Mengisahkan tentang dua orang anak kembar yang memilki dunia yang sama. Karena sejak kecil mereka memang tidak pernah terpisahkan.
Rean Arya Partama, kakak dari Sean Kingston yang terkenal sebagai dokter playboy, padahal dirinya bahkan tidak pernah berpacaran sebelumnya. Sosok hangat yang selalu menjadi partner terbaik dalam hidup adik kembarnya, Sean.
Sean Aryo Pratama, seorang dokter muda yang memiliki kesabaran seluar lautan, namun berubah menjadi dingin saat sebuah kecelakaan merenggut seluruh masa depannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 17
Ternyata benar yang di katakan Jasmine, jika di lobby apartemen tempatnya tinggal terdapat banyak media yang berjaga untuk mengorek informasi tentang mereka.
Entahlah, Rean berjalan dengan begitu santai, tanpa menimbulkan kecurigaan disana.
Dia benar-benar mengikuti apa yang di katakan Jasmine padanya. Memakai masker agar tidak terlihat siapa yang datang
Berjalan dengan santai menuju lantai 34a nomor 002 sesuai dengan apa yang di katakan gadis itu padanya tadi.
Bahkan ketika sampai di depan unit milik Jasmine, Rean langsung menekan pasword-nya dan masuk begitu saja.
Lihat, apa yang di lakukan gadis itu disana.
"Dok?" wajahnya yang tadinya badmood langsung tersenyum saat melihatnya datang.
Rean tidak menanggapinya, dia meletakan makanan yang di bawanya di atas meja, lalu duduk bahkan ketika Jasmine belum mempersilahkan nya untuk masuk.
Jasmine yang sudah kelaparan sejak tadi langsung membuka makanan yang di bawa Rean untuknya.
"Kenapa?" tanya Rean saat melihat Jasmine yang tidak bersemangat saat melihat bekal makan siangnya.
"Mau KFC sama burger." ucapnya membuat Rean menatapnya dengan tajam.
"Kamu tau berapa banyak kalori dan lemak jenuh yang terdapat dalam setiap potong ayam yang kamu inginkan itu? Apa kamu bisa menjamin minyak yang mereka gunakan itu sekai pakai atau berkali-kali? Ini makanan sehat yang di masak dari rumah ku langsung, jadi jika tidak ingin memakannya aku akan habiskan sendiri!" ucap Rean dengan penuh ancaman membuat Jasmine perlahan mengambil sendok dan menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulutnya.
Dia sudah membayangkan makan makanan cepat saji itu, pasti akan sangat menyenangkan. Di tambah cola, ahhkkk...rasanya pasti sangat luar biasa.
Tapi siapa sangka, Rean sih dokter ini malah membawanya menu makan siang yang luar biasa.
"Mana ucapan terima kasihnya?"
"Hah?" beo Jasmine dengan mulut yang penuh makanan.
"Kamu sudah saya bawakan makan siang sehat, dengan semuanya terakreditasi A+ di tambah lagi semuanya organik. Belum lagi biaya transportasi saya kesini dan penyamaran ini, kamu benar-benar harus membayar mahal untuk itu!" ucap Rean membuat Jasmine hanya bisa menundukkan kepalanya.
Tapi memang benar, dia harus membayar mahal untuk itu semua. "Yaudah, siniin nomor rekening dokter. Aku transfer sekarang." berusaha mengambil ponselnya, tapi tatapan Rean padanya terlihat tidak baik-baik saja.
"Apa wajah saya terlihat seperti kekurangan uang?" tanya Rean mencibir.
Lihat, betapa sombongnya wajah laki-laki ini, tuhan. Batin Jasmine menjerit.
Tapi dia suka, wajah tengil yang tampan itu!
"Jadi gimana dong? Bayar pakai uang gak bisa, jangan-jangan?" Jasmine langsung menyilangkan kedua tangannya di dada.
Apalagi dia masih memakai piyama tidur saat ini. Tidak mungkin dokter ini akan melakukan kejahatan padanya kan?
Melihat reaksi Jasmine yang berlebihan begitu membuat Rean suka. Dia berdiri hingga kedua tangannya memegang sisi sofa yang Jasmine duduki, membuat gadis itu tidak bisa pergi kemana-mana.
"Dok, dokter mau apa?" tanya Jasmine mulai panik.
"Saya tidak butuh uang kamu, karena uang saya lebih dari cukup." ucap Rean kembali duduk di sofa tempatnya tadi setelah melihat betapa paniknya Jasmine.
Bahkan matanya mulai memerah, dan mungkin ketakutan padanya.
"Saya tidak sejahat itu untuk mengambil keuntungan dari kamu, walau bisa saja saya melakukannya." ucap Rean mengambil ponselnya, lalu Jasmine mengambilnya.
"Apa maksudnya ini, dokter?" tanya Jasmine tidak mengerti arah pembicaraan mereka saat ini.
"Berita itu sudah menyebar dan kamu yang menyalakan apinya. Saya hanya memastikan api itu menyala saja dan sekarang apinya semakin membesar."
"Lalu?" tanya Jasmine yang masih belum mengerti kemana arah semua ini.
"Ibu saya terus meneror saya dengan banyak pertanyaan soal hubungan ini. Jadi ayo lanjutkan saja kebohongannya di depan banyak orang, terutama ibu saya. Besok beliau akan terbang dari Canada hanya untuk memastikan siapa wanita itu." jelas Rean membuat kedua bola mata Jasmine membulat sempurna.
"Tapi-"
"Tidak ada penolakan dan saya akan jemput kamu besok, di jam 5 sore. Pastikan kamu membuat kesan yang baik pada ibu saya, karena saya yakin di akan memamerkan pada semua teman-temannya, jika putranya yang tampan ini memiliki kekasih aktris terkenal seperti kamu!"
Uhuk!
Jasmine tersedak mendengar perkataan Rean yang mengandung tingkat kesombongan yang luar biasa.
"Jangan kaget, karena mulai besok kamu akan terbiasa melihat wajah tampan saya. Dan lakukan tunjukan kemampuan akting kamu besok. Saya juga tidak keberatan untuk kamu libatkan dalam projek film ini." ujar Rean semakin membuat Jasmine menatapnya tidak percaya.
Sungguh, ini benar-benar di luar prediksinya.
***
jevan lho up sn... kok trs di tgl kn
eee jevan noh