NovelToon NovelToon
Perfect Husband

Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:16.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Di awali dengan sebuah perjodohan seorang sahabat yang tidak lain adalah adik dari orang yang ku cintai, aku di pertemukan dengan Andra yang ternyata saudara kembar Andre, kakak Anita.
Akhirnya kami berdua menikah. Namun perasaanku masih memilih Andre. Tanpa sengaja aku terus membuat Andra yang mencintaiku sakit hati.Sedangkan Andre sebenarnya memiliki perasaan yang sama terhadapku, tapi ia mempunyai sebuah alasan yang menyebabkannya menyerahkanku pada saudara kembarnya.
Ketulusan Andra akhirnya mampu meluluhkan Aku, dan kami benar-benar hidup sebagai pasangan suami istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Hati yang berbicara

Beberapa hari kemudian...

Pukul sebelas malam, Aku, Anita, Beno dan Irvan baru saja sampai di rumah keluarga Wijaya. Andre yang biasa mengantar jemput kami ke kampus hari ini izin lembur acara di kantornya.

"Seru banget ya, acara hari ini. Ulang tahun kampus kali ini beda sama tahun sebelumnya, Aku belum pengen pulang," Keluh Anita.

Jelas saja dia tidak ingin pulang. Kesana kemari berduaan terus dengan Beno. Sementara aku hanyalah seorang wanita yang merana. Menyedihkan!.

"Udah malem, Nit. Kalau aku nggak menyeretmu pulang, bisa-bisa aku kena omel kak Andre," Aku mencoba beralasan.

"Betul, Nit. Apa kata Sila. Kita kan Mahasiswa, pulang terlalu larut itu nggak baik. Lain kali kan kita bisa kumpul lagi," Beno menambahkan kata-kataku. Dia anak baik, makanya aku setuju Anita pacaran dengannya. Naluri seorang kakakku sepertinya mulai muncul.

Aku dan Anita keluar dari mobil Beno. Di Acara yang meriah seperti tadi, hanya kehampaan yang bisa ku rasakan. bagaimanapun, tetap saja kenyataannya aku memang sedang tidak bahagia.

"Sila, terimakasih sudah menemaniku malam ini. Kalau nggak ada kamu, aku pasti menghabiskan pesta dengan sangat menyedihkan," Kata Irvan padaku di iringi senyum simpul.

"Sama-sama, Van. Aku juga terimakasih. Pasti aku juga bosan kalau hadir di pesta seorang diri,"

Aku membalas senyum Irvan.

"Buk!" Tiba-tiba ada seseorang yang menonjok Irvan. Orang itu adalah...

"Andra! Kamu apa-apaan sih?! ngapain nonjok temen aku? kelewatan banget sih!" Aku mendorong tubuh Andra menjauh dari Irvan. Dari sudut bibirnya keluar darah. Aku membantunya masuk ke dalam mobil.

"Van, maafin sikap Andra ya." Kataku pelan, Irvan meringis merasakan perih di lukanya.

"Iya, nggak apa-apa. Aku yang minta maaf, jadi salah paham sama suami kamu," Irvan minta maaf balik padaku. Iya, memang Irvan sudah tahu aku bersuami. Kedekatan diantara kami hanya sebatas teman biasa, tidak lebih.

Setelah mobil Beno berlalu, Anita meninggalkan kami berdua. Aku tahu, Andra melakukan ini pasti karena cemburu. Gimana rasanya? enak kan cemburu? umpatku dalam hati.

"Kamu nggak berhak sembarangan mukul temanku," Kataku kesal.

"Kamu lupa kalau sudah punya suami? Pergi selarut ini dengan laki-laki lain, kamu anggap aku ini apa Sila?!" Andra sepertinya benar-benar marah.

"Oh, gitu? Jadi kamu anggap aku apa Andra? Seenaknya saja menikah dengan orang lain? Kamu fikir aku nggak punya hati? Koreksi diri, kelakuan kamu seperti apa!" Aku mendorongnya, meninggalkan Andra seorang diri mematung memikirkan kesalahannya sendiri.

Tiba-tiba saja Andra membekap mulutku dengan kemejanya, diikatkan kebelakang kepalaku. Aku tidak bisa berteriak. Hanya bisa meronta saat Andra menggendongku masuk ke dalam rumah keluarga Wijaya. Aku terkejut, dia membawaku ke kamarnya, yang tidak lain adalah kamar kami. Dia mengunci pintunya. Jelas saja disini teriakanku tidak akan terdengar oleh siapapun, karena sudah di lengkapi dengan pengedap suara. Sial, apa sebenarnya yang sedang di rencanakan si pria brengsek ini?

Andra melepas penutup mulutku yang tidak lain adalah kemejanya. Aku mendengus kesal.

"Andra, kenapa kamu bawa aku kesini? Aku mau keluar!" Aku meninggikan nada suaraku.

"Kamu milikku, Sila. Siapapun tidak berhak menyentuhmu!" Andra membentakku. Aku tidak pernah melihat dia semarah ini. Apa mungkin karena Irvan tadi?

"Egois! kamu sendiri apa?! kamu sudah menyentuh wanita lain! kenapa aku nggak boleh?!" Aku balas membentaknya.

"Siapa yang kamu kira aku sentuh? Siapa? Jawab!" Andra memepetku ke ranjang, Aku terjatuh ke sana dan Andra menindihku.

"Se-Sesilia..." Jawabku pelan.

"Asal kamu tau, Sekalipun aku tidak pernah menyentuh wanita itu. Cuma kamu satu-satunya wanita yang ada di dalam hatiku. Cuma kamu, sayang..." Andra mengecup keningku pelan. Suaranya kembali lembut seperti biasa.

"Kamu benar-benar tidak pernah tidur dengannya?" Tanyaku tidak percaya.

"Aku tidak bisa meniduri wanita lain, saat fikiranku hanya di penuhi semua tentang kamu. Mas cuma mau tidur sama adek. Malam ini tidurlah denganku, sayang.." Andra membelai rambutku. Aku senang dia tidak membagi tubuhnya dengan wanita lain, tapi tetap saja, dia tidak mengakuiku di depan kakek.

"Tapi, Sesilia?" Tanyaku ragu.

"Aku tidak perduli. Aku sangat merindukanmu sayang," Andra turun dari tubuhku, dia memelukku erat. Aku bisa merasakan kerinduan yang mendalam darinya. Sebenarnya sama, rindu berat juga membebaniku. Kubalas pelukannya dengan erat pula.

Satu malam ini saja. Aku ingin melepaskan kerinduanku padanya. Melanggar misi yang sedang kujalankan. Tidak perduli dia suami siapa, yang ku tahu dia adalah milikku sekarang.

"Aku mandi dulu sebentar," Aku bangkit meninggalkan Andra. Acara seharian ini membuat badanku terasa lengket.

Aku mengguyur badanku dengan air hangat yang memancar dari shower. Fikiranku tidak bisa jernih. Berjuta bayangan Andra merasuk ke dalam otakku. Kali ini aku tidak bisa menahannya lagi. Aku sangat merindukan sentuhannya.

Selepas mandi dan hanya mengenakan handuk, aku berusaha mencari baju di lemari. Aku baru ingat, tak ada satupun pakaianku yang tertinggal di sana.

"Sayang, lama banget sih, apa yang kamu cari?" Andra menatapku tidak sabar.

"Aku lupa, semua bajuku sudah kupindahkan ke kamar Anita," Kataku pelan, Andra mendekatiku. Tubuhnya yang bertelanjang dada membuat kulit kami bersentuhan.

"Bukankah kita tidak butuh pakaian?" Bisiknya nakal.

Dia lalu menarikku ke dalam selimut. Sesaat aku melupakan tujuan awalku. Saat ini aku hanya ingin mencurahkan kerinduan padanya, Lelakiku. Kami berdua melewati malam yang tersisa dengan penuh kemesraan.

Pagi harinya, aku terbangun seorang diri. tersisa handuk dan celananya yang berserakan. Aku mendapati tubuhku polos tanpa sehelai benang. Beberapa bekas merah tertinggal di leher dan sebagian besar dadaku. Dia benar-benar menghabisiku dengan buas.

Aku keluar dari kamar Andra dengan memakai baju semalam. Menuju kamar Anita yang hanya bersebelahan. Gadis cantik itu masih terlelap. Dia terbangun karena kasurnya yang bergoyang.

"Sila, kamu kemana aja? kok semalam kamu nggak balik ke kamarku?" Tanyanya penasaran.

"Em.. anu.. aku..." Aku bingung mau menjawab apa padanya.

"Tunggu... tunggu. Itu Leher kamu merah-merah jangan bilang kamu abis..." Anita tidak melanjutkan kalimatnya.

"Iya, semalem aku di culik sama kakakmu, Dan kami berdua tidur bareng," Aku mengakui perbuatan kami. Anita terkekeh.

"Bilangnya nggak sayang lagi tapi nyatanya yang kamu lakukan lain dari apa yang kamu katakan. Sebenarnya jadi balas dendam nggak sih? geregetan aku," Anita menyindirku. Seharusnya sih semalam tidak terjadi, tapi sulit sekali untuk menolak pesonanya. Aku sepertinya telah dibodohi Andra!

"Maaf, Nit aku kelepasan,"Aku tersipu malu.

"Rujuk aja deh kalian, jelas-jelas saling sayang gitu, anggap aja Sesilia itu nyamuk. Dia kan cuma gadis pilihan kakek. nggak ada bagus-bagusnya juga," Omel Anita kesal.

Rujuk dalam situasi seperti ini? Apa bisa, Sedangkan kakek masih ada disini. Dia pasti akan menyusahkan kami. Tidak-tidak, aku tidak boleh rujuk dengan Andra sekarang!

1
Anonim
jadi ikut curiga sama Bian ada sesuatu yang dirahasiakan
Anonim
Sila itu ya aneh2.
Kenapa ngurusin Andre.
Rasain dilecehkan Andre.
Salahmu sendiri Sila.
Anonim
Andre payah
Anonim
Andre terpuruk kedua kalinya hiiiikkkzzzzz
Anonim
Andre ini bisa2nya berkomitmen seperti itu sama Vallen
Anonim
seruuuuuuu
Anonim
Sila ini yang kurang kerjaan masih peduli sama Andre
Anonim
Andre cepat sadarlah dari keegoisanmu...tuh Vallen tulus mencintaimu. Aneh kau ini sebagai pria lembek karena cinta yang lalu.
Anonim
ciri khas ibu2 rumpik berisik kalau sudah gibah
Anonim
sampai kapan Vallen bertahan menghadapi tunangannya yg blm move on sama cintanya yg sudah jadi istri orang
Anonim
ini Author nyebut Andre di beberapa bab nyebutnya Andra
Anonim
oooooooooooooooooowwww
Anonim
Andra ini benar2 mengecewakan
fantasiku49
iyasi
fantasiku49
bgs
Dewi Nurmalasari
lah Salah dia sndri yg uda nyerahin Sila k andra, malah sibuk nyalahi org2 lain
Dewi Nurmalasari
g suka sm sila,, kasi an andra
Dewi Nurmalasari
ko klimafnya kesannya masi Cinta sm andre
Khaira Talitha
ceritanya seru klo tidak muter2
Khaira Talitha
ubah panggilan nya dong thor jngan adek,yank aja gitu lebih enak d dengar kesan nya santai tpi mesra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!