NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Sistem / Fantasi
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUKTI PERSELINGKUHAN

Sementara itu, Rania sudah mendarat di balkon kamarnya, dengan cepat, dia segera mengganti pakaiannya dengan baju tidur tipis dan menyembunyikan jubah serta topengnya di dalam lemari nya, bagian bawah.

"Nona? Anda sudah kembali?" suara Lina terdengar dari balik pintu, terdengar sangat cemas.

"Masuklah, Lina," jawab Rania sambil mengatur napasnya agar tidak terdengar memburu.

Lina masuk dan terkejut melihat Rania yang tampak berkeringat dengan beberapa goresan kecil di tangannya.

"Nona! Apa yang terjadi dengan tangan Anda?" tanya Lina, melotot kan matanya, melihat jari Nona nya terluka.

"Hanya tersangkut ranting pohon saat meditasi di luar tadi," jawab Rania asal.

Rania duduk di meja riasnya, menatap bayangan dirinya yang tampak jauh lebih hidup dan tajam dari sebelumnya.

"Ada kabar baik, target mulai memiliki obsesi terhadap Anda."

"Obsesi? Itu kabar buruk, bukan kabar baik, Sistem bodoh!" umpat Rania dalam hati.

Rania tahu, berurusan dengan pria seperti Aron Gild sama saja dengan berjalan di atas bara api.

"Di Perjamuan Musim Semi, aku harus bersiap, aku akan mengambil cincin itu, mempermalukan Diana dan Viola, lalu menghilang dari kaisar gila itu," batin Rania mengepalkan tangannya.

Namun, di dalam lubuk hatinya, Rania tahu bahwa melepaskan diri dari Aron Gild tidak akan semudah yang dia bayangkan, selain karena misi dari sistem, pria itu sudah mencium aromanya, dan kaisar seperti dia tidak akan pernah melepaskan apa yang sudah ia tandai sebagai miliknya.

"Nona, Saya sudah mendapatkan bukti perselingkuhan Nyonya Diana," bisik Lina, pelan.

Rania yang tadinya sedang berperang dengan pikiran nya sendiri, seketika langsung menegang, matanya yang tajam berkilat penuh kemenangan.

Rania menoleh ke arah Lina yang kini berdiri gemetar sambil memegang sebuah amplop cokelat kecil yang disembunyikan di balik lipatan pakai nya.

"Bagus sekali, Lina, kamu melakukan pekerjaan yang luar biasa," ucap Rania, tersenyum puas.

Dia mengambil amplop itu, membukanya perlahan, dan mengeluarkan beberapa lembar kertas laporan serta sebuah sketsa kasar yang menggambarkan pertemuan rahasia di sebuah penginapan di pinggiran kota.

"Jadi benar, pria simpanannya adalah seorang pedagang kain yang sering datang ke paviliun mawar dengan alasan menawarkan stok terbaru' tapi aslinya pria itu hanya pria miskin pengangguran yang tinggal di perbatasan," gumam Rania sambil menyeringai tipis.

"Berani sekali dia menggunakan uang Ayah untuk membiayai gaya hidup pria itu," ucap Rania, mendengus.

"Nona, apa yang akan Anda lakukan dengan bukti ini? Jika Nyonya Diana tahu saya yang mengambilnya, dia pasti akan membunuh saya," bisik Lina, wajahnya pucat pasi.

Rania bangkit dari kursinya, berjalan mendekat dan menepuk bahu Lina dengan lembut namun tegas.

"Jangan takut, selama aku bernapas, tidak akan ada satu helai rambut pun dari kepalamu yang jatuh karena wanita itu. Simpan bukti ini baik-baik di tempat yang paling aman, kita tidak akan menggunakannya sekarang," jelas Rania, menyerahkan bukti-bukti utk lagi pada ke Lina.

"Kalau disimpan disini, aku khawatir dua ular tidak tahu malu itu, akan menemukan nya," lanjut Rania.

"B-bukan sekarang, Nona? Tapi kenapa?" tanya Lina bingung.

"Karena panggung yang paling tepat untuk menghancurkannya adalah di depan semua orang, di saat dia merasa berada di puncak kejayaannya," jawab Rania, menyeringai dingin.

"Dan panggung itu adalah perjamuan musim semi di istana lusa nanti," jawab Rania, matanya menatap tajam ke arah jendela yang menghadap ke paviliun utama.

Glek

"Nona, Anda benar-benar berubah. Anda... terasa seperti orang yang berbeda," gumam Lina menelan ludah nya kasar.

Rania terkekeh, suara tawanya terdengar elegan namun penuh misteri.

"Dunia ini kejam, Lina, jika aku tetap menjadi Rania yang dulu, kita berdua sudah membusuk di gudang belakang," jawab Rania, sinis.

Baru saja Rania hendak memerintahkan Lina untuk istirahat, tiba-tiba terdengar suara teriakan histeris dari arah paviliun Mawar.

"AAAAAAKKKKKKKHHH!"

"ITU SUARA NONA VIOLA!" seru Lina kaget.

Rania menyilangkan tangan di dada, tampak sangat santai.

"Sepertinya racun yang dia siapkan untuk tehku sore tadi tidak sengaja terminum olehnya sendiri saat dia marah-marah di kamarnya. Aku hanya sedikit menukar cangkirnya saat dia lengah tadi," ucap Rania, tersenyum kecil.

"Nona! Anda meracuni Nona Viola?!" seru Lina menutup mulutnya, tak percaya.

"Bukan racun mematikan, hanya sedikit ramuan yang membuat kulitnya gatal-gatal hebat dan meninggalkan bercak merah yang sulit hilang dalam tiga hari," ucap Rania santai.

"Dia ingin aku terlihat buruk, maka aku hanya mengembalikan niat baiknya itu," lanjut Rania.

"Cepat, Lina. Pergi ke sana dan berpura-pura lah panik seperti pelayan lainnya. Jangan sampai ada yang curiga padamu," perintah Rania.

Lina mengangguk cepat dan lari keluar kamar.

Rania kembali duduk di tepi tempat tidur, menatap lencana Bulan Sabit miliknya.

Di sisi lain mansion, Duke Victor tampak berlari menuju kamar Viola yang sedang menangis meraung-raung karena wajah dan tangannya dipenuhi bentol-bentol merah.

Diana sedang memaki-maki para pelayan, menuduh mereka tidak becus menjaga kebersihan kamar putrinya.

"Dasar pelayan tidak berguna!"

"Cepat katakan siapa yang melakukan ini pada putri ku!"

PLAK

PLAK

PLAK

Teriak Diana, menampar pipi para pelayan nya.

Mereka semua tidak tahu, bahwa di balik bayangan lorong yang gelap, salah satu anggota Pasukan Bayangan kiriman Rania sedang mengawasi setiap gerak-gerik mereka, untuk di laporkan pada Nona nya nanti.

"Nikmatilah malam terakhir kalian dalam ketenangan yang palsu ini, keluarga Belmont," bisik Rania sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.

"Karena lusa, kalian akan melihat bagaimana sampah ini membakar seluruh istana dengan kebenaran," bisik Rania, menyeringai dingin.

Di paviliun mawar keadaan semakin kacau, Viola terus berteriak marah dan memaki-maki semua orang.

"Ayah! Ini pasti ulah Rania! Aku yakin itu!" teriak Viola di sela isak tangisnya yang histeris.

Wajah Viola yang biasanya dipoles bedak tebal kini tampak mengerikan dengan bentol-bentol merah yang meradang.

"Dia sengaja masuk ke kamarku dan menukar tehku! Ayah, lihat wajahku! Bagaimana aku bisa datang ke perjamuan lusa jika wajahku seperti monster begini?" raung Viola, lagi sambil menarik-narik jubah Duke Victor.

Diana yang melihat putrinya menderita, langsung menyambar kesempatan itu, supaya Duke Victor semakin membenci Rania.

"Benar, Victor! Siapa lagi kalau bukan anak pembawa sial itu? Sejak dia bangun dari pingsannya, dia menjadi sangat kurang ajar. Dia pasti menggunakan ilmu hitam untuk mencelakai Viola karena iri!" teriak Diana, matanya berkilat penuh kebencian.

Duke Victor hanya diam, pikirannya tiba-tiba melayang pada kejadian sore tadi, saat dia melihat Rania mengenakan gaun biru safir milik mendiang istrinya.

Bayangan Eleanor yang begitu anggun dan berwibawa masih membekas jelas di benaknya, membuat hatinya yang beku selama bertahun-tahun mulai retak oleh rasa bersalah.

1
Anandita Syifa Malika
semangat kakk!!!!
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ gak habis thinking kak aku sama Aron nii...
sehat selalu buat autor paling the best lah pokoknya 👏👏👏👏
miss blue 💙💙💙
kemana perginya monstee itu 😭😭😭🤣🤣🤣
Tiara Bella
Aron Aron yg lagi jatuh cinta bentar lg bucin akut...
miss blue 💙💙💙
lama lama nih sistem aku bungkus aja, biar nanti suruh gosip sama ruben onsu, kayaknya cocok 🤣🤣🤣
T1 T1n
untung aku belum tidur/Chuckle//Determined/
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ampun dah raja bucin mu sungguh mengesankan /Curse//Curse//Curse/
Tiara Bella
Aron keenakan tiap ada sesuatu pasti dicium sm Rania....
T1 T1n
kapan up lagi😭😭
°RhaiKen™
aaaa....so sweet deh.. bucin sudah pda waktunya nieee..🤣🤣
renjani
sistem sableng kayaknya dibuat sama leluhur Aron nih biar dia cepet nikah🤭🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍
Milah Milah
Waah Kaisar Aron sudah menandai kepemilikannya, dan memanggilnya my Queen. Jadi meleleh thor... 🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 rania malu malu meong🤭🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Astiana 💕
baru kali ini sistem menyuruh tuan nya ke jurang kemesuman🤣🤣
beybi T.Halim
sistem nya romantis sekali😁 dikit2 peluk dikit2 cium wahhhh ,terbaik lah💝
kaylla salsabella
lanjut
Milah Milah
Sistem buatan othor emang keren abiz👍
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!