NovelToon NovelToon
TO MARRY A REGEN

TO MARRY A REGEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:663
Nilai: 5
Nama Author: byKaru

“Cinta bisa menjadi rumah yang nyaman, atau justru belenggu yang tak terlihat”

Arin sudah menikah dengan seorang pengusaha yang terkenal dan sangat sukses. Pernikahan yang diimpikan banyak orang. Dari Luar kehidupan Arin sangat sempurna, suami yang tampan, kekayaan yang melimpah, dan status sosial yang dihormati. Namun, hanya Arin yang tahu bahwa di balik kemewahan itu, ada sesuatu yang tidak boleh diketahui siapa pun.

Semua baik-baik saja, aku bisa mengatasinya, aku tidak butuh siapapun. Tekanan, trauma, stres, dan emosi yang sering ditahan oleh Arin perlahan menumpuk di dalam dirinya, dengan mengabaikan rasa sakit dan setiap trauma yang menghampirinya, tanpa sadar tubuh Arin mulai bereaksi terhadap setiap beban yang selama ini dia abaikan. di malam yang tenang tanpa kendali Arin mulai berjalan dalam tidurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byKaru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3: Rahasia di Balik Kemewahan

Kembali ke Lima tahun yang lalu, saat Nathan dan Arin baru pertama kali bertemu.

Sebuah Maserati Quattroporte berwarna hitam baru saja berhenti di lobi hotel. Pria yang mengendarai mobil tersebut turun, menampilkan kaki jenjangnya dengan tinggi 188 cm serta proporsi tubuh yang tegap. Walaupun berpakaian kasual, orang yang paham akan langsung mengenali barang-barang bermerek yang melekat di tubuhnya, jam tangan Jacob & Co serta shirt jacket suede dari Berluti yang ia kenakan, memberi kesan effortless tapi tetap berkelas. Di dalam jaket itu, ia mengenakan henley shirt berwarna navy yang dipadukan dengan celana dari Tom Ford dan sneakers-nya. Wajahnya yang tampan walau tanpa senyuman, namun cukup untuk membuat orang-orang tertarik melihatnya walau hanya sebentar.

"Lihat... lihat... lihat!" ujar Intan pelan tapi penuh semangat, sambil memukul-mukul tangan Arin yang duduk di sampingnya.

"Lihat apa?" Arin menoleh ke arah yang ditunjukkan Intan.

"Kau mengenalnya?" tanya Arin, sedikit bingung.

"Kau tidak tahu dia siapa?" Intan menatapnya dengan ekspresi terkejut.

Arin mengangkat bahunya, menunjukkan bahwa ia benar-benar tidak tau.

"Nathan... Nathan Regen!" jawab Intan dengan suara sedikit lebih keras, tepat di telinga Arin. Namun, hanya mereka berdua yang mendengar percakapan itu.

Arin sedikit membuka mulutnya saat nama itu disebutkan, tanda bahwa ia akhirnya menyadari siapa pria itu, tanpa perlu penjelasan lebih lanjut.

"Bagaimana mungkin seseorang yang bekerja di Regen Hotel, apalagi dengan jabatan Hotel Manager, tidak mengenal Nathan Regen? Dia bisa dibilang pemilik hotel ini!" Intan menatap Arin dengan raut bingung.

"Aku tahu dia siapa, hanya saja aku tidak pernah bertemu dengannya. Ini pertama kalinya aku melihatnya. Lagi pula, yang memegang kendali hotel ini adalah Pak Andre Regen. Aku juga jarang bertemu beliau, dia hanya datang ke hotel ini dua atau bahkan tiga bulan sekali. Dan yang menyapanya pun General Manager (GM), bukan aku." jelas Arin panjang lebar.

"Ah..." Intan mengangguk, memahami penjelasan temannya.

"Saat meeting dengan GM, dia sempat mengatakan akan ada peralihan kepemimpinan. Sekarang aku mengerti kenapa dia ada di sini," ujar Arin sambil melirik sekilas ke arah Nathan Regen sebelum kembali menatap temannya.

"Jadi, gosip itu benar." bisik Intan.

"Gosip?" Arin mengernyit, bingung.

"Kau tidak tau?" tanya Intan terkejut. Arin menggeleng, tanda bahwa dia benar-benar tidak tahu apa yang di maksud temannya.

Mendengar itu, Intan segera merapikan posisi duduknya lalu mendekat ke arah Arin, memastikan tak seorang pun dapat mendengar apa yang akan ia katakan.

"Perebutan kekuasaan antara kakak beradik, Anak sah dan anak simpanan." bisiknya pelan.

"Andre Regen adalah anak sah dari Victor Regen, sedangkan Nathan Regen adalah anak dari wanita lain, anak simpanan Victor Regen. Tapi ada juga yang bilang sebenarnya Victor Regen mencintai ibu Nathan, hanya saja karena perjodohan bisnis dia harus menikah dengan ibu Andre Regen."

Arin terdiam sejenak, menyimak apa yang barusan dikatakan oleh temannya, sebelum akhirnya dia bicara.

"Mungkin itu hanya gosip, aku sudah bekerja lama di sini dan tidak pernah mendengar hal itu."

"Itu karena kau memang tidak pernah peduli pada hal lain selain kuliah dan pekerjaanmu. Jadi kau melewatkan banyak hal." Intan kembali menepuk-nepuk pelan tangan Arin ingin kembali melanjutkan ceritanya.

"Aku juga mendengar bahwa ibu Andre Regen meninggal saat Andre berusia dua belas tahun. Setelah itu, Victor Regen langsung membawa kembali Nathan dan ibunya ke rumah besar mereka. Tapi empat tahun berlalu sebelum muncul gosip baru yang mengatakan bahwa ibu Nathan meninggal dunia. Karena itulah, perebutan kekuasaan antara kedua saudara ini terus terjadi. Aku yakin semua orang mengetahui gosip ini."

Mendengar hal itu Arin masih tetap diam, sambil mendengarkan Intan berbicara dan mencoba menyimak semua yang sahabatnya ini katakan. Sesekali Arin bahkan melirik pria yang tengah meminum kopi di seberang sana, yang tak lain itu adalah Nathan.

Intan kembali menepuk pelan lengan Arin "Kau juga mengatakan bahwa hotel ini akan beralih kepemimpinan, berarti dari Andre Regen ke Nathan Regen. Jadi, setidaknya ceritaku ini... memiliki sedikit kevalidan." ucap Intan dengan nada bangga, entah dari mana kebanggaan itu muncul.

Ting!

Tiba-tiba suara notifikasi terdengar dari ponsel Arin. Tanpa menunggu lama, ia segera mengecek pesan yang masuk. Pesan Itu dari Assistant General Manager (AGM), meminta Arin untuk naik ke lantai atas.

Begitu Arin membaca pesan itu, ia segera berdiri "Baiklah, istirahatku sudah selesai. Aku harus kembali bekerja." ujarnya ingin segera pergi.

"Bukankah kau baru istirahat setengah jam? Cepat sekali." komentar Intan, sambil melirik jam di ponselnya.

"Assistant General Manager memintaku ke atas, aku rasa ada sesuatu. Kau bisa menghabiskan semua makanan ini sebelum pergi, aku pergi dulu." jawan Arin sambil menepuk pelan lengan Intan sebelum akhirnya melangkah jauh.

Namun, sebelum benar-benar keluar dari area pantry, Arin sempat melirik ke arah meja tempat Nathan tadi duduk menikmati kopinya. Namun pria itu sudah tidak ada di sana entah sejak kapan.

Arin segera menekan tombol lift. Begitu pintu terbuka, ia masuk dan langsung menekan lantai tujuannya. Setelah sampai, ia keluar dan bergegas menuju ruang rapat, sesuai dengan pesan yang dikirimkan Assistant General Manager.

Saat ia membuka pintu dan masuk, Arin melihat semua Hotel Manager dari berbagai departemen sudah berada di sana. dengan cepat ia pun segera mengambil tempat duduknya. Lalu tak lama kemudian, Assistant General Manager memasuki ruangan.

"Baiklah, kalian semua sudah berkumpul. Sebentar lagi kita akan kedatangan CEO baru di Regen Hotel." ucapnya.

Belum sampai satu menit setelah pengumuman itu, pintu kembali terbuka. General Manager masuk, diikuti oleh seseorang yang langsung menarik perhatian semua orang, Nathan Regen.

Arin segera mengenalinya, ia memang sudah menebaknya sejak awal. Begitu pula dengan para Hotel Manager lainnya, mereka langsung mengerti bahwa pria yang kini berdiri di depan mereka adalah CEO baru Regen Hotel. Dan tentu saja, mereka semua mengenalnya, Nathan Regen, putra kedua Victor Regen.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!