NovelToon NovelToon
CINTAKU HANYA SANG MANTAN

CINTAKU HANYA SANG MANTAN

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:154.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rere ernie

Kayla merajut kasih selama hampir dua tahun dengan seorang Dosen di Kampusnya bernama Radit sampai akhirnya mereka bertunangan dan berencana akan segera menikah.

Disaat kecelakaan maut menimpa tunangannya, Kayla baru mengetahui jika dirinya sedang hamil. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, setelah tunangannya meninggal dia bahkan dibuang oleh keluarganya karena ketahuan sedang mengandung.

Sampai suatu hari saat Kayla sudah menikah, ada seorang pria yang mirip tunangannya yang sudah meninggal lalu pria itu menghancurkan pernikahannya.

"Bercerailah!" Dengan kearoganan nya, pria yang bernama Melvin itu menyuruhnya bercerai dari suaminya.

Yuk ikuti kisahnya~~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengecut?

Rico menarik kopernya turun dari pesawat, dia ada pekerjaan di Jakarta selama seminggu lebih. Dia menarik kopernya sambil bertelepon.

Tapi matanya fokus melihat ke depan, tiba-tiba dia merasa mengenali sosok seorang wanita yang berjalan di depannya, membelakanginya. Tadi Rico sempat melihat wajahnya sekilas.

"Kayla!"

Rico berjalan cepat menyusul, menepuk pundak wanita di depannya, sudah lama dia tak tau kabar tentang mantan istrinya itu.

Wanita itu berbalik, membuka kacamatanya dan menatap heran kepada Rico. "Maaf?"

Ternyata Rico salah orang, tapi wajah wanita di depannya benar-benar sangat mirip Kayla. "Maaf, sepertinya saya salah orang."

Wanita itu tersenyum ramah, "Tidak apa-apa, wajah saya mungkin pasaran."

"Kalau begitu permisi," si wanita berbalik pergi melanjutkan langkahnya.

"Tunggu!"

Wanita itu berbalik kembali, "Ya?"

"Boleh minta nomer handphone? Jika boleh?"

Sabrina menatap lama wajah pria di depannya, menimbang dia baru saja datang lagi ke Jakarta setelah tinggal lama di AS. Menurutnya mempunyai teman baru di Jakarta boleh juga tapi di zaman sekarang yang banyak modus penipuan, ia juga harus berhati-hati.

"Ulurkan tanganmu," ucap Sabrina.

Rico menurut, mengulurkan tangannya.

Sabrina mulai menulis sebuah nomer di telapak tangannya dengan jari telunjuknya.

Rico menatap wanita di depannya dengan tatapan tertarik yang tak disembunyikan.

Wanita yang unik!

"Sudah kan," Sabrina tersenyum usil lalu pergi dari hadapan pria di hadapannya.

Rico tertawa, nomer yang ditulis wanita tadi menggunakan jari tangan langsung dia ingat-ingat, meskipun ada kemungkinan dia salah mengingat salah satu nomer tapi dia mempunyai perasaan akan bertemu lagi dengan wanita barusan. "Biarlah, kalau jodoh takkan kemana."

Sabrina segera memanggil taksi, menuju rumah orang tuanya. Dia akhirnya pulang setelah menempuh S2 di AS dan kebetulan kakak sepupunya Melvin akan menikah.

"Mah." Sapanya saat pintu rumah dibuka.

Debbi Ibunya tersenyum bahagia melihat putrinya pulang. "Masuklah, kamu pasti capek."

"Ho'oh, capek pake banget. Dimana papah?"

"Jam segini lagi di Perusahaan lah, kamu emang gak telepon papa kamu dulu?"

"Gak, Sabrina pengen kasih kejutan, hehe... ah nanti malam saja ya ke rumah tante Anaya, mau istirahat dulu."

"Tantemu pasti senang kamu pulang. Ah... ada kabar Renata sudah hamil, Jarvis ada telepon kamu?"

Saat mendengar nama sepupunya Jarvis, Sabrina menghela nafas. Sabrina adalah tempat curhat abang sepupunya itu. Sejak kecil memang mereka berdua sudah seperti anak kembar, sepupuan tapi terasa saudara kandung. "Bang Jarvis emang ada nelepon tapi gak cerita apa-apa."

Sabrina mengunci mulutnya rapat-rapat tak ingin kelepasan membongkar rahasia abang sepupunya itu.

"Ya udah, gih masuk kamar."

Sabrina masuk ke kamarnya, melempar tubuhnya ke atas kasur. Tapi tiba-tiba wajah pria di bandara tadi terlintas di benaknya. "Hm, ganteng sih tapi sudah terlihat bad boy. Mana minta nomer segala padahal baru ketemu."

Sabrina menutup kedua matanya merasa mengantuk karena perjalanan panjang tadi.

*

Saat tantenya menelepon dan memberitahukan sepupunya Sabrina pulang, Jarvis menyelesaikan pekerjaannya di Rumah sakit dan langsung mendatangi rumahnya.

"Dimana dia tante? Jarvis kangen pengen jitak dia," Jarvis tertawa keras.

Debbi menggeleng dengan keakraban mereka, "Kalian tuh ya kapan berubahnya. Dia sejam lalu masuk kamar sekarang entah lagi apa, periksa aja sendiri sana."

"Jarvis masuk ya tan."

Jarvis membuka pintu yang tak terkunci, mengendap mendekati ranjang Sabrina.

Jarvis mengambil salah satu syal Sabrina yang berbulu, ia lalu menggesekkan syal itu ke hidung sepupunya itu. Menjahili sepupunya selalu ada kepuasan tersendiri bagi Jarvis.

Dahi Sabrina berkerut tapi matanya masih menutup, hidungnya kembang kempis akhirnya dia bersin.

"Hastciwww..."

Mata Sabrina terbuka, berteriak kaget saat melihat wajah seram di hadapannya.

Jarvis tertawa terbahak-bahak sambil membuka topengnya yang sengaja dia bawa. "Hahahaha... kena kau!"

Sabrina cemberut melempar bantal ke arah Jarvis. Jarvis menangkapnya, "Abisnya kalau kagak dibangunin, lu kalo molor udah kayak kebo."

"Sialan, apes banget gue punya sepupu kayak lo. Udah mah kagak punya kakak cowok biar dia membalaskan dendam gue sama lu, eh pacar pun kagak punya."

"Jadi ceritanya lu jomblo teraniaya gitu, cih drama banget. Udah bangun, kita cari makan enak, gue kangen sama lu," Jarvis menarik lengan Sabrina lalu mendorong tubuh Sabrina ke arah kamar mandi.

"Sana masuk, gue tau lu paling males mandi. Seminggu paling tiga kali mandi, jadi cuci muka aja sana gih! Jadi cewek ko jorok!"

Sabrina memutar bola matanya malas, "Mending gue lah, daripada lu cinta mati sejak dulu sama cewek tapi gak mau memperjuangkannya, pengecut lu!"

Sabrina menutup mulutnya, memaki mulutnya yang terlepas rem-nya. Seketika suasana sunyi, merasa tak ada tanggapan dari Jarvis Sabrina merasa bersalah.

"Sorry."

"Udahlah, sana masuk! Gue tunggu diluar, sambil ngobrol sama tante."

Jarvis meninggalkan Sabrina keluar, tapi sepanjang jalan perkataan Sabrina padanya terus terngiang.

"Apa aku memang pengecut? Haruskah aku memperjuangkan Renata? Tapi bagaimana pandangan semua orang nanti? Bukankah mereka akan memandang hina Renata karena berselingkuh dari abang? Aku tak perduli perkataan orang tentangku, tapi aku tak bisa terima orang menjelekkan Renata," gumamnya.

*

*

*

CATATAN : Happy ending bagi Kayla dan Radit/Melvin palsu akan segera mendekat, jadi saya akan mulai menceritakan tokoh-tokoh lainnya disini semoga masih suka ceritanya ya.

1
ayu cantik
bagus
Annie Soe..
Konflik2 aktor utamanya jelas tp terkesan penyelesaiannya dipaksakan.
Mungkin krn episodenya pendek,
Tetap enak dibaca & menghibur siy,
thanks thor..
Rita Juwita
bagus thor...
sansan
Jarvis humoris begitu... lama" Renata pasti lah bucin juga.. bagus ceritanya.. konfliknya ngga berat..
kurnia rahayu
Luar biasa
Ray Aza
panitia surga jareee.... 🤣🤣🤣🤣
Unai
menetes air mataku....yg kuat ya kay
Unai
ikur tegang..
༄⃞⃟⚡ѕ⍣⃝✰ͩяᷨσͬѕͦηᷠαͥαᷜ 🏀
kk re.. huaaa kok uda end.... blum rela tpi yh uda ditggu up up yg lain nya yh kk.. smngat trs kk 🏃‍♀️
༄⃞⃟⚡ѕ⍣⃝✰ͩяᷨσͬѕͦηᷠαͥαᷜ 🏀
cie renata...... yuk gas trs jarvin
Yunia Afida
semangat terus💪💪💪💪💪, tak tunggu ekstra part ya kisah perjuangan jarvis renata, thania tristan
Yunia Afida
ku kira renata ternyata sabrina to
Yunia Afida
berarti kayla masih saudara renata sama ayah tapi beda ibu
Yunia Afida
jangan jangan kayla anak pak Ahmad
Yunia Afida
🤣🤣🤣🤣🤣renata keceplosan ya
Yunia Afida
saking bahagia ya
Yunia Afida
shock dan sedih banget itu😭😭😭😭😭😭😭
bonusnya anu ya nel🤭🤭🤭
yey tamattttt💗💗
Yunia Afida
jarvis tulus dan baik, semoga renata mau menerima jarvis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!