NovelToon NovelToon
Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Kebohongan Besar Di Balik PernikahanKu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:142.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Pernikahan adalah tentang kepercayaan. Setidaknya itu yang diyakini oleh Arini selama lima tahun pernikahannya dengan Galang. Namun saat kenyataan itu terungkap secara tidak sengaja, ternyata pernikahan mereka hanyalah sebuah lelucon yang dibuat oleh suami dan selingkuhannya selama ini. Dan dia hanyalah wanita bodoh yang tidak tau apa-apa, dan sudah bekerja keras untuk membangun reputasi suaminya sebagai istri yang baik selama ini.

Hancur dan merasa di bohongi sudah pasti, lalu apa yang akan dilakukan Arini setelah mengetahui semua kebohongan suaminya?
Apakah dia bisa bertahan di kerasnya hidup tanpa Galang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galang Menyerah

Wajah Galang memerah padam, urat-urat di lehernya menonjol seiring dengan napasnya yang menderu kasar. Ia merasa seperti singa yang masuk ke dalam perangkap yang dibuat oleh domba yang selama ini ia remehkan. Meja bundar di hadapannya terasa seperti medan eksekusi.

​"Kalian pikir kalian siapa bisa mendikteku seperti ini?!" Galang menggebrak meja, membuat cangkir-cangkir di atasnya berdenting. "Kevin, atau siapa pun namamu, jangan campuri urusan rumah tanggaku. Arini adalah urusanku!"

​Kevin hanya menaikkan sebelah alisnya, tetap tenang tanpa riak emosi sedikit pun. "Urusan rumah tangga? Tuan Galang, mari kita bicara jujur. Tidak ada rumah tangga tanpa dokumen hukum yang sah. Yang ada hanyalah penipuan terencana yang Anda lakukan selama lima tahun terhadap klien saya."

​"Arini, dengar aku!" Galang beralih menatap Arini, suaranya melembut namun terdengar manipulatif. "Aku tahu aku salah. Aku khilaf soal Dita. Tapi aku melakukannya karena aku terjebak masa lalu. Jika kamu memberiku kesempatan sekali lagi, aku bersumpah akan membereskan semuanya. Aku akan menceraikan Dita hari ini juga. Kita akan pergi ke catatan sipil, kita sahkan pernikahan kita secara negara. Kamu akan menjadi satu-satunya Nyonya Galang yang diakui dunia. Tidakkah itu yang kamu inginkan selama ini?"

​Arini menatap Galang dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kilatan kesedihan yang lewat sekejap, namun segera digantikan oleh kebekuan yang luar biasa. "Dulu, Galang. Dulu aku sangat menginginkannya. Aku bahkan menangis setiap malam memohon pada Tuhan agar kamu meresmikan hubungan kita. Tapi sekarang? Mendengar tawaranmu saja membuatku ingin muntah."

​"Kenapa? Karena pria ini?!" Galang menunjuk Kevin dengan kasar. "Apa dia menjanjikan kekayaan yang lebih besar dariku? Apa dia sudah mencuci otakmu hingga kamu tega menghancurkan perusahaan yang kita bangun dengan keringat dan air mata?"

​"Jangan bawa-bawa keringat dan air mata, Galang," sela Pak Bayu dengan suara berat yang penuh wibawa. "Anakku yang bekerja, dan kamu yang memanen hasilnya sambil bersenang-senang dengan wanita lain di belakangnya. Cukup sandiwaranya. Pilihannya hanya dua: kamu tanda tangan dan perusahaanmu selamat untuk sementara, atau kamu menolak dan besok namamu akan hancur di seluruh media bisnis."

​Galang terpojok. Otaknya berputar cepat layaknya mesin yang dipaksa bekerja melampaui batas. Proyek Singapura adalah segalanya. Jika Mr. Chen menarik diri, utang bank yang ia gunakan untuk ekspansi akan mencekiknya hingga mati. Namun, melepaskan Arini berarti kehilangan kendali atas 'otak' operasional perusahaannya.

​"Jika aku tanda tangan," Galang mulai melunak, mencoba mencari celah negosiasi. "Apa jaminannya Arini akan datang besok ke kantor untuk meeting dengan Mr. Chen? Bagaimana kalau setelah aku tanda tangan, kalian malah lari?"

​"Aku bukan kamu, Galang," jawab Arini tajam. "Aku punya integritas. Aku akan datang besok, menyelesaikan kontrak final itu, memastikan perusahaan tetap berdiri—bukan untukmu, tapi untuk ratusan karyawan yang nasibnya bergantung di sana. Setelah kontrak itu ditandatangani, aku akan pergi selamanya."

​"Tidak! Aku tidak setuju jika kamu pergi selamanya!" Galang kembali bersikeras. "Begini saja, tanda tangan ini kuanggap sebagai formalitas untuk menenangkan Papamu. Tapi setelah urusan Mr. Chen selesai, kita bicara lagi sebagai dua orang dewasa. Aku akan membuktikan bahwa aku bisa berubah."

​Kevin mendorong dokumen itu lebih dekat ke arah Galang. "Tuan Galang, Anda tidak dalam posisi untuk menawarkan syarat. Tanda tangani sekarang, jatuhkan talak secara lisan di depan Om Bayu, atau Arini tidak akan pernah menginjakkan kaki di kantor Anda besok. Jam terus berdetak, dan Mr. Chen bukan tipe orang yang suka menunggu."

​Galang menatap bolpoin di atas meja seolah-olah benda itu adalah belati yang akan menusuk jantungnya sendiri. Ia melirik Arini, berharap menemukan sedikit keraguan, namun Arini justru membuang muka. Rasa frustrasi dan kemarahan bergejolak, namun ketakutan akan kemiskinan dan kebangkrutan jauh lebih besar.

​Dengan tangan gemetar karena emosi yang tertahan, Galang menyambar bolpoin itu. Ia menggoreskan tanda tangannya dengan kasar di atas materai, seolah-olah sedang menyobek kertas tersebut.

​"Puas?!" desis Galang. Ia kemudian menatap Pak Bayu dengan mata memerah. "Saya... saya jatuhkan talak satu pada Arini mulai detik ini."

​Kata-kata itu meluncur dengan berat. Arini memejamkan mata, menghirup oksigen dalam-dalam. Rasanya seperti sebuah rantai yang mengikat lehernya selama lima tahun akhirnya terlepas. Ada kelegaan yang luar biasa menjalar di seluruh tubuhnya.

​"Selesai," ucap Kevin sambil menarik kembali dokumen yang sudah ditandatangani itu. Ia memeriksanya dengan teliti sebelum memasukkannya ke dalam tas kerja. "Pertemuan ini berakhir. Arini akan datang besok jam sembilan pagi ke kantor Anda hanya untuk keperluan meeting dengan Mr. Chen. Jangan mencoba melakukan kontak fisik atau pembicaraan pribadi di luar agenda bisnis, atau tim keamanan saya akan bertindak."

​Galang bangkit berdiri, ia merapikan jasnya dengan kasar, mencoba mengembalikan sisa-sisa keangkuhannya yang sudah remuk. "Ingat Arini, besok kamu harus datang. Dan jangan pikir ini sudah berakhir. Aku akan membuatmu sadar bahwa kamu tidak bisa hidup tanpa aku. Pria ini... si Kevin ini, dia hanya orang asing yang memanfaatkan situasimu."

​Tanpa menunggu jawaban, Galang berbalik dan melangkah lebar meninggalkan restoran. Ia masuk ke dalam mobilnya dan memukul kemudi dengan keras.

​"Sialan! Sialan!" raungnya.

​Dalam pikirannya, Galang sudah menyusun rencana baru. Ia berpikir, Biarkan saja sekarang dia merasa menang. Besok, saat dia di kantor, aku akan melakukan apa saja untuk menjeratnya kembali. Aku akan buat dia merasa bersalah, aku akan gunakan kenangan-kenangan lama kita. Arini itu lembut, dia pasti luluh jika aku memohon dengan benar.

​Sementara itu, di dalam restoran, Arini masih terpaku di kursinya. Kevin menyentuh bahunya dengan lembut.

​"Kamu hebat, Arini," bisik Kevin.

​"Aku merasa... kosong, Vin. Tapi juga lega," jawab Arini jujur.

​"Itu karena kamu baru saja membuang sampah yang sudah membusuk terlalu lama di hatimu," sahut Pak Bayu sambil menggenggam tangan anaknya. "Besok adalah tugas terakhirmu. Setelah itu, kita akan pulang ke rumah yang sebenarnya."

​Arini mengangguk mantap. Ia tahu besok akan menjadi hari yang berat karena Galang pasti akan menggunakan seribu cara untuk merayunya kembali. Namun, Arini sudah menyiapkan perisai. Ia bukan lagi wanita naif yang bisa disuap dengan janji manis pernikahan palsu.

​"Vin," panggil Arini pelan.

​"Ya?"

​"Pastikan tim hukummu juga mengawasi aliran dana perusahaan sore ini. Aku curiga Galang mencoba memindahkan beberapa aset sebelum aku benar-benar lepas besok. Dulu aku sangat bodoh karena percaya padanya. Dan memberikan semua aset atas namanya. "

​Kevin tersenyum bangga. "Ya,kau sangat bodoh. Tapi tenang saja. Semua sudah dilakukan, Rin. Semua bukti pembayaran atas namamu, bisa dijadikan bukti kalau selama ini kaulah yang membeli aset-aset itu, sedangkan Galang hanya atas nama saja. Dia tidak akan bisa menggerakkan satu sen pun tanpa sepengetahuan kami. Kita akan memastikan dia hanya mendapatkan perusahaannya yang kosong jika dia berani bermain api lagi."

​Malam itu, Arini tidur dengan nyenyak untuk pertama kalinya. Di sisi lain kota, Galang terjaga sepanjang malam, menyusun strategi manipulasi untuk hari esok, untuk menyelamatkan perusahaan sekaligus mendapatkan Arini kembali.

1
Nani Te'ne
suka
Thewie
laki laki cuma modal Kon ajapun bertingkah.. eehhhh mati lah kau
ayu cantik
suka
Rosita Tumbelaka
Ada yaa suami gk tau diri spt Galang. .tertawa diatas ketingat darah istri yg setia
Violet
Yg paling the best dari karya cerita ini tuh gak harus beratus chapter tp bisa menjelaskan karakter wanitanya tangguh, tegas & berani utk kluar dr keterpurukan. Ditambah dgn pengolahan kata2 sprti motivasi makin level up bacanya 👏🏻👏🏻
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Eys Resa: terima kasih kak, mampir juga di karya baruku yang judulnya Batas Kesabaran Renata 🙏🌹❤
total 1 replies
Wulan Azka
hmm, ini mereka ke dokternya kan belum nikah trus si arini mau periksa transvaginal, kok si Kevin pake disampingnya. padahal itu kan privasi karena pake ngangkang pula
WHATEA SALA
Belum apa apa anaknya sudah di serahkan ke laki laki lain
Ria Lita
kok ya gampang banget Dita dapet karma nya cobalah yg lama atau merasakan hidup dalam kemiskinan yg menyedih kan lho thor 🤭
Ria Lita
kok Dita gak dpt karma
sukensri hardiati
ni ceritanya arini sama galang ngadopsi galih....?
Mefiani
dah end aja gak nunggu arini lahiran🤣🤣ada gantine gak kak yg baru...
Eys Resa: udah kak, judulnya Batas Kesabaran Renata
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Linda Muslimah
syukur emang enak galang😄😄🤭
YuWie
lahhh sdh bipp aja
Tini Uje
lah..trnyata duluan dita yg ko'it 😄🙏
Mefiani
karma datang lebih cepat ke dita ternyata dari pada ke galang...syukur lah galang meninggal dengan tenang karena sudah dpat maaf dari arini..sedangkan dita pasti meninggal masih penuh penyesalan tpi semoga semuanya tenang di alam sana..
Tini Uje
ditunggu karma siditaa jalang thor..iihh gedeq bgtt tau liat sidita hidup nya bahagia
Anita Rahayu
Ah gk adil lu thor masa cuma galang yg ngenes pelakornya gk kena karma 😡😡😡😡😡😡😡
Mefiani
dita gak dapat karma kah...kok galang meninggal...gpp dech semoga galang tenang dialam sana..
Eys Resa: nih, di bab selanjutnya
total 1 replies
YuWie
nasibmu lang galang, dini masih makmur aja ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!