Mendapat beasiswa di Universitas ternama di Ibu kota Seoul membuat gadis cantik bernama YURIE berurusan dengan 7 pria tampan, dari keluarga terpandang dan kedudukan besar di Universitas tersebut.
Sebut saja pria-pria tampan itu adalah Y7. Pria yang sudah dijodohkan oleh para orang tua mereka. Diantara mereka YUDANTA HUGO lah yang paling tampan, angkuh, sombong, cuek, serta dingin.
Tak disangka YURIE tertarik pada salah satu Y7.
"Kau tahu sedang berhadapan dengan siapa???" YUDANTA HUGO
"Maaf itu tidak penting. Awas aku sudah terlambat!" YURIE
**
•Bagaimana kisah mereka? antara YUDANTA HUGO dengan YURIE?
•Siapakah dari Y7 yang berhasil membuat YURIE tertarik? bahkan itu pandangan pertama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 35. Berdansa Dengan Ku
Usai dari toilet Yurie langsung berjalan buru-buru. Dia cukup lama di toilet karena kebetulan antri. Untung saja dia sengaja menggunakan masker di dalam sana agar semua kaum hawa tak memberi komentar kepadanya.
Aaaak
Ia tersentak kaget ketika tangannya ditarik cukup kuat hingga badannya tertarik ke belakang, tepat di pojokan sepi orang.
"Senior," gumam Yurie tak percaya bahwa yang melakukan itu adalah Yudanta.
"Kemana saja kau? dari tadi aku mencari mu!" Entah itu sadar atau tidak kalimat itu mencuat dari mulut Yudanta.
Yurie terdiam sesaat, apa yang dikatakan pria itu membuatnya tercengang tak percaya bahwa Yudanta mencarinya. Bukankah seharusnya dia bersenang-senang dengan pasangannya? ini pasti dirinya akan dikerjain.
"Buat apa mencari ku?" ucap Yurie dengan raut wajah jutek karena ia ingat beberapa lalu Yudanta mengacuhkan dirinya.
"Kau lupa dengan siapa kau datang ke sini?" ujar Yudanta dengan tegas, kilatan pancaran mata itu membuat Yurie menciut.
"Lepas aku ingin bergabung dengan sahabatku," bukannya menjawab Yurie malah menghentakkan tangan yang di cengkram Yudanta.
"Apa kau sudah makan?"
"Sudah barusan!"
"Kau tidak menunggu?" rasa geram itu kembali ditunjukan oleh Yudanta.
"Nunggu siapa maksud senior?" tanya Yurie seraya berusaha melepaskan cengkraman itu.
"Ikut aku. Temani aku makan," ujarnya dan terpaksa menarik tangan Yurie, membawanya melangkah kaki ke suatu ruangan tertutup.
Yurie tertegun karena mendengar bahwa Yudanta belum kunjung makan. Pasti dia kelaparan, itulah yang ada dalam pikirannya karena dia merasakan sangat lapar tadi.
"Ssst.....kenapa juga aku pikirkan pria angkuh ini," gumamnya dalam hati.
Didalam ruangan itu sudah terhidang makanan di atas meja dengan sebuah kursi pasangan saling menghadap.
"Apa kau hanya berdiri diam seperti itu? kau bukan pelayan ku jadi duduklah! Atau perlu aku yang mendudukkan?" ancam Yudanta, sepertinya ia candu untuk melakukan hal itu karena hanya dengan ancaman gadis ini akan menurut.
Tidak ingin Yudanta melakukan seperti yang dikatakannya, spontan saja Yurie beranjak dari posisi berdirinya dan duduk manis di depan Yudanta.
"Ikut makan denganku," pinta Yudanta seraya mengambil makanan.
"Aku sudah kenyang," sahut Yurie dengan jujur.
Yudanta mendongak. "Bilang saja kau engan makan berdua dengan ku!" Nada itu membuat Yurie kesal dengan pria ini.
"Bukan begitu tapi aku benar-benar kenyang senior. Itulah alasan ku tadi ke toilet," jelas Yurie dengan jujur dan menekankan kata ke toilet agar Yudanta percaya, itupun jika ia cerdas menelaah kalimatnya itu.
Tidak ingin memaksa lagi Yudanta menikmati hidangan itu dalam diam. Penjelasan Yurie membuatnya paham dan tak perlu dibahas lagi karena tidak ingin membuat selera makannya terganggu.
Tanpa sadar Yurie memperhatikan wajah Yudanta yang sedang menikmati makanan. Pria ini memang tampan, bahkan dialah yang paling tampan di kampus.
Tatapan pandangan Yurie membuat Yudanta merasa kikuk. Ia baru sadar sejak tadi Yurie memperhatikannya. Ia berpura-pura tidak sadar hingga membuat Yurie terbuai.
Tangan Yurie meraih tisu lalu mengusapkannya ke ujung bibir Yudanta. "Makan kayak anak kecil saja," Yurie mengoceh tanpa sadar. Yudanta membeku, membiarkan Yurie melakukan keinginannya, bahkan ia tak memperdulikan ocehan itu. Bukankah seharusnya ia marah mendengar kalimat sindiran itu? tapi entah kenapa sebaliknya ia senang mendengar kalimat yang dilontarkan Yurie.
Keadaan kembali hening. Yurie malu kepada dirinya sendiri karena sudah berani melakukan itu, sedangkan Yudanta baru saja usai makan dan beranjak ke toilet di ruangan itu.
Hanya butuh beberapa menit Yudanta sudah kembali.
"Ikut aku!" Titah Yudanta seraya menarik kembali tangan Yurie.
"Apa harus menarik tangan?" protes Yurie seraya memerhatikan tangan nya.
"Kau liar makanya aku gembok!"
Hah.....
Yurie mendongak ke samping menatap Yudanta dengan gesit. Sedangkan yang ditatap diam-diam tersenyum.
Mereka berjalan keluar dari ruangan. Berjalan tanpa ada orang satupun di sana, hal itu membuat Yurie bertanya-tanya. Sebenarnya pria ini membawanya kemana.
Tiba di sana, dimana itu adalah area belakang panggung dansa membaut Yurie menghentikan langkah mereka.
"Mau apa bawa aku ke panggung?" protes Yurie dengan wajah panik.
"Berdansa lah dengan ku!" Ujar Yudanta.
Mata Yurie membulat serta tubuh menegang mendengar permintaan itu. Permintaan yang tak pernah ia duga.
Ia menggeleng tidak mau
"Yurie!" Sentak Yudanta kali ini menyebutkan nama Yurie untuk pertama kalinya.
Yurie tersentak kaget. "Aku, aku tidak bisa dansa senior," ucap Yurie dengan gugup.
"Aku juga tidak pernah melakukan ya dan ini untuk pertama kalinya. Hmm kau suka drama pasti ada tips yang kau dapatkan dari sana," ujar Yudanta. Ya dia sama sekali tidak pernah melakukan itu, dan ini untuk pertama kalinya ia mencoba. Entah ketertarikan apa yang memilih gadis dari desa tersebut menjadi pasangan dansanya. Jelas-jelas tadi dia menolak ajakan Ayra, tapi kali ini dia yang memohon kepada Yurie.
Yurie menjadi berdebar-debar karena memikirkan ajakan dansa tersebut. Membuat ujung tangannya tiba-tiba dingin.
"Aku memilihmu Yurie!"
...Bersambung...
mkn ya gak pernh up2 lgi