Vino seorang CEO tampan di perusahaan terkemuka di Jakarta menyukai Zila gadis yatim piatu berparas manis dan cantik, memiliki kepribadian sederhana bekerja sebagai asisten di perusahaan yang sama dengan Vino.
Tertarik pada seorang wanita adalah hal tersulit untuk Vino rasakan. Dan ia ingin menjadikan Zila sebagai istrinya.
Zila seorang gadis yatim piatu berasal dari keluarga sederhana, kehadirannya membuat Vino tidak dapat menahan perasaan cintanya. Semua orang tidak menyangka kalau Vino yang begitu cuek, dingin begitu sombong dan pemilih terhadap wanita bisa suka kepada Zila.
Banyak wanita berkelas dan setara dengan Vino tapi tidak ada satupun yang mampu memikat hatinya. Teman dan sahabat Vino tidak bisa membayangkan kalau Vino yang terkenal sebagai CEO kejam dan arogan.Apa yang membuat Vino begitu menyukai Zila? Vino bahkan mengetahui masa lalu Zila. Siapa sebenarnya Vino, apakah ia bagian dari masa lalu Zila, tapi kenapa Zila sama sekali tidak mengenali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Budi Asih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PBK Bab 35 - Maju Kena, Mundur Kena
💖 Happy Reading💖
Sebenarnya ia sekarang sudah tidak mampu untuk terus bekerja dan mengurus perusahaan lagi. Semua karena keterpaksaan. Meskipun mustahil David berharap Vino masih hidup dan kembali. David seperti telah membunuh anaknya sendiri sekarang, ia terlalu ambisius dengan keinginannya untuk menikahkan Vino dengan Aylin. Ia tidak menyadari akan hal ini.
Dengan sangat terpaksa ia kembali mengisi kekosongan pimpinan saat ini, saham yang ia miliki masih 45 % di Indorama group. Dan saat ini Direktur Arson adalah orang yang memiliki saham terbanyak setelah David. Jika Direktur Arson bisa memiliki nilai saham yang sama maka para pemilik saham akan menjadi pemimpin Indorama group.
Karena pergerakan Direktur Arson sedikit mencurigakan, Alan meminta seseorang untuk mengikutinya. Saat ini sebenarnya kondisi David yang lemah membuat para pemegang saham ragu untuk di pimpin lagi olehnya. Kalau bukan karena dia memiliki saham tertinggi dia tidak akan menduduki kursi kepresidenan lagi.
Itu artinya pemimpin harus muda dan energik, jika Vino tidak juga kembali pada waktu cepat maka Direktur Arson yang akan menduduki kursi kepresidenan itu, atas keinginan para pemegang saham.
Direktur Arson muda dan cerdas ia telah ikut bergabung di Indorama group bertahun-tahun. Tidak layak jika ia di curigai dalam hal ini. Tapi Alan hanya ingin memastikan kalau tidak ada musuh dalam selimut di dalam perusahaan.
*
Jordan dan Alan di panggil ke rumah utama keluarga Orlando. Sesuai perintah Vino tidak boleh ada yang tahu kalau dirinya masih hidup. Dia akan muncul nanti memberikan kejutan kepada orang-orang. Vino hanya ingin tahu siapa perencanaan pembunuhan kepada dirinya.
Cukup tahu orangnya dan singkirkan. Vino punya cara tersendiri untuk membuat orang-orang yang menentang dirinya berada di dalam perangkapnya.
"Apa ada kemajuan dalam hasil pencarian hari ini?"
"Belum ada hasil Tuan besar, di perkirakan Tuan muda tidak ada lagi di sekitar sungai itu. Sejauh ini tidak di temukan tanda-tanda di sana. Pencarian telah di lakukan sampai di ujung sungai."
Jordan melirik anaknya yang masih berdiri dengan ekspresi datar di sampingnya.
"Kenapa kamu tidak menyisir seluruh rumah sakit di kota ini?" David masih berharap Vino di temukan.
"Saya sudah memeriksanya di seluruh rumah sakit, Tuan besar." Alan membalas tatapan ayahnya.
"Aku membuat kebohongan publik bertahun-tahun karena aku tidak ingin dia meninggalkan aku. Lalu sekarang aku justru membuat dia pergi." Pengakuan David terhadap dua orang di sampingnya itu adalah bentuk penyesalannya.
"Tuan besar, jangan terlalu menyalahkan dirimu tidak ada orang yang ingin kejadian seperti ini terjadi." Jordan menghibur Tuannya.
David mengambil nafasnya lalu mengeluarkannya pelan. Ada sesak di nafasnya yang masih tertahan. Ia begitu menyesali sikapnya selama ini.
"Kalian boleh pergi." Tongkat itu membantu David duduk di kursinya, menatap ke luar jendela. Alan dan Jordan meninggalkan rumah utama keluarga Orlando.
Jordan dan Alan menaiki mobil yang berbeda, mereka sebelumnya memang berada di kubu yang berbeda. Itu semua karena pekerjaan yang harus membuat mereka terpaksa harus begitu. Alan tetap menghargai ayahnya yang telah banyak mengajarinya.
"Ayah, apa kita bisa bicara sebentar?"
Sebelum mobil itu jalan Alan menemui ayahnya yang baru saja masuk ke dalam mobil.
"Anak bandel, kenapa kali ini kamu menemui ku?"
"Ayah, saat ini Tuan muda hilang, bagaimana menurutmu kalau Indorama group di pimpin oleh orang lain?"
Jordan hanya menyungging senyum di bibirnya, ia telah menyangka itu akan terjadi.
"Hanya orang-orang licik yang bahagia dengan berita hilangnya, Tuan muda."
"Apa maksudmu, Ayah? Apa itu artinya kecelakaan itu di rencanakan?"
"Em, kita lihat beberapa hari ke depan. Seperti apa Indorama group. Aku hanya menghawatirkan Tuan besar, kondisinya pasti akan semakin buruk sekarang."
"Ayah, aku akan membantu mu untuk mengatasi ini. Kita berada di kubu yang sama sekarang." Alan lalu keluar dari mobil ayahnya dengan gayanya yang sangat keren. Mendengar hal itu Jordan hanya tersenyum getir karena baru kali ini anak itu mengatakan berada di kubu yang sama dengan dirinya.
Alan menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, kemampuannya mengemudi mobil tidak kalah dari Vino. Ia menuju kantor dan mulai mengecek kamera pengawas pada hari di mana Vino kecelakaan mobil. Hanya ada satu yang mencurigakan, saat itu seseorang masuk ke dalam mobil Direktur Arson dan keluar lagi beberapa saat.
Mobil Direktur Arson menghilang saat keluar dari basemen kantor. Alan mulai dari menyelusuri laki-laki itu. Hari ini di tempat dimana Direktur waktu itu memarkirkan mobilnya ia menunggu kedatangan laki-laki itu. Dalam hal ini Alan harus turun tangan sendiri karena Tuannya hanya bisa mempercayai sekarang.
Jordan mulai mengecek pengeluaran keuangan di dalam perusahaan.
"Tyson." Sejumlah uang di transfer ke rekening Tyson. Siapa Tyson? Kenapa perusahaan mentransfer uang kepadanya. Jordan memberitahu hal ini kepada Alan. Dari nomer rekening yang Jordan kirim Alan mencari informasi tentang laki-laki itu.
**
Zila telah memberi ponsel baru hari ini, ia terlihat gembira saat seseorang telah mengirimi paket kepadanya. Zila pun akhirnya mengabari Bu Tyas keadaannya sekarang dan dimana dia dan Vino saat ini.
"Aku ingin bekerja hari ini, apa boleh?"
"Tidak, kamu harus merawat ku 24 jam. Aku tidak ingin di tinggalkan. Aku telah menggaji Mona untuk mengurus toko itu. Jangan mencari alasan apapun untuk bekerja."
"Baiklah, kamu telah tempramen. Aku akan ikuti semua keinginan mu hari ini." Zila memberikan senyuman manis kepada Vino.
"Ini." Vino menunjuk pipinya.
"Apa?" Zila mengernyitkan alisnya.
"Cium aku!" Vino meminta Zila mencium pipinya. Berpura-pura tidak mau sepertinya tidak berlaku hari ini.
Vino menundukkan kepalanya agar bisa di cium oleh Zila yang memiliki tubuh lebih pendek darinya. Vino menggerakkan wajahnya ke kanan saat Zila hendak mencium pipinya, saat itu juga bibir mereka bertemu satu sama lain.
Sepertinya ciuman itu di sengaja oleh Vino sehingga Zila merasa terjebak. Pipi itu memerah lagi, Zila tidak dapat menyembunyikan rasa malu yang membuat dirinya salah tingkah. Vino yang pura-pura keren hanya terdiam berdiri tegak di hadapan Zila.
"Curang." Zila memanyunkan bibirnya.
"Jangan seperti itu pada pria lain, karena aku akan .." Vino tidak melanjutkan kata-katanya.
"Em, apa?"
"Cemburu."
"Aku tidak bisa membayangkan jika teman-teman di kantor mengetahui ini. Aku pasti akan di bully sampai pingsan sama fans berat, Pak CEO." Kata Zila sambil membayangkan itu benar-benar terjadi.
"Berhenti menganggap mereka teman, kamu tidak lagi bekerja di sana." Vino seperti anak kecil yang tidak rela melihat temannya mengambil mainan yang ia punya. Vino selalu cemburu meskipun itu kepada teman wanita Zila sekalipun.
"Mereka memang tidak menganggap ku teman tapi aku akan ..." Perkataan Zila menggantung.
"Jangan bahas tentang mereka, mari bahas tentang kita!" Vino memotong perkataan Zila.
Zila dan Vino kemudian fokus pada masalah yang saat ini menimpa mereka. Zila berharap ia tidak mempersulit keadaan Vino saat ini. Bagaimanapun juga Zila tidak ingin jadi benalu baginya. Zila ingin Vino bisa menyelesaikan semua masalah yang terjadi.
Suara dering ponsel Zila mengagetkan mereka, panggilan dari Alan. Hanya nomer baru Zila sekarang yang bisa ia hubungi. Alan memberikan kabar mengenai perusahaan dan dalang di balik semua ini. Sepertinya Vino akan kehilangan posisinya di Indorama group. David di larikan ke rumah sakit dan para pemegang saham akan memilih pemimpin baru.
"Aku akan kembali dalam waktu satu jam, persiapkan semuanya!" Perintah Vino kepada Alan.
"Baik, Tuan. Tapi, kondisi Tuan Besar memburuk." Alan mencoba untuk memberitahu bahwa David sangat mengkhawatirkan dirinya.
"Aku akan melihatnya setelah kembali dari rapat." Vino lalu menutup teleponnya.
Vino mempersiapkan dirinya pergi ke perusahaan sekarang, ia sudah tidak menahannya lagi. Vino sudah tahu siapa yang ada di balik semua ini. Dengan begitu sudah saatnya Vino kembali dan menyelamatkan Indorama group. Semua sekarang bergantung padanya. Banyak nasib karyawan yang bergantung pada dirinya, Vino tidak ingin membuang waktunya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Author ingatkan kembali jangan lupa tinggalkan jejaknya yah!😊 Sambil menunggu author share bab terbaru selanjutnya, mampir juga ke karya author yang lain 🥰
Novel baru :
#Pernikahan Beda Kasta (On Going)
Novel Tamat
#Suamiku Ceo Arogan (Tamat)
#Istri Untuk Presdir Possesive (Tamat)
#Menikahi Pria Angkuh (Tamat)
#Penjara Hati Sang Ceo (Tamat)
#Tawanan Ceo Arogan (Tamat)
#Takdir Cinta Sang Pewaris (Tamat)
#Dipilih Untuk Jadi Mantu (Tamat)
#Pacarku Kakak Kelasku (Tamat)
orang kl masih di bawah bokap tu susah bertindak.