Sebuah keluarga yang begitu kejam, mengadopsi seorang anak perempuan untuk mengantikan putri tunggal mereka yang di ramal oleh peramal jahat akan mati pada umur nya yang ke delapan belas tahun.
Untuk menghindari kutukan tersebut mereka pun mengadopsi seorang anak perempuan yang lahir di tahun yang sama bulan yang sama dan tanggal yang sama agar putri mereka bisa menghindari kutukan tersebut sesuai ucapan sang peramal.
"Ayah aku mohon, jangan kirim kan aku ke tempat itu,aku takut,aku mohon ayah."Ucap Selina sambil menangis memegang erat kaki sang ayah.
"Menyingkir lah dari kaki ayah ku!"Ucap wanita cantik dengan pakaian yang sangat mewah mendorong Selina untuk menjauh dari kaki peria yang mereka pangil ayah itu.
Buat yang penasaran sama ceritanya Ayuk ikuti terus setiap episode dari kisah "Kesayangan Tuan Muda Kejam."
Terima kasih banyak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode #35
"Rambut mu sudah basah, ayo kita masuk saja."Ucap Melvin yang baru menyadari jika rambut Selina basah akibat gerimis itu.
"Ini pertama kalinya aku melihat tuan muda Melvin bersikap begini."Ucap pelayan dua kepada pelayan satu.
Sementara itu Melvin memegang tangan Selina dan menuntun nya masuk ke dalam rumah itu karena gerimis semakin lama semakin besar.
Mereka pun akhirnya duduk di sofa di ruang tengah rumah tersebut.
Tiba-tiba Melvin merebahkan kepalanya ke pangkuan Selina.
Selina mulai terbiasa dengan manjanya Melvin jadi ia hanya diam dan menatap sekeliling ruangan di rumah sederhana namun megah tersebut.
"Laki-laki ini memiliki berapa rumah atau Mansion ya?"Batin Selina melihat dinding-dinding rumah yang terlihat cantik.
"Itu kan lukisan ku, ternyata dia membawa nya ke sini?"Batin Selina menatap lukisan hutan salju yang ia lukis.
"Hmm, seharusnya sebentar lagi si Milan tiba, meskipun aku berniat memanfaatkan Melvin untuk menghabisi Milan tapi tidak menyangka harus di rumah ini,di tempat mama dan kakak nya di kubur, sudah jam segini mana keburu untuk membatalkan rencana nya."Batin Selina sedikit merasa bersalah atas perbuatan nya.
"Tuan muda,nona,ini sup nya sudah jadi."Ucap pelayan satu datang ke ruang tengah membawakan semangkuk sup panas.
Melvin pun bangun dari pangkuan Selina.
"Suapin dia."Jawab Melvin.
Pelayan tersebut pun menghampiri Selina dan menyuapinya.
Sementara Melvin hanya tersenyum manis melihat Selina yang sangat cantik dan lucu ketika sedang makan sesuatu.
"Tuan muda nona Milan sudah datang."Ucap salah satu anak buah Melvin yang tiba-tiba datang ke ruang tengah tersebut menghampiri Melvin.
"Aduh dia sudah datang ya,jika saja aku tau rumah ini tempat mama dan kakak nya di kubur aku tidak akan melakukan hal ini."Batin Selina.
"Nona Milan?"Tanya Melvin kebingungan.
"Iya tuan muda,nona Milan anak nya pak Hartono."Ucap anak buah Melvin.
"Mengapa dia bisa mengetahui tempat ini?"Tanya Melvin kebingungan.
"Dia bilang dia di undang ke sini untuk bahas tentang donasi."Ucap anak buah Melvin.
"Aku yabg undang? Baik aku akan menemui nya."Jawab Melvin terlihat tidak senang namun dia seperti mengetahui sesuatu.
"Hah,tuan muda Melvin ingin menemui Milan? Kenapa jadi aku yang deg-degan? Tapi Milan bakalan mati kan?"Batin Selina bertanya-tanya.
"Nona ayo buka mulut nya nanti keburu dingin."Ucap pelayan satu yang masih stay di sana menyuapi sup hangat ke mulut Selina.
"Dasar binatang tidak mempunyai perasaan, Kau suka main-main kan,oke aku temani kau main ."Batin Melvin menoleh ke arah Selina saat sebelum dia pergi dari ruang tengah tersebut.
"Seperti nya dia mengatahui sesuatu,apa dia marah pada ku?"Batin Selina memasang wajah takut nya.
"Nona muda jangan takut tuan muda memang suka begitu nanti juga bakal baik lagi."Ucap pelayan tersebut mengelus rambut Selina.
"Mengapa masalah nya jadi ribet seperti ini ya?"Batin Selina yang kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan menuju jendela yang menghadap ke taman belakang tadi.
Namun tiba-tiba ia melihat Melvin yang kembali berdiri di depan kedua makam kakak dan mama nya entah kenapa dia kembali ke situ.
"Apa Melvin meminta Milan untuk datang ke taman belakang juga ya?"Batin Selina sambil mengamati dari dalam rumah.
Namun dugaan Selina ternyata benar, Melvin meminta anak buah nya untuk menyuruh Milan menemui nya di taman belakang.
"Tuan muda Melvin."Pangil Milan dari belakang Melvin.
Melihat Melvin yang berdiri di depan kedua makan itu Milan pun mengambil kesempatan untuk mencari perhatian Melvin dengan membungkuk memberi doa di depan makam itu.
"Tuan muda Melvin,saya tidak tau siapa kedua orang ini tapi ... "Ucap Milan terhenti saat Melvin berbalik dan mengendong Milan untuk pergi dari sana.
"Mengapa adegan nya jadi seperti ini?"Batin Selina yang merasakan sesuatu yang hancur di hati nya melihat Melvin yang dia harapkan memberi pelajaran kepada Milan malah mengendong Milan.
Kedua pelayan Selina yabg berdiri di dekat Selina pun merasa cukup bingung akan sikap Melvin.
"Tuan muda mengapa dia mengedong wanita itu ya? Aku pikir tuan muda suka sama nona."Ucap pelayan dua sambil mengamati Melvin dan Milan yang semakin menjauh.
"Ya gitu tu hati laki-laki memang gampang berubah,nona muda juga sudah cantik meskipun otak nya kurang bagus tapi kan seharusnya tidak secepat itu tuan muda Melvin berubah."Jawab pelayan dua tak kalah kesal nya dengan pelayan satu.
"Bukan nya Melvin tidak menyukai wanita seperti itu?Tapi mengapa dia malah mengedong Milan? Mulut laki-laki memang semuanya penipu,tapi kejadian ini murni kesalahan ku, aku berharap Milan di marahin tapi malah dia di perlakukan seperti itu.Pusing ."Batin Selina tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya.
"Nona muda jangan sedih,nona cantik,tuan muda pasti sangat menyukai nona kok tenang saja."Ucap pelayan satu memegang tangan Selina.
"Tapi mereka mau kemana? Mengapa terlihat buru-buru seperti itu?"Batin Selina kesal.
Beberapa jam berlalu, Selina kini terlihat tertidur pulas di sofa ruang tengah rumah tersebut dengan posisi tubuh yang bersandar.
"Kasian sekali nona muda."Ucap pelayan dua kepala pelayan satu yang mengamati Selina yang sedang tertidur.
Sementara itu di sisi lain.
Brukh ...
Anggap saja suara benda yang terjatuh,bisa juga manusia sih hehe.
Next
"Ahhh,aduh sakit sekali,tuan muda mengapa menjatuhkan ku di lantai aku sangat sakit."Ucap Milan yang di lepas oleh Melvin ke lantai.
"Diam kau,aku mendengar nya terasa ingin muntah."Ucap Melvin kepada Milan.
"Maksudnya tuan muda Melvin apa? Tiba-tiba gendong aku masuk ke rumah dan tiba-tiba bilang suara aku bikin mau muntah."Batin Milan kebingungan.
"Bawa dia masuk ke dalam kamar, jangan biarkan aku melihat nya."Ucap Melvin kepada anak buah nya.
"Apa? Maksudnya bagai mana ini? Kamu yang mengundang saya ke sini mengendong ku dan menjatuhkan ku begitu saja seorang itu sama perempuan?"Ucap Milan membangkang ucapan Melvin.
Namun dengan cepat anak buah Melvin menyeret Milan untuk masuk ke dalam kamar.
"Lepas kan aku,apa yang ingin kau lakukan aku tidak mau di kurung!"Teriak Milan kepada anak buah Melvin.
"Diam kamu! Apa aku ingin mati melewati jalur kilat dengan tuan muda Melvin? Aku beri tahu kepada mu,jika tidak mau mati tutup mulut mu dan diam saja di sini!"Ucap anak buah Melvin dengan tatapan tajam.
"Kenapa bisa seperti ini? Tuan muda Melvin!"Pangil Milan.
Bersambung ....
selamat sell dede debay ny pasti tampan ke ayhnya 🤗😍
makasih Thor ceritanya bagus 👍👌🙏