NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

“Dia belum tahu latar belakangmu?” tanya Elvis.

Howard menggeleng pelan.

“Aku dan dia baru sebatas teman yang belum lama saling mengenal. Ice... berbeda dengan wanita lain. Dia polos dan baik.”

“Gadis sederhana seperti dia justru lebih sulit mengambil hatinya dibandingkan wanita yang mengejar kekuasaan. Andaikan dia tahu siapa dirimu sebenarnya, apakah kau yakin dia bisa menerimamu?” tanya Elvis.

“Aku akan mendekatinya secara perlahan. Aku tidak ingin membuatnya tertekan. Yang kuinginkan hanyalah memastikan kehadiranku membuatnya merasa nyaman,” jawab Howard.

Elvis menatap Howard cukup lama.

“Howard, aku melihatmu tumbuh besar. Lingkungan hidupmu sangat keras dan kejam. Selama ini hidupmu hanya berputar di dunia bawah tanah.”

Howard tersenyum tipis.

“Kehidupanku dipenuhi darah. Setelah posisi keluargaku benar-benar kokoh, aku memilih mengundurkan diri karena telah memenuhi keinginan orang tuaku. Walaupun begitu, aku tetap tidak bisa benar-benar mencuci tangan. Sehari saja kita menginjakkan kaki di dunia bawah tanah, seumur hidup kita tidak akan pernah bisa lepas dari dunia yang dipenuhi darah.”

Elvis mengangguk pelan.

“Kau benar.”

Ia menghela napas panjang.

“Howard, izinkan Paman memberimu satu nasihat. Kalau kau benar-benar serius dengan gadis itu, jangan sampai musuh mengetahui keberadaannya. Kita sama-sama berasal dari dunia bawah tanah. Kita tahu betul bagaimana cara mereka menghancurkan seseorang. Mereka tidak akan menyerangmu secara langsung. Mereka akan mengincar kelemahanmu.”

Elvis menatap Howard dengan sorot mata yang penuh penyesalan.

“Gadis itu akan menjadi kelemahanmu. Menikahlah dengannya, lalu pergilah dari kota ini. Jangan mengulangi kesalahanku. Aku memiliki begitu banyak anak buah yang setia, tetapi tetap gagal melindungi keluargaku.”

“Paman, aku tahu selama ini Paman merasa bersalah. Tapi ini bukan sepenuhnya kesalahan Paman. Musuh Pamanlah yang sengaja mengincar kelemahanmu,” ujar Howard.

Elvis tersenyum pahit.

“Sebagai seorang suami dan ayah, aku gagal dalam segala hal. Aku bisa melindungi anak buahku, tetapi tidak bisa melindungi keluargaku.”

Ia menatap Howard dengan sorot mata yang serius.

“Howard, hidupmu baru mulai tenang selama lima tahun terakhir. Jangan biarkan dirimu kembali seperti dulu. Kedua tanganmu telah mengambil ratusan nyawa. Selama kau masih berdiri di dunia bawah tanah, orang yang kau cintai akan selalu berada dalam bahaya.”

Elvis menghela napas panjang.

“Kalau kau benar-benar mencintainya... pada akhirnya kau hanya bisa memilih satu. Mempertahankan dunia yang selama ini kau bangun... atau mempertahankan wanita yang kau cintai. Kau tidak akan bisa memiliki keduanya.”

Keesokan harinya.

Setelah pulang bekerja, Ice langsung mendatangi Panti Asuhan Xi Wang sesuai alamat yang tertera di dalam dokumen yang ditemukannya.

Ia berdiri sejenak di depan gerbang panti.

“Jadi... di sinilah aku pernah tinggal,” gumamnya.

Ice kemudian melangkah masuk.

Seorang wanita paruh baya yang merupakan pengurus panti menghampirinya.

“Selamat siang, Nona. Ada yang bisa saya bantu?” tanyanya.

“Selamat siang. Nama saya Ice Meng. Saya ingin mencari informasi tentang masa lalu saya. Beberapa hari yang lalu saya mengetahui kalau saya bukan anak kandung keluarga yang membesarkan saya. Saya juga menemukan dokumen yang menyebutkan bahwa saya pernah tinggal di panti asuhan ini,” jawab Ice.

Pengurus panti mengangguk pelan.

“Kalau begitu, silakan ikut saya. Saya akan mencoba mencarikan data Anda. Apakah Anda membawa dokumen tersebut?”

“Iya,” jawab Ice sambil menyerahkan map yang dibawanya.

Wanita itu melihat sekilas isi dokumen, lalu berkata, “Baik, mari ikut saya ke ruang arsip. Mudah-mudahan data lama Anda masih tersimpan.”

Ice mengangguk dan mengikuti langkah pengurus panti menuju ruang arsip.

Pengurus panti membuka lemari arsip yang sudah tampak tua. Ia mengambil beberapa map tebal, lalu mulai memeriksanya satu per satu.

Ice berdiri di sampingnya dengan perasaan gelisah.

Beberapa menit kemudian, wanita itu menghela napas pelan.

“Nona Ice, saya menemukan data Anda.”

“Benarkah?” tanya Ice dengan penuh harap.

“Iya. Anda memang pernah tinggal di panti asuhan ini.”

“Kalau begitu... apakah Anda tahu siapa orang tua kandung saya?” tanya Ice.

Wanita itu menggeleng.

“Maaf. Saat Anda dibawa ke sini, identitas orang tua kandung Anda tidak dicantumkan.”

Wajah Ice tampak kecewa.

“Lalu... bagaimana dengan orang tua angkat saya?”

Pengurus panti kembali membuka berkas tersebut.

“Menurut data kami, Anda memang pernah diadopsi.”

“Siapa mereka?” tanya Ice cepat.

Wanita itu menyebutkan dua nama.

Mata Ice langsung membelalak.

“Itu... bukan Lulu dan Lowie Meng.”

Pengurus panti mengangguk.

“Benar. Nama Lulu Meng dan Lowie Meng tidak pernah tercatat di panti asuhan ini.”

“Kalau begitu... bagaimana aku bisa berada di keluarga Meng?” gumam Ice dengan wajah pucat.

Pengurus panti menggeleng pelan.

“Maaf, Nona. Kami juga tidak mengetahui apa yang terjadi setelah proses adopsi itu selesai.”

“Tolong beritahu saya, apakah wanita di dalam foto ini yang mengantar saya ke sini?” tanya Ice sambil menunjukkan foto tersebut.

Pengurus panti menerima foto itu, lalu memperhatikannya dengan saksama.

“Benar. Nyonya inilah yang mengantar Anda ke panti asuhan ini.”

"Apa dia beritahu namanya?" tanya Ice.

“Tidak. Beliau tidak pernah meninggalkan nama.”

“Setelah menyerahkan Anda kepada saya, beliau langsung pergi. Namun sebelum pergi, beliau sempat berkata, ‘Tolong carikan keluarga yang baik untuk anak ini. Aku sedang menghadapi masalah, jadi tidak bisa membawanya bersamaku.’”

Mata Ice mulai berkaca-kaca.

“Jadi... beliau benar-benar ibu saya?”

“Saya tidak bisa memastikannya. Tapi dari caranya memeluk dan menangisi Anda saat itu, saya yakin hubungan beliau dengan Anda sangat dekat.”

“Nama ‘Ice’ adalah nama yang saya berikan kepada Anda. Sedangkan nama ‘Snow’ yang tertulis di belakang foto ini tidak saya gunakan.”

“Kenapa?” tanya Ice.

“Karena sebelum pergi, nyonya itu berpesan kepada saya.”

Pengurus panti menarik napas pelan.

“Beliau berkata, ‘Tolong jangan bertanya siapa anak ini, dan jangan gunakan nama aslinya. Aku tidak ingin identitasnya diketahui siapa pun.’”

Ice mengepalkan kedua tangannya.

“Wajah beliau saat itu dipenuhi ketakutan. Saya merasa beliau sedang menghindari seseorang. Itulah sebabnya saya mengganti nama Anda menjadi Ice dan merahasiakan semua yang berkaitan dengan identitas Anda.”

“Nona, selama ini saya mengira keluarga angkat Anda telah membawa Anda ke luar negeri, karena saat itu mereka mengatakan akan meninggalkan kota ini. Saya benar-benar tidak menyangka ternyata yang membesarkan Anda adalah keluarga Meng. Saya ben tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi,” ujar wanita itu.

Ice menundukkan kepalanya sejenak.

“Apakah ada petunjuk lain agar saya bisa menemukan keluarga angkat saya? Saya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka,” tanya Ice.

Wanita itu menggeleng pelan.

“Maaf, saya juga tidak tahu. Yang kami ketahui hanya mereka adalah pasangan suami istri yang belum memiliki anak dan datang ke sini untuk mengadopsi.”

“Apakah mereka orang baik?” tanya Ice.

“Menurut hasil penyelidikan kami saat itu, iya. Bahkan salah seorang rekan saya pernah mendatangi rumah mereka.”

“Lalu?”

“Rekan saya mengatakan mereka baru menikah belum lama. Mereka juga berencana pindah ke luar negeri setelah proses adopsi selesai. Karena semua persyaratan mereka memenuhi ketentuan, kami pun menyetujui permohonan adopsi tersebut.”

Ice menggenggam foto di tangannya semakin erat."Di mana ibu kandungku? Apa yang terjadi padanya dan juga keluarga angkatku? Kenapa begitu banyak kejanggalan?"

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard 😭😭😭😭😭
Maria Mariati
ice keturunan mafia 👍👍👍
Maria Mariati
dia anakmu 😭😭😭
merry
ditglin kn di panti di adopsi klurga ngk baik hdp juga sengsara tp seengk hdp y,, tp kalo tau ank mafia mngkin ice di incar musuh ayah
merry
tu snow tu ice tp tetap ajj cariin ank. hilng kyk cari jarum di tumpukan jerami
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard snow dia, viona adalah snow yang kalian cari😭
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
Howard hati gadis mu mau di jdikan target musuh mu
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
merry
lucu juga ya tu org takut nmy hw donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!