NovelToon NovelToon
My Brondong CEO

My Brondong CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Mafia
Popularitas:384.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aylis

"Tanda tangani ini atau kita bercerai," ucap Rey seraya menatap ke arah sang istri.

"Aku memilih pilihan kedua," Livanya kini telah bisa menjawab dengan tenang tanpa tangisan di mata nya.

"Apa?!" kerutan bingung tampak jelas di dahi pria itu.

...

Pernikahan yang romantis dan harmonis selama 8 tahun kandas saat sang suami membawa wanita lain ke rumah nya.

Di tengah kabut yang ia alami, Livanya di pertemukan dengan pria yang bahkan sudah mencari nya sejak lama.

Pria dengan obsesi gila yang bisa melakukan apapun untuk mendapatkan.

"Anda sudah mengambil malam pertama saya, bukan nya anda harus bertanggung jawab?"

Pria muda dengan senyuman yang indah memikat namun beracun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kewajiban istri

Suara air yang mengalir deras itu terdengar, tangan lentik itu basah dan wanita yang sedang menggosok kedua telapak tangan nya secara bergantian.

"Hah..."

Tubuh nya masih gemetar walaupun air dingin itu sudah membilas wajah nya berulang kali.

Ia sekarang tak tau lagi, siapa yang salah. Entah diri nya atau suami dan selingkuhan suami nya.

Pikiran nya kacau dan seluruh isi kepala nya di penuhi dengan hal-hal yang mungkin seharusnya tidak ia pikirkan.

Langkah nya berjalan berat, ia tak tau lagi apa yang harus ia lakukan sekarang, jujur saja untuk menemui putra nya sedikit berat.

Tapi di sudut rumah itu hanya kamar putra nya yang menjadi tempat yang paling tidak menjijikan untuk nya.

Walaupun mungkin ciuman nya telah di curi atau tubuh nya yang pernah di lihat oleh pria selain suami nya, ia sama sekali dan pernah tau semua itu karna semua hal tersebut terjadi di luar dari kehendak dan keinginan nya.

"Liv?"

Suara bariton yang terdengar lembut itu memanggil nya saat menunggu nya keluar dari kamar mandi.

Tak ada jawaban selain wajah datar dan mata yang tampak sayup.

"Maaf sayang..."

"Aku marah terus sama kamu, kamu tau kan? Kalau kamu ga bersikap kayak begini dari awal Kei juga ga akan jadi begitu?" Rayvan berucap dengan lembut seraya melemparkan permintaan maaf yang terdengar begitu tulus.

Setelah kemarahan dan semua frustasi yang ia lampiaskan dengan istri cantik nya kini pria itu meminta maaf.

Permintaan maaf yang seolah begitu tulus dan datang dari lubuk hati yang terdalam.

Livanya tak mengatakan apapun, jika suami nya terlihat seperti ini ia juga terlihat akan luluh lagi namun sesuatu yang mengganjal dan perasaan yang perlahan mati membuat luka nya mulai datang kembali.

Tangan yang memegang kedua pipi nya ia tepis dengan pelan.

"Rey? Kalau kamu tetap mau sama dia lepasin aku Rey..."

"Aku ga suka berbagi, untuk apapun termasuk suami ku, kamu..."

"Cuma bisa pilih satu Rey, aku atau dia." balas Livanya yang sama sekali tak mengatakan jawaban atas permintaan maaf dari suami nya.

Ia berjalan melewati pria itu, berlalu tanpa menoleh sekali lagi.

"Kamu tetep aja egois ya Liv?" ucap Rayvan yang tak habis pikir mengapa sang istri begitu ingin bercerai pada nya sedangkan ia merasa sanggup untuk bersikap adil.

Livanya tak menoleh sama sekali atau pun mendengarkan nya.

Melihat sang istri yang berlalu begitu saja membuat Rayvan tak mengatakan apapun lagi bahkan ia tak sempat bertanya mengapa pin apart rumah nya terganti dan apakah istri nya sudah keluar atau belum.

...

"Sakit?"

Plester dengan gambar beruang itu tampak menutupi luka gores di tangan mungil anak laki-laki berusia 7 tahun itu.

Tak ada jawaban sama sekali, hanya wajah imut yang di tekuk seperti menunjukkan protes pada sang ibu.

"Keinan kenapa berantem sama temen nya? Mau cerita sama Mama?" tanya Livanya dengan suara yang lembut sembari mengusap kepala kecil itu.

Keinan masih terdiam namun bibir nya terluhat sedikit gemetar seperti sedang menahan tangis.

"Kei?"

Satu panggilan lembut membuat tangis anak kecil itu pecah dan mulai memeluk sang ibu dengan erat.

"Hua..."

"Jangan pisah sama Pa.. Papa..."

Tangis nya yang memeluk sang ibu dengan erat.

Deg!

Livanya tersentak dengan permintaan putra yang mungkin sangat sulit untuk ia kabulkan.

"Kei? Kenapa? Cerita sama Mama biar Mama tau," Livanya bertanya namun ia tentu tak akan bisa menjawab permintaan putra nya.

"Ta.. tadi dia bilang Kei bakal ga punya Pa.. Papa karna Pa.. Papa selingkuh..."

"Pa.. Papa kan ga selingkuh kan Ma? Ma... Mama sama Papa tetep bakal ka.. kayak dulu lagi kan?" tanya Keinan dengan tangisan tersedu dan bahkan ia sendiri tak mengerti apa itu arti dari kata 'selingkuh'

Livanya tak bisa menjawab nya, ia tau jika putra nya harus menerima keadaan yang terjadi namun melihat tangisan dan luka yang di Terima oleh putra kesayangan nya membuat nya bungkam.

"Ma? Mama..." tangis Keinan sekali lagi pada ibu nya yang meminta jawaban.

Livanya menarik napas nya yang seperti tercekat di tenggorokan, ia memegang wajah mungil itu dan mengusap nya pelan.

"Kei bakal tetap punya Papa kok, Papa Kei ga akan kemana pun, Papa sama Mama tetap sayang sama Kei..." ucap Livanya yang memaksa senyuman nya walau ia tak ingin tersenyum sama sekali.

Livanya tentu mengatakan jika ia dan suami nya masih menyayangi putra nya namun tentu ia tak bisa berjanji jika ia tak akan berpisah dari ayah anak nya itu.

Keinan tak mengatakan apapun selain cegukan karna tangis nya namun ia menangkap jika sang ibu mengatakan keluarga nya masih akan baik-baik saja.

Ia memeluk erat sang ibu dan terlihat seperti tak ingin melepaskan nya sama sekali.

...

Pukul 23.45 wib

Jam yang mulai menunjukkan tengah malam namun pria itu tak bisa tidur sama sekali.

"Rasha? Sha?" panggil Rayvan pada sang kekasih yang baru saja menutup laptop nya karna pekerjaan yang membumbung tinggi.

"Iya?" gadis itu menoleh ke arah pria yang memanggil nya.

"Kita udah lama ya?" tanya Rayvan yang mencoba memeluk dan mencium tengkuk leher gadis itu.

Rasha menepis tangan yang memeluk nya, ia tau ini sudah berada dalam kurung waktu yang aman untuk berhubungan namun ia menolak nya karna ia sendiri sedang lelah.

"Aku capek Rey! Nanti aja!" ucap Rasha yang jelas menolak sangat berbeda dengan istri dari kekasih nya itu yang dulu tak pernah menolak ajakan suami nya.

Rayvan tak mengatakan apapun, ia hanya mendengus kesal dan melihat ke arah sang kekasih yang ingin naik ke tempat tidur nya yang dulu menjadi ranjang ia dan sang istri.

Namun kini istri nya sendiri lebih memilih untuk tidur di kamar putra.

...

Wanita itu masih memejamkan mata nya namun kini tidur nya mulai terusik.

"Uhh..."

Ia merasa risih, tentu seseorang yang tertidur tanpa bantuan obat sama sekali bisa terganggu jika tubuh nya di sentuh oleh seseorang.

Deg!

Mata abu-abu itu langsung membulat seketika melihat ke arah seseorang yang berada di atas tubuh nya dan sedang mengecup nya.

"Apa yang ka- Hupph!"

Mulut nya terbungkam oleh tangan besar yang langsung mendekap nya dengan erat.

"Sstt..."

"Jangan berisik, nanti Kei bangun..."

Bisik pria itu yang membuat nya terdiam setelah ekor mata yang melirik ke arah buah hati nya yang masih tertidur.

Tak!

Tangan yang membekap mulut nya itu di tepis dengan kuat hingga membuat nya terlepas.

"Minggir Ray! Aku ga akan ikhlas dan rela sedikit pun kalau kamu sentuh aku!" ucap Livanya dengan mata memincing dan suara yang gemetar walau terdengar berisik.

Humph!

Rayvan tak menjawab ancaman sang istri dan mulai menc*um bibir merah muda itu dengan agresif.

Tentu tubuh sang istri menggeliat, bukan nya ia menolak namun ia masih tak bisa menerima suami yang mungkin sudah melakukan hal itu bersama wanita lain selain diri nya.

Greb!

Ugh!

Livanya mengernyit, bahu nya terasa akan patah seperti ketika seseorang mencengkram nya dengan erat.

"Kamu mau Kei bangun dan lihat kita?" tanya pria itu yang langsung membuat tubuh kecil itu terdiam.

"Tenang Liv, lagi pula ini itu kewajiban kamu!" sambung pria itu yang kembali menc*um lengkung leher sang istri.

Livanya terdiam, dari pada memikirkan ia yang setuju atau tidak ia lebih memikirkan ke arah dampak yang mungkin bisa terjadi jika putra melihat sesuatu yang seharusnya tak pantas di lihat.

Tak ada perlawanan lagi kali ini namun manik abu-abu itu tampak berair dengan perasaan yang tak terima.

"Keterlaluan kamu Rey!" gumam nya dengan suara yang tercekat dan gemetar saat sang suami mulai menyatukan diri nya.

1
Elliyana 123
lagian mana ada isteri diselingkuhi mo akur dlm 1 rmh lg
falea sezi
egois bgt kenan
falea sezi
Jalang kcil berlagak korban
falea sezi
np g bs dpet gak asuh pengacara nya bloon ya
falea sezi
bertele tele tau cerai aja pake drama
falea sezi
katanya mandiri mandiri prett jalang
Intan Muthia
kegilaan mu Ed yg bikin aku suka sama kamu🔥🔥
Intan Muthia
🔥🔥🔥
Intan Muthia
obsesi Edgar sangaaattt 🔥🔥🔥
Intan Muthia
dari pertama udah selingkuh ya pasti nanti bakalan selingkuh juga, selingkuh itu penyakit susah di sembuhkan🔥🔥
Intan Muthia
kemana aja kamu thor😭😭😭
Lisa Halik
saya mampir thor
Akbar Razaq
ngeri ya di cintsi seorang psiko
Akbar Razaq
😅😅😅
echa purin
👍🏻
Iis Yuningsih
kk ditunggu ya up nya,makin seru aja ceritanya semangat kk💪🏻💪🏻💪🏻🥰🥰🥰🥰
Iren Nursathi
up nya jngn lama² thor slalu ku tunggu
Yus Nita
owalah...
seperti ny Livanya, klr dari mulut buaya
masuk ke mulut Harimau...
begitu juga dengan Keinan, diri ny tak di sukai oleh di apa pun baik Ayah tiri atau pun Ibu tiri gimana na nasib dan mental ny ke depan y...
Yus Nita
dasar suami tak tau ber syukur kamu Ray...
dulu sama Livanya kamu blh cerewet
sekarang Rasha kamu blg banyak tuntutan, padahal kamu puji dua wanita mandiri...
lah sekarang apa... merasakan di abai kan dan mencoba main api lg..
dasar biadabnya kamu DRay...
Yus Nita
sia2 karena perebutan menghampiri mu Rasha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!