NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerasukan

Seketika kampus menjadi gempar. Pihak kampus langsung menghubungi polisi. Mereka segera mengamankan lokasi jatuhnya gadis tadi. Sementara Gilang yang pingsan segera dibawa ke klinik kampus.

Suara sirine mobil polisi dan ambulans terdengar memasuki pelataran kampus.

Nino dan Asep kembali diminta menangani kasus bunuh diri ini. Bersama tim forensik, keduanya segera menuju TKP.

Petugas kepolisian segera memasang garis kuning di sekitar TKP. Selain itu, polisi juga mengamankan jalan menuju rooftop dan rooftop. Nino dan Asep mencari barang-barang korban lalu memasukkannya ke plastik bening.

Sementara itu petugas forensik mulai mengambil gambar jasad korban. Petugas mendokumentasikan posisi tubuh korban, genangan darah, percikan darah, alas kaki, serta barang-barang pribadi yang melekat di tubuh korban.

Setelah proses dokumentasi selesai, jenazah korban segera dipindahkan. Jasad korban akan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi.

Nino dan Asep segera menuju rooftop. Dua petugas sudah berada di sana dan mengamankan barang korban yang tertinggal di sana. Di dekat pembatas rooftop terdapat ponsel korban dan earphone bluetooth.

Setelah membalut tangannya dengan sarung tangan, Nino mengambil barang-barang yang tersusun rapi di dekat pembatas rooftop. Saat Nino mencoba membuka ponsel, ternyata benda itu terkunci dan hanya bisa dibuka menggunakan sidik jari pemilik.

Semua barang korban segera dimasukkan ke dalam plastik bening. Nantinya ponsel korban akan dikirim ke digital forensik untuk dianalisis.

Nino berkeliling rooftop, pria itu tengah mencari jejak apakah ada bekas seretan atau jejak kaki di lantai. Banyak orang menyaksikan korban tadi terjun dari rooftop. Namun bukan berarti dia memang melakukan bunuh diri.

Bukan hanya Nino, tapi Asep juga mencari jejak yang tersisa. Namun mereka tidak menemukan apa pun.

“Jejaknya bersih. Tidak terlihat tanda-tanda diseret atau apa pun,” ujar Nino sambil terus mengarahkan pandangan ke lantai.

“Tapi semua kemungkinan masih terbuka sebelum ada keterangan resmi dari dokter forensik,” sahut Asep.

Keduanya segera meninggalkan rooftop. Nino berpesan untuk tetap menutup akses menuju rooftop sampai penyidikan selesai.

Setelah turun ke bawah, kedua polisi itu segera berpencar. Keduanya menanyai orang-orang yang menyaksikan aksi bunuh diri tadi.

Di saat polisi sedang melakukan penyelidikan, Gilang yang tadi pingsan dan dibawa ke klinik sudah sadar. Pemuda itu duduk di ranjang klinik. Ada dua temannya yang menemani. Mereka adalah Aris dan Malik, teman dekat Gilang.

“Kok gue ada di sini?” tanya Gilang bingung.

“Lo tadi pingsan, Lang,” jawab Aris.

Gilang terdiam, dia mencoba mengingat apa yang baru saja terjadi. Pemuda itu terkesiap ketika melihat arwah gadis yang terjun dari rooftop berdiri tak jauh darinya. Napas Gilang langsung tercekat ketika sosok itu mendekatinya.

“Pergi!” seru Gilang yang tentu saja membuat temannya terkejut.

“Lang, lo kenapa?” tanya Malik.

“Pergi!” teriak Gilang lagi sambil mengibaskan tangannya.

Aris dan Malik saling berpandangan saja. Keduanya memang tidak tahu Gilang memiliki kemampuan melihat makhluk astral.

“Lo kenapa, dah? Sadar woi!” seru Aris sambil mengguncang bahu Gilang.

Arwah gadis itu semakin mendekat dan Gilang semakin dilanda ketakutan. Ketika jarak arwah itu hanya tinggal beberapa sentimeter lagi, sosok tersebut menghilang, berubah menjadi cahaya putih. Secepat kilat cahaya itu masuk ke tubuh Gilang.

Mata Gilang mendelik ke atas hingga hanya bagian putihnya yang terlihat. Pemuda itu merapatkan giginya, terdengar geraman dari mulutnya. Hal tersebut mengejutkan dua teman Gilang.

“Lang,” panggil Malik takut-takut.

Malik dan Aris terlonjak saat Gilang melihatnya dengan tatapan mata menyeramkan. Tanpa pikir panjang keduanya segera meninggalkan klinik sambil berteriak. “Tolooong!”

Melihat dua temannya kabur, Gilang yang tengah kerasukan langsung mengejar.

“TOLOOONG!”

Teriakan Malik dan Aris semakin kencang saat mengetahui Gilang mengejar. Karena terus melihat ke belakang, kaki Malik tersandung dan jatuh ke lantai. Sialnya saat jatuh, dia menarik celana Aris, alhasil Aris ikut jatuh bersamanya.

“AAAAAA!!!”

Keduanya berteriak kencang ketika Gilang sudah di dekat mereka. Mata Gilang memerah dan membelalak lebar seperti memendam kemarahan yang begitu besar.

“Kubunuh kalian!” seru Gilang dengan suara seraknya.

Dia mengulurkan tangannya kepada Malik kemudian mencekiknya. Aris segera bangkit kemudian berusaha membantu melepaskan cekikan di leher Malik. “Tolong!” teriak Aris sambil berusaha menarik tangan Gilang dari leher Malik.

Teriakan Aris sampai ke telinga Nino dan Asep yang sedang menanyai saksi. Keduanya bergegas menuju arah suara.

Melihat Gilang yang sedang mencekik Malik, Nino dan Asep bergegas mendekat. Keduanya menarik tangan Gilang, tetapi tenaga pemuda itu begitu kuat.

“Ahqaaam!” teriak Asep.

Dalam hitungan detik Ahqam langsung muncul. Jin itu menaruh telapak tangannya di kepala Gilang lalu menarik paksa arwah gadis yang tadi bunuh diri. Ahqam melemparkan arwah gadis itu hingga jatuh terduduk di lantai.

Begitu arwah gadis itu berhasil ditarik keluar, tubuh Gilang langsung jatuh terkulai. Untuk kedua kalinya pemuda itu jatuh pingsan.

Nino segera membawa Gilang ke klinik, sementara Asep membantu Malik yang masih terlihat shock. Leher pemuda itu juga memerah, bekas cekikan Gilang masih tertinggal di sana.

“Kamu mau ke klinik?” tanya Asep.

“Nggak usah, Pak. Saya mau pulang aja.“

“Kamu jangan pulang dulu. Ada yang mau saya tanyakan ke kamu.”

Sejenak Malik terdiam. Pria itu mengusap dulu lehernya yang masih terasa nyeri sebelum akhirnya mengangguk.

“Lebih baik kamu ikut ke klinik. Kamu juga,” Asep melihat pada Aris.

Kedua pemuda itu akhirnya kembali ke klinik. Sesampainya di sana, tampak Gilang masih belum sadar dari pingsannya.

“Itu si Gilang kenapa, Pak?” Aris memberanikan diri bertanya pada Asep.

“Dia kayaknya kerasukan.”

“Tapi dia nggak apa-apa, kan, Pak?”

“Nggak apa-apa. Paling butuh istirahat aja.”

“Kalian tunggu di sini, kalau dia sudah sadar, beritahu kami,” ujar Nino.

Aris dan Malik kompak mengangguk. Keduanya duduk di dekat ranjang Gilang. Pemuda itu masih belum sadar dari pingsannya.

Sementara itu, arwah gadis tadi masih dalam pengawasan Ahqam dan Eris. Dia tidak bisa pergi karena kekuatannya tidak lebih besar dari Ahqam. Tak lama kemudian Asep dan Nino mendekat.

“Bawa dia ke tempat sepi. Biar enak interogasinya,” ujar Asep pada Ahqam.

Jin tersebut langsung membawa arwah gadis tadi menuju tempat yang lebih sepi. Ahqam membawanya ke ruangan kecil yang ada di ujung koridor. Dia mendudukkan arwah gadis itu di kursi, kemudian Ahqam menekan pundaknya hingga tidak bisa bergerak.

Nino dan Asep masuk ke ruangan. Mereka mengambil kursi kemudian mendudukkan diri di depan arwah sang gadis.

“Sebutkan namamu?” titah Nino.

“Lepas! Lepas!!” teriak arwah gadis itu sambil terus menggerakkan badannya. Namun usahanya sia-sia karena kekuatan Ahqam yang besar.

“Jangan membuang tenaga. Jawab saja pertanyaanku. Sebutkan namamu!”

Untuk beberapa saat arwah itu masih berusaha berontak, tetapi kemudian dia menyerah.

“Namaku Prisa, aku mahasiswi di sini.”

“Kenapa kamu bunuh diri?”

“Bunuh diri? Untuk apa aku bunuh diri? Aku tidak bunuh diri!”

“Puluhan saksi melihatmu meloncat dari rooftop gedung ISIP. Apa namanya kalau bukan bunuh diri.”

“Tidak … Tidak mungkin. Aku tidak bunuh diri. TIDAAAAAK!!”

Prisa berteriak kencang sambil memegangi kepalanya. Jika tadi kemarahan yang melandanya, sekarang arwah itu terlihat frustrasi.

***

Waduh, terus ada yang dorong gitu?

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!