NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Fantasi / Bertani / Slice of Life
Popularitas:122.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: DipsJr

⚠️ PERHATIAN PEMBACA! ⚠️ Ini adalah Part 2 (Season 2) dari novel Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi. Sangat disarankan untuk membaca Part 1 terlebih dahulu guna memahami alur cerita, intrik karakter, dan sepak terjang sang Petani Sultan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menanam Pohon Raksasa

Begitu Banyu masuk ke dalam dimensi magis Kendi Penyuling Jiwa, ia melihat lebih dari enam puluh Pohon Gaharu raksasa tergeletak berkumpul mengelilingi mata air spiritual, menutupi area yang sangat luas. Seekor Sapi Wagyu Kobe dengan penasaran mendekat dan mengendus dedaunan pohon itu. Begitu menyadari aromanya tidak sesuai dengan selera herbivoranya, sapi itu langsung melengos pergi.

Setelah dirawat selama beberapa bulan di dalam dimensi ini, bibit-bibit sapi yang dulunya hanya anak sapi mungil kini telah tumbuh menjadi raksasa yang berotot. Terutama sapi-sapi pejantan; punggung mereka bahkan sudah melampaui tinggi bahu Banyu. Meski bertubuh raksasa, karena Banyu merawat mereka sejak kecil, sapi-sapi ini bersikap sangat jinak padanya. Saat melihat Banyu masuk, seekor sapi pejantan langsung menundukkan kepalanya, berjalan mendekat, lalu menjulurkan lidahnya untuk menjilat tangan pemuda itu, seakan menyapa majikannya.

"Anak pintar, Si Bima!" Banyu menepuk-nepuk kepala besar sapi itu. Sambil melirik nakal ke arah perut bagian bawah si pejantan, ia tertawa, "Wah, kau sudah jadi perjaka tangguh sekarang. Sudah mulai cari betina belum, hm?"

Tentu saja Si Bima tidak mengerti omongan ngeres majikannya. Ia hanya melenguh pelan, "Moooo~", lalu berbalik dan berjalan menjauh dengan santai. Banyu menggelengkan kepala sambil terkekeh. Ia kemudian melangkah menuju salah satu Pohon Gaharu berpot raksasa terdekat. Ia memeluk pot itu erat-erat dan berteriak tertahan, "Angkat!"

Seiring dengan pengerahan tenaga mutannya, Pohon Gaharu raksasa beserta potnya itu perlahan terangkat dari tanah. Pot tanah liat yang menampung akar pohon itu beratnya mencapai ratusan kilogram! Ditambah lagi, permukaan luarnya sangat licin tanpa ada pegangan sama sekali, membuatnya mustahil diangkat oleh tenaga manusia normal. Kemarin saja Jin Junhui harus menggunakan truk derek hidrolik untuk menurunkannya. Fakta bahwa Banyu sanggup mengangkat beban masif itu sendirian membuktikan bahwa kekuatan fisiknya saat ini benar-benar setara bahkan mungkin melebihi sapi-sapi pejantan di dalam Kendinya!

Jika ada orang luar yang menyaksikan adegan gila ini, rahang mereka pasti sudah jatuh membentur aspal. Sayangnya, Banyu sendirian di dalam dimensi Kendi Penyuling Jiwa. Sapi-sapi di sekitarnya juga tidak mengerti konsep 'kemustahilan', jadi tidak ada satu pun penonton yang bertepuk tangan menyoraki kekuatan supernya.

Tanpa berhenti mengambil napas, Banyu mengangkut Pohon Gaharu itu mendaki bukit. Ia mencari area tanah kosong, menggali lubang, dan menanamnya. Semuanya berjalan sangat mulus. Hanya dalam waktu sekitar dua puluh menit, Pohon Gaharu pertama sukses ditanam di dimensi Kendi. Sejujurnya, kecepatan menanam Banyu ini benar-benar tidak manusiawi. Sekalipun ada tim pekerja lengkap dengan alat berat, memindahkan dan menanam pohon raksasa ke atas bukit pasti butuh waktu setidaknya setengah jam. Sangat puas dengan efisiensi kerjanya sendiri, Banyu bersiul riang, berjalan kembali ke mata air, mengangkut pohon kedua, dan melanjutkan proyek "Go Green" pribadinya.

Seiring berjalannya waktu, jumlah Pohon Gaharu yang tertanam kokoh di bukit semakin bertambah. Gerakan Banyu juga semakin luwes dan terbiasa. Waktu yang ia butuhkan untuk menanam satu pohon menyusut tajam dari dua puluh menit menjadi lima belas menit. Banyu memperkirakan, jika ia sedikit lebih serius memacu tenaganya, ia bisa menekan waktu tanam menjadi hanya sepuluh menit per pohon! Efisiensi brutal ini jelas bisa mengasapi dua tim konstruksi alat berat sekaligus.

Meski Banyu bekerja secepat kilat, menanam lebih dari enam puluh pohon raksasa tetap membutuhkan waktu belasan jam nonstop. Mengingat aliran waktu di dalam Kendi berjalan lebih cepat daripada di dunia nyata, ia tidak memaksakan diri menyelesaikan semuanya dalam satu malam dunia nyata. Faktanya, Banyu mencicil pekerjaannya dan butuh waktu hingga empat malam untuk merampungkan penanaman seluruh Pohon Gaharu tersebut.

Setiap kali selesai menanam satu pohon, Banyu selalu menyiraminya dengan air spiritual dari mata air. Saat ia menyelesaikan penanaman pohon terakhir, pohon-pohon yang ia tanam di hari pertama sudah menumbuhkan dedaunan baru yang rimbun dan memancarkan vitalitas yang luar biasa kuat. Pertumbuhan ekstrem Pohon Gaharu ini membuat Banyu terkejut sekaligus bahagia. Ia diam-diam memutuskan bahwa begitu pohon-pohon ini pulih total, ia akan langsung memulai proyek 'Injeksi Gaharu'.

"Puluhan ribu Dolar per gram!" Memikirkan harga Gaharu Super yang fantastis di pasaran, Banyu tak kuasa mengelus batang pohon yang mulus itu dengan tatapan penuh kasih sayang. "Kalian ini semua adalah lautan uang!"

Setelah menyiram pohon terakhirnya, Banyu bersenandung santai sambil berpatroli berkeliling dimensi Kendi Penyuling Jiwa. Saat ia berjalan menyusuri tepi danau, pemandangan di depannya refleks membuatnya tertawa lebar. "Wah, sapi-sapi kecilku ternyata benar-benar sudah dewasa ya!"

Tepat di bawah Pohon Persik Raksasa, sapi pejantan favorit Banyu Si Bima sedang asyik memanjat punggung seekor sapi betina dan melakukan 'kewajibannya' memompa populasi. Meski kedua sapi itu menyadari kedatangan Banyu, mereka sama sekali tidak peduli dan terus melanjutkan aktivitas ranjang mereka dengan cuek. Setelah misinya selesai, barulah Si Bima turun dari punggung pasangannya dengan gaya sok macho yang malas. Ia melenguh pelan ke arah Banyu seolah pamer, lalu berjalan pergi berdampingan dengan si betina.

"Ckckck... benar-benar tidak punya urat malu!" Banyu menggelengkan kepalanya berpura-pura mengeluh, namun wajahnya tak bisa menyembunyikan senyum sumringah. Fakta bahwa sapi-sapi ini sudah mulai kawin membuktikan bahwa tak lama lagi akan ada ledakan populasi anak sapi baru. Ini adalah kabar yang sangat fenomenal untuk bisnisnya.

Namun, realitas segera menyodorkan kejutan yang lebih gila lagi untuk Banyu. Belum sempat ia mencapai bibir pantai, ia melihat lebih dari belasan sapi betina sedang berjalan santai di padang rumput... ditemani oleh anak-anak sapi mungil yang melompat-lompat riang di sekeliling mereka! Rupanya, ada banyak sapi betina yang sudah hamil sejak lama dan bahkan sudah melahirkan tanpa ia sadari!

Menatap induk-induk sapi beserta anak mereka itu, Banyu bergumam mengkritik dirinya sendiri, "Aduh, kelihatannya aku ini majikan yang payah ya. Bisa-bisanya sapi-sapiku sudah beranak-pinak dan aku sama sekali tidak tahu-menahu."

Sebenarnya hal itu tidak bisa sepenuhnya disalahkan pada Banyu. Pemuda itu sama sekali tidak punya latar belakang ilmu peternakan; dari luar, ia tidak bisa membedakan mana sapi yang sedang hamil dan mana yang sekadar kegemukan. Ditambah lagi, seiring dengan area dimensi Kendi Penyuling Jiwa yang semakin meluas, Banyu mustahil bisa menyisir setiap jengkal lahan saat berpatroli. Insting alami induk sapi yang selalu mencari tempat terpencil dan aman untuk melahirkan juga menjadi faktor utama mengapa Banyu baru sadar proyek "Ternak Wagyu Kobe" miliknya sukses besar setelah melihat anak-anak sapi itu berkeliaran.

Normalnya, Sapi Wagyu Kobe membutuhkan waktu setidaknya satu setengah tahun untuk mencapai usia matang secara seksual dan siap kawin. Namun, karena sapi-sapi ini hidup dalam lingkungan Kendi Penyuling Jiwa yang dipenuhi energi kehidupan, percepatan waktu reproduksi hingga terpangkas hampir satu tahun bukanlah hal yang mustahil. Menatap pedet-pedet (anak sapi) yang berlarian riang di padang rumput, Banyu memperkirakan bahwa tak butuh waktu lama lagi anak-anak sapi ini akan lepas sapih. Begitu mereka bisa makan rumput sendiri, tibalah waktunya untuk memindahkan mereka ke kandang di peternakan dunia nyata.

Kelahiran anak-anak sapi itu membuat mood Banyu melambung tinggi. Namun tak berhenti sampai di sana, ia segera menemukan kejutan lain yang tak kalah membahagiakan: populasi Abalon yang ia tebar di dasar laut dimensi ini ternyata sudah bertumbuh pesat! Ukuran cangkang mereka kini sudah mencapai setengah telapak tangan orang dewasa. Berdasarkan taksiran Banyu, Abalon-abalon ini sudah sangat mendekati standar kualitas Abalon Kepala-Tiga. Seandainya ia nekat memanen dan melemparnya ke pasar seafood premium hari ini juga, barang itu dipastikan akan meraup harga jual yang fantastis.

Tentu saja, Banyu sama sekali tidak berniat memanen Abalon-abalon itu sekarang. Sebagai pebisnis yang selalu memegang teguh "Standar Emas", ia memutuskan untuk terus membudidayakannya, penasaran ingin melihat sampai sebesar dan sesultan apa kualitas Abalon itu bisa berkembang jika dibiarkan tumbuh maksimal di perairan ajaib ini.

Setelah puas berpatroli mengelilingi dimensi Kendinya, Banyu keluar dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Rencana awal Banyu adalah memulai proyek "Injeksi Gaharu" dalam beberapa hari ke depan, namun sebuah kejadian tak terduga memaksanya untuk menunda jadwal tersebut. Sonia meneleponnya, mengatakan bahwa ia dan beberapa teman dekat kampusnya berniat mampir dan liburan beberapa hari di Lahan Mustika untuk merayakan liburan semester!

Tentu saja Banyu tidak mungkin menolak permintaan kecil yang sangat wajar dari si Gadis Cabe Rawit kesayangannya itu. Ia bahkan menawarkan diri untuk menjemput Sonia dan teman-temannya di stasiun. Namun Sonia langsung menolaknya. Gadis mandiri itu mengatakan bahwa ia dan teman-temannya bisa mencari tumpangan sendiri menuju peternakan, jadi Banyu tidak perlu repot-repot menjemput.

Sonia memang dikenal dengan sifatnya yang gesit dan meledak-ledak. Tepat keesokan harinya setelah menelepon, rombongan mahasiswi itu langsung meluncur dan menyerbu Lahan Mustika!

1
Cui Lan Seng
hahahaha boy beauty...lagi trending masa kini tembus di ring 1
Cui Lan Seng
wkwkw namanya Sandi atau Dicky?
Sri Murtini
keturunan manusia kalang kali yg ada di kotagede yogyakarta yg merantau di dunia lain
Sri Murtini
adu kesaktian Nyu ....ayo keluarkan ajian simpanan kendi penyuling jiwa pertemukan dgn tulang dewa anya
Yuliana Tunru
banyu ketemu siluman rubah yg mmg suoer genit dan seksi 🤭🤭
asammanis
fix Aya siluman rubah 🤔🤣
Sri Murtini
halu deh😄😄😄😄🤣🤣🤣
asammanis
waduh makin seru aja nih cerita 👍👍👍
Naga Hitam
hook
Sri Murtini
atau cef
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝖾𝖾𝗁 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗂𝗄𝗅𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝗁𝗉 𝗆𝖺𝗍𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗃𝖺𝗆 𝗃𝖺𝗆. 𝖽𝖺𝗁 𝗅𝖺𝗁 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅𝗍𝗈𝗈𝗇. 𝗀𝖺𝗇𝗍𝗂 𝖺𝗉𝗅𝗂𝗄𝖺𝗌𝗂 𝗒𝗀 𝗂𝗄𝗅𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝗁𝗉 𝗆𝖺𝗍𝗂.
Sri Murtini
salah satu dayangkah itu????
Aditya Ramdhan22
siapaaa woiiii
arniya
duh siapa ya???!
Along Baen
/Smile/
wan auw
iya thor ini ke skip ya chapternya
Yuliana Tunru
bakakan seru.nih adu bacot yg bikin nyesal sdh berkicau ..ayo banyu kasih sedikit oengarahan biar bisa hatgain orang
asammanis
thor maaf ini chapternya ngeskip sekitar satu atau dua chapter, mohon di perbaiki soalnya penasaran sama pak baskoro marah" 🙏😄
Aman Wijaya
rejeki nomplok lagi buat banyu.pasti yang lagi ngintip itu putrinya pak baskoro.emang dimana mana pesona Banyu membuat para cewek pada klepek klepek.joooz jiiizz abis Banyu
arniya
di tunggu update terbaru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!