Melodi tidak menyangka terekspos nya sang anak membuat masa lalunya juga ikut kembali. Demi menyelamatkan karir dan putrinya, melodi menawarkan pernikahan pada Kenzio sang masa lalunya.
Cinta yang memudar karena ego akankah kembali seperti keinginan sang putri untuk keluarga yang harmonis?
Ikuti usaha Kenzio yang dibantu sang anak untuk meluluhkan hati sang Istri dengan tingkah manis dan romantis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama
Melodi menjadi sangat tertarik dengan akun yang berkomentar di salah satu postingan nya itu. Hingga akhirnya terlihat profil pengguna dengan foto yang berwarna hitam dan putih yang tidak menampilkan dengan jelas wajahnya.
"Margaretha?" Ucap Melodi sambil melihat lebih lanjut tentang pengguna itu. Tapi tidak banyak.
"Sudahlah! Lagipula kenapa aku pikirkan. Itu sudah biasa dan akan terjadi. Tapi entah mengapa Melodi merasa penasaran dengan wajah pengguna ataupun namanya.
"Apa yang kau lihat?" Melodi tersentak ketika mendengar ucapan suaminya yang sudah berada di samping nya.
"Akun ku, sudah kabari?"
"Ya. Kenapa dengan akun mu? Ada masalah?" Melodi menggeleng.
"Tidak, aku hanya memeriksa saja." Kenzio ikut nimbrung melihat layar ponsel istrinya itu.
"Kau mempostingnya?"
"Tidak, hanya dimasukkan ke dalam cerita saja."
"Lalu dimana dirimu?"
"Aku? Aku disini?" Tampaknya Melodi belum mencerna ucapan Kenzio.
"Bukan itu! Tapi disini!"
"Kenapa? Pasang saja di akun mu. Ini akun ku."
"Tidak boleh ada yang melihat istriku, meskipun kau menggunakan pakaian seperti musim dingin di puncak gunung sekalipun, aku tidak akan melakukan nya. Sama seperti mu yang memberikan efek tidak jelas untuk postingan ini kan?" Melodi tentu merasa senang dengan ucapan Kenzio.
"Aku benar kan?" Goda Kenzio membuat Melodi mendorong pelan tubuh kekar itu.
"Minumlah, aku mau tidur. Tubuhku terasa lelah."
"Aku pijat!" Kenzio langsung menggendong tubuh Melodi seperti karung beras dan menepuk pelan bokong semok istrinya.
"Zio...."
"Tidak ada penolakan!" Tubuh Melodi sudah selonjoran di sofa empuk itu dan sepasang tangan Kenzio memulai pijitannya.
Sungguh itu adalah pijitan, Melodi tidak tau darimana suaminya itu memiliki keajaiban tangan seperti ini. "Sangat nyaman." Kenzio hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya yang terlihat relaks.
Kaki mulus itu menjadi sasaran Kenzio dan menuju paha lalu turun lagi ke jari-jari kaki. Sungguh, Melodi terasa di tempat spa yang nyaman.
Tapi tampaknya tidak bertahan lama, karena rasa jahil serta senjatanya mulai berpikir lain ketika melihat tubuh Melodi yang terpampang jelas di matanya.
"Hhmnmm." Awalnya Melodi masih memejamkan matanya merasakan pijitan yang benar. tapi sepertinya, pergerakan tangan Kenzio sudah mulai lain menyusup ke paha dalam Melodi dan juga bersiap meluncur ke dalam sarang senjatanya.
Melodi membuka matanya, bibirnya yang ingin memberontak justru lebih dahulu dibungkam oleh bangunnya senjata suaminya dari balik celana boxer itu. "Ken...."
"Enak kan?" Melodi yang mulai terbawa arus akhirnya mengiyakan pijatan mesum suaminya yang mulai mengelus sarang lembutnya.
"Honey, sepertinya aku juga harus dipjit. Ada yang tegang sepertinya." Kenzio meluruskan kakinya dan keduanya melakukan pose yang sama dengan arah saling berhadapan.
"Begini?" Oh! Kenzio langsung menggeram ketika tangan istrinya mulai mengusik ketegangan maksimal senjata api itu.
"Ya, itu sangat nikmat!" Keduanya saling memberikan kenikmatan satu sama lain dengan sentuhan lembut mereka.
"Aahhh!" Kenzio langsung memeganginya kepala melodi sambil mengumpulkan rambut indah itu menjadi satu dengan pergerakan naik turun dalam pelayanan istrinya pada senjata api nya.
Tidak tau kapan Melodi sudah melepaskan senjata nya keluar dari penyimpanannya. Kenzio semakin menggeram merasakan kenikmatan tiada tara. "Kau sangat hebat Mel! Ahhh! Nikmat! Ohh! Terus honey! Yeeehh!" Melodi yang merasakan tuntunan tangan Kenzio semakin mengulum senjata api laras panjang itu.
"Ahhh!" Napas Kenzio jadi terengah-engah ketika pelepasan pertamanya. Tanpa ba bi bu be bo, Kenzio langsung menyerang bibir seksi itu dan melakukan serangan brutal yang disambut oleh Melodi dengan suka cita.
"Emhhh...." Melodi yang hanya menggunakan baju tidur dengan ikatan pita di pundak dan leher, langsung ditarik oleh Kenzio sehingga dua melon itu langsung terpampang jelas.
Keduanya melakukan pertempuran setelah mendarat di negara sakura itu. Sofa yang berukuran besar itu menjadi ranjang keduanya beristirahat setelah melakukan olahraga. Kenzio membubuhkan kecupan di kening Melodi sebelum memejamkan matanya
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Princess Daddy cantik sekali!" Kenzio langsung memeluk serta mencium pipi putrinya membuat tawa Cinta terdengar.
"Daddy juga sudah wangi. Cinta suka!"
"Mommy tidak?" Ujar Melodi yang nimbrung bersama suami dan putrinya.
"Mommy sangat cantik! Benarkan Daddy?" Kenzio tersenyum manis sambil mengangguk dengan semangat, dan tak lupa sepasang maniknya yang tak lepas dari istrinya.
"Ayo kita berangkat!" Pilihan keluarga kecil Kenzio saat ini adalah restoran untuk mereka sarapan. Cinta tampak senang dengan pemandangan negara tempat kedua orang tuanya bertemu itu.
Tak henti-hentinya celoteh dari bibir kecil itu keluar dan ditanggapi oleh kedua orang tuanya. Kenzio menggenggam tangan istrinya sambil mereka melangkah melewati jalanan yang bersih.
"Cinta mau ayam teriyaki." Kenzio memesankan makanan ketika pelayan restoran datang.
"Satu ayam teriyaki, dan dua ayam katsu dengan lada hitam." Melodi hanya diam dengan mata yang tak lepas dari sosok suaminya. Lagi, dia terpesona dengan pria yang telah mengucapkan janji suci itu.
"Ada apa?" Tanya Kenzio sambil mengecup punggung tangan Melodi.
"Tidak." Ketiganya menikmati makanan yang telah datang. Senyuman serta keceriaan keluarga itu tampaknya ada mata jahat yang melihat dengan tidak suka.