Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.
siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.
Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12. memarahi Arka
Pak Lurah dan juga para warga saat ini segera mendatangi kediaman milik keluarga Tamrin, kabar buruk ini langsung menyebar ke seluruh desa dan mereka semua jadi terdiam ketakutan setelah mengetahui bahwa kematian pria itu hampir sama dengan kematian Joko yang secara mendadak saja pada kemarin malam di desa ini juga.
Amir dan Ridwan saling pandang satu sama lain karena mereka saat itu Tengah berkumpul dan merasa ini seolah menjadi lingkup untuk kematian mereka semua, terlebih lagi mereka juga mengingat bagaimana malam itu terasa begitu mencekam dan kemudian mendapat susulan saat Joko meninggal dunia dan sekarang juga yang lain ikut menyusul pada kematian tersebut.
Yang membuat mereka semakin ketakutan adalah kematian ini terasa begitu mirip sekali dengan Joko, luka yang sama dan di malam yang berbeda saja sehingga mereka curiga bahwa ada sesuatu yang telah terjadi dan kemungkinan ini karena mereka telah salah berbicara ketika sedang ada di pos ronda saat itu.
Namun Amir dan Ridwan masih saja bungkam karena mereka ketakutan dan mereka juga masih belum tahu secara pasti kesalahan ini berasal dari mana, dan yang paling penting saat ini keluarga Tamrin sedang sangat sibuk dan berduka setelah kematian pria itu yang secara mendadak saja, para tetangga juga merasa heran karena mereka tidak menyangka bahwa Tamrin akan pergi secepat ini.
Meski istri Tamrin bisa dikatakan sebagai wanita yang tidak baik di kampung ini karena suka julid kepada para tetangga, namun Tamrin tetap saja mendapatkan nama yang baik karena dia tidak pernah pilih kasih atau bahkan selalu menolong tetangga yang sedang kesusahan.
Jadi jelas aja kematian dia yang secara mendadak itu membuat para warga merasa begitu sedih dan ada rasa tidak percaya, Tamrin meninggal dalam waktu yang cukup dekat dan itu mereka sangat yakin bahwa terjadi pembunuhan yang tidak biasa, para polisi juga sudah turun tangan untuk mengusut masalah ini sampai tuntas.
Tamrin juga bisa dikatakan adalah orang yang mampu sehingga dia tidak peduli dengan uang yang akan keluar dan sang istri akan berjuang untuk mencari tahu, meski ini cukup berat namun tetap saja Kopsah bertahan karena dia yakin bahwa suaminya telah di bunuh oleh seseorang yang tidak menyukai keberadaan mereka di sini.
Kopsah malah sudah berpikir ke mana-mana dan dia beranggapan bahwa mungkin saja ini adalah salah satu perbuatan dari orang yang tidak menyukai dirinya selama ini, sebab Kopsah suka berbicara sembarangan terhadap orang lain sehingga kemungkinan besar orang itu merasa sakit hati atas ucapan yang sudah keluar dari mulut dia.
"Aku tidak tahu karena baru bangun dan saat keluar dari kamar malah menemukan dia dalam keadaan seperti ini." Kopsah mulai bercerita kepada Kinan yang baru datang.
"Jadi kalian berdua sedang tidur dan dia di luar sendirian?" Kinan kasihan juga walau selama ini mereka jarang akur.
"Iya, aku pamit tidur duluan dan dia bilang mau duduk dulu." Kopsah mengangguk pelan.
"Kalau melihat Kopsah seperti itu aku kasihan juga ya, biar bagaimana dia adalah tetangga kita." Bu Ita berkata pelan kepada Nanda.
"Benar, meski selama ini mulut dia sangat kurang ajar namun tetap saja ada rasa iba di dalam hati bila sudah melihat dia seperti itu." Nanda setuju dengan ucapan Bu Ita.
"Tamrin juga kenapa mendadak meninggal seperti ini dan siapa sebenarnya yang sudah membuat kehebohan di kampung kita?" Bu Ita sangat bingung dengan masalah ini.
"Kita harus segera memberi laporan kepada Purnama agar bisa untuk segera ditangani." Kinan sudah tidak sabar lagi.
"Purnama sedang merayakan pesta Nolan yang ada di kota sana sehingga mungkin bulan depan baru akan kembali." Nanda menjawab ucapan Kinan.
"Arka kan ada di rumah Ya apa dia tidak bisa mencari tahu tentang pembunuhan ini?" Bu Ita bertanya dengan suara lirih.
"Arka agak kurang ahli karena dia memang sudah tidak fokus dengan hal itu lagi, tapi kalau nunggu Purnama memang sangat lama karena Nolan pesta pernikahan." jelas Kinan dengan hati yang sedih juga.
"Nolan pun aneh karena pesta harus di sebuah pulau yang kita pun tidak tahu ada di mana." Bu Ita menggerutu karena mereka juga tidak kondangan dalam pesta pernikahan itu.
Purnama sedang pergi untuk merayakan pernikahan sang adik bungsu sehingga dia akan kembali bulan depan, jadi untuk masalah yang ada di desa ini jelas dia masih belum bisa mengetahui secara pasti sehingga para warga bingung harus minta tolong kepada siapa dan padahal ini adalah desa Purnama itu sendiri.
...****************...
"Emang sudah asli kalau pembunuhan itu dilakukan oleh arwah yang sedang gentayangan?" Maharani menatap sang keponakan yang baru datang untuk membuat laporan.
"Ya, saat tadi mendatangi rumah Tamrin maka aku juga mencium aroma yang sama seperti di rumah Joko." Arka menjawab dengan sangat yakin.
"Jadi kita harus bagaimana ini sekarang? Kiara juga ikut pergi pesta sehingga dia tidak bisa untuk mencari tahu." Maharani bingung sendiri.
"Arka ini ada tapi dia tidak berguna seperti itu sehingga kita hanya menemukan jalan buntu, Purnama juga sudah berpesan agar kita tidak usah mencari atau mencampuri urusan orang lain." Nana berkata dengan sangat tegas.
"Iya, nanti kalau kita langsung mengurus malah yang ada Purnama akan mengamuk." Maharani juga cemas dengan hal itu.
"Paman Nolan Kenapa juga si pesta harus di sebuah pulau dan tidak di desa ini saja?" Arka jadi kesal sendiri.
"Lah Ya terserah dia mau pesta di mana saja orang itu pernikahan dia sendiri kok." Nana berkata dengan sewot.
Arka terdiam tidak bisa untuk menjawab ucapan kucing hitam itu lagi karena memang benar bahwa ini adalah pernikahan Nolan, terserah saja dia mau membuat pesta di mana Karena itu adalah hak untuk Nolan sendiri dan Purnama juga setuju untuk melakukan pesta di sebuah pulau ular yang sangat jauh itu.
"Kau adalah keturunan Pangeran ular asli namun malah tidak bisa bertindak jauh." Nana kembali membuka suara.
"Ya kan aku memang sudah memutuskan untuk vakum dari dunia itu." Arka berusaha untuk membela diri.
"Ah sudah jangan berdebat hanya karena masalah seperti itu." Maharani menengahi mereka berdua.
Nana membuang muka dengan sangat kesal karena dia memang begitu marah kepada Arka yang tidak memiliki kemampuan lagi saat ini, beda dengan Kiara yang masih sangat kuat dan kemungkinan besar dia pasti bisa mengetahui namun saat ini dia sedang pesta juga bersama dengan Purnama di sebuah pulau ular.
selamat siang semuanya, jangan lupa like dan komentar kalian buat cerita Novita Jungkook ya, terima kasih salam hangat untuk kalian semua.
member purnama yang senior pda sibuk pacaran aja sih 🤭...musnah dah tuh member yang baru netes 🤣🤣
aayooo thor..kita tunggu loh jodohnya Kiara. harus yg sakti melebihi Kiara ...biar gak dianggap remeh sama kiara nya..yang ganteng ..yang gagah..pokoke laki² yg sempurna yg cuma ada didunia novel../Facepalm/
siapa sebenernya iblis jahat itu...
apa motif drai rencannya bu ningsih ya... kenapa dia membangkitkan anisa dengan mengisi tubuh anisa dengan arwah jahat....
iblis ini sungguh licik karna bisa menghilahkan jejaknya sehingga para member kesulitan menemukan dan menangkapnya...
ayo Purnama mulailah melakukan penyelidika. karna anisa sudah hidup kembali....
Apakah ada tokoh baru untuk jodoh Kiara,,,Digo kurang pas lah ..tapi semua ada di tangan othor sih 🤭🤭
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍