NovelToon NovelToon
Dear Sang Mantan

Dear Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:108.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zandzana

Hidupku yang semula tenang dan damai dengan keluarga kecilku tiba-tiba berubah ketika aku bertemu dengan cinta pertamaku

Benar kata orang cinta pertama tak bisa dilupakan, dan cinta pertama bisa jadi bukan pacar pertama

Tapi ini adalah cinta pertama sekaligus pacar pertamaku. Kehadirannya dalam diriku kembali yang tak disangka-sangka mampu membuat duniaku jungkir balik 360 derajat

Semua cinta dan khayalan kami dulu serasa bermunculan kembali dan aku makin sulit bergerak dalam lingkaran perasaan yang tak bisa aku hindari

Tuhan.... tolong aku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zandzana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajakan Rujuk

Mas Arif mengangguk, dan menatap wajahku dengan raut muka sedih. Entahlah itu benar-benar sedih atau memang akal-akalan dia biar aku kasihan sama dia terus merelakan uang pembagian hasil jual mobil itu untuknya semua

"Kenapa mas harus sedih?, harusnya mas itu senang karena akhirnya aku menikah lagi dan tidak lagi jadi janda"

Mas Arif melengos dan aku tidak memperdulikannya

"Jika memang karena aku akan menikah mas tidak mau membagi dua uang jual mobil itu tidak apa, aku sadar kok mas, sepeser pun tak ada uang aku, semuanya duit mas, jadi yaaaaa wajar kalau mas tidak mau membaginya"

Aku tersenyum getir, mendapati bahwa itu rahasia suamiku, entah dia licik atau pintar atau memang akunya yang kata mamanya mas Arif yang tidak tahu malu?

"Dibagi atau tidak aku tidak mengapa mas, aku tidak akan menuntut di pengadilan seperti yang aku katakan pada mama, tapi setidaknya disini aku mengerti mas, bahwa picik sekali cara berpikir kamu"

"Mas saja sakit hati mendengar kabar aku mau menikah, terus bagaimana perasaan aku kemarin yang melihat mas mesum di depan mata kepala aku langsung?"

Mas Arif diam mendengar aku berkata demikian, kembali dia membuang mukanya dan berusaha menghindari tatapanku

"Aku pulang ya mas, salam buat Mirna, semoga Mirna sehat begitu juga dengan janinnya" setelah berkata seperti itu aku berdiri, menghempas nafas panjang sebentar lalu berusaha tersenyum kearah mas Arif yang mendongak menatap ku

"Ma..!"

Aku yang telah melangkah berhenti ketika kudengar suara langkah lari di belakangku, saat aku berbalik secepat kilat mas Arif mendekap ku

"Maafkan aku ma, maafkan aku. Tolong ma jangan tinggalkan aku, jangan menikah lagi ya ma, Please..., aku akan menceraikan Mirna begitu aku keluar dari penjara ini, dan kita rujuk lagi, tolong...."

"Aku janji apapun akan aku lakukan asal mama mau rujuk sama aku, kalau kata mama aku diam saja di rumah, biar aku tidak jelalatan melihat wanita lain, oke, akan aku lakukan, asal mama tidak menikah dengan lelaki manapun, ya ma?"

"Pakai surat perjanjian di atas materai juga aku siap ma"

Aku melepaskan tangan Mas Arif yang memelukku, menggenggamnya erat dan menatap matanya yang basah

"Aku tidak akan mundur selangkahpun mas, mas tahu bagaiman sifatku, jika kata aku A, akan selamanya A, begitu juga ketika aku menerima lamaran seseorang, itu artinya aku mencintainya"

"Mas masa lalu aku, aku pernah mencintai dan menyayangi mas, tapi itu di masa yang berbeda, ketika cinta dan sayang aku dikhianati, jadi jangan salahkan aku jika cinta dan sayang aku juga hilang"

"Mas pernah sangat berarti buat hidup aku, tapi tidak lagi sekarang, sekarang mas tidak lebih dari saudara aku, aku menghargai mas karena mas ayah dari anak-anak kita, ingat mas, mas sudah mempunyai tanggung jawab lain, tolong jangan kecewakan wanita lain lagi, cukup aku, cintailah Mirna"

"Nggak ma, aku nggak bisa. Aku nggak bisa mencintai orang lain sedalam cinta aku sama kamu ma, aku sangat mencintai mu ma, tolong maafkan segala kekhilafan aku kemarin"

Wajah mas Arif makin basah ketika dia berkata

"Mas harus mengikhlaskan aku sebagaimana aku yang merelakan mas menikahi Mirna, awalnya memang sulit mas, tapi yakinlah nanti akan terbiasa"

Selesai berkata begitu, aku melepas pegangan ku pada tangan mas Arif, kembali membalikkan badanku, berjalan meninggalkan mas Arif yang memandang terpaku ke arahku

"Jangan tangisi mereka yang meninggalkanmu untuk orang lain. Kalau mereka cukup bodoh melepasmu, maka kamu harus cukup pintar untuk melupakan mereka"

Setelah mengetik quotes tersebut di sosial mediaku, aku naik keatas motor, memakai helm lalu memundurkan motor dan mulai mengegas motor keluar dari area parkiran lapas

Dan Mario yang sedang membuka aplikasi facebook tertegun melihat postingan yang dibuat Intan

"Ini apa maksudnya" gumamnya

Tanpa pikir panjang, Mario langsung log out dari aplikasi facebook lalu segera mendial nomor Intan

Dan aku yang menjalankan motor dengan pelan, terpaksa menghentikan motor di pinggir jalan lalu mengambil hp yang ada di dalam saku celana jeans ku

"Mario?" gumamku heran sambil segera menyentuh icon warna hijau

"Ya Yo?"

"Sayang kamu dimana?"

Aku celingak celinguk sebentar lalu menjawab

"Nggak tahu dimana ini"

"Loh kok nggak tahu?, emang kamu sekarang ada dimana?"

"Pinggir jalan, dari lapas"

"Nengok Mas Arif?"

"He em"

"Ya sudah hati-hati di jalan sayang ya, week end nanti aku pulang"

Aku mengangguk lalu menjawab salam Mario, dan kembali melanjutkan perjalanan ku

----------------

Baru juga aku turun dari atas motor dan berjalan kearah teras, hp ku kembali berdering

"Mama?" aku tertegun melihat layar yang menampilkan nama mama, mantan mertuaku.

Dengan sedikit mendecak aku menerima juga panggilan tersebut

"Maksud kamu apa?"

Kening ku berkerut ketika salam yang aku ucapkan dijawab bentakan dari mamanya mas Arif

"Apa ya ma?"

"Nggak usah ngeles, itu postingan kamu apa maksudnya?"

Aku memutar mataku dengan malas, lalu merebahkan tubuhku di sofa

"Memangnya ada apa dengan postingan ku ma?, ada yang salah?"

Terdengarlah omelan mamanya mas Arif, omelan yang tidak pernah aku dengar dulu, sewaktu masih menjadi menantunya

"Ma, mama mau tahu apa tujuan aku menulis demikian?"

Tidak terdengar sahutan melainkan suara tarikan nafas memburu yang mengindikasikan menahan marah

"Aku tadi ke lapas, dan aku dengar sendiri dari mas Arif"

"Ohh jadi kamu tidak percaya sama omongan mama kemarin?"

Aku menarik nafas panjang

"Setelah mendengar dari mas Arif, baru aku percaya bahwa omongan mama benar, dan aku juga sudah ngomong sama mas Arif bahwa aku tidak apa-apa jika memang mas Arif tidak mau membagi dua, toh memang semuanya uang mas Arif"

"Bagus kalau kamu nyadar, terus kenapa kamu posting kalimat begitu?"

"Karena mas Arif ngajak aku rujuk ma, dan aku tidak mau"

Diam tidak ada jawaban, aku yakin beliau shock

"Aku bukan wanita bodoh ma yang mau berkali-kali dibohongi mas Arif, cukup mas Arif nyelingkuhi aku, dan sejauh yang aku tahu, pria yang suka selingkuh itu pasti akan kumat lagi suatu hari nanti"

"Walau mas Arif menangis, aku tetap pada keputusan ku, aku tidak mau diajak rujuk sama dia"

"Jangan kepedean kamu"

"Aku nggak pede ma tapi itu kenyataannya, dari pada mama menceramahi aku lebih baik mama ceramahi anak kesayangan mama itu, bilang sama mas Arif untuk berhenti mengganggu hidup aku, aku sudah melupakan semua kisah sama mas Arif, aku akan membuka lembaran baru hidup aku tanpa adanya bayang-bayang mas Arif lagi"

Habis berkata seperti itu aku langsung memutus obrolan lalu meletakkan hp di sebelahku duduk dan memijit keningku yang tiba-tiba terasa pusing

1
hellena jsn
intan &Arif 2x 5 jak .sama2 murahan Dan selingkuh...bkn contoh yg baik..marahin suami selingkuh to dri sndri pn selingkuh
Wanti Wanti
ko lama ga up mba author q yg cantik
Zandzana: fokus ke yg satunya dl mbak say. 🙏🙏
total 1 replies
Myra Myra
mintk2 indah hamil ank mario
Myra Myra
nk xnk ko kena tandatangan arif bengong...semua slh MU jgn rasa diri to betul pdhl slh...x mlu kew
Myra Myra
PD muka mirna...Arif x ada urt malu ..
Susi Airin: Gak sabar pingin liat mario dan intan hidup bahagia,
total 1 replies
Irma Damayanti
bagus
Zandzana: trima kasih🙏🙏
total 1 replies
Abel Yasmin
good
Wanti Wanti
sangat menarik
Lee Mba Young
jng Lama Lama update nya
Zandzana: In Shaa Alloh
total 1 replies
Lee Mba Young
pancen intan ae seng gk baik sdh mantan msak boleh nginep Gila ae, kcuali mantan blm nikah mntan ae sdh nikah kok mlh suruh nginep.
Wanti Wanti
iiih gemes sama Arif deh ..........
Lee Mba Young
𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒏 𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌 𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒎𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒅𝒊 𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒉𝒂𝒕𝒊 𝒚𝒂 𝒏𝒈𝒍𝒖𝒏𝒋𝒂𝒌 𝒋𝒅 𝒏𝒚𝒂..
Wanti Wanti: iya ikut gemes Aq bacanya
total 1 replies
Lee Mba Young
𝒌𝒂𝒑𝒐𝒌 𝒌𝒂𝒖 𝒅𝒊 𝒖𝒍𝒕𝒊 𝒎𝒂 𝒂𝒏𝒂𝒌 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊
Lee Mba Young
𝒘𝒆𝒔 𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍 𝒏𝒊𝒌𝒂𝒉𝒆
Sugianti Sugianti
bagus
Zandzana: Terima kasih🙏🙏
total 1 replies
Wanti Wanti
semangat up nya mba Thor.......makin penasaran deeh
Wanti Wanti
alkhmdulilah up.....
Wanti Wanti: pokoknya mba author harus tetap semangat yah...sama kaya Aq semangat menunggu up nya mba ku sayang
total 2 replies
Wanti Wanti
ko tumben lama ga up mba author ku
Zandzana: malesnya lagi kumat mbak🙏🙏
total 1 replies
watini
udahlah thoor,ga abis" ulah adik lucknut.gulung aja mereka buang hutan buat pakan harimau....
Wanti Wanti: 😀😀 gulung terus di karungin yaah mba .....
total 2 replies
Wanti Wanti
huhhhh makin seru....... semangat up nya mba Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!