menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebangkitan raja iblis baru, era baru kemenangan (last war)
"Kali ini... Aku... yang... menang..." Ucapku lirih, meluncurkan sebilah kalimat dingin dari balik rongga mulut taring asapku yang bergejolak hebat.
"Hah?! Apa-apaan bualan omong kosongmu itu?! Aneh banget mendengarnya, kroco dungeon jahanam!" Jawab Sang Raja Iblis luar berteriak murka, berusaha menepis tekanan intimidasi yang mendadak mencekik sirkulasi udaranya, meskipun sepasang mata merahnya tidak bisa berbohong kalau dia mulai gemetaran menatap kobaran aura hitam pekat di sekujur zirah tengkorakku.
"God... Of... Dark... ness..." Ucapku kembali berbisik, membiarkan gema suara mekanis glitch digital yang berat dan rusak merobek sunyinya ruang hampa udara angkasa luar.
BOOOOOOOOOOOMMMMMM!!!!!!!
Detik itu juga, pusaran energi purba di dalam inti jiwaku meledak dahsyat. Dalam fase [Nightmare Mode] kali ini, anomali kekuatanku bener-bener berada di luar nalar semesta. Secara fisik, tidak ada perubahan bentuk zirah baru pada raga dua meter milikku , namun seluruh kapasitas parameter, kecepatan, dan daya hancur seranganku mendadak melompat jauh melewati batas batas absolut hukum dunia bawah!
KREKKK...! WUSSSSSSSSSSSSS...!
Aku menghentak keras, menginjak ruang hampa udara kosong di antara gugusan bintang bagaikan memijak daratan beton yang kokoh. Tubuh raksasaku melesat membelah dimensi dengan kecepatan yang melampaui cahaya, meroket lurus ke arah posisi Sang Raja Iblis luar sembari mengayunkan mata bilah merah darah sabit besar Blood Scythe-ku dengan kekuatan penuh!
SLASSSHHHH...!
Mata sabitku merobek zirah tipis pelindung dadanya, menyemburkan cipratan darah hitam pekat milik faksi iblis ke udara hampa. Detik itu juga, sistem sirkulasi pasokan darah orisinil dari senjata kutukanku aktif bekerja secara instan. Aliran darah mentah Raja Iblis yang mengalir merembes di sepanjang bilah sabit merahku seketika terserap masuk ke dalam nadiku, memicu regenerasi sel absolut yang menyembuhkan seluruh luka retak, lebam, dan rasa sakit di sekujur tubuh zirahku dalam sekejap mata!
DORRR...! DORRR...! DORRR...!
Dampak dari lesatan kecepatanku bener-bener berada di tingkatan bencana kosmik yang mengerikan. Hanya karena sapuan angin distorsi ruang yang kuciptakan saat melesat cepat ke depan, tiga planet mati berukuran raksasa yang berada di jalur orbit sekitarnya seketika retak, runtuh, dan hancur berkeping-keping menjadi jutaan puing debu angkasa yang tak bersisa!
Sang Raja Iblis luar terbelalak horor, sepasang bola mata merahnya hampir melompat keluar menyaksikan planet-planet hancur lebur hanya karena hempasan tekanan angin dari pergerakan fisikku yang terlalu cepat dan berat. Rasa ngeri purba yang teramat pekat seketika mencengkeram dadanya, meruntuhkan seluruh kesombongan mode Demon Lord miliknya.
"S-Sialan...! Siapa... Siapa kau sebenarnya, monster keparat?!" Ucap Raja Iblis luar dengan nada suara yang mulai bergetar hebat menahan ketakutan mutlak untuk pertama kali dalam hidupnya.
"Aku...?" Tanyaku retoris, memiringkan kepalaku yang berselimut asap hitam pekat.
"Aku... ya...? Aku adalah... [God of Darkness]..." Jawabku berbalut desis gema frekuensi suara glitch yang teramat dingin.
WUSSS!
Sebelum dia sempat menggerakkan otot kakinya untuk menghindar, tubuhku sudah bermanifestasi nyata tepat di hadapan mukanya. Tangan kanan zirahku melesat cepat, langsung mencengkeram kuat tenggorokan leher raksasanya, lalu mengangkat tubuh besarnya tinggi-tinggi ke atas udara angkasa luar—merekonstruksi ulang posisi taktis persis seperti saat dia mencekik leher manusiaku dengan sombong di kawah bumi sebelumnya!
"Lebih baik... kau mati..." Ucapku lirih, menatap lurus ke dalam matanya yang dipenuhi keputusasaan.
"Sialan kau...! Aku... Aku menolak untuk mati mengenaskan di tempat sampah ini...!" Jawab Sang Raja Iblis luar mengerang kesakitan, berusaha memukul lengan kananku, namun cengkeraman jariku bener-bener mengunci seluruh urat saraf fisiknya.
Mendengar penolakannya, aku hanya menyunggingkan sebuah senyuman seringai licik yang teramat pekat dari balik kabut kepalaku. Tangan kiriku bergerak santai, memasukkan sabit besar Blood Scythe kembali ke dalam slot dimensi ruang penyimpanan inventory. Setelah senjataku tersimpan, aku langsung mengarahkan telapak tangan kiri kosongku tepat di depan wajahnya yang gemetaran parah. Poros sirkulasi mana kegelapanku berputar terbalik.
KRENGGG...!
Di depan telapak tangan kiriku, sebutir bola energi sihir pekat berwarna hitam legam bermanifestasi nyata, melayang bebas dengan pendaran riak ungu digital yang merusak ruang hampa sekitar. Bentuk visualnya bener-bener menyerupai miniatur pusaran Black Hole yang siap menelan materi alam semesta.
"Sekarang... aku akan menghabisi dan menguras seluruh sisa pasokan energi mana milikmu terlebih dahulu..." Ucapku patah-patah berbalut desis dingin.
"S-Sialan... Hentikan...!" Jawab Raja Iblis luar meronta ketakutan, merasakan hawa hisapan yang luar biasa dingin mulai menyentuh kulit keningnya.
"[Gluttony]...? Enggak... Tingkatan taktis baru: [ULTRA GALAXY GLUTTONY]!!! PENYERAPAN KEKUATAN MUTLAK!!!" Raungku membahana mengguncang orbit angkasa.
Detik itu juga, miniatur black hole di depan telapak tangan kiriku berputar dengan kecepatan yang luar biasa gila, menciptakan daya hisap kosmik terlarang. Seluruh sirkulasi energi sihir, pasokan mana, hingga sari-sari kekuatan murni milik Sang Raja Iblis luar dipaksa keluar dari pori-pori tubuhnya, tersedot lurus masuk ke dalam pusaran bola hitamku untuk dialokasikan menjadi milikku!
"AGAAARRRGGGHHHHHHHH!!!!!!! SAKIIIIITT!!! HENTIKAAAAANNNN!!!"
Jeritan kesakitan yang teramat histeris meledak dari mulut Sang Raja Iblis luar. Di tengah sunyinya ruang hampa udara, resonansi teriakan perihnya bener-bener terdengar mengerikan. Sekujur tubuh kekarnya mendadak kejang-kejang hebat, urat-urat di kepalanya menonjol keluar, menahan rasa sakit yang luar biasa menyiksa karena seluruh pasokan energi kehidupannya dikuras paksa hingga menyentuh angka nol mutlak tanpa sisa.
Setelah seluruh energinya habis total dan raga raksasanya berubah menjadi ampas kosong yang lemas, aku langsung melempar tubuhnya ke atas, lalu melayangkan rentetan tendangan beruntun menggunakan zirah kakiku tanpa kenal ampun!
BAMM..! DORR..! BAMM..!
Aku bener-bener membantainya dan mem-bully tubuh tak berdayanya di antara lingkaran puing meteorit hingga aku merasa puas. Aku sengaja menahan diri untuk tidak langsung membunuhnya dengan cepat. Aku menjadikannya sebagai mainan pemuas luapan emosi gelapku, membiarkan tubuh agungnya hancur berantakan, patah tulang, dan sekarat total di ujung ajalnya. Sepasang mata ungu menyalaku menatap tajam ke arahnya dengan tatapan benci yang teramat mendalam.
"U-Udah... Cukup... Aku mohon... b-bunuh aku... sekarang juga... bajingan..." Ucap Sang Raja Iblis luar berbisik terengah-engah dengan sisa kesadarannya, bener-bener sudah tidak sanggup lagi menahan siksaan fisik dan mental dari wujud mimpi burukku.
Mendengar rintihan pasrahnya, aku melangkah mendekat. Tangan kananku bergerak mencengkeram kuat salah satu pergelangan lengan besarnya. Tanpa sebilah belas kasihan sedikit pun, aku langsung menariknya paksa hingga memutuskan lengan tersebut dari bahunya, lalu memasukkannya ke dalam rongga taring mulut asapku untuk dikunyah dan dilahap habis!
"AGHHHHRRRRGGGGHHH!!!"
Siapa pun entitas dewa yang menyaksikan adegan brutal di layar sihir Altar Dewa saat ini pasti bakal memalingkan wajah mereka, tidak sanggup menahan rasa ngeri menyaksikan rasa sakit yang berlebihan dari Sang Raja Iblis luar. Aku terus memakan potongan tubuhnya sedikit demi sedikit hidup-hidup di tengah kegelapan angkasa, sengaja membiarkan dia merasakan rasa sakit luar biasa yang teramat menyiksa—merupakan balasan puitis setimpal atas rasa hancur batin yang kurasakan saat melihat rekan-rekan ksatria dan pasukan setiaku mati dibantai mengenaskan di medan tempur garis depan tadi!
Hingga akhirnya, sisa-sisa bagian raga tubuhnya hanya menyisakan potongan kepala dan setengah dadanya yang sekarat meneteskan darah hitam. Aku menghentikan kunyahanku, berdiri mematung menatap tajam ke arah sisa wajah pucat makhluk bertanduk itu.
Di ambang detik-detik terakhir kehancuran eksistensinya, Sang Raja Iblis luar membuka kelopak mata sayunya. Bukannya mengumpat, dia justru mengulas sebuah senyuman hormat yang teramat tulus kepada entitas yang telah mengalahkannya.
"Terima kasih... atas hadiah kekalahan mutlak... yang telah engkau berikan kepadaku... Baginda Raja Kegelapan yang baru..." Ucap Sang Raja Iblis luar berbisik penuh takzim menghormati otoritas absolutku, mengakui kalau takhta penguasa kegelapan dunia bawah kini telah resmi berpindah ke tanganku.
Aku hanya diam menatap dingin ke arah sisa kepalanya. Detik berikutnya, rongga kabut hitamku melebar, melahap habis sisa kepalanya menggunakan sisa sirkulasi skill [Gluttony] hingga benar-benar bersih tidak bersisa.
Pertempuran skala kosmik maha dahsyat yang mempertaruhkan nasib dunia bawah akhirnya resmi selesai dan berakhir dengan kemenangan absolut di tanganku.
TENGGG...!
【Pemberitahuan Sistem Terlarang! Target utama faksi ancaman luar telah dimusnahkan secara total. Seluruh esensi kekuatan telah diserap sempurna. Menutup paksa Nightmare Mode akibat kehabisan pasokan mana inti... Poros kesadaran raga memasuki fase kelumpuhan...】
Bersamaan dengan bunyi suara lonceng sistem di dalam kepala kepulanku, sekujur zirah tengkorak hitamku mendadak retak dan menguap lenyap. Kepulan asap hitam di kepalaku menipis, mengembalikan wujud fisik manusiaku yang dipenuhi luka dan darah. Pandangan mataku mendadak buram, kesadaranku perlahan-lahan mulai menguap hilang tertutup kegelapan hampa udara.
Tubuh manusiaku yang pingsan tak berdaya seketika terjatuh, terjun bebas meroket cepat dari luar angkasa menembus lapisan atmosfer bumi bawah tanah bagaikan sebutir batu meteorit yang terbakar api jingga.
BOOOOOOOOOOOMMMMMM!!!!!!!
Hantaman tubuhku jatuh mendarat telak menciptakan lubang kawah kecil tepat di atas permukaan tanah gersang garis depan—persis berada di depan perimeter tenda pos medis darurat tempat di mana Alpha dan Delta sedang berdiri menatap langit.
Daya dorong hempasan jatuhku bener-bener keras. Di saat raga manusiaku terkapar pingsan tidak sadarkan diri berselimut debu tanah, secara tidak sadar sirkulasi ruang penyimpanan inventory-ku melonggar, otomatis mengeluarkan jasad ksatria Jerry yang kaku berselimut darah keluar dari dalam tubuhku, terbaring diam tepat di sebelah raga pingsanku di hadapan tatapan terbelalak Alpha dan Delta. Akhir dari sebuah perang besar, dan awal dari misteri takdir yang baru telah dimulai.