NovelToon NovelToon
Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Dinikahi Sang CEO Lupa Ingatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Jangan pernah jatuh cinta padaku, karena kontrak ini tidak menyertakan perasaan," itulah aturan nomor satu yang ditulis oleh Arga Dirgantara untuk istrinya.

​Selama dua tahun, Keysa hidup dalam bayang-bayang. Sebagai istri kontrak, ia adalah asisten yang tak terlihat, tameng perusahaan, dan sosok yang paling dibenci Arga karena dianggap sebagai penghalang kebahagiaan pria itu dengan wanita lain. Keysa sudah siap untuk menyerahkan surat cerai dan pergi selamanya.

​Namun, takdir punya rencana lain. Sebuah kecelakaan fatal menghapus memori Arga selama tiga tahun terakhir.

​Saat pria itu membuka mata, ia tidak lagi melihat Keysa sebagai 'istri kontrak' yang menyebalkan. Ia melihat seorang wanita yang dingin, cerdas, efisien, dan memiliki tatapan tajam yang membuat jantungnya berdebar tanpa alasan.

​"Siapa kau sebenarnya?" tanya Arga dengan nada posesif. "Dan kenapa setiap kali aku melihatmu, aku merasa aku adalah orang paling bodoh karena pernah membiarkanmu menangis?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Pulang ke Tempat Asing

​"Pegang lenganku erat-erat. Dokter sudah mengingatkan, jahitan di kepalamu bisa robek lagi kalau kamu banyak bergerak."

​Keysa menekan enam digit angka kata sandi pada panel pintu utama apartemen Skyville Residence. Bunyi klik pelan terdengar sebelum ia mendorong pintu kayu tebal tersebut hingga terbuka lebar.

​Arga menyandarkan sebagian berat tubuhnya pada bahu Keysa. Napas laki-laki itu terdengar berat, menahan nyeri tajam di area tulang rusuknya setiap kali melangkah.

​"Seharusnya kamu diam saja di ranjang rumah sakit," omel Keysa dengan nada datar, sama sekali tidak ada kelembutan dalam suaranya. Ia menuntun Arga masuk. "Tapi kamu malah mengancam akan menuntut direktur rumah sakit dan memecat dokter bedahnya kalau mereka tidak membiarkanmu pulang malam ini juga."

​"Aku CEO, bukan pesakitan. Aku benci bau karbol dan suara mesin monitor sialan itu," balas Arga kasar. Laki-laki itu melangkah gontai memasuki ruang tamu apartemen yang sangat luas. "Lagipula, dokter bodoh itu sendiri yang menyarankan aku butuh lingkungan yang familier untuk memancing kepingan ingatanku."

​"Duduk di sofa itu. Jangan ke mana-mana." Keysa melepaskan pegangannya secara sepihak, membiarkan Arga menjatuhkan diri ke atas sofa kulit buatan Italia berwarna hitam legam. "Aku ambilkan obat pereda nyeri dan air minum."

​Keysa meletakkan tas kerjanya di atas meja nakas terdekat, lalu melangkah menuju dapur dengan gerakan-gerakan efisien. Sepatu hak tingginya berketuk konstan di atas lantai kayu merbau, menggema di ruangan yang sunyi.

​Sambil menahan pening yang luar biasa mendera tengkoraknya, mata Arga menyapu ke seluruh penjuru ruangan. Apartemen ini sangat besar, berada di lantai atas gedung pencakar langit dengan jendela kaca purnarupa yang menampilkan hamparan gemerlap lampu kota. Semuanya tertata sempurna. Namun terlalu rapi, terlalu bersih, nyaris tanpa kehidupan sama sekali. Tidak ada vas bunga, tidak ada tumpukan majalah, dan yang paling mengganggu logika Arga adalah satu hal yang sangat fatal.

​"Kenapa tidak ada satu pun bingkai foto di ruangan ini?" selidik Arga dengan nada curiga saat Keysa kembali dari dapur. Perempuan itu membawa nampan kecil berisi segelas air putih dan dua butir pil. "Kalau kita memang sepasang suami istri seperti klaim gilamu di rumah sakit tadi, setidaknya ada foto pernikahan kita yang terpajang di dinding."

​Keysa meletakkan gelas dan obat itu di atas meja kaca tepat di depan lutut Arga. Ia sama sekali tidak berusaha menyentuh tangan suaminya apalagi menyuapinya. Gerakannya sangat taktis, menjaga jarak aman bak seorang asisten yang berhadapan dengan atasannya.

​"Sudah aku jelaskan saat di rumah sakit. Pernikahan kita bukan untuk dipamerkan." Keysa mundur satu langkah, berdiri tegap bersedekap dada menatap Arga menelan pilnya. "Kita tidak pernah mengambil foto pernikahan. Publik luar hanya tahu CEO Alvandra Group sudah menikah dari rilis pers singkat dua tahun lalu. Selebihnya, kehidupan pribadi kita tertutup rapat dari jangkauan media. Itu adalah aturan ketat yang kamu buat sendiri."

​Arga meletakkan gelas dengan sedikit kasar hingga berbunyi nyaring beradu dengan meja kaca. "Aturan yang aku buat sendiri?"

​"Ya. Aturan nomor satu: jangan pernah ikut campur urusan pribadi masing-masing. Aturan nomor dua: jangan pernah jatuh cinta." Keysa menjawab lancar tanpa beban, mengutip kalimat yang Arga lontarkan tepat di hari mereka menandatangani akta nikah.

​Arga mendengus pelan, sebuah senyum sinis terbit di sudut bibirnya yang masih pucat. Ia menopang kepalanya yang berdenyut dengan satu tangan. Logika di otaknya yang mundur tiga tahun lalu menolak keras fakta ini. Ia tidak mengenal perempuan di depannya ini, namun cara perempuan ini berbicara padanya tanpa sedikitpun rasa gentar sukses memancing egonya. Di dala ingatannya, smua orang di kantor, dari manajer hingga dewan direksi, selalu menunduk saat berhadapan dengannya. Tapi perempuan yang mengaku sebagai istrinya ini justru membalas tatapannya dengan sorot menantang.

​"Aku butuh istirahat. Di mana kamarku?" tuntut Arga, memaksakan diri untuk berdiri tegak walau tubuhnya masih limbung.

​"Lorong kanan, pintu paling ujung."

​Arga melangkah pelan menuju lorong yang ditunjuk Keysa. Keysa mengikuti dari belakang, menjaga jarak aman sekitar satu meter, hanya untuk memastikan CEO keras kepala itu tidak jatuh pingsan dan kembali merepotkannya.

​Tangan besar Arga mendorong pintu kayu jati berukuran ganda itu. Kamar utama tersebut didominasi warna monokrom. Abu-abu gelap dan hitam kelam. Arga berjalan tertatih menuju ruang ganti pakaian, berniat mencari kaus santai untuk mengganti kemejanya yang berbau tidak enak.

​Saat ia membuka deretan pintu lemari, gerakannya terhenti seketika.

​Matanya memindai isi lemari. Kemeja kerja bermerek, jas-jas mahal kelas dunia, dasi sutra murni, dan deretan jam tangan mewah. Semuanya murni barang milik laki-laki. Arga berbalik, berjalan menuju kamar mandi dalam, lalu menggeser pintu kacanya. Hanya ada satu sikat gigi, sabun mandi cair beraroma kayu pekat, dan pisau cukur. Arga kembali keluar, menatap tajam ke arah meja rias yang kosong melompong. Tidak ada botol parfum wanita, tidak ada deretan perawatan kulit, tidak ada alat rias.

​Kamar ini murni wilayah kekuasaan seorang laki-laki lajang.

​Arga memutar tubuhnya perlahan, menatap Keysa yang berdiri bersandar di ambang pintu kamar dengan wajah tanpa ekspresi.

​"Kamu bilang kamu istriku?" Arga melangkah mendekat, memangkas jarak di antara mereka hingga tersisa dua jengkal. "Lalu di mana barang-barangmu? Kenapa kamar ini terlihat persis seperti kamar hotel singgah yang tidak pernah dihuni oleh seorang wanita?"

​"Karena memang tidak ada barangku di sini," jawab Keysa datar. Ia sama sekali tidak mundur walau Arga mengintimidasinya dari jarak sedekat itu. "Aku tidur di kamar tamu. Tepat di sebelah ruang kerjamu."

​"Kita pisah kamar?"

​"Itu salah satu klausul utama dalam kontrak kita. Zona privasi penuh."

​Arga menatap lekat-lekat manik mata cokelat terang milik Keysa. Laki-laki itu sedang berusaha mencari celah kebohongan di sana, tapi ia hanya menemukan benteng pertahanan yang sangat kokoh. Kebingungan Arga kini perlahan berubah menjadi rasa penasaran yang mematikan. Istri macam apa yang rela hidup terkurung dalam aturan sedingin es ini? Dan pria idiot macam apa dirinya yang tega membiarkan wanita secerdas dan semenarik ini menjauh darinya setiap malam?

​Arga tiba-tiba melangkah maju, bahunya menyenggol pelan bahu Keysa saat ia melewati ambang pintu.

​"Hei, mau ke mana kamu? Efek obatnya sebentar lagi bekerja, kamu harus langsung tidur!" seru Keysa, sedikit tersentak oleh pergerakan mendadak suaminya.

​Arga sama sekali tidak menggubris teguran Keysa. Kakinya melangkah pasti menuju lorong tempat kamar tamu berada. Ia mendorong pintu kamar itu hingga terbuka lebar. Mata Arga langsung tertuju pada sebuah koper berukuran kabin berwarna perak yang teronggok di sudut ruangan, tanda bahwa penghuni kamar ini sudah siap untuk angkat kaki kapan saja.

​Tanpa membuang waktu, Arga melangkah masuk dan mencengkeram gagang koper tersebut dengan tangan kirinya.

​"Apa yang kamu lakukan?" Keysa menyusul masuk, matanya melebar melihat Arga menarik koper miliknya yang sudah ia kemas rapi sejak sebelum insiden kecelakaan terjadi.

​"Membawa apa yang seharusnya ada di tempat yang benar." Arga menyeret koper itu keluar, memaksakan tenaganya menembus rasa sakit di dadanya.

​"Itu barang-barangku! Lepaskan!" Keysa mengejar langkah Arga, mencoba meraih koper tersebut dari tangan suaminya. "Kamu sedang sakit, jangan bertingkah konyol!"

​Arga mengabaikan protes Keysa seolah angin lalu. Ia menyeret koper itu menyusuri lorong sampai masuk kembali ke dalam kamar utama. Dengan satu sentakan kuat yang membuat rahangnya mengeras menahan nyeri, Arga meletakkan koper itu tepat di tengah ruangan, tepat di ujung ranjang king size miliknya.

​Keysa berdiri mematung di ambang pintu kamar utama, napasnya sedikit memburu melihat kelakuan irasional laki-laki yang kehilangan ingatannya itu. "Kembalikan koperku ke kamar tamu sekarang juga, Arga."

​Arga berbalik badan, memutus jarak di antara mereka berdua sekali lagi. Ia menatap wajah Keysa dengan kilat mata yang sama sekali tidak bisa dibaca, perpaduan antara dominasi yang tidak kenal kompromi dan obsesi baru yang mengakar cepat.

​"Mulai sekarang, aturan lama dibatalkan," desis Arga tepat di depan wajah Keysa, suaranya berat dan mengancam. "Tidur di sini, atau kita berdua tidak tidur sama sekali malam ini."

1
Savana Liora
sabar
Popy Ana
duh ini keposesifan Arga yg pertama setelah sembuh dari lupa ingatan Nya..
semoga Arga bisa meluluhkan hati Keysa walaupun harus menunggu waktu yg lama..
Popy Ana
sungguh dramatis sekali Arga nasibmu sudah bercerai kamu baru ingat semua masalalumu.. dan itu sangat baik untuk Keysa..
Popy Ana
ciyus arga gak mau ngamok dulu minimal banting kursi lah 😁🤣🤣
Popy Ana
aku mau nangis loh sumpah 🤭
Popy Ana: ini karma untuk Arga ya Thor 🤭
total 2 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Ratna liat anak sakit di rawat bkn tanya apa yg sakit ke Arga malah ngehina dan ngerendahin Keysa trus malah mau jodohin Arga lg 😏😏 ampun dah ada ya ibu seperti Ratna gak ada khawatir"nya sama anak sendiri 😏😏 skrng Arga pasti lbh dingin dan kejam deh sama orang tp dia akan lembut sama Keysa tp perjuangan Arga gak akan mdh buat bisa balik lg sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
jd pengen th kekejaman apa aja yg tlh Arga lakukan sama Keysa 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah skrng waktunya Arga berjuang buat luluhin hati Keysa secara benar bkn karna hilang ingatan atau ego semata karna sejujurnya dr awal saya setuju kl Keysa berjodoh dngn Arga karna mereka cocok cuma saya gak mau Keysa di perlakukan seperti itu oleh Arga jd Arga hrs di kasih pelajaran dulu Thor biar dia th arti kehilangan seorang yg benar" dia cintai dan arti penyesalan yg meruntuhkan semua egonya karna seorang Keysa 😏😏 jd nanti kl bisa Arga dan Keysa di persatukan lg tp jngn skrng karna kita jg hrs liat perjuangan Arga buat dapetin Keysa lg 😉😉
Savana Liora: belum tau ya kak. kita lihat saja nanti kemana ketikan othor membawa mereka
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
nah Arga skrng kamu thkan kenapa Keysa kekeh pengen pergi dr kamu skrng nikmatilah penyesalan mu karna ditinggal Keysa pergi 😏😏
Savana Liora: iya makasih ya
total 1 replies
hana
hari ini tiap part bikin sesak nafas semua😔😢
hana: 😆😆😆😆😆
total 2 replies
Eni Istiarsi
baguslah kamu kena amnesia, Arga.. mungkin biar kamu introspeksi bagaimana kamu selama ini memperlakukan Keysa sebagai istrimu
hana
maafkan masih kurang puas thor crazy up nya🤭🤭🤭
hana: siap 🫡semangat ya thor👏💪
total 2 replies
MamDeyh
/Sweat/
Popy Ana
😭😭😭😭 key sedih aku key... usahamu berpisah dari Arga gagal total. Arga kamu menahan Keysa di sisimu saat kamu lupa ingatan dan berubah 180° dari sikap dan perlakuan kamu yg dulu . ya jelas lah Keysa gak mudah percaya..
apalagi Keysa sosok mandiri tangguh dan badass..
Popy Ana
yah ketahuan gagal dong Keysa kabur dari Arga 😏
Popy Ana
jangan sampai kecolongan lagi key..
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Keysa jngn mau kalah sama Arga junjung tinggal harga dirimu biar Arga th kamu bkn wanita yg mdh di perdaya oleh apa yg Arga punya atau lakukan 😏😏💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ternyata gagal Keysa mengelabui Arga pdhl tinggal sedikit lg 😏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
semoga lancar Keysa saya doakan kamu bisa lepas dr Arga stlh itu kita liat perjuangan Arga untuk bisa meyakinkan kamu jd miliknya lg 😏😏
Popy Ana
aw aw aw... ada angin topan sepertinya yg mulai menggoyahkan pertahanan kedua sisi 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!