raina Larasati janda dengan 2 anak suaminya meninggal karna serangan jantung sekarang dia harus banting tulang untuk menghidupi anak anaknya, dari yang tidak biasa bekerja sekarang Raina harus mencari nafkah......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
"Kamu lihat sayang tidak perlu ada yang kamu khawatir kan orang tua ku yang seperti itu tidak akan membuatmu tertekan, Rania lega rasanya karna orang tua Arsen begitu welcome menerima nya.
"Iya... mas tidak papa aku senang bertemu mereka seperti nya rumah besar pun tidak akan kesepian karna tingkah nya ada aja"
"Aku senang mas mereka menerimaku,"
"jadi kamu mau menikah secepatnya kan Rania? "
"Rania hanya mengangguk dan tersenyum Arsen langsung meminggirkan mobil nya"
langsung mencium Rania secara brutal karna senang lamaran nya di terima, Rania yang dicium tiba tiba langsung mendorong Arsen. lepasin mas bagaiman kalau ada yang lihat bisa bisa kita di grebek.
Arsen hanya tersenyum gak papa berarti akan langsung dinikahkan itu mau ku sayang, Rania menepuk paha Arsen.
"kita ke apartemen dulu ya"
"tapi kamu jangan macam macam mas"
"kalau satu macam gak papakan"
"Gak mau ya mas aku mau nikah dulu gak mau nyicil dulu"
Arsen tertawa dan melanjutkan perjalanan nya, setelah sampai ke apartemen Arsen langsung menggendong Rania dan membawa Rania ke kamar. lepas mas kan aku sudah bilang jangan macam macam ya.
Arsen tidak mendengarkan teriakan Rania untung nya kedap suara jeritan Rania tidak terdengar ke luar, Arsen langsung mengungkung Rania.
"sayang sebelum kita nikah kita lakukan lagi seperti yang dikantor aku menginginkan mu"
dengan suara berat mata sayu berkabut gairah Rania dapat merasakan junior nya Arsen sudah mengeras.
"Kenapa sih kamu mas aku gak ngapa-ngapain tapi junior mu sudah sekeras ini"
"Rania aku hanya menghirup aroma tubuh mu saja dia langsung bereaksi"
"Kalau begitu sampai kita menikah kamu jangan dekat dekat aku atau kita jangan bertemu dulu"
"hey tidak ada yang seperti itu ya jangan kan sehari tidak bertemu denganmu setengah hari saja aku tidak bisa Rania,Jangan coba coba memberi ide konyol mu itu"
"habisnya kamu kalau ketemu mesum terus mas aku takut Kamu kebablasan"
"gak papa Rania aku mencicil nya sedikit dengan senyum jahil nya Arsen dan taman nakal nya sudah masuk ke baju Rania"
"Sayang boleh ya kaya yang di kantor aja juga gak papa aku tidak mau menuntaskan nya di toilet sendirian"
Rania hanya mengangguk, Arsen yang sudah mendapat lampu hijau langsung membuka baju nya dan celana nya hanya bisa menyisakan celana dalam nya saja.
"Kenapa kamu membuka baju mas"
"gak papa sayang nanti juga kamu akan melihatnya, kamu juga buka saja baju nya Arsen membantu membuka baju Rania dan menyisakan celana dalam nya"
Arsen memandang tubuh Rania penuh dengan nafsu kenapa kamu semulus ini Rania ahhh membuat aku tergila gila. Arsen mendudukan Rania di atas paha nya dan Arsen menyandarkan tubuh nya ke ranjang.
Rania langsung mengalungkan tangan nya melihat perut Arsen yang kotak kotak Rania juga tergoda sudah kebiasaan Arsen akan mencumbu Rania leher jenjang Rania. Bukit kembar Rania yang ada dihadapan nya semakin membuat Arsen terbakar gairah nya Rania ahhh Arsen mengecup menjilat semua tubuh Rania, Rania yang tidak tahan terus menggesekkan nya bokong Rania maju mundur.
"ahhh sayang tolong kamu nikmat sekali kamu gadis nakal, Arsen mencium Rania dengan brutal sampai menggigit bibir Rania saking nikmatnya.
Sayang ini nikmat sekali ahhhh Rania juga sama hal nya dengan Arsen dia mendesah menikmati sentuhan Arsen.