NovelToon NovelToon
KAU SELINGKUHIKU, KUNIKAHI PAMANMU

KAU SELINGKUHIKU, KUNIKAHI PAMANMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Crazy Rich/Konglomerat / Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:186.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: ismasama

Setelah terpeleset kulit pisang, Nadia pindah memasuki dunia sebuah novel. Ia menempati tubuh kakak tiri dari pemeran utama wanita.

Kakak tiri ini tokoh jahat yang tergila-gila pada Pemeran utama pria. Memaksa pemeran utama pria menjadi tunangannya, Mengatur kegiatan, membuntuti, mempermalukan, dan melabrak semua teman wanita yang mendekati tunangannya. Perilakunya membuat semua orang termasuk keluarganya membencinya.

Pemeran utama pria muak padanya dan diam-diam jatuh hati pada pemeran utama wanita yang lembut. Mengetahui hubungan mereka, Kakak jahat merencanakan kecelakaan untuk membunuh pemeran utama wanita.

Tapi rencananya terbongkar. Tak hanya diusir dari keluarga, wanita jahat itu dijebloskan ke penjara selama 10 tahun, lalu mati dan mayatnya dimakan anjing.

Nadia bertekad untuk merubah nasibnya. Memutuskan pertunangan lebih awal dan ingin membalas dendam pada mereka yang menyakitinya.

Tapi paman pemeran utama pria mulai mengganggunya.

"Gadis, ayo kita menikah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismasama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGGODA

Pintu ruangan terbuka. Dika muncul dengan Nadia dibelakangnya.

Liam melihatnya dan membeku.

Hari ini gadis itu mengenakan dress diatas lutut berwarna merah. Di pundaknya tersampir jas berwarna putih yang menyembunyikan lengan halusnya. Ia membawa tas tangan putih yang kecil. Wajah cantiknya mengenakan riasan tipis dan rambut panjangnya dibuat sedikit bergelombang.

Nadia masuk dan melirik Liam yang berdiri di mejanya. Ia sedikit gugup karena hari ini ingin menguji teorinya.

Liam memperhatikan penampilan Nadia dengan rumit. Ia mempersilahkan gadis itu untuk duduk.

"Duduklah... Apa yang ingin kau minum?" Liam menghampirinya.

Nadia tampak linglung. "Apa saja." katanya.

Liam mengangguk. Berkata pada Dika. "Panggilkan sekretaris untuk membawa teh dan cemilan."

"Ya bos."

Nadia mengamati Liam yang sedang berbicara. Kenapa dia tak memberikan reaksi apapun? Bukankah kalau Liam menyukainya ia harus memuji penampilannya?

"Ada apa?" melihat Nadia yang linglung Liam bertanya. Gadis itu menggelang dan berjalan ke kursi hendak duduk. Tapi highheels merahnya terpeleset dan gadis itu jatuh ke depan.

"Hati-hati!" Liam segera menangkapnya.

Nadia menjatuhkan diri. Merangkul leher lelaki itu dan mencondongkan tubuhnya ke depan. Bagus. Ia terlihat jatuh secara alami.

Keduanya sesaat tampak seperti berpelukan. Karena posisi mereka yang dekat, Nadia bisa mencium wangi gel dari pakaian lelaki itu.

"Apa kamu baik-baik saja?" suara Liam lembut.

Nadia segera menegakan tubuhnya dan mengamati ekspresi lelaki itu. "Aku baik-baik saja."

Nadia tak melihat perubahan di wajah lelaki itu. Liam tidak tersipu atau memerah. Wajahnya tetap lurus. Bukankah seharusnya ia gugup?

Nadia duduk dengan linglung.

Liam duduk di sampingnya. Bertanya-tanya mengapa hari ini Nadia tampak kebingungan. Apakah ada sesuatu yang terjadi?

"Aku tak sering ada di kantor." suara Liam menyadarkan Nadia.

"Apa?" Nadia mendongak.

"Aku jarang ada di kantor. Lain kali beri kabar dahulu sebelum kamu akan datang."

Ah, iya...

Nadia melepas jas di pundaknya. Memperlihatkan lengan halusnya. Ia mengangkat rambutnya, lalu melihat Liam. "Di sini agak panas. Bukankah begitu?"

Liam sekilas menangkap pandangan leher halus Nadia dan segera berpaling. "Aku akan menurunkan suhu AC nya. Tunggu sebentar." Liam beranjak dan mengambil remote AC di mejanya. Menurunkan suhu hingga yang terendah.

"Apakah ini cukup?" tanyanya.

Nadia memperhatikan Liam yang bertindak biasa.

"Ya. itu bagus." jawabnya.

Baiklah. Dia harus berhenti bertingkah seperti wanita penggoda. Nadia merapikan rambutnya dan menepuk pakaiannya. Kembali pada dirinya yang biasa.

Sepertinya ia hanya terlalu banyak berfikir. Setelah uji cobanya laki-laki itu tak memberikan reaksi apapun. Jadi Nadia yakin kalau ia tak menyukainya.

Menempatkan Liam di kubunya sepertinya harus dipertimbangkan lagi. Lelaki itu mungkin hanya bersikap baik karena itu karakternya. Nadia tak ingin mengambil resiko. Ia memutuskan untuk segera lepas dan tak berhubungan lagi dengan lelaki ini.

Liam kembali dan duduk di sebrangnya.

Nadia bersuara. "Tuan, Aku ingin mengembalikan pinjaman uangmu."

Liam mengangkat alisnya. "Begitu cepat?"

Nadia mengangguk. "Ya. Aku mendapatkan uang dari hasil sahamku. Ini dia." Nadia menyodorkan cek senilai 10 miliar kepada Liam. Lelaki itu tak mengambilnya. Sebaliknya ia mengamati Nadia secara terang-terangan.

"Apakah aku melakukan kesalahan?" tanyanya setelah beberapa saat.

Nadia mengangkat wajahnya. "Apa maksudmu?"

"Awalnya kamu tampak gugup. Sekarang terlihat ingin menjauh. Tebakanku, apakah setelah melunasi pinjaman ini kau tak ingin berhubungan lagi denganku?" Liam mengutarakan pikiran terdalamnya.

Nadia tampak terkejut. Bagaimana dia bisa tau?

Gadis itu tak menjawabnya. Tapi diamnya seolah membenarkan tebakan Liam. Wajah lelaki itu berubah suram.

"Nadia... Apa aku melakukan kesalahan? Apa kau masih marah karena isi kontraknya? Kalau begitu mari kita batalkan itu. Atau ada tindakanku yang menyingungmu?" Liam menatap Nadia dalam. Ia ingin membuka kepala gadis itu dan melihat apa yang otak kecilnya pikirkan. Mengapa begitu sulit ditebak.

Nadia merasa bersalah dan menggosok tangannya. Mulai kedinginan karena pakaiannya yang terbuka. "Tidak... Aku tidak marah padamu. Aku hanya tak ingin berhubungan dengan keluarga dari mantan tunanganku. Itu agak tak nyaman." ia menunduk.

Sejujurnya Nadia ingin membuat laki-laki ini ada di sampingnya untuk mendukungnya. Sikapnya cukup baik dan ia selalu membantunya saat Nadia kesulitan. Meninggalkan teman seperti itu akan sangat disayangkan. Nadia menghela nafas.

Sebuah selimut halus jatuh di pundaknya. Nadia mendongak dan Liam membantu membungkus tubuh Nadia dengan selimut. Setelah Nadia seperti kepompong, lelaki itu mengulurkan tangannya menaikan suhu AC.

Nadia memperhatikan sosok samping lelaki itu.

Liam berpaling kembali. Membiarkan Nadia mengamatinya.

"Kalau aku mengatakan bahwa aku bukan keluarga Kevin, apakah kamu tak akan membenciku lagi?" ucap Liam tiba-tiba.

Apa? Nadia tersadar. Memandang lelaki itu dengan bingung.

"Dengar, Nadia. Aku ingin memberitahumu sebuah rahasia. Aku tak pernah mengatakan ini pada siapapun sebelumnya." Liam merendahkan suaranya. Mengunci pandangannya pada gadis itu.

Nadia menunggu.

"Yang mereka ketahui, aku adalah anak haram dari ayahku saat ini." Liam berhenti. Masih menatap Nadia.

"Tapi sebenarnya... "Liam melanjutkan. Tapi sebuah tangan segera menutupi bibirnya.

"Tuan. Berhenti... aku tak ingin mendengarnya." Nadia menggelang kuat. Menatap dengan ngeri pada lelaki di depannya.

Liam tersenyum. Menurunkan tangan Nadia. "Memang kamu tau apa yang akan aku katakan?"

Nadia menunduk dan mengingat isi novel. Ia memiliki dugaan bahwa hubungan Liam dengan keluarganya lebih rumit dari sekedar anak haram seperti yang dijabarkan dalam buku. Tapi penulis tak memberikan penjelasan apapun. Kalau memang ada rahasia di baliknya, Nadia tak ingin mengetahuinya untuk saat ini.

"Intinya adalah... Aku tak peduli kau membenci keponakanku. Atau kau ingin membalas dendam padanya. Bahkan kalau kau meminta, aku bisa dengan senang hati membantumu."

"Haha tuan. Bagaimana kalau tujuanku itu menjatuhkan hidup Kevin? Termasuk menghancurkan perusahaan ini?" Nadia melemparkan canda.

"Hm? Kamu cukup ambisius. Tapi sayang sekali dengan kondisimu saat ini mungkin akan membutuhkan waktu 100 tahun untuk menghancurkannya. Kau harus melibatkanku bila ingin menghancurkan Steward Group. Itu akan lebih menghemat waktu." Liam tersenyum.

Nadia tampak ngeri dengan candaannya yang membicarakan menghancurkan perusahaan sendiri dengan santai.

"Tuan, aku hanya bercanda." Nadia mengangkat tangan ingin menggaruk lehernya. Tapi tangannya tertahan sesuatu. Ia menunduk dan melihat tangannya digenggam Liam sejak tadi. Nadia terkejut dan segera menariknya. Tapi Liam menahannya. Ia malah menjalin kelima jari mereka hingga terjalin erat.

Nadia mengangkat wajahnya. Membuat ekspresi 'Apa maksudnya ini?'

Liam menunduk memperhatikan tangan mereka yang terjalin. "Tapi sayangku, aku cemburu. Orang dahulu bilang kalau besarnya rasa benci sama dengan besarnya rasa cinta. Melihat dari dendamu, Apa dulu rasa cintamu sebesar itu pada keponakanku?"

Nadia membelalakan matanya dengan jijik.

Liam terkekeh. Mengangkat tangan mereka yang terjalin. "Baiklah. Aku tidak peduli akan kisah cintamu di masa lalu. Kedepannya, kamu bisa yakin kalau aku ada di pihakmu. Kau tau proyek kereta api yang kamu sebutkan sebelumnya? Kevin mengambil proyek itu tapi aku tak mencegahnya. Kuharap itu dapat membuatmu percaya padaku. Nadia, yakinlah aku ada di sisimu dan kamu bisa memanfaatkanku. Tapi aku punya syarat." Liam mengguncang tangan mereka.

Nadia menunggu.

"Dalam satu tahun, menikahlah denganku. Tidak. Sebenarnya aku ingin menikah denganmu hari ini. Tapi aku harus mempersiapkan diri dahulu. Calon istriku ingin menghancurkan perusahaanku. Sebentar lagi aku akan menjadi pengangguran." Liam tampak sayu.

"Apa kau bercanda?" Nadia kesal dan ingin menarik tangannya tapi lelaki itu menahannya.

"Aku serius. Apa kau tak tau? Calon istriku bisa menghabiskan 10 miliar dalam 10 hari. Baby, kalau aku tak bersiap bagaimana aku bisa menafkahimu nanti? Apakah akan cukup bila aku hanya memberimu cinta?" tanya Liam serius.

Nadia menghentakan tangannya hingga terlepas dan langsung menjaga jarak. Suasana ambigu diantara mereka sebelumnya langsung hilang. Ia ingin memukul seseorang.

"Baby... Tenanglah. Aku sedang memberikan tawaran terbaik. Kau bisa memilikiku, Liam, pemuda tertampan di negara ini. Aku akan memberikanmu segalanya. Kau bisa memanfaatkanku untuk mencapai tujuanmu. Apapun itu aku tak akan menolak. Bahkan kalau kau menyeretku ke tempat tidur aku tak akan melawan!" Liam menepuk dadanya dengan bangga.

"Liam brengsek!" Tali kesabaran terakhir yang dipertahankan Nadia segera putus oleh kata-kata tak tahu malu lelaki itu. Ia segera menyerbu ke depan untuk meninju mulut kurang ajarnya. Tapi Liam segera mengelak dan dengan gesit membungkus tubuh Nadia dengan selimut. Lalu menguncinya dalam pelukan yang nyaman.

"Lepaskan aku!" Nadia menggeram. Berusaha melepaskan diri.

"Baby, tenanglah. Redakan emosimu. Wajahmu akan cepat keriput kalau kau terus marah-marah." Liam masih menggodanya.

Nadia menarik nafas. Mengangkat kakinya dan ujung sepatu runcingnya segera mendarat di sepatu kulit Liam hingga meninggalkan jejak yang dalam. Lelaki itu mendesis.

"Istriku, kamu begitu kejam." Pukulannya begitu menyakitkan. Liam merasa kakinya akan berubah ungu.

"Baiklah aku salah. Aku tak akan menggoda lagi." Liam menepuk gumpalan di tangannya. Menenangkan wanita itu.

Mereka terdiam dalam posisi itu beberapa saat.

"Tuan, apa kamu serius?" tanya Nadia setelah lama terdiam.

Liam menunduk. Mengunci pandangannya pada mata rusa gadis itu. "Nadia, aku tak pernah mengingkari janji yang sudah kubuat. Dan aku tak pernah seserius ini dalam hidupku. Aku tak pernah bermaksud untuk memiliki hubungan atau menikah sebelumnya. Tapi setelah melihatmu, aku berubah pikiran. Aku ingin mengejarmu jadi kamu tak bisa melarikan diri. Apa kamu mengerti?"

Nadia terdiam. Tenggelam dalam tatapannya.

Liam melanjutkan: "Baby, kau ingin aku menguasai perusahaan ini, atau menghancurkannya?"

Nadia tak tau dia serius atau bercanda. Tapi gadis itu tetap menjawabnya.

"Menghancurkannya."

Liam terdiam sesaat. Tersenyum lalu kembali memeluk Nadia.

"Dimengerti."

1
Handa Yani
cerita selanjutnya mana kaaa
Handa Yani
oh so sweet...
🌿×ìąօണҽì հąղҽҽղ🦋🕊🤍🐬
ka mn cerita slanjutnya... /Sob//Sob//Sob/
Mutia Sari
knp cman segitu critanya,pdhal lgi seru"nya
Lanjut dong kk🙏🙏
Madi Abizar: lanjutnya mana KK,padahal lagi seru"nya🙏
total 1 replies
Bella Tuhumury
next kak semangat🥰
Handaru Rayyi
bagus nunggu up nya
ita aini
bagus ceritanya aku suka
Virginia Bakita
ka lanjut dong cerita nya 🙏
Nadilla Dilla
di tunggu ya kak ke lanjutan ceritanya
Loli
Ternyata oh ternyata nenek lampir
dalangnxa...🙄🙄
Loli
Nadia blm engeuh klo Liam ada udang dibalik bakwan.,.😁😁
Loli
Y minta kompensasi yg bnyk
lumyn buat nmbh model usaha..😁😁
Adek Ritonga
lanjutan nya mana nii cerita nya seru bikin jantung dag Dig dug Uda lamaa nungguin nya 🙏
rhoja bio
lnjuut thor
vivin riharyani
kapan up thor
Anik Yustiawan
kok lm g update kak... padahal ditggu cerita selanjutnya
VaNiLaLuLaBo
mana sambungannya.. aku suka cerita ini.
❥Bbi
/Scowl/
vivin riharyani
lanjut Thor
Anggrek ungu (D.A)
lanjut thoor, ceritanya bikin deg2 kan, semangat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!