bahagia, walaupun dirinya mengulangi hal yang sama. Yaitu menjadi simpanan lelaki beristri. Luna tidak pernah mau belajar dari pengalaman, didikan manja keluarganya membuat Luna tidak mau bersusah-susah untuk berjuang hidup dengan baik. Yang Luna tau hanya jalan pintas dan kemewahan. Itu lah Luna, wanita cantik yang tidak secantik hatinya.
semoga semakin banyak para suami yg sadar ya Thor, bahwa pernikahan itu hal yg sangat sakral, hal yg harus dijaga itu adalah kesetiaan dalam berumah tangga ♥️
ditunggu novel berikutnya Thor 🤩🤩🤩
membalas perbuatan menjijikkan suami beserta selingkuhan dengan cara yang elegant.
cerita yang gak terlalu banyak konflik serta gak berlarut-larut, episode nya gak banyak jadi enak bacanya gak bosen, yang paling penting pasangan selingkuhan itu dapetin karmanya masing-masing. itu yang paling ditunggu para readers🥰
makasih untuk cerita yang bagus ini, tetap semangat nulisnya Thor... dinanti karya-karya selanjutnya🙏😘
si Adi lgsg metong ya Thor 😃
udah tau istrimu yang lebih kaya, berani-beraninya selingkuh sampai 3x, sekali dua kali dimaafkan malah keenakan, yang ketiga kalinya auto didepaklah anda...
makanya bersyukur Pak... udah tuir juga masih doyan cabe-cabean 🙄🙄🤦♀