NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Mantan Suamiku Tak Tahu Aku CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Dua tahun lalu, Rian dengan dingin meletakkan surat perceraian di hadapan Nadia. Saat itu, Nadia rela melepaskan segalanya demi mendukung impian suaminya. Namun Rian memandangnya rendah, menganggapnya tak berguna, dan memilih meninggalkannya demi wanita yang ia harap bisa mempercepat kesuksesannya.

Rian tak pernah tahu, wanita yang ia usir itu adalah pewaris tunggal Grup Arka—perusahaan raksasa yang namanya disegani. Nadia sengaja menyembunyikan identitasnya saat menikah, ingin dicintai apa adanya, namun justru diperlakukan semena-mena.

Setelah berpisah, Nadia bangkit kembali. Ia memimpin Grup Arka dengan tegas dan cerdas, menjadi CEO misterius yang dikagumi banyak orang. Sementara itu, Rian berjuang mengembangkan usahanya sendiri, tak sadar bahwa semua peluang besar yang ia cari kini berada di tangan mantan istrinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: REKAN BISNIS YANG MENGHORMATIKU

Keesokan harinya, pertemuan evaluasi proyek berlangsung di ruang rapat utama Grup Arka. Hadir para investor besar, perwakilan kontraktor, hingga pengamat industri yang selama ini memantau jalannya kerja sama ini. Aldo pun hadir dengan wajah penuh harap, berharap bisa memanfaatkan situasi untuk kembali melontarkan fitnah.

Saat Nadia masuk dan duduk di kursi kepemimpinan, suasana hening seketika. Namun yang membuat semua orang terkejut, Rian tidak duduk di kursi yang disiapkan untuk mitra biasa di sisi ruangan. Ia berdiri sebentar setelah Nadia memberi isyarat, menatap satu per satu wajah yang hadir di sana dengan napas yang ia tarik dalam-dalam.

"Sebelum kita membahas laporan kemajuan, saya ingin menyampaikan sesuatu yang selama ini disembunyikan," ucap Rian dengan suara mantap yang menggema di seluruh ruangan. "Saya ingin meminta maaf kepada Ibu Nadia Kirana Arka, dan meminta maaf kepada kalian semua yang selama ini mungkin mendengar berita tak benar tentang hubungan kami."

Ruangan kembali hening total. Aldo tersenyum tipis, mengira Rian akan mengakui kecurangan yang ia tuduhkan. Namun Rian melanjutkan dengan pandangan lurus ke arah Nadia:

"Ibu Nadia bukan sekadar atasan atau mitra bisnis saya. Dua tahun lalu, beliau adalah istri saya. Wanita yang saya tinggalkan dengan alasan yang sangat memalukan—karena saya menganggap beliau tidak berguna dan menghalangi ambisi saya. Saya tidak tahu saat itu bahwa beliau adalah pewaris sah Grup Arka. Saya hanya melihat wanita sederhana yang tulus mencintai saya, namun saya balas dengan penghinaan dan pengkhianatan."

Bisik-bisik riuh seketika memenuhi ruangan. Namun Rian tak berhenti, ia kembali menatap hadirin:

"Kerja sama ini bukan karena rasa kasihan, bukan karena ancaman, dan bukan karena dendam. Ibu Nadia memberi kesempatan ini semata-mata karena profesionalisme dan kepercayaan pada kemampuan. Beliau adalah wanita yang luar biasa—bahkan saat saya menyakitinya, beliau tetap berlaku adil dan menjaga nama baik saya agar tidak semakin hancur. Jika ada pihak yang menyebarkan isu bahwa beliau memanfaatkan kekuasaan, itu semua adalah kebohongan. Semua kesalahan ada pada saya, dan semua kebesaran hati ada pada beliau."

Rian duduk kembali dengan perasaan lega sekaligus takut. Namun yang terjadi bukanlah tawa meremehkan atau kecaman keras. Seorang investor tua yang sangat disegani berdiri perlahan, menatap Nadia dengan pandangan penuh hormat.

"Kami mengerti sekarang," ucap pria itu lantang. "Kesabaran dan ketulusan yang Ibu tunjukkan selama ini ternyata berasal dari hati yang jauh lebih besar dari apa yang kami bayangkan. Ibu membuktikan bahwa kekuasaan tidak membuat seseorang lupa diri, melainkan semakin mengajarkan keadilan."

Tepuk tangan perlahan meledak, bukan untuk kesuksesan semata, melainkan untuk penghargaan yang tulus pada sosok Nadia. Bahkan beberapa rekan bisnis yang dulu meremehkan Rian kini menunduk hormat, menyadari betapa besarnya keberuntungan yang pernah dimiliki pria itu namun ia buang sendiri.

Aldo duduk terpaku, wajahnya pucat pasi. Rencana untuk menjatuhkan nama baik Grup Arka justru berbalik mengangkat derajat Nadia semakin tinggi. Dunia bisnis kini tak hanya melihatnya sebagai CEO yang cerdas, melainkan sebagai wanita yang teguh memegang prinsip meski pernah disakiti begitu dalam.

Saat rapat usai, banyak orang menghampiri Nadia untuk menyampaikan rasa hormat. Tak ada lagi tatapan curiga atau pertanyaan miring. Kebenaran yang terungkap justru menjadi bukti nyata betapa berharganya sosok yang kini memimpin perusahaan raksasa itu.

Di sudut ruangan, Rian melihatnya dengan mata berkaca-kaca. Ia tahu, mengakui kebenaran tak bisa mengembalikan waktu yang hilang, namun setidaknya ia sudah menebus sebagian kesalahannya dengan memberi kembali penghormatan yang pantas diterima wanita yang dulu ia abaikan.

 

(Lanjut ke Bab 24?)

1
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ayu Gerimis: Siap, akan dilanjutkan segera ya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!