NovelToon NovelToon
Bukan Salah Jodoh

Bukan Salah Jodoh

Status: tamat
Genre:Playboy / Cerai / Persahabatan / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Chicklit / Tamat
Popularitas:34.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Semoga kisah nikah dadakan Atun Kumal dekil, dan Abdul kere menang judi 200 juta ini menghibur para readers sekalian...🥰🥰🥰
Happy reading....!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada apa dengan emak

"Tun! Bangun Tun!"

Rara membangunkan adik bungsunya itu, pagi-pagi sekali Rara sudah harus pulang untuk meminta bantuan kepada Ajeng untuk memesan beberapa makanan dan kue untuk menjamu teman-teman arisannya sore nanti.

"Opo Mbak?" sahut Atun, ia menggosok matanya beberapa kali, terasa pedih dan kesat, sulit untuk melihat dengan jelas.

"Aku mau pulang, mau pesan makanan sama kue dan meminta bantuan Ajeng."

"Aku tidak perlu kue Mbak, beliin nasi uduk aja aku udah cukup." jawab Atun.

"Siapa juga yang mau pesen kue buat kamu Atuuuun! Aku itu mau pulang karena nanti sore mau ada arisan komplek." Rara menghembus nafas beratnya, jengkel.

"Oh, kalau begitu aku juga mau pulang." jawab Atun lagi, bahkan matanya enggan terbuka.

"Atun!" kesal Rara, ia menggoncang bahu adiknya itu.

"Opo sih Mbak?" Atun menepis tangan Rara.

"Melek tun, buka matamu! Aku mau pulang, kamu jaga emak!" ucap Rara setengah berteriak. "Pantesan si Abdul selingkuh, kamu itu sering gak nyambung!"

Barulah ia membuka mata, melihat sang emak masih terbaring di tempat tidur dengan infus terpasang di tangannya.

"Owalah! Emak di infus ternyata." ucapnya semakin membuat Rara gemas ingin memukul kepalanya.

"Dah ah Tun, aku buru-buru." Rara meraih tas yang ia meletakkan di ujung kaki Emak lalu memakainya.

"Emak belum sadar Mbak?" tanya Atun.

"Udah, semalam sadar ketika kamu baru tidur. Lagian kamu tidurnya kaya debong pisang, Emak nangis meringis-ringis kamu malah ngorok." Rara mencebik.

Perempuan itu berlalu meninggalkan Atun begitu saja. Membiarkan adiknya yang polos nan bodoh itu menyatukan nyawanya yang belum terkumpul semua.

Setelah cukup lama, sang Emak pun bangun. Perempuan tua itu mengernyitkan hidungnya, sedikit meringis lalu meraba pipinya yang sudah kempes, namun ada sedikit jahitan di sana, ternyata semalam dokter sudah membersihkan sisa kotoran di dalamnya lalu menjahitnya sedikit.

"Hu...hu..hu...." emak pun menangis.

"Emak! bangun-bangun kok menangis." Atun tidak tahu mengapa sang emak selalu saja rewel akhir-akhir ini.

"Emak sedih!" jawabnya, mengusap air mata dengan tangannya sendiri.

"Jangan sedih lah Mak." Atun memegang tangan Emak.

"Kamu tidak mengerti Tun, lagian ini semua gara-gara kamu." perempuan tua itu mengomeli Atun lagi.

"Maaf Mak, Atun tidak tahu bakalan seperti ini. Maafkan Atun juga Mas Abdul. Atun doakan nanti akan tumbuh lagi." jawab Atun, ia menunduk di hadapan sang emak.

"Tumbuh lagi? Tumbuh apanya Tun?" tanya emak bingung.

"Bisulnya Mak." jawab Atun dengan wajah serius.

"Goblok kamu Tun! Kualat kamu. Bisa-bisanya kamu mendoakan emak supaya bisulan lagi. Anak kurang ajar!" emak melempar Atun dengan bantal, dadanya naik turun ingin sekali memukul anak tirinya itu dengan tangannya.

"Aduh Mak, kok ya salah lagi!" gerutu Atun, ia bingung dengan tingkah sang emak, di jawab salah, di hibur salah. Apalagi diam, semuanya selalu salah.

Emak mendengus kesal, perempuan tua itu memilih berbaring kembali, memejamkan matanya agar tidak menyaksikan pemandangan yang membuatnya emosi. Sejak dulu wajah Atun memang selalu membangkitkan emosinya.

"Mak, apakah sebaiknya kita pulang saja ke rumah emak. Biar Atun bisa menjaga emak di sana. Lagipula Mbak Rara lumayan sibuk. Mbak Ajeng juga lagi sibuk membantu Mbak Rara." Atun kembali membuka pembicaraan kepada sang emak.

Emak Rodiah diam saja, padahal dia tidak tidur.

"Mak!" Atun menggoncang bahu emak Rodiah.

"Apa sih Tun!" kesalnya.

"Emak dengar tidak?" kali ini Atun sedikit meninggikan suaranya.

"Iya! Emak dengar. Tapi Emak tidak mau pulang." jawabnya, lalu berbalik memunggungi Atun.

Aneh! Begitu pikir Atun, ia mendesah berat, Dia sendiri tidak mengerti mengapa sang emak tidak mau pulang. Percuma pula Atun membujuk, perempuan tua itu tentulah sangat keras kepala.

Hingga siang harinya, Rara kembali lagi ke rumah sakit untuk mengurus sang emak, Rara akan berbicara dengan dokter, agar sang emak beristirahat di rumah saja. Kini Atun yang pulang ke rumah Abdul untuk mandi dan berganti pakaian.

Walaupun sempat ragu, tapi siang hari begini Atun sangat yakin kalau suaminya itu tidak ada di rumah.

Ya, dia sangat hafal kebiasaan sang suami akhir-akhir ini.

Bukan hanya hari Minggu, bahkan malam haripun Abdul jarang pulang. Tentulah Atun sering merasa kesepian karenanya.

Atun menatap pintu rumahnya yang masih terkunci. Bibirnya terangkat hingga menampakkan deretan gigi, getir menyaksikan bahwa suaminya tak ada di rumah.

"Baguslah." gumamnya kemudian, ia tidak harus melanjutkan pertengkaran semalam.

Atun bergegas mandi lalu beristirahat sejenak sekedar memejamkan mata membuang penat.

"Assalamualaikum! Atuuun!" Ter dengar teriakan dan gedoran ringan di pintu rumahnya itu tentulah seseorang yang amat ia kenali datang berkunjung.

Atun segera bangun dan membuka pintu.

"Atun!!!" pekiknya dengan wajah sumringah khas seorang Marina.

"Marina!" atun-pun tak kalah senang dengan kedatangan bestynya itu.

"Kangen rek!" khas dengan tawa renyahnya, Marina memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat.

"Maaf ya, harusnya aku yang datang ke rumahmu." ucap Atun ketika mereka sudah duduk di kursi kayu rumah Abdul itu.

"Ndak apa-apa. Wong biasanya aku yang selalu datang mengunjungimu Tun." Marina mengibaskan tangannya, lalu berkata lagi. "Kemarin aku datang kesini, tapi tidak ada siapa-siapa. Lalu ke rumah emakmu."

"Kosong juga." ucap Atun sambil tersenyum kepada sahabatnya itu.

Marina mengangguk. "Tapi ada dua orang laki-laki datang ke rumah emak mu. Nanyain emak juga Tun. Kayak petugas koperasi atau kredit begitu." jelasnya, sambil mengingat-ingat hal yang ia temui kemarin itu.

"Tukang kredit?" Atun nampak berpikir. Apakah sang emak sedang mengambil barang? Begitu pikirnya, tapi kembali mengingat-ingat kalu di rumah itu tak ada barang baru. Apakah itu alasan sang emak tak mau pulang? Atun mulai menebak-nebak.

Marina mengedikkan bahunya. "Ngomong-ngomong kemarin itu kamu kemana?" tanya Marina.

"Aku di rumah Mbak Rara Mar. Ngurusin emak. Emak ku sakit gigi, lalu bisulan." jawab Atun, ia menyandarkan tubuhnya di kursi kayu, membuang nafas berat.

"Oh, aku sudah tahu dari Ibu. Tapi ya enggak tahu kalau kamu ke rumah mbak Rara." Marina ikut menyandar santai.

"Sebentar lagi aku juga mau balik ke rumah mbak Rara. Untuk menyelesaikan kecurigaanku terhadap mas Abdul."

Marina menautkan alisnya. Ia menatap wajah Atun dengan sangat bingung. "Curiga opo Tun? Apakah mas Abdul main judi lagi?" tanya Marina.

Atun menggeleng, mengambil nafas lalu berbicara lagi. "Aku curiga dia selingkuh Mar. Dan kamu tahu tidak?"

Marina menggeleng.

"Rumah yang kemarin ada lokernya itu lho! Ternyata penghuninya adalah seorang janda, dan dia adalah bosnya mas Abdul ketika bekerja di pabrik."

"Waduh! Terus? Apakah perempuan itu yang menjadi selingkuhan mas Abdul Tun?" tanya Marina sangat penasaran, hampir satu tahun tidak pulang membuat gadis itu banyak ketinggalan berita tentang sahabatnya.

"Semalam mas Abdul di rumah itu Mar. Kami bertengkar." ucap Atun dengan wajah sedih.

"Waduh! Tak kira polos dan setia rek, ternyata suhu!" Ia meringis menatap wajah sahabatnya yang selalu menyedihkan itu.

"Aku mau ke rumah Mbak Rara, karena perempuan itu juga ada di sana sore ini Mar. Mereka sedang arisan bulanan." jelas Atun lagi.

Marina tersenyum tipis, anak juragan bawang itu sedang memikirkan sesuatu untuk membantu sahabatnya.

"Ayok kita berangkat!" ucapnya dengan senyum tengil khas di wajahnya.

1
Hana Nisa Nisa
😭😭😭😭kasian atun
mama yogi
Luar biasa
Dayang Rindu: terimakasih kak, sudah mampir
total 1 replies
mei
kok gak emak aj yg nikah sama pak sukmany 🤣
Dayang Rindu: pak sukmanya gak mau. 😂😂😂😅
total 1 replies
Yuli Yuli
kok Rara SM Abdul g ada critane LG yaaa
Dayang Rindu: ada kak, lanjut aja
total 1 replies
Yuli Yuli
kok g dgendong aja tu matinanya rendra
Yuli Yuli
beliin hp nu Jik Atun nya
Yuli Yuli
kasian Atun karmanya bpknya anaknya yg nanggug
Yuli Yuli
Uda tgal meranto aja tun cri uag yg byak buat ngece suamimu dn kluarga emak mu
Yuli Yuli
nyesek AQ bcanya Thor kok g ada bhgia" nya buat Atun ksian Atun thor
Dayang Rindu: ada kak, happy end kok nantinya.
makasih ya, sudah mampir.
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ya allah kom tamat aja sih kk thor
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : g juga lho kk
ceritanya menarik lho asli
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Marina koplak 😂🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: sama2 kak othor, maap blom sempat kasih kata perpisahan buat Atun 🙏 ditunggu karya lain nya yaak 😽💃🕺💃
total 7 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
baca aja capter nya tp blm baca isi nya /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
btw smg kk thor ttp lnjut dan smgt nukis meski sibuk juga
Dayang Rindu: terimakasih kak. 🙏🏾
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
kuuuapok wis strok wae jek peteingkah
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
maaf cuma bisa nongol bntr yah kk thor
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
iya maakk, gantian lah, masa Atun terus yg menderita, emak juga lah ngerasain, apalagi kalau emak kan karena ulah emak sendiri 😋🤪
Ai Emy Ningrum: udah setengah modyar pula seblum seblum nya ...😏 mikir nya harta bisa dibawa mati ..
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
akhirnya Marina si wonder women luluh juga sama cicak memble 🤪🤣🤣
Ai Emy Ningrum: /Doubt//Doubt/
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Marina sawan rek.. /Joyful//Joyful//Joyful/
Ai Emy Ningrum: /Good//Good/
total 11 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
hahahaaa..... ayok lanjutkan kk thot
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
blom ada yg komen.. 👀 tumben...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: iya yuk..
total 11 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Marina sekarang bijaksini euy 😚
Ai Emy Ningrum: langsung auto bijaksana dlm berfikir 🙄
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!