NovelToon NovelToon
Si Tomboy Yang Tiba - Tiba Menikah

Si Tomboy Yang Tiba - Tiba Menikah

Status: tamat
Genre:Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Dosen / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:96.1k
Nilai: 5
Nama Author: andry kumala

Lean si gadis tomboy yang digosipkan sebagai penyuka sesama jenis oleh orang tak bertanggung jawab, dan membuat citra keluarga besarnya hampir jatuh, membuat kedua orang tuanya terpaksa menikahkan Lean dengan anak sahabatnya untuk menampik gosip tersebut. Mampukah Lean si gadis tomboy yang urakan hidup bersama Agam si pria sempurna yang cuek?, akankah perasaan bersemi diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andry kumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkunci

“ada masalah ya?” ucap Lean dengan nada merendah. “iya!, besok pagi gua harus berangkat ke AS!, ada beberapa masalah kerja sama yang masih belum selesai dan sifatnya urgent!” Agam menjelaskan dengan lemas tak bersemangat. Melihat ekspresi Agam yang nampak sedih, Lean berusaha menghibur “jadi yang bikin lu sedih gara – gara pergi mendadak atau gara – gara gak ketemu sama gua?” Lean menyahut dengan nada menggoda.

Agam pun menatap kaget ke arah Lean. “tuh kan bener!, pasti lu sedih karena harus ninggalin gua!. Sekarang udah jamannya internet!, kan sewaktu – waktu lu bisa telefon atau video call gua!” sahut Lean sambil bercanda. Meskipun sejujurnya hawa sedih tengah menyelimuti hatinya, namun Lean berusaha menyimpan rasa sedihnya agar terlihat seolah biasa dan baik – baik saja di depan Agam. Mendengar apa yang dikatakan oleh Lean ada benarnya, pikiran Agam pun lebih tenang dari sebelumnya.

Esok paginya.

Melepas keberangkatan Agam di depan pintu apartemen, Lean menutupi rasa sedihnya dengan terus menarik senyum. Ingin rasanya ia membuka kedua tangan dan melayangkan pelukan, namun Lean terlampau malu. “jangan lupa pesen gua!, gak perlu masak!, kalau pengen makan beli aja!, jangan keluar terlalu malam!, misal kepepet, minta tolong Aji atau Bima buat nganterin!, dan magang yang baik, jangan sampai bikin masalah ya!” ucap Agam sambil mengelus lembut rambut Lean.

Mendengar ucapan Agam, perasaan sedih semakin menusuk hatinya. Lean mengangguk patuh mendengar wejangan yang Agam sampaikan. Tak lagi menahan rasa malu maupun gengsi, Lean melayangkan pelukannya pada Agam dengan wajah memelas dan mata yang berkaca - kaca. “lha, kenapa lu jadi mellow gini?” ucap Agam membalas pelukan Lean. Lean tak menjawab hanya menggelengkan kepala.

Melihat keromantisan Agam dan Lean, membuat Fahmi yang sedari tadi menunggu pun tak enak hati. “berasa jadi obat nyamuk deh gua!” gumam Fahmi dalam batin. Meskipun adegan romantis dilakukan oleh dua orang di depannya, namun justru Fahmilah yang tersipu malu. Apalagi melihat atasannya yang cuek dan dingin terhadap perempuan, mendadak berubah menjadi pribadi melankolis, sungguh keajaiban.

Selesai berpamitan, akhirnya Agam berangkat ke bandara diantar oleh Fahmi, dan Lean siap berangkat ke perusahaan mengendarai motor sportnya. Kesulitan memakai sepatu berhak, Lean memutuskan untuk memakai sepatu kets dan menggantinya dengan sepatu berhak tinggi setibanya di perusahaan. Dan benar seperti rencananya, Lean yang tiba lebih pagi bergegas mengganti sepatu yang dikenakannya dan segera masuk dalam ruangan kerjanya.

Berbeda dengan Lean yang segera masuk ke dalam kantor perusahaan, banyak karyawan lain yang masih berdiam sejenak di tempat parkir. Melihat motor sport berharga fantastis di depannya matanya, beberapa karyawan terus berdecak kagum dan mengerubungi motor Lean sambil sesekali mengambil gambar. “gila keren banget!, motornya siapa nih!” gumam salah satu karyawan sembari mengelus body motor Lean. “kalau bukan milik orang atas, mana bisa karyawan kayak kita beli!” sahut pria lainnya. Bak menjadi selebriti, motor Lean terus menjadi pusat perhatian bagi siapa pun yang memandangnya.

Tak hanya para pria, bahkan beberapa karyawati pun ikut berdecak kagum melihat motor sport mewah yang terparkir di depannya. Membayangkan pemilik motor tersebut adalah pria gagah yang tampan, perempuan – perempuan tersebut nampak begitu antusias. “pasti yang punya motor tuh ganteng dan keren!” gumam salah satu perempuan pada temannya yang lain. “gua jadi penasaran, cowok mana yang bawa nih motor!” sahut perempuan bertubuh seksi sambil mengentakkan kaki dengan heboh.

Tanpa Agam di perusahaan, Lean nampak lesu tak bersemangat. Biasa melihat sosok Agam yang wara wiri dalam kantor, dan saat ini bahkan bayangnya pun tak Lean dapati, membuat hari – hari yang Lean Lewati begitu hampa. Hingga hampir 7 hari ini Lean melewati hari – hari sepinya sendirian di sepanjang hari. Hanya kabar melalui pesan singkat yang Agam kirimkan, dan itu pun bisa dihitung jari. Sampai dengan hari ini, Agam masih belum bisa dihubungi. Hingga membuat seminggu yang Lean lewati pun terasa amat menyedihkan.

Melihat Lean tengah mengaduk kopi di ruang pantry, Rere bersama dua teman lainnya tengah mengintip dari sela – sela pintu. “gimana nih!” bisik perempuan berambut panjang sambil melirik ke arah Lean. Rere pun mengacungkan jempolnya seakan memberi kode. Melihat adanya celah yang terbuka untuk mengerjai Lean, Rere bersama dua teman lainnya pun bersekongkol memberi sedikit pelajaran pada Lean.

Lean masih mengaduk kopinya sembari terus melamun. Tiba lah Fitri membawa segelas penuh jus alpukat di tangannya, dan berjalan menuju Lean. Dengan sedikit berakting jatuh, Fitri sukses menumpahkan jus alpukat tersebut ke sekujur tubuh Lean. “aaa!!” Lean berteriak kaget. “astaga Lei!, maaf Lei!, gua gak sengaja!” sahut Fitri membatu membersihkan tumpahan jus dengan berpura – pura panik. “iya gak papa!” sahut Lean sambil berjalan menuju kamar mandi sembari terus membersihkan tumpahan jus pada bajunya.

Melihat tugas Fitri selesai dengan baik, Rere bersama Susan nampak terkekeh dari kejauhan. Lean pun masuk ke dalam salah satu kamar mandi untuk membersihkan bajunya. “apes banget sih gua!, huuftt!” gerutu Lean sambil menghela nafas panjang. “yaahh jadi basah semua deh!, gimana nih, gak bawa baju ganti!” imbuhnya sambil mengerucutkan bibirnya ke depan. Hampir seluruh baju Lean pun basah oleh air, hingga ia merasa sedikit kedinginan.

Selesai membersihkan seluruh noda yang mengotori bajunya, Lean membuka pintu kamar mandinya “lho!, kenapa gak bisa dibuka!, ceklek!, ceklek!” gumam Lean sambil mendorong pintunya agar terbuka. “sial banget gua!, apa jangan - jangan pintunya rusak?” gerutu Lean sambil terus mendorong pintu hingga cukup lama. Tak segera terbuka, Lean tak lagi mendorongnya dengan tangan, melainkan menggunakan tendangannya yang begitu keras dan “braakk!” pintu yang ditendang Lean akhirnya terbuka secara paksa.

Melihat dua sapu yang jatuh di balik pintu tersebut, Lean pun menyadari jika ada unsur kesengajaan dibalik insiden terkuncinya dirinya di kamar mandi. Mengingat jika masih ada pintu utama, dengan bergegas Lean pun berjalan menuju pintu tersebut dengan tergesa - gesa. Dan benar saja, pintu tersebut telah di kunci dari luar. “sialan!” umpat Lean dengan penuh emosi.

“tolong!, tolong!, tolong!” teriak Lean sembari terus menggedor pintu. Tak mendapat sahutan, Lean mencoba mendorong dan menendang pintu tersebut. Sekuat tenaga Lean melayangkan tendangan, namun masih tak cukup kuat untuk membuka pintu yang sengaja di kunci seseorang dari luar. Hingga ruangan hampir sepenuhnya gelap, dan tubuh yang semakin menggigil kedinginan, pintu tak kunjung terbuka. Mencoba menelefon Agam, namun tak ada jawaban. Lean pun berpikir keras, pada siapakah ia harus meminta bantuan.

Merasakan suhu yang semakin dingin, ditambah lagi perutnya yang lapar, membuat tubuh Lean menggigil semakin keras. Gigi atas dan bawahnya beradu karena getaran pada tubuhnya yang tak sanggup ia kontrol. Kelaparan dan kedinginan, inilah yang dirasakan Lean saat ini. Dalam keputus asaan yang Lean rasakan, tiba – tiba panggilan masuk menggetarkan ponselnya.

Tak lagi terlihat jelas nama seseorang yang memanggilnya, namun Lean yang benar – benar lemas itu pun berkata “hallo!, tolongin gua di kamar mandi!” Lean terbata – bata dan akhirnya “bruukk!” Lean tak sadarkan diri dengan posisi tubuhnya yang meringkuk kedinginan.

1
Septi Wariyanti
mr L mungkinkah satria
kika
gemesin bgt....wkwk...
kika
katanya nikah buat mengalihkan isu, kok malah dirahasiakan...
tri sutami
laki lu yg punya perusahaan itu le
tri sutami
Mr.L kykna bima deh
tri sutami
bima ap y
Maya Cimuet
bgs
atheina_ARA
masih aku tunggu kok Thor
Yurniati
tetap semangat thorr
Yurniati
update thorr
Yurniati
kok belum update thorr
Yurniati
update thorr
StAr 1086
bantai aja tuh si rere....
StAr 1086
kirain kabarnya hamil n keguguran....
StAr 1086
kayaknya keguguran deh...
StAr 1086
pada resek sih karyawannya agam....
StAr 1086
next thor
StAr 1086
next
StAr 1086
Sebagai CEO donk tentunya.....
StAr 1086
good job Lean....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!