NovelToon NovelToon
Cleaning The Thorne'S Empire

Cleaning The Thorne'S Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Action
Popularitas:726
Nilai: 5
Nama Author: Chi Chi chantika

Alistair Thorne, bos mafia London yang kaku dan perfeksionis, bertemu dengan Sloane Sterling, gadis jalanan galak yang ahli bersih-bersih tapi ceroboh luar biasa. Pertemuan mereka terjadi di tengah baku tembak, di mana Sloane justru memarahi Alistair karena mengotori lantai yang baru ia pel.

Terpikat oleh keberaniannya, Alistair membawa Sloane pulang sebagai asisten rumah tangga. Hidup sang bos dingin pun berubah jadi kacau: ia terus diteriaki karena menaruh jaket sembarangan dan terpaksa turun tangan ke dapur setiap kali Sloane hampir membakar rumah saat memasak. Di antara desingan peluru dan omelan sehari-hari, dimulailah kisah cinta yang lucu, kaku, dan penuh aksi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chi Chi chantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pencuri Berkelas dan Pasukan Sapu

Pagi di London biasanya dimulai dengan kabut tipis dan aroma teh Earl Grey, tapi di kediaman Alistair Thorne, pagi ini dimulai dengan "Operasi Sterilisasi Skala Besar". Sloane Sterling, mengenakan sepatu lari taktis putihnya dan ikat kepala kain perca, sedang meluncur di atas lantai marmer dengan kecepatan yang membahayakan nyawa vas bunga mana pun di dekatnya.

Alistair keluar dari ruang kerjanya, menyesuaikan kancing manset pada kemeja biru tuanya. Wajahnya yang biasanya datar kini tampak sedikit... gelisah. Tangannya memegang sebuah tablet yang terus bergetar.

"Nona Sterling," suara Alistair berat, memecah deru mesin vakum yang sedang dioperasikan Sloane.

Sloane mematikan mesinnya dengan sekali injak. "Alistair! Jangan berdiri di sana! Kau menghalangi jalur pembersihan radiasi debu di sudut itu!"

Alistair menghela napas, berjalan mendekat dengan langkah kaku. "Lupakan debu itu sejenak. Saya baru saja menerima notifikasi logistik yang sangat mendesak. Keluarga saya—Lady Eleanor dan adik saya, Beatrice—baru saja mendarat. Mereka akan sampai di sini dalam sepuluh menit."

Sloane mengernyit, menyandarkan vakumnya ke dinding (yang membuat Alistair meringis karena takut catnya tergores). "Keluargamu? Oh, jadi si Tuan Kaku punya keluarga? Aku pikir kau dikirim dari masa depan lewat kapsul baja."

"Sangat lucu, Nona Sterling," jawab Alistair tanpa ekspresi. "Masalahnya adalah, ibu saya memiliki standar ketertiban yang sangat... ekstrem. Dan Beatrice sering kali menjadi variabel yang memicu kekacauan emosional. Saya butuh Anda bersikap... normal. Sangat normal."

Sloane berkacak pinggang, menatap Alistair dari bawah ke atas. "Tenang saja! Aku akan memastikan rumah ini mengkilap sampai mereka bisa melihat masa depan mereka di lantai marmer ini. Dan aku akan bersikap sangat manis, seperti gula yang belum kedaluwarsa."

Alistair memijat pelipisnya. Ia merasa tidak tenang. Dalam kegelisahannya, ia tanpa sadar melepaskan jaket jasnya karena suhu ruangan terasa mendadak panas. Ia meletakkan jaket itu begitu saja di atas piano grand hitam yang sangat mahal di sudut ruangan.

"ALISTAIR THORNE!"

Alistair tersentak, bahunya menegang secara otomatis. "Ya? Apa ada penyusup?"

"ADA! KAU ADALAH PENYUSUP KEBERSIHAN!" Sloane menunjuk ke arah piano dengan kemocengnya seolah-olah itu adalah pedang. "Piano itu adalah instrumen seni seharga jutaan poundsterling! Bukan gantungan baju untuk jasmu yang penuh polusi jalanan itu! Gantung sekarang di tempatnya atau aku akan merendam semua koleksi dasimu di air sabun!"

Alistair menatap jasnya, lalu menatap Sloane. "Saya hanya meletakkannya sedetik karena saya sedang gugup—"

"TIDAK ADA ALASAN! Sedetik atau seribu tahun, kuman tidak pernah tidur! Gantung!"

Alistair Thorne, sang penguasa dunia bawah London, dengan patuh mengambil kembali jasnya dan berjalan menuju gantungan jas dengan wajah pasrah. "Saya akan... melaksanakannya."

Tepat saat Alistair menggantung jasnya, bel pintu utama yang berat berbunyi. DONG!

Alistair membeku. "Mereka sudah sampai. Nona Sterling, tolong—"

"Sst! Diamlah, Pak Bos. Biar aku yang urus," Sloane berjalan menuju pintu dengan langkah mantap, masih memegang sapu di satu tangan dan kemoceng di tangan lainnya.

Pintu terbuka. Dua wanita elegan melangkah masuk dengan aura aristokrat yang sangat kental. Lady Eleanor Thorne tampak anggun dengan gaun Chanel berwarna krem dan topi lebar yang sangat mahal. Di sampingnya, Beatrice, adik Alistair, mengenakan kacamata hitam besar dan menenteng tas tangan bermerek yang harganya mungkin setara dengan rumah kecil di pinggiran kota.

Sloane Sterling menyipitkan mata. Ia belum pernah melihat orang berpakaian seformal itu hanya untuk bertamu di pagi hari. Dalam otaknya yang lurus, ia mengingat peringatan Alistair tempo hari soal "penjahat yang semakin pintar".

"Berhenti di sana!" teriak Sloane, menghalangi jalan mereka dengan sapunya.

Lady Eleanor tertegun, wajahnya yang penuh makeup mahal tampak membeku. "Pardon? Siapa gadis berantakan ini, Alistair?"

Beatrice menurunkan kacamatanya sedikit, menatap Sloane dari atas ke bawah dengan tatapan merendah. "Alistair, apa kau sekarang mempekerjakan tunawisma untuk menjaga pintu depanmu?"

Mendengar kata "berantakan" dan "tunawisma", harga diri Sloane Sterling yang setinggi langit langsung terbakar. Ia menuding Lady Eleanor dengan kemocengnya.

"Wah, wah! Lihat ini!" Sloane tertawa sinis, menoleh ke arah Alistair yang sedang berdiri kaku di belakangnya. "Alistair, kau benar! Penjahat zaman sekarang memang sudah naik tingkat! Mereka tidak lagi pakai penutup muka hitam, tapi pakai gaun mahal dan topi besar supaya terlihat seperti orang kaya!"

Lady Eleanor terperanjat, memegang dadanya. "Apa? Dia bilang aku penjahat?!"

"Jangan pura-pura!" bentak Sloane pada Beatrice. "Kau pikir aku bodoh? Kalian pasti ingin masuk ke sini untuk mencuri vas bunga Alistair, kan? Pakaian bagus kalian tidak bisa menipuku! Mana ada tamu yang masuk rumah orang langsung menghina pemiliknya kalau bukan pencuri yang ingin mengalihkan perhatian!"

"Gadis kampung ini benar-benar lancang!" Beatrice berteriak, wajahnya memerah. "Kami ini keluarganya! Minggir atau aku akan memanggil polisi!"

"Hah! Polisi?! Aku yang akan memanggil ambulans untuk kalian kalau tidak segera keluar!" Sloane mulai mengayunkan sapunya ke depan kaki Beatrice. "Keluar! Jangan kotori lantai marmer ini dengan sepatu kotor kalian! Pencuri berkelas atau bukan, kalian tetap sampah di mataku!"

"ALISTAIR! LAKUKAN SESUATU!" Lady Eleanor berteriak saat Sloane mulai melakukan gerakan "sapu maut" ke arah kakinya.

Alistair Thorne merasa otaknya mendadak blank. Ia melihat ibunya yang terhormat sedang mencoba melompat-lompat menghindari sapu Sloane, sementara Beatrice mulai berlari mengelilingi sofa sambil berteriak histeris.

"Nona Sterling! Hentikan! Mereka benar-benar—"

"LARI, ALISTAIR! BIAR AKU YANG MENANGANI PARA KRIMINAL BERKEPAKAIAN MAHAL INI!" Sloane mulai mengejar Beatrice mengelilingi piano. "Heh, Nona Kacamata! Berhenti lari dan hadapi sapuku!"

Adegan itu benar-benar kacau. Lady Eleanor mencoba berlindung di balik patung antik, sementara Beatrice dikejar-kejar oleh Sloane yang berteriak soal "pencuri yang naik tingkat". Alistair berdiri di tengah ruangan, menutup wajahnya dengan kedua tangan, hampir jatuh pingsan karena malu dan stres yang luar biasa.

"Secara administratif..." gumam Alistair di balik telapak tangannya, "ini adalah kiamat domestik."

Setelah beberapa menit kejar-kejaran yang melelahkan, Alistair akhirnya berhasil menangkap pinggang Sloane dan mengangkatnya menjauh dari keluarganya yang sudah terengah-engah.

"NONA STERLING! CUKUP!" teriak Alistair dengan suara yang jarang ia gunakan.

Sloane masih meronta-ronta di udara, kakinya menendang-nendang. "Lepaskan aku! Aku hampir berhasil menangkap pencuri topi besar itu!"

"Dia adalah ibu saya! Lady Eleanor!" Alistair mengatur napasnya yang memburu. "Dan yang sedang bersembunyi di balik sofa itu adalah Beatrice, adik saya!"

Hening seketika.

Sloane berhenti meronta. Ia menoleh perlahan ke arah Alistair, lalu ke arah Lady Eleanor yang sedang merapikan topinya yang miring dengan tangan gemetar, lalu ke arah Beatrice yang tampak siap menangis.

"Oh..." gumam Sloane pelan. "Jadi... mereka benar-benar keluargamu? Bukan pencuri yang menyamar jadi orang kaya?"

Alistair menurunkan Sloane ke lantai dengan sangat hati-hati, wajahnya pucat pasi. "Bukan. Sama sekali bukan."

Lady Eleanor melangkah maju, wajahnya penuh amarah yang tertahan. "Alistair Thorne! Jelaskan padaku kenapa ada gadis bar-bar berbau deterjen ini di rumahmu dan kenapa dia menyerang ibu kandungmu sendiri dengan sapu?!"

Beatrice keluar dari balik sofa, menunjuk Sloane dengan jari yang gemetar. "Dia gadis kampung yang mengerikan! Lihat pakaiannya yang lusuh itu! Alistair, kau harus memecatnya sekarang juga!"

Sloane yang baru saja ingin meminta maaf, langsung menutup mulutnya rapat-rapat saat mendengar kata "gadis kampung" lagi. Ia berkacak pinggang, menatap Beatrice dengan berani.

"Heh! Pakaianku mungkin lusuh, tapi aku tidak pernah masuk ke rumah orang tanpa permisi dan menghina mereka! Dan kau, Nona Manja, jika kau tidak suka cara kerjaku, silakan bersihkan sendiri debu di bawah sofamu itu!"

Alistair berdiri di antara mereka, merasa seperti sedang berada di tengah-tengah dua kubu yang siap meledak. "Ibu, Beatrice... Sloane adalah asisten rumah tangga saya yang paling... efisien. Dia akan tetap di sini. Saya yang menjaminnya."

Lady Eleanor menatap Alistair dengan tidak percaya. "Kau membela gadis kampung ini daripada ibumu sendiri?"

Alistair menatap Sloane sejenak, melihat wajah gadis itu yang tetap tegak meskipun dihina. "Dia bukan gadis kampung. Dia adalah Sloane Sterling. Dan di rumah ini... dia yang mengatur protokol kebersihan. Termasuk protokol... penyambutan tamu."

Alistair hampir tertawa sendiri saat mengucapkan kata "protokol penyambutan", karena ia tahu itu adalah istilah yang sangat kaku untuk menutupi aksi kejar-kejaran sapu tadi. Namun, melihat wajah keluarganya yang syok dan wajah Sloane yang tampak puas, Alistair merasa bahwa hari ini akan menjadi hari terpanjang dalam sejarah hidupnya.

To be continued....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!