"di dalam agamaku, poligami memang diperbolehkan, tapi apa kamu bisa adil?? apa kamu mengerti apa makna kata adil??"
ucap Sarah pada Ardi sang suami yang baru saja melangsungkan pernikahan keduanya tanpa sepengetahuan sang istri.
dan lebih menyakitkannya, pernikahan Ardi di dukung oleh keluarga Ardi.
.
.
.
.
.
.
mampukah Sarah bertahan? atau meninggalkan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ambu_Radul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. mencari risma
Ardi masih pusing dengan kepergian Risma yang tiba-tiba. Kepalanya di buat sakit, selalu saja membuat Maslah kecil menjadi besar.
Kali ini Ardi menuju rumah orang tua Risma. Dia pasti disana. Dimana lagi Risma akan mengadu jika bukan pada ibu dan ayahnya.
"assalamualaikum"
"waalaikumussalam" Jawab salam ibu Risma dari dalam rumah.
"eeehhh, Ardi. Masuk nak." ibu Risma justru kaget dengan kedatangan Ardi. Ada apakah sampai menantunya datang sendirian kerumahnya.
"Ada apa nak? tumben kamu mampir kesini. Apa ga kerja kamu? O ya, mau minum apa? biar ibu buatkan." Selalu saja begitu, ibu Risma selalu saja memperlakukannya dengan baik. tidak seperti mamanya pada Risma.
"Apa aja Bu. Air putih juga ga apa-apa." Ardi merasa sungkan karna di perlakukan baik oleh mertuanya.
"Tunggu ya, ibu buatkan teh."
Ardi justru merasa curiga, tidak ada tanda-tanda keberadaan Risma di sana. Bahkan, ibunya saja kaget dengan kehadirannya barusan.
Apa Risma ga pulang kesini ya? terus kemana dia? jika ibu dan ayah tau anaknya kabur dari rumah, bisa habis aku. Batin Ardi
Ardi yang sudah kepalang tanggung datang kerumah orang tua Risma, harus memutar otak bagaimana dia mencari alasan agar tidak ketahuan jika Risma kabur dari rumah.
"Bu, aku boleh masuk ke kamar Risma? ada yang ingin aku cari. Risma meminta di bawakan tas kesayangannya." Ardi membuat alasan, memastikan Risma benar-benar tidak ada di rumah itu.
" ya boleh dong di. Masuk aja, kebetulan habis ibu bersiin, belum di kunci lagi."
Ardi bangkit dan memasuki kamar Risma. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Risma. Ardi semakin panik. Kemana Risma pergi?
Setelah mengambil tas Risma dari lemarinya secara acak, Ardi pamit pada ibu mertuanya dan segera meninggalkan rumah itu.
"Dimana Risma, dia ga ada di rumah orang tuanya. aaaakkhhh! harus kemana lagi aku cari kamu Risma? gimana kalau orang tua kamu tau tentang masalah ini?" Ardi berdialog sendiri dengan dirinya. Berkali-kali pria tampan itu meninju stir yang tak bersalah.
Sudah setengah hari Ardi memutari kota tempatnya tinggal. Tak ada tanda keberadaan sang istri. Perut Ardi kini demo minta di isi. Ardi mencari rumah makan terdekat dengan tempatnya berada sekarang.
Sebuah restoran Padang di pilih oleh Ardi. Berbagai hidangan bersantan sudah tertata rapi di atas meja. Membuat siapa saja yang duduk di hadapannya mengeluarkan liur karna tergoda.
Ardi memilih untuk memakan dua potong rendang dan sepiring sambal ikan bilis. Tak terasa dia lupa akan pencarian istrinya karna menikmati masakan Padang tersebut.
Ardi yang sedang asyik menikmati hidangannya terhenti sejenak saat dia melihat sebuah keluarga kecil memasuki rumah makan tersebut. Dia melihat lekat kearah seorang wanita yang sedang menggendong anak kecil di dadanya. Batinnya perih. Jika saja ego tak menguasainya, mungkin dia juga akan bahagia bersama Risma. Jika saja dia bisa menerima takdir, mungkin saja sekarang tak perlu repot-repot mencari keberadaan istrinya.
Malang memang takdir pria tampan satu ini. Kisah cintanya tak semulus wajah tampannya.
Saat hendak membayar makanannya, Ardi berpapasan dengan seorang pria muda. Mungkin usianya sebaya dengan istrinya. Tapi yang membuat Ardi bingung, setelah berpapasan, laki-laki itu langsung kabur bagai melihat hantu di siang bolong.
"Aneh"
Ardi langsung pergi dari rumah makan itu dan melanjutkan pencariannya.
Di berbagai sudut Ardi mencari Risma, entah mau kemana lagi dia mencarinya. hingga sampai saat ini pun belum ada titik terang tentang keberadaan Risma.
Hari makin gelap. jam sudah menunjukkan pukul 19.45. Belum juga Ardi bertemu dengan istri dan anaknya.
drrrttt
drrrttt
drrrttt
Suara panggilan masuk di handphonenya membuat Ardi menepikan mobil sebentar.
*mama calling*
"ya ma?"
"Gimana? ada kan istri kamu tu di rumah ibunya?"
"Ga ada ma, Risma ga pulang kerumah ibu"
"apa? terus kemana dong dia? aduh diiii. dia bawa cucu mama lho. pokoknya mama ga mau tau. Cucu mama harus ketemu. Terserah Risma mau ketemu apa ngga."
Ardi menyernyitkan jidatnya. Sikap ibunya kini tambah membuat kepalanya pusing.
janda kaya dak mau x dg duda kere adik mu