NovelToon NovelToon
My Arrogant Woman

My Arrogant Woman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Teen / Romantis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teen Angst / Tamat
Popularitas:111.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Dea Arsyila, gadis yang tidak menginginkan sebuah pernikahan dalam hidupnya. Kejadian masalalu membuatnya tak ingin membina sebuah rumah tangga.

Richard Kevin, pria yang selalu mengejar cinta Dea, namun terus saja di tolak oleh Dea. Pria itu begitu putus asa sehingga memutuskan bertunangan dengan gadis pilihan sang nenek.

Tapi siapa sangka jika sebuah kesalahpahaman membuat Richie dan Dea harus menikah dan membina sebuah rumah tangga. Mampukah Richie menaklukkan hati keras Dea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

Sampai di rumah sakit, Nenek segera di tangani oleh beberapa dokter. Sementara Richie dan Dea menunggu di luar dengan harap cemas.

"Sebenarnya apa yang terjadi, Dea? " tanya Richie menatap sang istri.

"Aku tidak tahu, Richie. Tiba-tiba saja Aku melihat Nenek yang sudah tergeletak di lantai dengan banyak darah. Aku takut Richie dengan kondisi Nenek saat ini Richie," ucap Dea dengan bibir yang bergetar. Ia merasa syok dan ketakutan saat ini.

"Bohong! Aku tahu pasti Kau yang sudah mencelakai kakak Saya," ucap Hyomin yang datang bersama dengan para anggota keluarga lainnya termasuk Rebecca. (Anggap mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris ya)

Sontak saja Dea dan Richie menoleh ke arah mereka. Dea menggelengkan kepalanya.

"Tidak! Aku tidak melakukan apapun kepada Nenek," protes Dea.

"Jangan menyangkalnya. Para maid mengatakan kepada kami jika pagi tadi Nenek sedang bersama mu. Kau tahu Nenek tidak menyukaimu, jadi Kau mendorong Nenek hingga terjatuh kan?!" tuduh Hyomin. Pria paruh baya itu merasa jika Dea yang mencelakakan kakaknya.

"Tidak, Aku tidak mencelakakan Nenek!"

"Cukup! Diam kalian semua! Saat ini kondisi Nenek sedang tidak baik-baik saja, apa kalian tidak melihatnya?! Dea sebaiknya Kamu pulang!"

Dea terkejut mendengar Richie berkata dengan keras. Dia menatap sang suami dengan air matanya. "Richie, kamu percaya padaku kan? Aku bukan orang jahat yang begitu tega mencelakakan Nenek."

Richie tampak terdiam. Entah kemana Richie yang selama ini selalu percaya penuh kepada sang istri. Tapi saat ini dirinya memanglah begitu bimbang. Ia juga tahu sang istri yang tidak suka kepada neneknya. Sungguh pemikiran yang begitu bodoh!

"Yang di katakan oleh Paman memang benar. Maaf Aku baru menyusul ke rumah sakit. Tadi Aku masih syok dengan apa yang kulihat dengan mata kepala ku sendiri. Aku melihat Dea yang mendorong tubuh Nenek hingga terjatuh," ucap Hye jin menangis. Sungguh wanita yang penuh drama.

Hye jin melihat Hyomin menyudutkan Dea tadi. Hingga muncul di kepalanya untuk menghilangkan jejak dirinya, maka ia akan mengkambinghitamkan Dea.

Dea menatap Hye jin dengan tatapan nanar. "Kenapa Kau tega, Hye jin?! Kau mengatakan apa yang tidak pernah ku lakukan!" Dea menatap kearah Auntie Rebecca. Berharap Auntie akan percaya padanya, namun Rebecca malah memalingkan wajahnya. Sungguh Dea begitu kecewa dengan semua orang. Dan yang lebih membuatnya kecewa adalah suaminya yang juga tidak mempercayainya.

"Dea, kita akan membicarakan ini di rumah. Sekarang pulanglah." Richie berkata tanpa menatap wajah istrinya. Sejujurnya ia juga merasakan sakit melihat air mata sang istri. Tapi istrinya sudah dengan teganya mencelakai Nenek tersayangnya. Richie menjadi bimbang karenanya.

Dea sangat kecewa kepada Richie. Lalu ia pergi dari sana setelah sopir membawanya kembali ke rumah Nenek.

Sepanjang perjalanan, Dea hanya bisa menangis. Kekecewaan mendalam ia rasakan ketika mengingat Richie yang berbicara keras tadi. Apalagi rasa percaya suaminya yang menghilang.

"Kenapa semua menjadi seperti ini? Kenapa kamu lebih mempercayai mereka dan Hye jin, Richie. Aku bukan orang jahat yang akan mencelakakan Nenek yang jelas-jelas sudah menerima ku. Bahkan di sini ada calon anak Kita." Dea terisak sembari mengusap perut ratanya.

Sampai di rumah, Dea segera memasuki kamarnya. Ia menekuk lututnya dan menangis sejadinya. "Papa, Mama, Moza, Aku merindukan kalian. Disini sangat asing bagiku. Mereka semua tidak pernah menyukai ku, dan sekarang Richie ... ," Dea menangis tak terbendung. Hatinya sakit dengan fitnah yang di tuduhkan kepada dirinya.

***

Malam harinya.

Richie kembali dengan wajah yang begitu lesu. Di rumah sakit Nenek membutuhkan banyak darah. Dan di rumah sakit stok darah juga habis. Tapi untungnya golongan darah Hye jin sama dengan golongan darah Nenek, jadi Richie merasa sangat berterimakasih sekali kepada Hye jin.

Richie memasuki kamarnya. Di lihatnya sang istri tidur dengan posisi meringkuk. Terlihat jelas matanya yang juga membengkak.

Richie hendak mengulurkan tangannya untuk sekedar mengusap kepala Dea, namun dia urungkan. Ia kembali mengingat perkataan Dea di rumah sakit tadi. Cerita Dea yang mengatakan jika istrinya lah yang menjadi penyebab Nenek menjadi seperti ini.

Richie memilih untuk mengambil bantal dan membawanya ke kamar sebelah.

Dea membuka matanya ketika Richie keluar dari kamar tersebut. Ia kembali menangis. "Bahkan Kau tidak ingin menyentuh ku, Richie." Malam ini kedua pasangan suami istri itu tidur terpisah. Namun salah satu dari mereka tidak ada yang berhasil memejamkan mata malam ini.

***

Pagi harinya Richie berangkat pagi-pagi sekali. Ia ingin melihat bagaimana kondisi Nenek saat ini.

"Bagaimana kondisi Nenek, Auntie?" tanya Richie.

"Masih belum ada perubahan. Kata dokter kita harus menunggunya sampai besok. Jika sampai besok kondisi Nenek masih belum stabil, maka Nenek akan koma," ucap Auntie Rebecca menitihkan air matanya.

Richie menyugar rambutnya dengan kasar. Kemarin neneknya masih baik-baik saja, dan sekarang menjadi seperti ini. Sungguh rasanya ia ingin sekali menyalahkan sang istri. Tapi tetap saja tidak bisa.

"Sebaiknya Kau lihat Hye jin. Sepertinya dia belum makan apapun sejak kemarin. Dia terlalu syok dengan kondisi Nenek. Dan lagi, tubuhnya juga pasti masih lemah. Dia mendonorkan banyak sekali darahnya untuk Nenek," tutur Rebecca. Richie pun segera melihat Hye jin di kamar inapnya.

"Bagaimana kondisimu, Hye jin?" tanya Richie saat membuka pintu kamar inap Hye jin.

Sontak Hye jin menoleh ke arah Richie. Hye jin terlihat begitu pucat sekali saat ini. Richie segera mendekatinya. Pria itu nampak begitu khawatir.

"Kenapa Kau seperti ini, Hye jin? Sebaiknya Kau cepat makan makanan mu!" perintah Richie.

Namun Hye jin menggeleng. Richie segera mengambil makanan yang perawat siapkan untuk Hye jin. Pria itu hendak menyuapi Hye jin.

"Ayo buka mulutmu! Nenek pasti akan sedih melihat mu sakit. Kau harus sehat, agar saat Nenek sadar nanti tidak marah karena Kau tidak pandai menjaga diri," ucap Richie menyodorkan satu suap makanan kepada Hye jin.

Tentu saja Hye jin begitu kesenangan mendapatkan perhatian seperti ini dari Richie. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan perhatian Richie. Tidak akan ada yang tahu jika sebenarnya dialah pelaku utama hingga terjadi tragedi Nenek yang terjatuh. Namun Hye jin berpikir jika tidak ada yang tahu jika sebenarnya dirinyalah yang telah menaruh minyak di lantai itu.

Tapi Hye jin begitu bodoh. Mungkin dia tidak tahu pepatah yang mengatakan sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga. Hari ini ia memang pandai melompat, Tapi di lain waktu dia akan terjatuh dengan rasa yang begitu sakit.

***

1
Noprida Wati
bagus dan menarik
FUZEIN
Cerita ni sgt menarik
FUZEIN
Benci ahhhh perangai ricihhh ni
FUZEIN
Stupid rici
FUZEIN
Kasihan dia....
FUZEIN
Aduh dea...jangan berkeras sangat..padahal sayang kan
FUZEIN
Ermmmm....
Qaisaa Nazarudin
Ini lah sbb nya kenapa Dea gak mau pacaran, Apalagi sampai Menikah..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal aku mmg suka dengan sikapnya uncle Gamal, yg tegas dan berpikir dulu sebelum bertindak,Tentunya bertindak dgn BUKTI bukan dgn omong kosong..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk apa kabar kamu Richie…🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Semoga Richie hidup dengan penyeselannya, waktu mendapatkan Dea dulu aja susah,sekarang udah dapat Dea Richie malah milih percaya mantan dr istrinya sendiri, Dasar BODOH..
Qaisaa Nazarudin
Katanya udah berjanji saling percaya, kenapa disini Richie malah tdk percaya dgn istrinya sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku setuju dgn kata2 Hye Jin.. Karena apa yg dibilang Hye Jin mengenai Dea itu adalah benar kenyataannya,
Qaisaa Nazarudin
Dea terlalu keras kepala ckck,,lama2 aku enek dgn sikapnya Dea..
Qaisaa Nazarudin
Nekat banget dia masih ngejar2 Richie 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti mantan tunangannya Richie kan? Baru sampai dia ke singapura,,
Qaisaa Nazarudin
Nagus Richie, Aku menyokong mu, Dea itu gengsi nya terlalu tinggi,
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga ada udang di sebalik mi ayam,,😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Makanya jangan ngotot banget, Hati gak bisa dipaksa, Dari awal kamu sudah tau Richie tdk mencintai kamu dan dia mencintai wanita lain, kenapa kamu malah ngebet banget maksa Richie, Nah sekarang terima aja kenyataannya..
Qaisaa Nazarudin
Bagus, mmg saat dan waktu yg sesuai untuk mu Richie,,Nenek mu juga udah gak bisa berbuat apa2 👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!