NovelToon NovelToon
DI ANTARA 3A

DI ANTARA 3A

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Spiritual / Tamat
Popularitas:849.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy Qiev

Amir bahagia, perasaan nya bersambut kala sang gadis yang telah lama ia cintai dalam diam merasakan hal yang sama. Sedangkan di sampingnya ada hati lain yang selalu menerima meski Amir berkali melukainya, tanpa sengaja.

Persahabatannya retak, ditambah dengan memanasnya hubungan Amir dan keluarga karena perubahan sikap santunnya.

Inilah perjalanan Amirzain yang baru mengenal cinta. Dirinya harus menetapkan pilihan, memilih cinta atau berbakti pada orang tua.
Akankah Amir melembut seperti dulu? Kepada Siapakah hatinya tertambat kelak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Qiev, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35. MUNDUR

Tak berapa lama Amir tiba di komplek Al Islah. Sebelum turun dari mobilnya, ia mengamati sekitar apakah nampak kehadiran Alma, mengingat kediaman Kyai Hasyim Rois terletak di area santriwati.

" Bismillahirrahmanirrahim, semoga ada jalan terbaik. "

Amir memantapkan langkah menuju kediaman Paman Yai nya bermaksud membicarakan perihal izin untuk mundur dari kewajibannya mengajar selama sisa waktu yang telah ditentukan.

" Assalamu'alaikum. "

" Wa'alaikumussalam, silakan masuk Ustadz, " seorang santri pria keluar menyambutnya.

" Yai ada Kang? "

" Nggih, ada didalam. Ana panggilkan sebentar, monggo duduk dulu Ustadz, " pamitnya kembali masuk kedalam memanggil Yai.

" Mir, ana selesaikan ini dulu ya, sebentar lagi. " Beliau duduk dikursi depan Amir sembari memberikan petunjuk pada Santri tadi perihal tugas yang akan diamanahkan padanya.

" Nggih 'amm, monggo. "

Selang beberapa menit berlalu.

" Ada perlu apa Mir? " beliau membuka percakapan.

" Itu 'amm perihal mengajar, apa diperkenankan apabila aku mundur setelah akhir bulan ini? materi belajar selanjutnya aku akan membuat sebuah modul khusus agar tetap berkesinambungan dan tuntas pembelajaran satu quartal untuk para santri. Atau bilamana 'amm mempunyai solusi lebih baik, aku bersedia. "

" Alasan antum apa Mir, ana hanya ingin tahu. " Yai nya menaruh senyum curiga pada Amir, sejujurnya ia paham, Amir tengah menghindari keponakannya Almahyra.

" Jujur 'amm, aku ingin ke Solo, uyut butuh aku disisinya dan juga ... anu.. itu ... hmm.... "

" Bilang saja. " Yai Rois justru tertawa melihat Amir salah tingkah.

" Aku kurang nyaman sih, tapi mungkin 'amm paham, aku menghindari Almahyra karena Alma sudah memulai proses khitbah dengan seorang pria yang kebetulan sahabat kecilku. "

" Gamaliel Arbi bin H. Fadzli itu sahabat kamu Mir? "

Amir hanya mengangguk pelan. Muncul garis kekhawatiran diwajah Paman Yai nya.

" Ana paham, Alma menaruh suka padamu Nak, Ilyas dan Alma itu saling mencintai dan dia sangat terpukul ketika takdir memisahkan mereka. Alma menjadi pemurung, dirinya butuh waktu lama untuk bangkit. Dan ketika baru saja bangkit, dia mulai mengenalmu sedikit demi sedikit dari cerita Qonita bahwa adik lelakinya adalah seorang hafiz yang lembut termasuk tentang besarnya dukunganmu saat adikmu akan menikah dulu. " Yai bercerita dengan tatapan sendu.

" Dan akhirnya kalian dipertemukan juga oleh takdir sebab handphone Almahyra hilang, anehnya justru ditemukan olehmu. Ana dan bibinya mulai melihat Alma ceria kembali terutama bila berkaitan denganmu. Terlebih dia memohon pada ana agar kamu dibolehkan mengajar sementara di sini. Dari situlah, kami mulai mencoba menjauhkan Alma darimu sebab keluarga kakak pasti akan melakukan hal yang sama. "

" Selayaknya sedang jatuh cinta, Alma sesekali melanggar permintaan bibinya. Sepertinya dia telah mengutarakan perasaannya padamu. Begitulah Alma, perangai orangtua memang sedikit banyak menetes pada nutfahnya. Dulu, ia pun yang meminta ana untuk 'melihat' Ilyas sebelum akhirnya pemuda itu peka dan menyadari bahwa ia merasakan hal yang sama dengan Alma. "

" Jika alasanmu demikian, malah sepatutnya kamu menghindari mereka. Aku ridho Mir, pergilah. Salam buat Raden Arya Tumenggung Danarhadi yaa. Jika kamu tergesa, kamu bisa menangguhkan materi selanjutnya setelah Alma menikah nanti atau di alihkan ke asatidz yang lain. "

" Jadi ini bukan permintaan 'amm? "

" Bukan. " Yai Rois hanya tersenyum.

" Aku sedikit banyak mengerti, ku kira Alma berubah menjadi berani karena aku malah tadinya ... akan aku siapkan bahan materi ajarnya semoga selesai minggu ini. Jazakallah kheir 'amm sudah memudahkan urusanku. "

" Ndak, memang Alma begitu, independen, blak-blakan apalah itu artinya ana kurang paham, dia pendiam ya karena belum kenal dan paham situasi saja ... semoga lekas bertemu jodoh yang sholihah ya Mir, yang kemarin ga cocok yaa? putri Yai lho itu. "

" Itu, aku belum kepikiran 'amm. Disodorkan banyak pilihan jadi pusing juga. " Amir menghindari gugupnya dengan mengusap dahi perlahan.

" In sya Allah ana do'akan hanya insan terbaik yang akan Allah hadirkan untukmu ya Nak. Semoga Allah menjagamu langsung dengan Rahmat dan Rahiim-Nya, aamiin. "

" Istajib du'ana yaa mujibassailiin, aamiin. Aku pamit ya 'amm, melanjutkan tugasku. Jazakallah kheir. Assalamu'alaikum. "

" Wa iyyaka, Nak. Barokallah, Wa'alaikumussalam. "

" Allah yubarik fiik. " Amir bangkit seraya menggamit tangan Paman Yai nya dan menciumnya takzim.

Melangkah keluar dengan hati lapang mencetak sebaris senyum di bibir manisnya.

" Ka. " Alma sengaja telah menunggunya di luar.

Degh. Amir berpura tak mendengar dan ia tetap melangkah dengan kaki panjangnya.

" Aku tahu kakak menghindari ku. Aku dengar semuanya didalam tadi. "

Amir tak punya pilihan, dirinya membalikkan badan menghadap Almahyra.

" Alma, please. Gamal sahabatku, kamu dengar tadi kan? aku baru saja kehilangan dua sahabat dan gadis yang aku cintai menjadi korban---nya. " Eh, keceplosan. Batin Amir.

" Kan aku bilang juga apa? Aiswa itu gadis yang kakak maksud bukan? aku mencoba membantu mu melupakannya, apa kurangnya aku dengannya? " tatapan mata Alma memburu.

" Aku ... alma, sudah aku jelaskan bahwa aku menganggapmu hanya sebagai kawan, sedari awal aku tak pernah memberikanmu harapan bukan? "

" Bilang saja, kakak takut akan mitos tentang aku kan, ayolah mengaku saja, " tuduhnya.

" Apalagi maksudmu kini. Alma, tolong jangan mendesakku. Aku menyetujui mengajar di Al Islah karena aku ingin membalas budi mu yang telah bersedia menampung Aiswa disini sementara waktu, " Amir menjelaskan sebisanya.

" Bilang saja, kakak takut. " Senyumnya menyebalkan.

" Terserah, aku sudah berusaha menjelaskan kedudukan kita hanya teman. Bila kamu tidak terima, itu urusanmu. Dan lagi, aku ga mau disangkutpautkan dengan proses yang tengah kamu jalani dengan sahabatku. "

" Pantas di tinggalkan, kakak tidak gentle. "

" Bukan urusanmu, Almahyra Firdaus. Bila tujuanku hanya untuk mendapatkan seorang gadis sekedar untuk diperistri, aku bahkan bisa memiliki yang melebihi dirimu lebih dari satu. Aku pamit. Assalamu'alaikum. "

Maaf Alma, aku kasar padamu, karena kamu bebal.

Amir berbalik kemudian melangkah meninggalkannya.

" Apa jadinya bila Gamal tahu kalau kakak telah mengenalku dan apakah dia tidak akan terprovokasi? "

Degh.

" Lakukan sesukamu Alma, tidak akan berdampak apapun untukku. Gamal boleh jadi salah paham padaku tapi aku yakin, banyak pasang mata bahkan mulut yang bersedia membelaku nanti. "

Amir kembali melangkah tanpa melihat Alma kembali. Dirinya sungguh tak habis pikir mengapa Almahyra demikian berubah.

Kiranya benar perkataan Paman Yai bahwa nutfah orangtua akan tetap mengalir dalam nadi meskipun lingkungan membesarkannya secara berbeda.

Dia keluar gerbang pembatas area santriwati tergesa, hatinya bergemuruh menahan kesal.

Tanpa keduanya sadari, dibalik pagar gerbang pembatas yang baru saja Amir lewati, sepasang mata dan telinga telah merekam semua pembicaraan yang terjadi di pelataran yang tak jauh dari kediaman sang Yai.

Mitos? mitos apa? Mir, kamu sudah kenal Alma?

Kenapa kamu tak bercerita jika mengetahui tentang Almahyra seolah kamu tak mengenalnya.

.

.

...___________________________...

Eng ing Eng.. jelang pecah bisul... 😌

1
Sri Puryani
nyesek bacanya moms
Sri Puryani
terima kasih thor novel yg bagus 🙏
Sri Puryani
masya Allah....ganteng nya fayyadh, rambutnya htm tebel....di bw pulang blh gk thor...😀😀
Sri Puryani
aiswanya emang cantik imut
Ⓝⓨⓐⓘ Ⓖⓐⓑⓤⓣ: Kayak yang lagi marathon baca, immuuutttt 😘
total 1 replies
Sri Puryani
dwi sama rayyan, renata sama andre
Sri Puryani
kelg. dwi luar biasa spt itu , ortu yg entengan nampar anaknya ....huh nyesek ku bacanya 😭😭
Sri Puryani
perasaan papa psn ke dokter jaga klo rayyan siuman utk menghub.belisu ...lha ini kok enggak ya?
Sri Puryani
jgn pisahkan ahmad & marsha thor. ..kasihan😭😭
Ⓝⓨⓐⓘ Ⓖⓐⓑⓤⓣ: Xixixi, roller coaster yaaa
total 1 replies
Sri Puryani
😭😭😭
Sri Puryani
aiswa hamil nih
Sri Puryani
ortu yg egois hanya harta yg dipikirkan tanpa mengurusi anaknya .....kasihan kamu dwi😭😭
Sri Puryani
mantaap amir 👍👍
Sri Puryani
akhirnya ketemu
Sri Puryani
gk bisakah mahen & arzu kerja sama melindungi aiswa dr hasbi?
Sri Puryani
pakai masker terus aey....biar leluasa gerakmu
Sri Puryani
untung ada maira sebagai penghibur hati yg lara,😭😭
Sri Puryani
innalillahi....semoga Qiyya husnul khotimah.....😭😭😭😭😭
Sri Puryani
aiswa pake masker dong ditmpt umum/ pake kaca mata , biar ada beda nya jd gk ketahuan
Sri Puryani
😭😭😭😭😭😭😭
Sri Puryani
hasbi kerja sama dgn mafia pdhal dia putra kyai...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!