Arai Zen, seorang pelajar normal yang menduduki bangku sekolah menengah keatas. Ia tak memiliki kelebihan tertentu yang membuatnya tak terlalu terkenal disekolahnya.
Ia lebih suka menyendiri sambil membaca novel di waktu luangnya. Bukan berarti dia anti sosial. Ia masih memiliki teman namun tak terlalu dekat karena sikapnya.
Namun ia memiliki suatu rahasia yang tak diketahui siapapun. Suatu hari, saat ia sedang jogging, ia secara tak terduga tertabrak oleh sebuah truk.
Dan saat ia membuka matanya, ia melihat seorang yang mengaku sebagai dewa, dan ia akan di hidupkan kembali ke dunia lain bersama dengan 2 permintaan yang Zen inginkan.
Bagaimana kelanjutan cerita Zen didunia lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kings Path, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chp 35 : Rencana Pulang
Setelah mengirim surat, Zen pun kembali ke kamarnya, dan mengambil fake blood dragon dari dalam inventory nya. Zen pun langsung meminum potion tersebut. Dan sesaat tubuh Zen terasa sangat panas.
Dan sesaat kemudian, tubuh Zen kembali normal. Ia juga merasakan kalau tubuhnya jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Wow! Secepat itu? Aku pikir akan ada proses penyerapan, tapi itu datang dan pergi begitu saja."
Zen yang penasaran ia berhasil menguatkan tubuhnya seberapa pun membuka statusnya.
_________
[Nama] : Zen Arai
[STR 68 AGI 64 INT 70 VIT 70]
[Class] : Swordmage(Hijau ↑)
[Title] : {Never Give Up}, {Wolf Hunter}, {Maniac Killer}, {Bear Killer}.
[Skill] : Mata Kebenaran(EX), Elemen api biru(A), Elemen angin(B), Elemen petir(A) Pelapisan Qi(B), Acceleration(B+), Spirit Blessing(B+), Fusion(S), Fire resistance(C), Swordmage mana sirculation(S), Alchemy Eye(B+).
[Spesial ability] : Time And Space, Body Refinement(20%), Slash Swordmanship(50%).
[Coin] : 270.000
[Shop]
[Inventory] : Palladin Sword(C+), Azure sword(B), Pedang api(D), High rage potion(A), Health potion(19), Mana potion(6), Stamina potion(9), Blue core(34), Orange core(49), Book Swordmage mana circulation, Book of slash, Book of alchemy.
_________
"Hmm, lumayan juga, Str ku bertambah 3 poin sedangkan Vit bertambah 1. Untuk levelku yang sekaran 4 poin stat itu cukup berharga."
Kemudian Zen melihat kalau coin miliknya sudah sangat banyak, bahkan melebihi coin yang ia kumpulkan selama 6 tahun. Zen pun tanpa basa basi langsung membuka menu shop, dan mencari sebuah item yang mungkin bisa berguna.
Namun setelah mencari-cari selama 20 menit, Zen tak membeli satu pun item di shop. Itu bukan karena barang-barang yang ada di sana jelek, namun Zen yang galau karena terlalu banyak item yang berguna hingga ia sendiri bingung ingin membeli item yang mana.
Karena hal itu, Zen pun memutuskan untuk menyimpannya terlebih dahulu mungkin suatu saat ia akan membutuhkan item tertentu.
Sebenarnya ia menginginkan buku swordmanship lagi, itu karena buku slash swordmanship yang harganya berada di bawah 10.000 saja sudah sekuat ini, apa lagi buku yang ada di harga 100.000 keatas.
Namun Zen mengurungkan niatnya, mungkin ia akan membeli buku swordmanship lagi jika ia sudah 100% menguasai swordmanship yang ia gunakan sekarang.
Karena tak tahu mau melakukan apa, Zen pun berkeliling akademi, siapa tahu ia menemukan sesuatu yang bagus.
Saat Zen berkeliling, ia bertemu dengan Aaron dan Alicia yang tengah duduk di taman akademi.
"Kalian berdua, ngapain di sini?"
"Oh, Zen. Kami hanya sekedar ngobrol saja." Ucap Aaron.
"Oh, ngomong-ngomong kalian bergabung dengan guild apa?"
"Soal itu kami tak bergabung ke guild manapun," jawab Aaron.
"Ha? Kenapa?"
"Kamu tahu sendiri kan, kalau kami itu seorang elf, dan setelah lulus dari akademi aku dan Alicia akan kembali ke tempat asal kami."
"Ah... Begitu ya. Sayang sekali."
"Tenang saja, bukan berarti kita tak akan bertemu lagi, kita juga tetap menjadi rekan."
"Ya, benar juga."
"Kalau begitu kenapa kau tak cerita saja kehidupanmu di kerajaan elf?"
"Yahh, soal itu aku masih mau merahasiakannya, suatu saat kau akan tahu dengan sendirinya."
"Ha? Apa-apaan itu? Tak seru." Zen pun menggunakan mata kebenarannya ke Aaron.
__________
[Nama] : Aaron Alerathla(Elf)
[STR 45 AGI 46 INT 37 VIT 39]
[Class] : Ksatria(Biru)
[Skill] : Elemen angin(A), Fighting Spirit(B), Spirit blassing(B+)
___________
[Syarat penyalinan]
Tak bisa menyalin 2 target yang sama.
___________
"Apa kau orang penting di sana?"
"Ah, tentu saja tidak. Mana mungkin seorang yang penting bisa sendirian di sini tanpa pengawasan"
[Ding, mata kebenaran mendeteksi kebohongan]
'Jadi begini ya fungsi pendeteksi kebenaran, selama ini aku tak menggunakannya karena tak menemukan momen yang penting untuk menggunakan ini.
Dan ia terdeteksi berbohong, itu berarti Aaron dan Alicia merupakan orang penting di sana. Yahh... Setiap orang memiliki rahasianya masing-masing.
"Benar juga katamu. Kalau begitu aku pergi terlebih dahulu. Kalian lanjutkan saja pembicaraan kalian."
'Hahh, aku kira bisa menyalin skillnya, ternyata tak bisa menyalin target yang sama, padahal aku menginginkan skill Fighting spirit miliknya.'
Setelah itu, Zen pun pergi, dan melanjutkan berkeliling akademi. Dan ia pun bertemu dengan seorang gadis cantik yang cukup familiar di mata Zen, ia juga menempati peringkat 3 di ujian kelulusan. Ya, dia adalah Elizabeth.
"Apa maumu?"
"Hey-hey, jangan dingin begitu, kita sudah lama tak bertemu kan? Apa lagi ngobrol begini, mungkin sudah 6 tahun."
....
"Hahh, baiklah, jadi apa maumu?"
"Cuma mau ngobrol saja kok. Ngomong-ngomong kamu masuk ke guild apa?"
"Aku tak pergi kemanapun, setelah ini aku akan pergi ke asosiasi mage, dan bergabung ke asosiasi mage air."
"Ah, begitu ya..."
Ditengah-tengah percakapan mereka berdua, Zen menggunakan mata kebenaran kepada Elizabeth.
_________
[Nama] : Elizabeth Arabella Aurora
[STR 58 AGI 59 INT 70 VIT 54]
[Class] : Mage(Hijau ↓)
[Skill] : Elemen air(A), Elemen angin(A), Elemen frost(A+), Endless mana(S)
__________
[Syarat menyalin keterampilan]
Katakan kepada Elizabeth ' Sebenarnya aku mencintaimu dari dulu'.
___________
Zen yang melihat syarat dari penyalinan pun menggelengkan kepala, tak menyangka dari dulu system seperti berniat menjodohkan dirinya dengan Elizabeth entah mengapa. Karena Ia sebenarnya ingin menyalin skill elemen frost milik Elizabeth.
"Memangnya kenapa?"
Zen yang menyadari kalau Elizabeth telah memasuki tingkat hijau, dan bahkan stat Int miliknya sudah ada di puncak tingkat hijau pun terkejut.
"Nggak apa-apa kok, tapi dengan kekuatanmu yang sudah mencapai tingkat hijau mungkin akan mudah bagimu masuk ke asosiasi mage es."
"Tentu sa- Eh? Bagaimana kau tahu aku sudah mencapai tingkat hijau!?"
"Itu terlihat, aku punya kemampuan untuk melihat aura seseorang, dan auramu itu sudah menapaki tingkat hijau."
"Benarkah itu?"
"Ya, tentu saja. Mau gimana cara aku tahu tingkat kekuatanmu."
....
"Ya, aku memang telah berada di tingkat hijau, kau juga begitu kan? Tak mungkin bisa mengalahkan monster tingkat hijau jika berada di tingkat biru, toh perbedaan kekuatan antara biru dan hijau sangat besar."
"Ya, seperti yang kau duga. Tapi bagaimana kau bisa jauh lebih kuat dalam waktu singkat? Normalnya seharusnya para murid berbakat sepertimu berada di tingkat biru,"
"Ha? Apa kau meremehkan ku!?"
Sesaat udara di sekitar menjadi sedikit lebih dingin.
"Eh, tentu tidak, contohnya aku, aku bisa bertambah sekuat ini karena ada guru yang membimbingku, sedangkan kamu hanya berada di akademi seperti murid lainnya."
"Aku hanya latihan seperti biasa," ucap Elizabeth yang langsung bergegas pergi meninggalkan Zen.
"Hahh, bagaimana aku mengatakan 'aku mencintaimu dari dulu' Jika dia nya saja sedingin itu, aku ragu bahkan jika aku mengatakan kalau itu hanya bercanda. Mungkin ia akan tetap membekukan aku dalam sekejap."
Bersambung>>
udah lama aku nungguin nih
udara atau langit