Hani di tekan oleh keluarganya untuk menikah sedangkan Hani telah jatuh cinta pada seorang pria. Tapi sayang pria itu telah beristri. Di tengah kegalauannya Hani bertemu teman lama Rere, dan dikenalkan pada abangya Rere. Abang nya Rere mengajak untuk ta' aruf. Hani dan keluarganya menerima ta'aruf itu. Tanpa mengetahui ada udang di balik batu. Mereka sampai ke tahap pernikahan.
Setelah menikah Hani menemui banyak rahasia dan misteri di keluarga suaminya. Ternyata mereka hanya memanfaatkan Hani untuk mendapatkan harta. Suami Hani juga sudah memiliki kekasih.
Mereka bahkan ingin mencelakai Hani dan keluarganya. Hani tidak tinggal diam. Ia bukan wanita lemah. Ia akan membalas setiap sakit yang mereka berikan.
Hani akan membalikkan keadaan lihat saja siapa yang akan menjadi pemenangnya. Who's the last standing ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EuRo40, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.34.Dirga Kembali
Bismillah
Happy reading.
Hani dan keluarganya sedang makan siang bersama Pengacara Hotman, yang penampilannya kece badai.
"Maaf Pak Hotman, kalau saya boleh tahu, siapa yang sudah meminta Bapak menjadi pengacara Hani?" tanya Pak Mubarak.
"Maaf Pak Mubarak, itu rahasia. Nanti Bapak juga akan tahu," jawab Hotman.
"Apa menurut Bapak Hani bisa bebas dari tuduhan? Hani bukan pencuri dia tidak melakukannya!" Halimah bertanya dengan wajah tegas.
"Tenang Bun, Hani pasti akan bebas. Bukan begitu Pak Hotman?" tanya Mubarak.
"Insyaallah, karena tuduhan itu lemah. Bukti juga di rekayasa. Saya sudah memberikan bukti video asli yang membuktikan Hani tidak bersalah." Pak Hotman menjawab dengan yakin.
"Karena itu Hani tidak di tahan dalam sel tapi dia menjadi tahanan kota. Selama proses penyelidikan berlangsung Hani tidak boleh pergi ke luar kota!" lanjut Pak Hotman.
"Han, kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Bunda. Karena Hani diam saja dan melamun.
"Hah...tidak Bunda. Hani tidak apa-apa. Hani cuma sedang berpikir, kenapa ini terjadi sama Hani?" jawab Hani.
Abdil langsung memeluk kakaknya. Ia sedih dengan apa yang kakaknya alami.
"Udah De, Kakak tidak apa-apa. Kamu jangan sedih ya. Lihat nih Kakak masih bisa tersenyum!" Hani tersenyum lebar pada Abdil agar dia tidak khawatir.
Abdil diam menatap Hani. Lalu dia mencubit kedua pipi kakaknya.
"Ish, sakit tahu!" protes Hani.
"Udah... udah, ayo makan cepat! Terus kita pulang." Mubarak menyela kegiatan kakak beradik itu.
Setelah makan mereka langsung pulang. Mubarak dan Hani berterima kasih pada Pak Hotman. Mubarak mengundang Pak Hotman ke rumahnya tapi berhubung beliau masih ada klien yang lain, Pak Hotman dengan sopan menolak undangan Pak Mubarak.
Selepas kepergian Hani, Hotman menelepon seseorang.
"Halo ... Semua beres, saya sudah serahkan bukti itu ke kantor polisi. Sekarang Nyonya Hani menjadi tahanan kota."
" ................"
"Iya, tenang saja, saya akan melakukan yang terbaik untuk Nyonya Hani. Kalau begitu saya tutup dulu teleponnya. Terima kasih!" Hotman memutuskan sambungan teleponnya. Ia kemudian beranjak pulang.
***
Malam hari di kediaman Adinata. Saat ini mereka semua sedang makan malam.
"Bagaimana perkembangan kasus Hani?" tanya Seruni.
"Hani jadi tahanan kota Mih." Bima menjawab tanpa melihat ke Seruni.
"Apa? Kenapa cuma tahanan kota? Harusnya kan dia di tahan dalam sel!" Seruni terkejut.
"Iya Mih, kata polisi ada pengacara yang membantu Hani. Dia juga memberikan bukti-bukti kalau Hani tidak bersalah." Angelica memberi tahu yang tadi disampaikan polisi padanya.
"Seharusnya mereka tetap membuat Hani di penjara!" protes Seruni.
"Mereka tidak bisa berbuat banyak. Kasus ini disorot media, salah bertindak karir mereka bisa hancur!" celetuk Fatih.
"Percuma aku menyumbang uang ratusan juta!" Seruni merasa kecewa.
"Gak ada yang percuma Mih. Allah sudah mencatat nama baik Mamih!" Seruni langsung menatap Angelica.
"Mamih juga salah, mau nyogok penegak hukum, ya tidak bisa. Mereka itu harus menjungjung kebenaran. Kalau aparat hukumnya bisa di sogok, akan jadi apa Indonesia ini !" Seruni beralih menatap Bima.
"Sudahlah, Mami pusing. Fatih bagaimana proses perceraian kamu?" tanya Seruni.
"Nanti beberapa hari lagi akan lanjut sidang kedua!" jawab Fatih.
"Pastikan kamu dapatkan saham itu kembali Fatih. Opamu memang tidak bisa di duga. Tiba-tiba dia memberikan saham pada Hani dan Dirga. Kau yang menjalankan tapi sahammu sama dengannya. Yang benar saja!" Gerutu Seruni.
"Oma sudah berapa tahun bersama Opa masa tidak tahu bagaimana Opa?"
"Oma sudah bersama Opa sejak umur Papah kamu 6 tahun," ucap Seruni.
Fatih manggut-manggut lalu dia menyimpan sendok garpunya dalam keadaan terbalik di atas piring dan mendorong piringnya agak menjauh.
"Aku sudah selesai. Fatih duluan masih ada yang harus Fatih kerjakan." Fatih beranjak bangun dan pergi ke ruang kerjanya.
"Anak itu, kenapa sulit sekali memahami apa yang dia pikirkan," ucap Seruni seraya menatap Fatih yang berlalu pergi.
***
"Akhirnya kita sampai Dewa." Dirga langsung menjatuhkan dirinya di sofa begitu ia sampai di rumah yang baru di belinya.
Kini mereka sudah berada di Indonesia tepatnya di Jakarta. Mereka sampai pada pukul 05.00 dini hari.
"Alhamdulillah, aku sepertinya jetlag kepalaku pusing sekali." Dewa duduk di samping Dirga seraya memijit keningnya dengan satu tangan.
"Tidurlah di kamar, kau pasti lelah sekali. Sudah sana pergi tidur!" suruh Dirga.
"Baiklah aku tidur dulu. Tapi kau juga istirahat! Apalagi kau baru keluar dari rumah sakit dan langsung melakukan perjalanan jauh!" Dirga hanya menganggukkan kepala.
"Iya ... iya, sudah sana pergi!" suruh Dirga. Dewa pergi ke kamarnya.
"Aku juga mau istirahat, nanti siang aku akan menemui Hani." Dirga tersenyum mengingat Hani.
Dirga bangun dan melangkah pergi ke kamarnya di samping kamar Dewa.
Dewa membeli rumah yang mewah di kawasan elit. Dia juga sudah melengkapinya dengan Furniture . Tentu saja memakai uang Dirga.
Tidak ada yang tahu kalau Dirga memiliki restoran di beberapa negara juga hotel. Semua Dewa yang membantunya. Dewa menjadi tangan kanannya.
Opa juga tidak tahu kalau dia memiliki usaha.
Kedua orang tua Dirga sebelum meninggal mempunyai tabungan tersembunyi untuk Dirga. Dan pihak bank itu menghubungi Dirga ketika orang tuanya meninggal. Tanpa sepengetahuan keluarga yang lain.
Papah Dirga juga mempunyai sahabat yang membantu Dirga belajar bisnis. Ia juga membantu Dirga membangun perusahaan.
Namanya Om Faqih. Ia tahu bagaimana keluarga Dirga. Dan ia juga tahu bahwa kematian Orang tua Dirga adalah disengaja.
Ia membimbing Dirga agar Dirga bisa sukses dan membalas dendam atas kematian orang tuanya. Faqih dan Galang sangat dekat mereka bersahabat sejak SMA. Ia sangat sedih ketika Galang wafat.
Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan merawat Dirga dan membuatnya sukses.
Ketika Dirga terkena musibah. Ia mengambil alih perusahaan dan bersama Dewa mereka mengelola bersama. Kini Dirga telah pulih dan bisa kembali mengurus perusahaan.
***
Hari semakin siang matahari bersinar terik. Dirga membuka matanya dan melihat jam beker di atas nakas. .
"Sudah pukul setengah satu. Pantas perutku lapar." Dirga bangun dan ke kamar mandi. 25 menit kemudian ia keluar dan mengambil pakaian di walk in closetnya.
Dirga bercermin kembali sebelum kekuar kamar. Ia memegang pipi kirinya.
Lukanya kini sudah hilang wajahnya pun sudah kembali tampan.
"Ah..sekarang aku semakin tampan. Semoga tidak ada yang terpesona oleh ku." Dirga terkekeh sendiri. Ia lalu keluar.
Dirga langsung ke meja makan. Di sana sudah tersaji berbagai makanan. Ada Dewa yang juga sedang makan.
" Eh ... sudah bangun rupanya. Aku pikir masih tidur. Sini makan! Aku masak ayam geprek kesukaanmu," ajak Dewa.
Dirga duduk di samping Dewa. Mereka mulai makan.
...----------------...
Halo semua readers tercinta pa kabar? Semoga dalam keadaan baik ya.💙
Terima kasih sudah membaca cerita author dan masukin daftar list favorit kamu.😍👍
Kalau sudah membaca jangan lupa like dan komen ya juga kalau berkenan kirim bunga dan kopi untuk author. Terima kasih sebelumnya. 💗💗💗
Jangan lupa klik bintang 5 ya dan kasih vote. Aduh author banyak maunya ya...😁🙈
Terima kasih untuk semuanya. 😘😘😘😘💖💖💖
Jangan lupa jaga kesehatan
❤❤❤ Love You All ❤❤❤
Author juga ada rekomen novel yang keren..dari author mama reni yang kece. Baca ya, sambil nunggu author up terima kasih.