NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Mbak mencari siapa?" Tanya Yasmin kepada tamu wanita yang berusia sekitar tiga puluh tahunan, berpakaian sederhana dan sandal jepit tipis sudah dia lepas di pinggir teras. Wajahnya tampak lelah, matanya cekung, seolah baru saja menempuh perjalanan jauh yang melelahkan.

"Saya mencari Nona Jenita," lirih wanita yang wajahnya polos tanpa bedak itu.

"Oh, beliau tidak tinggal di sini lagi dan mempercayakan rumah ini kepada saya," jujur Yasmin

Wajah wanita itu tampak sedih dan murung begitu mendengar penjelasan Yasmin.

"Maaf, Mbak, ada apa ya?" Yasmin merasa kasihan menatap wanita itu.

"Nama saya Wati, Bu...… beberapa waktu lalu, saya bekerja sebagai asisten rumah tangga membantu Nona Jenita di rumah ini, saya tidak tahu jika beliau sudah pindah," tutur Wati menatap kosong sekitar.

"Masuk Mbak, minum dulu," Yasmin minta Wati beristirahat, ia yang punya hati lembut itu tidak tega melihat Wati yang tampak lelah meski belum mengenal.

"Terima kasih Bu..." Wati meninggalkan kopernya di luar, lalu mengikuti saran Yasmin duduk di kursi ruang tamu.

Yasmin meninggalkan Wati ke dapur ambil air minum dan juga nasi box jatahnya dari Marco. Ia rela menahan lapar demi Wati yang jelas lebih membutuhkan.

"Terima kasih Bu... semoga Allah membalas kebaikan Ibu," ucap Wati lalu meneguk air teh manis hangat.

Yasmin memandangi Wati yang sedang makan dengan lahap, hingga habis lalu lanjut ngobrol.

"Bu, saya datang dari Jawa Timur dan sudah tidak punya siapa-siapa lagi," Wati menceritakan alasan beberapa waktu yang lalu saat pulang dari rumah ini karena suaminya meninggal. "Sekarang Ibu yang menempati rumah ini. Saya mohon… izinkan saya kembali bekerja ya, Bu..." lanjutnya sedih.

 "Maaf ya, Mbak. Saya mengerti kesulitanmu, tapi saya harus bicara jujur. Saya belum punya penghasilan yang cukup untuk membayar upah asisten rumah tangga. Saat ini saya bekerja hanya cukup untuk makan, biaya sekolah anak-anak dan untuk kebutuhan sehari-hari," Yasmin terpaksa cerita.

"Saya tidak usah dibayar tidak apa-apa kok, Bu... Yang penting Ibu izinkan tinggal di rumah ini pun alhamdulillah," Wati menceritakan bahwa di Jawa Timur pun hanya kontrak rumah, setelah suaminya meninggal ia tidak bisa lanjut lagi.

"Saya janji akan bekerja dengan baik, dan akan menjaga kepercayaan Ibu, yang penting saya tidak tidur di jalanan dan Ibu kasih makan saja sudah terima kasih. Tolong jangan tolak saya ya, Bu…" katanya terdengar memaksa di telinga Yasmin.

"Saya belum bisa memutuskan Mbak, tapi untuk hari ini sebaiknya istirahat dulu," Yasmin tentu idak semudah itu menerima orang asing tinggal di rumah ini, karena ada anak-anak yang harus ia jaga dan Lindungi.

"Saya mengerti jika Ibu tidak semudah itu menerima saya," Wati seolah tahu apa yang Yasmin pikirkan.

"Bundaaaa..." Panggil Fathia yang sedang menuruni anak tangga, rambutnya acak-acakkan baru bangun tidur.

"Sini sayang..." ucap Yasmin, segera mengangkat tubuh putri kecilnya ke pangkuan. Anak itu masih nyaman bersandar di dada Yasmin.

"Ini anak Ibu ya, ya Allah... lucu sekali," Wati menatap Fathia tersenyum.

"Anak saya kembar Mbak, yang satu laki-laki," Yasmin mengatakan jika Fatir sedang makan di ruang keluarga sembari menonton kartun kesukaan.

Mendengar kata makan, Fathia mengangkat kepala dari dada Yasmin. Anak itu perutnya sudah lapar. "Bunda... aku mau makan sama Kakak," ucapnya langsung turun dari pangkuan Yasmin lalu ke belakang.

"Bu, saya boleh numpang kamar mandi?" Tanya Wati.

"Silakan saja, tapi kopernya sebaiknya di bawa masuk dulu, Mbak," titah Yasmin sembari menoleh pintu yang masih terbuka.

Wati membungkuk lalu keluar, tidak lama kemudian kembali meninggalkan koper tersebut di sudut ruang tamu, selanjutnya ke kamar mandi.

Sementara Yasmin beranjak hendak menyusul anak-anak ke ruang tengah, tapi berhenti sejenak ketika tatapannya tertuju ke arah koper Wati.

"Kok merk koper Wati mahal sekali ya?" Batin Yasmin, hanya sekelas orang-orang kaya yang mampu membeli koper tersebut. Sedangkan menurut penuturan Wati tadi kondisi keuangannya tak kalah sulit darinya. Mana mungkin mampu membeli koper semahal itu? Tetapi Yasmin tidak boleh berprasangka, bisa jadi koper tersebut pemberian Jenita. Yasmin pun akhirnya melanjutkan perjalanan.

"Bundaaaa... aku nemu ini di dalam kantong plastik," Fathia memperlihatkan kotak merah kepada Yasmin.

Yasmin ambil kotak tersebut lalu mengamati, rupanya Marco sengaja memasukkan kotak itu ke dalam kantong. "Untung tidak kebuang, dasar pria aneh," batin Yasmin lalu menyimpan benda tersebut ke dalam saku gamis.

Waktu berganti malam, Wati masih menginap di rumah itu. Yasmin memutuskan untuk tidur satu kamar lagi dengan anak-anak sebelum tahu seperti apa Wati. Ketika Fatir dan Fathia sudah tidur Yasmin menemukan cctv di kamar tersebut, kemudian bangun memeriksa kamar yang lain.

Hampir semua kamar ada cctv termasuk ruang tamu, ruang keluarga, bahkan dapur. Yasmin seketika ingat di rumahnya dulu pun semuanya dipasang cctv. Keyakinannya bahwa orang tuanya yang membelikan rumah ini semakin kuat.

"Bagus, malam ini aku harus memantau Wati," gumam Yasmin.

Hari berganti pagi, seperti biasanya Yasmin hendak membuat sarapan. Namun, tiba di anak tangga aroma masakan masuk ke lubang hidung. Yasmin mempercepat langkahnya ke dapur.

Wati rupanya sedang memasak tanpa Yasmin suruh, bahkan suara mesin cuci menderu. "Mbak Wati sudah masak?" Tanya Yasmin berdiri di samping Wati. Wanita itu menumis kangkung dengan cekatan.

"Iya Bu, saya dadar telur yang ada di kulkas, lalu kangkungnya saya tumis," jawabnya antusias.

"Tapi hanya lauk dan sayuran seperti ini yang bisa saya beli Mbak," Yasmin mengatakan tidak bisa seperti Jenita.

"Menu seperti ini di desa saya sudah sangat mewah Bu," Wati menceritakan hampir setiap hari memasak tempe gembus yang lebih murah daripada tempe asli.

Yasmin mengangguk saja, ia membiarkan Wati memasak lalu membangunkan si kembar. Jika biasanya di kontrakkan dulu Fatir dan Fathia harus gantian ke kamar mandi, kini mereka mandi di kamar masing-masing.

Sebelum berangkat ke sekolah, mereka sarapan bersama. Hari ini Yasmin masih izin masuk kerja, karena hari pertama berangkat dari rumah ini ia bermaksud mengantar anak-anaknya.

"Nanti Bunda nunggu kami pulang kan?" Tanya Fathia antusias.

"Pulang dulu sayang, nanti pas kalian pulang Bunda jemput," Yasmin tidak mungkin menunggu mereka di luar pagar selama dua sampai tiga jam.

"Iya Dek, kan kata bu guru kita harus mandiri," pungkas Fatir. Mereka lantas ke kamar ambil ransel.

Yasmin menatap Wati yang tengah membereskan meja makan dengan gesit sungguh tidak percaya, mana mungkin di jaman sekarang ada orang yang rela bekerja tanpa imbalan? Ia yakin jika wanita ini sengaja dipekerjakan oleh seseorang dan orang itu yang membayar gajinya. Hanya ada dua orang yang Yasmin curigai, yakni ayahnya atau Marco. Yasmin melihat ketulusan di mata wanita itu, tapi masih ragu untuk menerima.

********

Jam sembilan pagi di salah satu rumah mewah, senjata Marco yang selama ini dia gunakan untuk menjelajah wanita, kali ini sudah di eksekusi oleh dokter pribadinya.

Sebelum pelaksanaan tadi, mafia kejam itu sempat khawatir akan merasakan sakit seperti ketika alat vital nya dulu pernah di tendang lawan, tapi ternyata tidak sesakit yang ia bayangkan.

Di kamar pribadinya tidak ada senjata seperti di markas. Namun, tempat itu lebih sepi karena tidak ada siapapun selain tiga art yang sedang bekerja di luar sana.

Di ranjang mewah ia memegang handphone lalu menghubungi seseorang.

"Hallo, Tuan..." jawab seorang wanita.

"Bagaimana? Kamu sudah berada di rumah itu?" Tanyanya.

"Sudah Tuan... tapi Ibu belum percaya kepada saya."

"Yakinkan Dia, Bodoh!" Bentaknya tak terbantahkan, selanjutnya ia tekan tombol merah dengan cepat.

...~Bersambung~...

1
🌷💚SITI.R💚🌷
hadeeh klu wanita udh gila harta dan nsfsu ga mikir bahsya dan baik tdky
Hera sasuwe
riweh nih masa lalu marco buat gregetan sampe emosi
Lisa Halik
lagi thor makin penasaran...sudah bagi gift juga
Lia siti marlia
waduh c rossa udah berani ngancam pake senjata siap siap kamu di kulitin sama marco rossa😂
ardiana dili
lanjut
Eka ELissa
alah ....ngimpi kwe Ross....
jgn kan knyataan dlm mimpi juga Marco GK bkln blik Karo kwe tau....🤣🤣🤣🤣🫣
Eka ELissa
waduh siapa lagi ini yass......
bnyak bgt ....bikin syok nya....dri kmrin 🤣🫣
Les Tary
Marco emang Rossa sudah kamu janjiin apa bisa senekat itu
Lisa Halik
gift menyusul thor...semangat updatenya
Teh Yen
ini pasti cewek yg kmr Dateng ke rmh Marco yah ,,.ktnya udh d usir Marco kok dia balik lagi sih
Teh Yen
waduh smoga Emil engg bilang ke Yasmin deh nanti nanti aj taunya gt hehe 😁
🌷💚SITI.R💚🌷
ujian kamu blm tuntas yasmin mungkin msh panjang,,apa lg berhadapan sm cewe kaya ditu yg tsk tau mslu..apa nanti² tuh cewe² marcopolo trs berdatangan ya trmasuk runa..wah yasmin kewalahan dan diap² genhatan senjaya lg nih
🌷💚SITI.R💚🌷
ini cewe selalu nyari gara² ya..tr lama² du buang ke antartika deh sm marcopolo
Bunda HB
Saya ada bu jasmin klo 2jt...tk bantu byr.👍🙏🫡🤣
Lia siti marlia
kondisi yasmin sekarang memang gak kekurarang masal uang masalah makan tapi hati yasmin masih harus terus menerus menghadapi oarang orang yang ada di masa lalu marco 🥺🥺🥺entah sampai kapan 🤔🤔🤔
ardiana dili
lanjut
Les Tary
Kasihan Yasmin semenjak menikah sama Marco ada aja drama dari org masa lalu Marco
🌷💚SITI.R💚🌷
pasti kaget bangeet dan merasa kasihan sm yasmin ya emiil kn knp yasmin sm marcoolo seirang mapia..
🌷💚SITI.R💚🌷
mash banyak rahasia marcopolo yasmin kamu jangan kaget..kamu hrs kuat nental dan hatinya..
Lia siti marlia
waduh ember juga tuh mulut dokternya marco 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!