NovelToon NovelToon
Sang Penggali Makam

Sang Penggali Makam

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Romansa Fantasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: D.P. Auzora.

Bejo Mulyorejo pemuda berusia 18 tahun, dia hidup sendirian di Desa Krajan jauh dari hiruk-pikuk kota. Dia mendapatkan warisan dari leluhurnya menjadi Penggali Makam melanjutkan peninggalan sang kakek buyut.

Kehidupan sehari-hari Bejo terbilang cukup, dia selalu hemat dalam pengeluarannya. Walaupun sesekali dapat bantuan dari orang tak terduga tapi dia berusaha membuka usaha kecil-kecilan, akan tetapi perjalan panjang Bejo sedikit sulit.

Bukan kesulitan tentang kebutuhan tapi kesulitan dalam menghadapi segala penampakan setelah menggali makam, dia yang memiliki mata peka dan terbiasa dengan makhluk gaib namun dia juga memiliki rasa takut tersendiri.

Bagaimana kehidupan Sang Penggali Makam ini, kita lanjutkan dalam perjalanan panjangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D.P. Auzora., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman Setimpal

Bang Jali sampai rumah, ia tau kabar soal sakitnya Bejo dan ikut dalam mengejarnya. Namun ia tau tujuan Bejo, Bang Jali berlari beda arah. Ia menuju jalan yang jauh berbeda, di penuhi pohon singkong dan ad sedikit semak belukarnya.

Setelah berhasil keluar dan tepat sekali Bejo sampai di tempat tujuannya.

"BRAK!"

Bejo menendang satu pintu hingga terlepas.

Kang Joko yang di dalam sangat terkejut, ia keluar dengan amarahnya sendiri. Namun saat melihat Bejo berdiri dengan aura jauh lebih menakutkan membuat Kang Joko terdiam tanpa bergerak.

Namun sebuah keanehan nyata membuat Kang Joko tiba-tiba menyerang Bejo, tepat saat itu Bang Jali yang sudah lelah melihat Bejo hendak di sedang melesat tanpa memperdulikan kondisinya.

"BUGH!"

Hantaman kuat menyasar kedalam perut Kang Joko, membuat ia merasakan sakit luar biasa. Bang Jali menyeret keluar Kang Joko, mereka ribut saling pukul lalu di pisahkan oleh Jarot, Dirga dan warga lainnya.

Bejo hendak masuk kedalam namun ruangan itu terkunci rapat. Satu tendangan kuat membuat seseorang terkejut di dalamnya, wajahnya pucat pasi. Ia sangat takut saat melihat sosok Bejo di hadapannya.

"BRAK!"

"Bocah sialan, ke-kenapa kau masuk kerumahku"

"TUA BANGKA, AKU TAU SEMAU INI KARENA ULAHMU"

Bejo mencengkram kerah baju pria paruh baya itu, dengan paksa menarik keluar rumah.

Jarot, Dirga, Roni, Joni dan warga desa yang melihatnya terdiam mereka tak menyangka bahwa Bejo memiliki keberanian menyentuh orang yang di hormati di desanya.

"Bajingan. Mau kau apakan kakekku hah!" Teriak Kang Joko.

"AKAN AKU KUBUR HIDUP-HIDUP" jawab Bejo, lalu senyum menyeringai.

Kang Joko terdiam, semua orang ketakutan saat melihat senyuman Bejo.

"Ampun Jo, jangan lakukan itu" ucap ketakutan Ki Ronggo.

"SEBAB KAU YANG MEMPUNYAI ILMU HITAM MEMBAWA PETAKA PADA ORANG YANG KAU BENCI DENGAN MEMBAWA MEREKA KE KAMPUNG MATI"

"KAU KIRA AKU AKAN DIAM SETELAH SEMUA INI AKU KETAHUI!"

Semua orang mata membelalak sempurna, diikuti beberapa kedipan lambat dalam keheningan total. Kang Joko terdiam, ia tak menyangka bagaimana bisa Bejo mengetahuinya.

"Dasar Bajingan!"

Kang Joko yang terlepas hendak menyerang Bejo. Belum sampai mengenainya, hantaman keras menyasar pada samping wajahnya.

Mata menguning, dengungan kecil begitu terasa. Kang Joko jatuh tak sadarkan diri, akibat pukulan kuat dari Bang Jali.

Bang Jali membersihkan darah di ujung mulutnya, dengan napas tersengal-sengal menatap tajam kearah Kang Joko yang tak sadarkan diri.

Bejo tersenyum, lalu memalingkan wajahnya pada Ki Ronggo.

"Aku akan mengirimmu ke kampung mati sebagai tanggung jawab dan penebusan dosamu"

Bejo berkata tepat di samping telinga Ki Ronggo membuat ia sangat ketakutan. Ki Ronggo memalingkan wajahnya dengan bergetar ketakutan, ia berusaha berkata tapi begitu sulitnya.

"Bejo, jangan lakukan itu" seru Pak Purnomo.

"Jangan lakukan itu Jo. Jika kamu melakukan itu, Kampung Mati akan terus mengikutimu sebagai tuannya" lanjut pak Purnomo.

"Aku tau itu, tapi bapak tenang saja. Aku sudah memiliki penangkal dan bisa membuat hancur kampung mati itu" balas Bejo.

Kemudian Bejo melepaskan kalung trisulanya, lalu memperlihatkan pada Ki Ronggo dan semua orang di sana. Bagi yang mengetahui soal kalung di pegang Bejo akan terdiam, tapi yang tidak tau mereka kebingungan nyata.

"Kau tau ini Ki Ronggo?"

"Jangan lakukan itu Jo, aku tidak mau mati" jawab ketakutan Ki Ronggo.

Bejo senyum menyeringai, ia membawa masuk kembali Ki Ronggo. Pak Purnomo menarik napas panjang, lalu ia ikut masuk kedalam.

Pak Purnomo, Bang Jali, Roni, Joni, Jarot dan Dirga hanya bisa terdiam melihat kebrutalan Bejo menghajar Ki Ronggo habis-habisan di depan mereka, ada rasa ngeri melihat Bejo tanpa peduli dengan kondisi Ki Ronggo.

"Masukkan Kang Joko kesini, biar ikut hilang bersama kakeknya" ucap Bejo.

Semua orang akhirnya tau siapa dalang sebenarnya, dimana warga desa yang memiliki keluarga meninggal secara aneh benar-benar sangat marah saat tau kebenarannya.

Bejo mengunci dengan trisula di depan pintu, ia melafalkan sebuah doa-doa orang zaman dulu. Asap keluar dari dalam kamar bersama teriak kesakitan dari dalam.

"Arghh.. sakit.. jangan bawa kami!"

Bejo tersenyum kecil, tepat saat awan hitam hendak keluar trisula yang berada di ambang pintu bersinar terang membuat semua orang yang berada di sana terdiam tanpa kata.

"Semua orang bantu berdoa, agar semua ini segera selesai" pinta Bejo.

Semua orang yang berada di dalam rumah hingga luar rumah dan di jalanan ikut duduk berdoa bersama-sama, Bejo tau apa dilakukan terlalu kejam tapi ia juga berdoa untuk kebaikan mereka semasa hidupnya.

"DUAR!"

Semua orang berdiri kecuali Bejo, ia tetap duduk diam tanpa bergerak sedikitpun. Beberapa detik kemudian Bejo jatuh tersungkur tak sadarkan diri kembali, wajahnya terlihat lebih pucat dari sebelumnya.

Bejo di bawa pulang kembali, selang beberapa jam rumah Ki Ronggo tanpa sebab apapun tiba-tiba roboh membuat warga di kampung mangga terdiam seribu bahasa. Mereka kebingungan kenapa bisa seperti itu, saat di lihat hanya aroma busuk menyengat dalam hidung.

"Kok bau banget sih ini!"

"Iya lagi, kita pergi saja. Bau bener rumah ini"

Beberapa warga yang mendekati rumah Ki Ronggo kini pergi meninggalkannya, mereka tak kuat menahan aroma busuk yang sangat menyengat.

***

Kondisi Bejo masih belum sadar, Jarot dan Dirga terus menjaga sahabatnya itu. Mereka membantu memberi makan ayam dan ikan lele, lalu mengambil telur ayam dan menjualnya.

"Gimana kondisi Bejo?," tanya Mbak Mala dalam panggilan telfon.

"Huh! Bejo belum sadar mbak, tapi dia sudah baik-baik saja cuman butuh istirahat"

"Ya sudah. Nanti aku pulang bareng Dinda dan Jihan, aku juga meminta izin buat kalian kuliah zoom di rumah selama satu bulan"

"Terima kasih mbak"

Tut!

Jarot menghela napas panjang, ia melihat Bejo masih belum sadar selama satu minggu ini. Bejo di rawat di rumah, itu permintaan Intan dan Dinda.

Semilir angin sore terasa dingin, Mbak Mala, Dinda dan Intan sudah pulang. Mereka duduk melihat kondisi Bejo masih tak sadarkan diri.

"Sayang bangun, he.e.e....... sayang bangun sayang!"

Intan menangis sesenggukan, Dinda hanya bisa meneteskan air mata memegang tangan Bejo. Mbak Mala juga sedih, namun ia lebih tenang.

"Sudah tenang Intan, Dinda. Jangan menangis terus, kalau Bejo tau pasti dia sedih"

Mbak Mala memegang bahu mereka berdua, Intan dan Dinda membersihkan air matanya. Mereka berdua menghela napas panjang, wajah terlihat begitu khawatir.

Jarot dan Dirga duduk di teras rumah, di temani Mala, Dinda dan Intan. Obrolan singkat dengan tawa pelan terdengar jelas suara mereka, Bejo membuka matanya.

Ia merasakan sangat lelah, tapi berusaha untuk bangkit. Bejo duduk, menarik napasnya dalam-dalam. "Aku sangat lapar sekali! Ternyata aku di rumah"

Bejo duduk di ranjang, ia minum air putih yang sudah ada di meja. Lalu ia mendengar suara yang di kenalinya "Intan, tolong bantu aku"

Suara Bejo begitu pelan, namun Intan berlari saat mendengar panggilan itu.

1
Purbalingga Jos
jangan kelamaan dong
D.P. Auzora.: Lama apanih kak 🤭🤭
total 1 replies
CeliaVespera.
Bagus bersih-bersih makam. 😊
CeliaVespera.
akhirnya, Bejo tau kebenaran yang selama ini penuh misteri. Tapi masih terlihat ada sesuatu yang belum selesai dengan sempurna. Semangat Jo, pecahkan semuanya 🤔🤔💪
CeliaVespera.
tenang Jo, sabar dulu yak 😂
CeliaVespera.
Yang kuat ya Jo, sabar aja pokoknya. Mungkin dia memiliki maksud yang sulit di jelaskan, semangat Jo. 💪😊🥹
CeliaVespera.
Rumah siapa itu Jo 😱
CeliaVespera.
Pasti like, saya menghargaimu. Seburuk apapun sebaik apapun itu pasti aku like, karena menulis novel itu susah dan banyak menguras ide. Semangat Thor 💪💪😊
CeliaVespera.
Hmmm.. kumat nih authornya, apa authornya memiliki istri lebih dari satu ya? 🤔🤔
CeliaVespera.
Bejo di bikin bingung sendirian, hati-hati Jo 😂
CeliaVespera.
hayo apaan itu Jo 😂
CeliaVespera.
Hayo Jo! siapa itu yang bersihin rumahmu 😂
CeliaVespera.
Tuh pocongnya gabut apa gimana sih, ganggu aja. Orang lagi berduaan malah ikut campur 😂😂
CeliaVespera.
Kalau makan di lihat Jo, tar sendoknya ketelen 😂😂
CeliaVespera.
Genderuwo lagi nih Thor?, bikin takut lagi 😱😱
Purbalingga Jos
pendek amat Thor?
D.P. Auzora.: apanya nih yang pendek 🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor up nya😍
herupratama_
kenapa pocong nya gak ganti cewe thor 🤣
D.P. Auzora.: Nanti ada, tapi di bab selanjutnya. Dia sosok yang belum lama ini tiada, ada sebuah misteri atas kematian. Jadi Bejo akan memecahkan masalah itu, tunggu ya!! mungkin di bab 23 nanti 😊🙏
total 1 replies
Eliermswati
lnjut lg thor seru nih 😍😍smngt thor up nya
Eliermswati
smngt thor up nya lnjut lg dong cerita seru bngt g klh seru sm cerita aldi enk buat d bc nya😂😂
Eliermswati
ih ko serem banget sih thor cerita nya, tp q suka walaupun ad rasa takut klo mau bc gmn dong q g mau kelewatan walaupun 1 bab😂😂😂smngt thor up nya
Andi Akhasay: baca ceritaku kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!