NovelToon NovelToon
Salah Tanggung Jawab

Salah Tanggung Jawab

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: devi oktavia_10

Terlukanya hati Istri dan Anak saat Ayahnya memilh lebih memperhatikan kebahagian saudara dan keponakannya, dan mengabaikan tanggung jawabnya kepada istri dan anak anaknya.


"Sedikit sedikit uang sedikit sedikit yang kalian minta, kalian pikir saya ini mesin pencetak uang." Bentak pak Galih kepada anak sulungnya yang minta uang bayar SPP.


"Ini lagi mama kalian nggak becus jadi ibu, taunya cuma nadang doang, nggak bisa usaha cari uang, bisanya cuma mengemis sama suami." hina pak Galih kepada sang istri.


Ingin tau kelanjutannya, ikuti terus cerita mamak ya..... 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon devi oktavia_10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh

"Wahhhh.... Ma, usaha mama makin maju setiap hari, Catering mulai di lihat orang, warung sederhana kita makin banyak pengunjung, semoga kesepannya kita bisa bangun dapur catering sendiri dan bangun warung yang lebih besar, tidak perlu menyewa lagi." ucap Ares berbinar cerah dan di hatinya selalu berucap syukur, melihat usaha sang ibu makin jaya.

"Aamiin.... semoga tahun depan uang mama terkumpul, mama kemaren lihat lahan yang dekat jalan raya milik pak Burhan mau di jual, dia butuh uang untuk biaya anaknya masuk kuliah kedokteran, klau kita beli tanah itu gimana menurut abang? " bu Soraya minta pendapat kepada putra sulungnya.

"Bagus banget itu ma, di pinggir jalan besar dan sudah mulai banyak pertokoan di dirikan sepanjang jalan, abang yakin klau kita buka warung makan di sana, di jamin ramai deh ma." seru Ares.

Bu Soraya mengangguk setuju.

"Tapi ngomong ngomong uang mama ada nggak, tanah di sana sudah mulai mahal katanya ma." khawatir Ares.

"In Syaa Allah cukup, kemaren mama juga sudah sempat tanya tanya harga, cuma belum berani menawarnya, mama takut kamu tidak setuju." ucap bu Soraya.

"Loh, kok mama bisa mikir kaya gitu, apa pun keputusan mama, abang pasti dukung." ucap Ares "Termasuk pisah dengan papa." ucap Ares yang hanya dia ucapkan dalam hati, buat apa juga bertahan bersama papa yang seperti itu, punya papa tapi merasa kaya anak Yatim, tanpa mendapat kasih sayang dari sang papa, yang ada setiap bertemu merasa tertekan, beruntungnya akhir akhir ini sang mama balik marah ke pada sang papa, saat papanya mulai bertingkah, jadi papanya tidak berani untuk memarahi dia dan adik adiknya.

"Tapi mama ingin membuat akte tanahnya atas nama kamu." ucap bu Soraya lagi.

"Loh, kok nama ku, kenapa bukan nama mamanya, kan itu pakai uang mama." heran Ares.

Bu Soraya tersenyum lembut, " Kamu tau keadaan keluarga kita gimana, dan kelakuan keluarga papa mu seperti apa, mama tidak mau amit amit terjadi hal yang tidak kita inginkan, papa mu dan keluarganya ingin merebut tanah dan tempat usaha kita." terang bu Soraya.

Ares tersenyum haru, ternyata mamanya sudah berfikir jauh ke depan, dan memikirkan dampak yang akan terjadi klau terjadi sesuatu dengan keluarganya, pasti neneknya akan merebut apa pun milik ibunya, neneknya merasa semua yang mamanya dapatkan pasti uang dari sang ayah.

"Baik lah ma, lakukan saja yang terbaik, jangan sampai tetesan keringat kita di ambil mereka, abang nggak ikhlas." ucap Ares dengan tangan terkepal kuat.

"Baiklah, klau gitu nanti sehabis magrib kita datangi rumah pak Burhan, kita ajak tante Rini dan om Riki, biar dia jadi saksi." ucap bu Soraya.

"Baiklah, klau gitu kita beres beres sekarang, biar nanti nggak terlambat." ucap Ares semangat.

"Abang duluan aja, mama nunggu pak Maman, dia mau nganter hasil panennya ke sini." ucap bu Soraya.

"Loh, kok nganternya ke sini? " heran Ares.

"Iya, pak Maman lagi panen cabe, bawang, buncis dan wortel, dia jual harga lebih murah dari di pasar, ya sudah mama ambil, lumayan kan jadi hemat beberapa ribu." kekeh bu Soraya.

"Nah.... Klau gini juga lebih bagus ma, itung itung membantu petani, barang juga masih segar dan kita juga sedikit lebih hemat, karena harga lebih murah dan juga nggak perlu keluar ongkos karena barang lansung di anter ke sini." ucap Ares.

"Kamu benar, mama juga lagi cari pemasok ayam, telor dan beras, kita ajak kerja sama, sudah pasti harga juga lebih murah dari pada di pasar, karena kita lansung mengambil dari pemasoknya." ucap bu Soraya.

Ares mengangguk dan menatap kagum kepada sang mama, Ares tak menyangka sang mama bisa berfikir sejauh itu.

"Mamaku hebat sekali, tapi kenapa harus dapat suami tak berakhlak seperti papa." gerutu Ares kesal.

"Rin, nanti tolong temani kami ke rumah pak Burhan ya, ajak bang Riki juga." pinta Bu Soraya dengan setengah memohon.

"Kamu jadi beli tanah yang di pinggir jalan itu? " pekik Rini berbinar.

"Shuuutttt..... Jangan keras keras, nanti ada yang dengar." kesal bu Soraya, temannya itu selalu saja heboh klau mendengar sesuatu."

"Hehehe.... Maaf, aku terlalu bersemangat." kekeh bu Rini nyengir kuda.

"Bu, semua sudah rapi, apa ada yang kami kerjakan lagi? " tanya Tini.

"Nggak ada, kalian pulang, ingat. Besok datang lebih awal ya, soalnya kita banyak pesanan." ucap bu Soraya.

"Baik bu, klau gitu kami pulang dulu." ucap Tini lagi.

"Makanan tadi jangan lupa di bawa pulang, bagi satu satu." ucap bu Soraya, yang tadi memang sengaja memasak lebih banyak, agar karyawannya bisa membawa makanan pulang untuk orang tua atau keluarganya masing masing.

"Baik bu." ucap Tini lagi.

"Yuk ma, kita pulang juga, sudah mau masuk waktu magrib." ajak Ares keluar dari dalam, setelah memastikan pintu tertutup sempurna, dan gas tidak ada yang menyala.

"Semua sudah di periksa bang, sudah aman semua kan? " tanya bu Soraya memastikan.

"Aman ma, semua sudah abang periksa kok." ucap Ares.

"Benaran Dek, Soraya mau beli tanah pak Burhan? " ucap Pak Riki tak percaya.

"Hhhmmm.... Yakin lah, kan dari tadi sudah di bahas." keluh bu Rini memutar mata malas, suaminya suka sekali bertanya berulang ulang.

"Tanah di sana lumayan mahal loh, permeternya klau nggak salah Rp 750.000." keluh pak Riki.

"Iya, Soraya sudah tau kok, tapi katanya masih bisa nego tipis, klau bisa bayar cash saat ini juga. " ucap bu Rini.

"Syukur lah klau gitu, lagian walau sedikit mahal, disana sudah banyak di bangun toko toko, dan perkantoran, mas yakin warung mereka bakal lebih ramai nantinya." ucap Pak Riki.

Aamiin.....

Bersambung....

1
Mimin Mintarsih
akhirnya sadar juga. tp pasti akan kambuh lg ketika denger dojtrin dr ini fan adek perempuannya.
Azda Syafril
wkwkwwkkk..pa galih bis kena siraman rohani dikantornya Bu Soraya... alhmdlh dah sadar eaaa AWS sadar ny cuma sementara doang.. kena semprot ibunya berulah ge.... diceraikan bus Soraya tau rasa lho pa galih . 🤭🤣
lelah
Bu Soraya ambil aj tu uang pak galih, km simpan dgn amplop nya jgn km pke, jadi NT klu pak galih dan keluarga nya merendahkan klkm LG km lemparkan aj ke muka mereka uang yg PK galih kasih, klu keluarga nya pak galih datang marah ke km Soraya jgn mau diam lagi lawan mereka semua
Marifatul Marifatul
ko dikit sin......
yg bnyyyykkkk doooongggg
Shee_👚
lagi mode insyaf bu, dah selagi masih baik manfaatin aja. siapa tau tar berubah lagi jadi reog tinggal tendang keluar sekalian😂
Shee_👚
baru segitu aja kamu dah girang, selama ini kemana aja galih. terlalu dengerin omongan ibu sesat kamu itu sampai kamu meninggal surga yang sesungguhnya😏
Shee_👚
hah ko ya aku kalau jadi bu Soraya bakalan nangis😭
hal yang dah gak pernah terjadi sekarang di rasakan lagi. tapi apa semua akan kembali kesemula atau dah terlambat??
Shee_👚
pokoknya kalau kumat lagi buang aja, ganti bapak baru😂
Shee_👚
gibran pokoknya lope lope aku sama keberanianmu😘😘😘

gimana galih, anak yang masih kecil aja paham duwit yang kamu kasih tak seberapa, tapi sakit ya luar biasa karena uang itu
Shee_👚
justru gibran mewakili isi hati yang lain bu, tak apa aku suka🤭
Shee_👚
bagus kalau sadar, semoga aja beneran sadar. awas kalau sadar hanya sehari aku santet beneran😏
Shee_👚
gibran aku padamu😂
kaka mu tak berani nanya, tapi kamy luar biasa berani😘
Shee_👚
telat galih, ares dah gak butuh duwit daru kamu😏
Shee_👚
habis ketabrak kayanya otaknya jadi agak lain emang🤣🤣🤣
Shee_👚
ternyata kamu sadar juga kalau bodoh😏
Ma Em
mungkin pak galih sadar karena mendengar Omelan teman nya dikantor makanya akhirnya pak galih sadar , semoga sadarnya tdk sementara saja dan menjadi seterusnya sayang pada anak dan istrinya dan bertanggung jawab memberi nafkah yg pantas dan layak untuk istri dan anak anak nya bkn kepada saudara dan orang tuanya .
Muft Smoker
yx semoga pak galih bnr2 berubah ,, sebelum semua ny terlambaat
Marifatul Marifatul
yg bnyyyykkkk wkwkkkk 🥰
Shee_👚
pengin banget liat galih di gugat cere sama bu soraya gimana🤣
pucat pasi atau serangan jantung🤭
Shee_👚
selamat berjuang, semoga aja kali ini kamu beneran sadar.
jangan sampai nyesel nanti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!