NovelToon NovelToon
Always Loving U

Always Loving U

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Ketos / Perjodohan / Nikahmuda / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢WELCOME DI ZONA BUCIN NGGAK ADA OBAT😛😛

Memiliki segalanya tak membuat Lengkara Ayudia merasa hidupnya sempurna. Paras cantik, otak cerdas, orang tua kaya raya namun jodoh yang sudah ia dapatkan sejak lahir tak pernah melihatnya sebagai wanita. Bukan karena lelaki itu tak menyukainya, tapi di mata Dirga dia seperti adik yang harus selalu dilindungi. Naas bukan? saat lelaki lain mati-matian mengejarnya dia malah repot-repot menggapai cinta tetangga depan rumah.

"Dirga, My Dirgantara.... udah cinta belum sama Kara?"

"Seperti arti nama lo, Kara. Jatuh cinta sama lo tuh Lengkara banget. Mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketos telat

Papi Rama hanya menghela nafas panjang dari balik helm full face yang ia kenakan, pria ber jas rapi itu sama sekali tak membuka helm nya. Niatnya hanya membiarkan putrinya turun kemudian kembali melanjutkan perjalanan ke kantor, namun siapa sangka si gemoy kesayangannya yang sekarang sudah tak gemoy lagi melainkan lebih sering menguras emosi justru terus nyerocos tanpa henti.

“Papi denger Kara ngomong nggak sih?”

“Iya iya papi denger. Udah sana masuk.” Ucap Rama.

“Jadi kapan nikahnya, Pi?”

“Ya nanti kalo Dirga udah ngelamar kamu!”

“Kelamaan lah, Pi. Gimana kalo kita yang ngelamar Dirga duluan?”

Lagi-lagi Rama menghela nafas dalam-dalam, tak habis pikir tanpa putrinya begitu tergila-gila pada tetangga depan rumah itu.

“Wih Kara... jadi sugar baby lo sekarang?” belum selesai ia dengan putrinya, dua orang gadis yang seusia dengan Kara menghampirinya, “katanya cinta mati sama Dirga kenapa berangkat sama Om Om sih?” lanjutnya

“Tapi ini motor kayaknya gue kenal deh?” sambung Dila.

“Motor Dirga, Dil.” Jawab Kara.

“Terus dia?” Dila menunjuk papi Rama.

“Papi gue lah.” balas Kara.

“Om Rama?” tanya Selvia.

“Iya.” Jawab Kara.

“Tumben papi lo pake motor? Terus Dirga gimana?” tanya Selvia.

“Ntar gue cerita deh. Udah sana lo berdua masuk dulu. Ntar gue nyusul, masih ada urusan sama papi.” Usir Kara.

“Ya udah deh, kita duluan. Lo jangan kelamaan bentar lagi bel.” Ucap Dila. Keduanya kemudian masuk lebih dlu setelah menyapa ayah dari sahabatnya.

“Sana masuk! Papi juga mau lanjut ke kantor.”

“Tapi kan urusan yang tadi belum beres, Pi.”

“Urusan yang mana lagi?”

“Yang Dirga lah, pi. Emangnya papi nggak mau anaknya jadi juara umum satu sekolah?”

“Kalo mau jadi juara umum yah belajar yang bener bukan malah minta nikah. Kamu kira nikah mudah? Udah lah papi mau ke kantor, sana masuk liat tuh yang lain udah pada mulai lari.” Papi Rama menunjuk beberapa siswa yang berlarian masuk dan mengulurkan tangannya sebelum kembali melajukan motor Dirga. Ia tau betul jika dilayani ocehan putrinya itu tak kan ada habisnya, dia benar-benar salinan sang istri.

Kara berjalan menuju gerbang setelah papi nya melesat jauh meninggalkan lingkungan sekolah.

“Pagi bu Irma...” sapanya begitu melewati guru BK seraya menyalaminya.

“Pagi juga Lengkara. Wah luar biasa hari ini kamu nggak kesiangan lagi.” Ucap Bu Irma, “meskipun nyaris kesiangan sih. Dua menit lagi.” Lanjutnya.

“Nggak lah bu, kan hari ini aku dianterin papi.” Jawab Kara, dia melihat ke jajaran anak OSIS yang mulai menahan anak-anak yang datang terlambat.

“Kok Dirga nggak ada bu? Tumben.” Tanya Kara saat tak mendapati future husband nya di sana, “apa udah ke kelas? Tapi bukannya hari ini jadwal pengenalan jurusan yah?” lanjutnya memberondong pertanyaan dan pengenalan jurusan biasanya dilakukan oleh guru kompetensi keahlian. Harusnya Dirga sudah free hari ini.

“Justru itu yang mau ibu tanyain ke kamu. Biasanya kamu paling tau soal dia, kenapa jam segini belum kelihatan. Dia tidak biasanya telat.”

“Oh jadi dia belum sampe yah.” Ucap Kara lirih, dia menganggukkan kepala berulang kali.

“Kayaknya Dirga kena macet bu. Sebagai gantinya biar Kara yang bantuin ibu menghukum anak-anak yang telat gimana?” tawar Kara.

“Nggak perlu bu, nggak ada Dirga pun aku masi bisa nanganin kok bu.” Sambung Deeva yang datang dengan membawa tisu basah di tangan kanannya. “lagian Lengkara kan bukan pengurus OSIS bu.” Lanjutnya.

“Main nyambung aja. Gue nanya ke bu Irma kali bukan ke lo.” Sindir Kara “lagian gue cuma mau bantu aja. Selama ini kan gue selalu bikin bu Irma susah karena kesiangan mulu. Berhubung sekarang udah tobat kesiangannya jadi mau berterimakasih aja gitu bantu-bantu bu Irma. Boleh kan bu?” lanjutnya meminta izin.

“Deeva, kamu urus anak-anak yang pake make up aja. Biar ibu sama Kara yang ngurus anak kesiangan.” Ucap bu Irma.

“Baik bu.” Deeva menurut, dia berjalan menghampiri beberapa siswi yang mengenakan make up berlebih dan menghapusnya. Sementara bu Irma dan Lengkara berjalan lebih dekat ke gerbang untuk menahan anak-anak yan baru datang.

“Nanti kamu catat nama siswa yang datang terlambat dan pastikan mereka melakukan hukumannya.” Ucap bu Irma.

“Siap bu.” Kara melakukan tugasnya dengan baik, hanya mencatat nama siswa dan ikut melihat barisan anak yang datang terlambat terkena semprot bu Irma benar-benar menyenangkan, padahal biasanya dia yang berada di posisi itu.

“Ibu senang kamu udah nggak kesiangan lagi. Pertahankan yah, jangan sampe telat lagi.” Bu Irma menepuk bahu Kara.

“Siap bu.” Balas Kara.

Anak yang datang terlambat itu di beri hukuman yang bervariatif dari mulai menyapu halaman hingga menyambut rumput. Kara membantu bu Irma memastikan siswa yang terlambat benar-benar melakukan hukumannya karena jika tak begitu kebanyakan dari mereka hanya berjongkok sambil pura-pura mencabuti rumput padahal hanya saling ngobrol belaka. “yang bener nyabutinnya dong. Ngobrol mulu.” Ucap Kara pada beberapa siswa, perhatiannya teralihkan saat melihat dua lelaki yang sangat ia kenali keluar dari mobil dan berdiri di depan bu Irma.

“Ya ampun coba kita lihat siapa yang telat nih? Oh My God, ketos kita nih.” Ucapnya heboh begitu tiba di samping bu Irma.

“Cie ketos telat cie...” ledeknya seraya melirik Dirga, “hukum nyapuin daun mangga bu.” Lanjutnya.

“Ya sudah kalian berdua sapuin daun mangga aja sana.” ucap Bu Irma.

“Tapi bu...”

“Nggak ada tapi tapian, Dirga. Ibu benar-benar kecewa kenapa sebagai ketua OSIS kamu tidak bisa memberi contoh pada yang lainnya malah datang terlambat. Besok-besok jangan diulangi lagi, meskipun sebentar lagi masa jabatan kamu berakhir bukan berarti kamu bisa seenaknya.” Jelas bu Irma. “Kara, beri mereka berdua sapu dan pastikan mereka menyapu daun mangga sampe bersih.” Lanjutnya.

“Siap, bu.” Balas Kara.

“Bentar gue catat dulu nama kalian. Finaly nama Dirgantara ada di daftar pelanggar tata tertib sekolah.” Ucapnya sambil tersenyum.

“Yuk ikut gue. Gue ambilin sapunya.” Lanjutnya.

“Dengan senang hati calon pacar. Asal sama lo, gue disuruh ngapain aja nggak masalah.” Ucap Tama.

“Masa sih? Kalo hukumannya gue ganti jadi bersihin toilet gimana?” tanya Kara.

“Nggak masalah, asal jangan dihukum suruh bersihin nama lo dari hati gue aja.” Balas Tama.

Dirga mengepalkan kedua tangannya menahan emosi, sejak kedatangan Tama pagi tadi benar-benar membuat moodnya rusak. Dan sekarang dia justru terang-terangan berani menggoda Kara di depan matanya.

1
Cen
Di 0FF SCRIP LOVE kok gaya tulisan kak net kok beda bangat sama cerita yang sebelum sebelumnya. aku suda baca hampir semua cerita net profit dan cerita sasa tama itu beda bangat gaya bahasanya. saya kurang suka jadinya padahal cerita yang lalu sampe saya ulang2 bacanya
Net Profit: kak😭😭😭
semoga di cinta tanpa merek kakak suka yahhh
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tetep ajh g boleh ya,,,, bikin baper berjamaah soalnya
Teti Hayati
Ka nama Tama ganti yaa..?? pantesan pas baca Raydan Aksa Pratama, ko kaya ada yg janggal. .
Terus aku iseng2 buka lapaknya Dirga, nemu part " ter Arhan Arhan.. (dalam hati siapa Arhan, mulai lupa kan ceritanya.. 🤭), dan disinilah aku temukan jawabanya.. 😄
Boleh ngasih sarannya ka..?? kalo boleh, mending sama kayak ini aja namanya, nama yg baru bagus ( gabungan nama mama-papanya yaa kalo gak salah tebak 🤭), tapi ini mh lebih ke-menjaga konsistensi aja. Kalo ada reader yg baca ulang lapak ini, biar gak keder gitu..
Makasih ya ka.. udah sempetin baca secuil komentar aku.. 🤭
Teti Hayati: Ohh.. oke oke... ngikut aku lah... 👍
total 3 replies
Rita
😜😂😂😂😂😂😂
Rita
jleb😁
Rita
jiahhh
Rita
😂😂😂😂😂😂
Rita
diingetin 😜
Rita
😂😂😂😂😂😂
Rita
wahhh 😁
Rita
😂😂😂😂ulang baca
Inna Sholikah
Aku 2025 yang mencari lengkara anaknya mami jesi🥹
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
udah tamat aja.🤭
karya²nya kak othor bagus dan menarik trs ceritanya ga bertele² singkat tp ga trburu² sesuai alurnya, the best kak othor trs berkarya.👍
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
ceritanya seru kalau bisa tentang sasa di buatkan keknya menarik ku tunggu cerita tentang simicinnya 😁
ratu qingyi 😌: semangat berkarya kak, ditunggu kisah ABG Tamarin nya
total 2 replies
Alfi Alfi
Luar biasa
Naya
ora mudeng
Rita
👍
Fina Fitriani
serruuuuu bgt ceritanya,,dr awal baca kisah ibunya sekrg anak nya si santen kara... lucu dan gemesin semua bacanya...lanjut ah .. next bacanya nya. ditunggu kelanjutan cerita anaknya santen kara ya Thor💪💪👏😍
Muliana
Luar biasa
rosesarered
hahahahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!