"Tanggal 1 April pukul 11.11 aku sepertinya telah jatuh cinta!"
Gema menyadari perasaannya dan pada hari itu juga pemuda yang masih duduk di bangku sekolah itu akan melamar sang pujaan hati.
"Aku akan menikahi Chila sekarang juga!"
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Biarkan Saja!
Kyla mendengarkan semua penjelasan Chila tanpa menyela sedikitpun. Gadis itu masih tidak percaya walaupun Chila sudah menjelaskan semuanya.
"Aku sampai tidak bisa berkata-kata lagi," tanggap Kyla setelah temannya itu selesai bercerita apa yang sebenarnya terjadi.
"Kau tahu kalau di dunia ini sangat sulit menemukan laki-laki seperti Gema?"
Chila menganggukkan kepalanya setuju. "Dia bahkan mengurusku selama aku koma!"
"Jadi, kau masih tidak mau membuka hati untuknya?" tanya Kyla.
Untuk pertanyaan itu, Chila hanya bisa terdiam walaupun hatinya sudah mulai terbuka menerima kehadiran Gema dalam hidupnya.
Hanya saja dia masih takut membuat pemuda itu kecewa.
Di sisi lain, Gema berada di kantor polisi untuk melanjutkan laporan.
Orang tua Tony datang bersama kuasa hukum untuk meminta keringanan.
"Maafkan kami tapi hukum harus ditegakkan, putriku hampir kehilangan nyawanya jadi tolong jangan membuat semuanya semakin rumit!" Armon mencoba memberi peringatan.
Bukan hanya kabar tentang penangkapan Tony sekarang yang berkembang adalah kedekatan keluarga Bamantara dan Brisek yang menjadi tanda tanya.
Apa keluarga Bamantara dan Brisek memang sedekat itu?
Para pencari berita terus mencoba menggali informasi sampai berani membayar mahal salah satu perawat yang merawat Chila selama di rumah sakit.
Karena membutuhkan uang perawat itu membuka suara, dia memberitahu kalau Chila dan Gema ternyata sudah menikah.
Sungguh kabar yang mengejutkan, reporter itu mencari bukti supaya berita itu terlihat meyakinkan.
Sampai dia menyamar di rumah sakit Brisek.
Pada saat itu Gema datang dan langsung masuk ke ruang rawat di mana Chila berada.
Kebetulan sekali Chila akan melakukan rawat jalan jadi gadis itu bisa pulang.
Gema dengan kuatnya menggendong Chila untuk keluar dari ruangan tanpa bantuan kursi roda.
"Gema, aku malu," ungkap Chila yang tidak mau jadi pusat perhatian.
"Kenapa malu? Kursi roda tidak baik untukmu jadi biarkan aku yang menjadi kakimu sekarang," balas Gema tidak peduli.
Toh, staff di rumah sakit Brisek sudah tahu hubungan mereka.
JEPRET!
Reporter yang menyamar sudah berhasil mendapatkan potret pasangan itu.
Sementara Gema dan Chila tidak menyadari hal itu, mereka sibuk mengurus kepulangan dan tujuan mereka tentu saja mansion Brisek.
Mungkin Gema memang harus banyak mengalah yang semakin membuat Chila tidak enak hati.
"Istirahatlah, kau pasti kelelahan setelah mengurus kasus Tony setelah itu masih merawatku. Besok kau kan sudah mulai kuliah, Gema," ucap gadis itu.
"Aku tidak lelah jadi berhenti berpikir begitu sayang," balas Gema. Dia duduk di sisi ranjang dan melihat lebam di tubuh Chila yang memudar.
"Kerja bagus!"
Saat Chila ingin membuka suara lagi, bunyi ponselnya membuyarkan suasana yang ada.
"Akan aku ambilkan!" Gema berdiri dan mengambil ponsel itu yang berada di atas nakas.
Tertera nama Kyla di layar ponsel itu.
"Sepertinya panggilan penting," ucap Gema seraya memberikan ponsel pada istrinya.
Chila segera menerima panggilan itu dan mendengar teriakan suara Kyla dalam panggilan.
"Cepat baca pesanku!"
Chila sampai menjauhkan ponselnya karena suara temannya itu terdengar melengking. "Apa sih?"
Ternyata saat gadis itu buka, Kyla mengirim sebuah link berita.
Dalam berita itu terdapat foto Gema yang menggendong Gema sebelumnya.
Skandal dua keluarga!
Gema juga ikut membaca berita itu dan dia tampak panik.
"Aku akan mengurusnya segera!"
Namun, Chila justru mencegah pemuda itu.
"Biarkan saja!"
cui cui cui