Demi mendapatkan surat izin praktik kedokteran tanpa pengawasan, Ozman harus melakukan magang di sebuah rumah sakit . Tetapi, kedatangan Ozman di rumah sakit Bunda Kasih, tak diharapkan oleh banyak orang, terlebih lagi Ozman dalam kondisi spektrum autisme.
Bagaimana jadinya jika ternyata orang yang mereka remehkan kemampuannya karena keterbatasan, adalah sebenarnya dokter genius?
Semuanya terbukti ketika Ozman mampu menolong dan memberikan pertolongan darurat untuk seorang anak yang mengalami kecelakaan. Dari situ nama Ozman dikenal dan diperhitungkan dalam dunia kedokteran.
Dia bahkan diberikan kesempatan untuk magang di Rumah Sakit Bunda Kasih. Tetapi, banyak hal yang Dokter Ozman lalui ketika dia magang. Dokter Ozman menemukan sebuah penyakit yang langka, penyakit yang tidak banyak diketahui dan diderita oleh banyak orang.
Mampukah Dokter Ozman menangani penyakit tersebut? Dan menemukan cara untuk menyembuhkan penyakit langka itu?
Yuk simak kisah Ozman di Dokter Oz!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 35
Hasil lab belum keluar, saat ini mereka masih berusaha untuk memeriksa beberapa pasien yang tertinggal. Sudah jam 19.30, malam. Banyak dokter belum mengambil jam istirahat mereka. Dokter Ozman sedang berada di lab memantau semua perkembangan yang ada di ruangan lab.
Direktur Selly, telah mengirim semua pakaian hazmat untuk para dokter dan petugas medis lainnya. Meskipun hasil lab belum keluar, tetapi kewaspadaan itu penting. Beberapa petugas medis menarik jalur di larang untuk dilewati selain dokter dan perawat.
"Ini jalur investigasi jangan ada yang melewatinya, kalian harus memeriksa setiap orang yang datang, siapkan beberapa ruang isolasi untuk pasien. Kondisi yang paling buruk akan dipindahkan ke ruang isolasi!" titah Direktur Selly yang sudah lengkap dengan pakaian hazmatnya didampingi oleh Atasan Nelli.
Kementrian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat mendefinisikan pakaian hazmat sebagai seperangkat pakaian yang dipakai untuk melindungi diri dari bahan-bahan berbahaya seperti bahan kimia, benda-benda biologis, atau bahan yang mengandung radio aktif.
APD adalah alat pelindung diri, sering di sebut sebagai contoh pakaian hazmat.
Ternyata banyak pasien yang datang hari ini adalah pasien yang baru kembali berliburan dari luar Negeri. Sehingga tak sedikit dari mereka telah merasakan gejala dari virus Corona, meskipun belum ada pastinya karena hasil lab belum keluar Dokter Ozman sedang berusaha untuk menyelidikinya segera.
Di dalam ruang lab terlihat Dokter Ozman yang sudah lengkap dengan pakaiannya kini sedang menunggu hasil tersebut. Agar bisa melakukan tindakan medis untuk merawat pasiennya yang tergolong cukup banyak.
Memasang alat radiasi di seluruh tempat agar mudah memantau kondisi rumah sakit saat ini. Dokter Amel, masih cemas sejak dari tadi mencoba menghubungi ibunya tetapi tidak ada jawaban apa pun. Dokter Amel hanya berpikir jika ibunya masih marah.
Hal itu menarik perhatian Dokter Ozman sehingga pria ini mendekati Dokter Amel.
"A-apa yang terjadi? Anda terlihat gelisah?"
"Aku menghubungi mama, tetapi tak ada jawaban mungkin mama masih marah. Sebelum berangkat kerja kami sempat berdebat,"jawab Dokter Amel yang tersenyum kearah Dokter Ozman.
"Dok, bagaimana hasilnya? Semua bangsal sudah di penuhi dengan pasien, terlebih lagi Direktur Selly telah menyiapkan semua kebutuhan mereka untuk isolasi, satu seluruh tempat sudah di batasi dengan garis kuning,"pungkas Dokter Ayu, Dokter Ozman kembali ke layar monitor sembari menunggu hasil.
"Gejala Virus Corona,"ucap Dokter Ozman pelan, tetapi masih bisa didengar oleh rekannya yang lain. Dokter Amel terduduk lemas mendengar ucapan Dokter Ozman. Bagaimana tidak cemas dan takut, banyak korban di Negara lain yang di serang oleh virus itu, kini Indonesia akan merasakan hal yang sama.
Meskipun baru gejala nyatanya semua orang takut.
"Apa yang harus kita lakukan?"Dokter Ayu bertanya.
"Sebelum terlambat, segera beri perawatan khusus bagi mereka, jangan biarkan anggota keluarga datang menjenguk, batasi siapapun yang datang menjenguk pasien lain, agar mereka tidak tertular, karena virus ini mudah tertular baik dari manusia, hewan pun sama. Dokter Amel, berikan informasi ini kepada Direktur Selly, agar Beliau bisa mengirimnya kepada Dr. Salim, ini butuh penanganan secepatnya,"ujar Dokter Ozman.
"Baik, Dok." Dokter Amel membawa hasil lab itu kepada Direktur Selly, sedangkan dokter yang lain ikut dengan Dokter Ozman.
"Dok, ini ruangan pasien yang tergolong paling parah kondisinya,"Dokter Rain berkata saat melihat Dokter Ozman.
"Kita mulai dari sini," mereka masuk ke dalam ruangan tersebut, terlihat seorang wanita berusia sekitar 35 tahun, terbaring dalam keadaan yang sangat lemah.
"Kondisi pasien belum stabil, dia masih terlihat cukup berat untuk bernapas,"ujar Dokter Rain.
"Beberapa pasien yang lain merasakan hal yang sama, mereka demam dan bahkan ada yang muntah juga, hal ini di sebabkan waktu mereka datang ke sini mereka menggunakan bus yang sama. Sudah terbukti jika virus ini tertular begitu cepat,"ungkap Dokter Rain.
"Pasien lain masih bertahan karena imun dalam tubuh mereka. Tetapi, pasien ini tergolong yang paling cepat merasakan virus ini, bisa dibilang dia adalah penyebabnya saat ini, berikan aku data riwayat pasien," Dokter Ozman melirik Dokter Ayu. Wanita ini memberikan data perjalanan pasien.
"Dia, baru kembali dari luar Negeri?"Dokter Ozman menatap Dokter Rain.
"Hasil lab keluar mereka semua terserang gejala Corona, tetapi semoga saja mereka tidak menular virus itu dan hanya gejala saja. Kita harus segera memberi perawatan kepada yang menderita gejala Corona agar hidup mereka terselamatkan sebelum corona menyebar!"Tegas Dokter Ozman, Dokter Ayu mengangguknya. Dokter Ayu memerintahkan Perawat Adi untuk mengisolasikan pasien yang mengindap gejala virus Corona agar kondisi tidak memburuk.
Dokter Ayu mengambil riwayat pemeriksaan pasien yang saat ini sedang mereka tangani.
"Dia mengalami sakit kepala kronis, kelelahan dan kurang nafsu makan, selama lebih dari setahun. Setelah bertemu temannya yang ada di Hongkong dia mulai batuk, muntah dan juga demam tinggi,"ucap Dokter Ayu.
"Sakit kepala, batuk dan demam tinggi serta muntah mungkin saja gejala virus Corona. Tetapi, kehilangan selera nafsu makan sepertinya ini tidak termasuk dalam gejala virus Corona. Jika dia sakit kepala lebih dari setahun itu mungkin saja disebabkan oleh hal lain. Mari kita lakukan tes ulang!"Ajak Dokter Ozman, dibalas anggukan oleh Dokter Rain dan Dokter Ayu.
malah tamatnya nggak jelas 🤧
RS ribut bener 🤭
tapi ini mereka dokter lho,moral e neng endi kalian lulus cara apa ,astoge
dr, Rendi tak sumpah i dirimu mencret2 sampe nggak sempat ke toilet,bleber2neng dalan 🤣🤣🤣