cerita tentang gadis kembar yang hidup tampa orang tua
langsung baca aja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 35
HAPPY READING
halo semuanya selamat membaca semoga kalian suka dan juga jangan lupa like,komen, dan vote yang banyak. aku juga minta tolong untuk beri aku saran yah.
Di bab ini aku buat awal mula konflik berpisahnya Nadia dan Nadira dari keluarganya
okeee Terimakasih...
Di rumah besar dan megah terdapat seorang wanita yang sedang hamil tua kedatangan tamu yaitu teman alias sahabatnya, ia datang bersama dengan suaminya
''berapa Minggu lagi kamu na lahiran?'' tanya sahabatnya itu
''dua Minggu lagi intan, kamu nanya itu Mulu deh dari kemarin'' ujar Ratna
''hehehe aku tuh lagi senang aja na punya ponakan kembar dari kamu'' ucap intan
beberapa menit kemudian datang lah Bram pulang dari kerjanya ia menyapa sahabat istrinya dan suaminya yang juga rekan kerjanya
''ada tamu ternyata'' ucap Bram duduk di sebelah Ratna
''iya Bram kita lagi pengen lihat keadaan kalian berdua saja'' ucap Roy istri dari intan
''ohh begitu... Jadi bagaimana keadaan kalian dan putra kalian''
''puji syukur kami sehat Bram dan putra kami pun ikut sehat dan dia sedang di jaga sama asisten dirumah'' ujar Roy dianggukki mengerti oleh bram
''hmmm na aku punya ide'' ujar intan tiba tiba
''ide apa? Sepertinya sangat menarik'' ujar Ratna girang sebab melihat wajah girang intan
''gimana kalau anak kita kalau sudah besar nanti kita jodohkan mereka?''
''tapi anak aku kembar Tan masa kamu mau jodohin kedua anak aku sama anak kamu''
''ishhh bukan berati mereka berdua juga na, maksud aku salah satu dari mereka'' kesal intan
''ohhh gitu boleh boleh aku juga pengen lebih dari sahabat sama kamu''
''iyah aku juga pengen kayak gitu''
Mereka kembali mengobrol banyak hal yang sangat random
🌺🌺🌺
Dua Minggu berlalu tiba lah hari dimana Ratna akan lahiran
Bram, Angkasa, Marvel dan juga seorang asisten rumah tangga yang sedang mengendong Marvel yang menatap wajah khawatir ayahnya
''papa, mama sama adek bakalan sembuh kan?'' tanya angkasa menggoyangkan pakaian yang sedang dipakai oleh Bram
Bram menyamakan tingginya dengan Angkasa ''iyah nak mama sama adek kamu bakalan sembuh dan kamu punya adek baru''
''yey asikkk punya adek lagii'' ujar Angkasa sangat senang
Tak lama kemudian, semuanya berjalan dengan lancar dan Ratna lahiran normal, keempat orang itu masuk dan menatap Ratna yang tersenyum kearah mereka dan juga dua bayi kembar berada di samping mereka tersenyum menatap wajah merah dan mata sayu putrinya yang sedang tertidur
''mama asa mau lihat adek juga boleh?'' tanya Angkasa karena tingginya tidak sampai, Bram memberikan kursi kepada Angkasa dan Angkasa berdiri di sana
''wahhh adek asa lucu bangat'' ucap Angkasa sembari mengelus pipih berisi sang adik
''asa senang enggak punya adek perempuan??'' tanya Ratna
''senang dong mamah nanti asa ajak mereka main masak masak'' ujar Angkasa antusias dan berkesan sangat bahagia.
Intan dan Roy datang dengan bayi kecil di gendongan Roy
''yah ampun lucu bangat anak kamu na'' ujar intan menatap gemes bayi Ratna
''iyah dong Tante adek asa pasti imut dan cantik kayak mama asa''
''kamu benar sa adek kamu sangat mirip dengan ibu kamu yang cantik'' ucap intan
''ohh Iyah na nama mereka siapa?'' lanjut intan bertanya
''aku sama mas Bram memberi nama mereka Alana Quinta dan Alena Aqila''
''wahh itu nama yang sangat indah, suatu saat nanti Alana akan menjadi menantu aku yah na'' ujar intan
''ihss kamu ini belum tentu mereka jodoh intan'' ujar Ratna
''mereka pasti jodoh na percaya deh sama aku'' ucap intan tak mau kalah
''iyah deh terserah kamu aja'' ucap Ratna pasrah
Tok... Tok... Tokk..
Dua suster berdiri di depan pintu sembari membawa tempat bayi di tangan masing masing
''permisi bapak ibu, bayinya harus di pindahkan dulu yah ke ruang rawat bayi (NICU) supaya mendapatkan perawatan'' ujar suster tersebut
''kenapa sangat cepat sus? Saya masih pengen lihat bayi saya'' ujar Ratna
''maaf yah ibu ini memang sudah seharusnya dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi ibu'' ujar suster itu
Dengan tidak rela mereka semua hanya mengangguk menurut ucapan suster tersebut
suster itu membawa kedua bayi itu dan mengantarkannya ke ruangan khusus perawatan bayi tak lupa ia memberi gelang nama supaya tidak binggung nantinya
Setelah meletakkan kedua bayi itu ke tempat tidur/crib bayi, kedua suster itu keluar dari sana
🌺🌺🌺
di ruangan Ratna
Setelah kepergian kedua suster itu Mereka semua sedang berbincang bincang. sedangkan Angkasa, Marvel dan anak intan dan Roy bermain di atas karpet bulu di ruangan itu
''tuan, nyonya saya harus pamit pulang ke rumah dan juga ada hal penting yang harus saya urus di luar'' ujar asisten rumah tangga yang sedari tadi hanya diam disana
''ohh iya Bu, hati hati di jalan'' ujar Bram dianggukki oleh pembantu itu
''saya permisi tuan dan nyonya'' ujarnya pergi dari sana
pembantu itu mengikuti Kedua suster yang sedang berjalan menuju tempat bayi
Ia bersembunyi di balik tembok dan memperhatikan dari jendela kaca yang ada di sana
setelah kedua suster itu keluar ia masuk dan mengambil kedua bayi itu
Ia masuk dengan mengendap endap keluar dari rumah sakit
Entah keberuntungan sedang berpihak kepadanya ia berhasil pergi dari sana dan tanpa ada satu orang pun yang menaruh curiga kepadanya
Dengan cepat ia menstop taksi dan langsung menyuruhnya mengantarkannya ke suatu tempat
Setelah sampai ke tempat yang ia tuju yaitu panti asuhan bina kasih, ia meletakkan box bayi itu di depan pintu panti asuhan dan mengetuk pintu itu tiga kali dengan cepat ia segera lari untuk bersembunyi dari sana
Alana dan Alena sudah menangis di dalam box bayi itu, tak lama setelah kepergian pembantu itu ibu Nur membuka pintu dan terkejut melihat box bayi di depan pintu panti itu, ia melihat kanan kiri depan melihat orang disana. Tetapi tidak ada satupun orang yang lewat dari sana
ibu Nur mengendong Alana dan menyuruh salah satu anak panti yang berumur 15 tahun untuk mengendong dan menenangkan Alena
''kita bawa mereka masuk yah nak kasihan'' ujar Bu Nur dianggukki oleh anak gadis itu
Bu nur mengambil box bayi itu kedalam panti asuhan setelah di dalam ia mengambil kotak dan membukanya ibu Nur membaca surat itu, hal yang sangat di benci oleh ibu Nur adalah menelantarkan anak yang baru lahir dan menurutnya orang tua seperti itu adalah orang tua yang sangat bodoh dan tak bertanggung jawab
''kasihan sekali kamu nak...'' batin ibu Nur membelai pipih Alana dengan sayang
🌺🌺🌺
Makasih gesss udah baca
ceritanya bagus... semangat ya!!!
✌️
ternyata Nadia dan Nadira nama aslinya Alana dan Alena..
ternyata juga anak keluarga Adihtama yang di culik sama intan terus di letak di panti.. adek Marvel sama Angkasa
salut juga sama teman teman Nadira, Marvel... geng geng motor..
"walau sudah memaafkan ternyata tidak dapat menghilangkan trauma yang ada," ya kata kata itu sesuai untuk Nadia..
walau karakter Angkasa singkat, udah dapet pastikan kalau Angkasa itu sosok yang hangat sama adek adeknya..
"jangan memulakan konflik yang berakhir dendam kesumat"
udah itu aja.. thanks ya👏🏻