Novel ke tiga ini hanya kisah fiktif khayalan penulis semata, jika ada kesamaan nama, tempat semua itu hanya kebetulan.
Gadis bernama Airin Nurani usia 21 tahun, yang nekat ke kota Metropolitan untuk merubah nasib dan menyekolahkan adik nya, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Berbekal Ijazah SMA dan selembar kertas bertuliskan alamat seorang teman di desa yang sudah lebih dulu kerja di Jakarta, dan mendapatkan pekerjaan sebagai Pramusaji.
Airin yang akhirnya bertemu dengan kekasihnya ketika masih di desa begitu bahagia, hingga sang kekasih meminta sesuatu dari dirinya...
Apakah Airin akan memberikan permintaan sang kekasih? Bagaimana kelanjutan kisah nya,,,
Simak terus di hari Rabu dan Sabtu jam 20:00 mlm.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Venus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 - Rencana Baru
Lanjut yukkk guysss,,,
**********🌹🌹🌹🌹🌹**********
Mobil pun akhirnya membawa Airin dan mbok Yem pergi dari rumah itu menuju kos an Asih. Sementara di rumah wajah bahagia Delia terus tersenyum dan bergelayut manja di lengan bu Widya yang duduk bersebelahan menonton tv.
"Neng kalau nanti pak Daffa nyari kita gimana ya?"
"Biarin aja mbok, kan bukan kita yang mau keluar kita di usir. Tapi Airin seneng lho mbok bisa bebas dari rumah itu."
"Neng, mbok ini sudah ndak punya siapa-siapa lagi, suami mbok sudah lebih dulu ninggalin mbok tanpa seorang anak pun. Makanya begitu mbok ketemu neng Airin, mbok seneng."
"Iya mbok kita akan bersama-sama terus ya."
*****🌹
Mobil hitam mewah memasuki halaman rumah dan berhenti di teras rumah. Daffa turun dan berjalan masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum mama,," ucap nya.
"Waalaikumsalam eh anak ganteng mama udah pulang, kamu makan dulu ya, nanti anter Delia pulang."
"Daffa capek mah, tadi lembur di kantor. Pesenin mobil online aja." ngeloyor ke dapur membuka tudung saji, segera melonggarkan dasi nya dan menyendok nasi berikut lauk lalu menyantap nya.
"Gak bisa Daffa, ini sudah malam. Mama gak tega biarin Delia pulang naik mobil online, nanti kalau kenapa-kenapa gimana? Mama mau jawab apa sama orang tua nya?" ucap mama yang sudah mengikutinya ke dapur.
"Malam apa sih ma, ini baru juga jam 8. Gak usah manja, Daffa laper, capek, ngantuk."
Bu Widya melirik Delia dengan mengangkat bahunya. Delia hanya bisa manyun, tapi tiba-tiba sebuah ide terlintas dikepala nya.
"Ya udah tante, gak pa pa. Aku telepon rumah aja minta di jemput supir, aku boleh tunggu disini kan sampai supir datang?" ucapnya kemudian.
"Boleh lah sayang, nanti tante temenin ya."
"Makasih tante."
Tak ingin berlama-lama di dapur dengan badan yang memang lelah segera melangkah naik ke kamarnya.
Tiga jam kemudian...
"Del, mana supir mu kok belum datang juga? Tante udah ngantuk nih."
"Gak tahu tante tadi di Wa katanya okey, coba aku Wa telpon ya Tan," terlihat Delia mengambil hape dari dalam tas nya.
"Halo pak Ujang, udah sampe mana?" tanya nya.
"Ya ampun,, ya udah deh kalau gitu," suara lesu Delia menutup sambungan teleponnya.
"Ada apa, kok wajah mu lesu gitu?"
"Mobil pak Ujang ban nya bocor tante, sekarang masih di tambal. Aku pulang nya gimana tante?"
"Ya sudah, biar tante bangunkan Daffa aja. Dia harus anter kamu pulang." bu Widya naik ke lantai dua mengetuk kamar Daffa.
"Apa sih maaa,,," suara berat dan muka ngantuk Daffa muncul begitu pintu dibuk.
"Itu kamu anterin Delia pulang ya, supir yang jemput dia kena musibah ban mobilnya bocor di jalan, kalau nunggu pasti makin malem."
"Astagfirullah mama,,, dari tadi Daffa udah bilang pesen mobil online aja. Kalau gini Daffa juga yang repot." masih dengan mata merem.
"Ya namanya musibah siapa yang tahu sih. Udah buruan pakai baju yang bener, gimaba juga Delia kan calon istri kamu."
"Daffa anter Delia bukan karena dia akan jadi apa dan siapa buat Daffa mah, karena Daffa gak mau nikah sama Delia.!" mata yang tadi ngantuk mendadak jadi emosi.
"Kamu gak lupa kan Daffa, kalau kamu gak nuruti apa kata mama, kamu akan mama coret dari daftar ahli waris semua aset mama dan papa." ucap mama Widya tegas.
"Apa mama lupa, kalau anak mama itu hanya aku, kalau bukan diwariskan sama aku lalu di wariskan ke siapa?"
"Sudah, jangan bantah mama, lekas pakai baju dan antar Delia pulang. Mama tunggu dibawah.!" mama pun kembali turun.
"Gimana tante? Daffa mau anterin aku gak?" Delia tak sabar langsung bertanya begitu melihat bu Widya turun.
"Mau kok, tunggu aja ya."
"Ayo buruan,!" suara berat Daffa berjalan keluar melewati dua wanita.
"Tante, Delia pamit ya. Kapan-kapan Delia main lagi." ucapnya sambil mengecup pipi calon mertua.
"Daffa bawa mobilnya hati-hati ya." teriak mama, yang setelah mobil keluar gerbang mama segera menutup pintu dan masuk ke kamar.
Kamu punya saudara tiri Daffa, anak mama bukan hanya kamu. Tapi hanya kamu yang mama urus sejak bayi, kakakmu entah ada dimana. Seperti apa wajahnya sekarang mama pun sudah tak lagi tahu.
Air mata mama Widya menetes mengenang peristiwa 30tahun yang lalu, cinta pertamanya bersama lelaki yang membuatnya mau menikah siri hingga melahirkan bayi laki-laki di sebuah rumah sakit bersalin yang sejak melahirkan hingga detik ini tak pernah melihat wajah anaknya. Yang mama Widya ingat setelah ia melahirkan ia diberitahu bahwa bayinya laki-laki, tapi karena kondisi tubuh yang tiba-tiba drop membuat mama Widya pingsan dan begitu sadar semua kebahagiannya hilang. Suami dan anak pertamanya pergi entah kemana.
Kejadian itu sudah berlalu 30 tahun, tapi kenangan pahit sedih masih teringat kala rindu merebak sampai akhirnya pasrah ketika harus menikah dengan lelaki pilihan orang tua dan melahirkan Daffa.
"Kalau kamu masih hidup Nak, usia mu kini mungkin 30 tahun ya,,, pasti kalau kamu bertemu Daffa yang usia nya dibawah mu. Mama yakin kalian bisa menjadi saudara yang baik meski dari ayah yang berbeda." gumam mama Widya.
*****🌹
"Makasih ya Daf, udah mau anter aku pulang?"
"Hmmm,,, jangan bicara apapun, aku capek dan ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya."
*****🌹
"Assalamualaikum Asihhh..." panggil nya sambil mengetuk pintu.
"Eh udah nyampe ayo masuk Rin." Asih membuka pintu.
"Kak Airin,, masuk kak." Alika ikut berjalan ke pintu sambil menimang anak Asih yang masih belum mau tidur.
Setelah masuk dan minum teh hangat, aku pun mengutarakan rencana ku untuk mengajak Alika tinggal dengan ku, tapi ternyata Alika lusa sudah harus kembali ke pondok karena sudah mulai belajar kembali. Aku jadi gelisah memikirkan Asih yang akan sendirian, akhirnya aku mengusulkan agar Asih mau ikut bersama ku mengontrak satu rumah untuk ditinggali bersama dengan mbok Yem juga.
Akhirnya pembicaraan menemui kesepakatan dengan Asih yang mau ikut bersamaku, karena kebetulan sewa kos nya akan habis seminggu lagi dan belum dia perpanjang lagi. Aku berencana mengajak Asih kerja dari rumah juga seperti ku, tapi sebelumnya aku akan mengajarkan Asih desain lebih dulu. Karena begitu aku cerita pekerjaan sampingan ku yang seperti nya akan jadi pekerjaan utama ku menghasilkan bonus banyak, Asih tertarik.
Gaji ku sebenernya tak besar hanya gaji pokok standar Jakarta, tak ada lemburan, tak ada uang transport, tak ada insentif target karena aku karyawan online. Hanya ada bonus setiap aku bisa mengerjakan project dari klien.
Di dunia era modern digital, advertising sangat penting karena dengan iklan semua barang dan jasa bisa di ketahui khayalak ramai yang semua rata-rata memakai gedget. Iklan tanpa ide kreatif dari desain yang keren, menjual, tentu tak akan menarik dilihat orang. Itu sebabnya kenapa desain grafis cukup sulit dipelajari jika tidak hobi dan tekun, tapi jika di telateni bisa menjadi sumber uang.
Aku pun masih mencari satu rumah layak yang bisa aku kontrak, masih di daerah Jakarta dan juga ku pilih dekat dengan kantor tempat ku bekerja, meski aku tidak perlu datang setiap hari. Aku pun menemukan rumah itu segera menghubungi pemilik bernegosiasi hingga sepakat menyewa rumahnya.
"Besok setelah Alika kembali ke pondok, kita juga akan segera pindah ya sore atau malam nya. Barang-barang bisa kita kemas besok pagi." ucap ku hingga semua mulut melongo, kaget.
**********🌹🌹🌹🌹🌹**********
apa reaksi bapak Faisal jumpa dengan mantan istrinya dan apa sebenarnya niat Bu Widya mau jumpa ya
tp kok zaman dah modern gini masih aja ada hal² yg berbau nganu..
hmm 🚶♀️🚶♀️🚶♀️
wlopun cara itu diluar nalar sekalipun 🤦♀️
aduh Del, km ini wanita masa kini kok percaya hal kek gitu sih 😶
inget lho, nyawamu sndiri yg jd taruhannya itu..
smua masih abu².. aku nunggu jd merah muda dan biru aja deh 🚶♀️🚶♀️🚶♀️
km baik² aja kn?!
klo smpe terjadi sesuatu sm km kelak, apa Airin bakal kembali sm Daffa??
hmm, bolak balik dekok w mren ieu mh
kek nya 11 12 sm Delia..
apa mungkin Rachel yaa??
jadinya gini kan..
km sndiri yg tersiksa krna jelas² km yg berjuang sndiri
km hrus berusaha lebih keras lagi utk mencari Airin dan mendapat maaf darinya..
ehh ini Faisal sakit apa sih..
jgn bilang dia mengidap penyakit berbahaya yg mengancam nyawanya.. halahhh klo kek gitu, bisa jd angin segar buat Daffa..