NovelToon NovelToon
Lebih Berwarna

Lebih Berwarna

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Ketos / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:158.6k
Nilai: 5
Nama Author: atps0426

Rana Anandita, seorang gadis remaja yang baru saja duduk dibangku kelas 2 SMA. Disinilah Rana mulai mengenal yang namanya jatuh cinta. Bertemu seseorang yang membuatnya malu tanpa sebab. Rana tidak pernah menyangka jika pertemuannya dengan pemuda yang bernama Zevan, akan mengubah beberapa hal dalam hidupnya.

Bukan hanya tentang perubahan, namun sebuah kebenaran dibalik orang-orang terdekat Rana. Rana mulai menyadari, tidak semua orang yang bersikap baik padanya selalu memiliki niat baik juga.

Dengan adanya Zevan, Rana mulai menghabiskan banyak waktu dengannya, meninggalkan sahabat kecilnya Dean. Rana yang selalu bersama Dean kemanapun kini posisi Dean tergantikan oleh Zevan.

Zevan menunjukkan banyak cinta kepada Rana. Menjadikan pasangan ini layaknya bucin dimata teman-teman mereka. Namun Rana sangat beruntung, mendapatkan pemuda sebaik Zevan, pemuda yang mungkin tidak akan pernah kalian temui didunia kalian.


Selamat Membaca !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon atps0426, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LB - 35

Rana mondar-mandir di kamarnya sambil menatap ponsel. Hatinya masih ragu untuk menghubungi Zevan, ia terlalu dalam berpikir, menimbang-nimbang setiap kemungkinan yang akan terjadi. Padahal disana ada seseorang yang sedang menunggu panggilan darinya. Cukup lama gadis itu berpikir, dan pada akhirnya ia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Zevan. Ah, gadis bodoh.

Dean sedang memperhatikan Rana dari balik jendela, ia ikut kesal melihat tingkah bodoh Rana itu. Dean disana sembari menelepon Zevan, menceritakan semua yang terjadi pada Rana. Zevan sungguh tak tega marah seperti ini, hatinya tak ingin jauh dari gadisnya itu. Namun Dean melarang Zevan untuk mendekat, setidaknya untuk kali ini, agar Rana tau kesalahannya. "Yan, gue gak apa-apa serius, gue lebih sakit kalau jauh dari dia kayak gini" ucap Zevan dengan sedih. Hati seperti apa yang Zevan punya, Rana akan menjadi gadis paling bodoh jika melepas Zevan.

Dean kembali menenangkan Zevan, meminta pemuda itu percaya apa perkataannya. Ia menjanjikan Zevan sesuatu yang akan mengejutkannya esok hari. Bukan tanpa sebab Dean berani menjanjikan hal itu, ia mengenal Rana sudah lebih dari 10 tahun. Dan bisa dibilang semua yang akan Rana lakukan bisa ditebaknya. Dean bergegas menutup teleponnya, ia kembali menuju kamar tidurnya.

"Dean" rengek Rana dengan manja. Benar saja tebakan Dean, gadis itu pasti datang menghampirinya cepat atau lambat. Dean berpura-pura cuek pada Rana, ia masih melanjutkan belajarnya. Sekali lagi Rana memanggil nama Dean dengan manja. Gadis itu berjalan dan berjongkok disamping Dean, sembari menggerakkan tangan pemuda dihadapannya itu.

"Apa sih? Gue sibuk belajar nih" celetuk Dean dengan nada kesal. Ia berusaha sekeras mungkin untuk tidak tertawa melihat wajah Rana. Rana kembali merengek dan meminta solusi pada Dean, ia terus saja mengoceh seperti anak kecil yang meminta es krim. Dean masih menjaga wibawanya, ia tidak akan membantu Rana begitu saja. "Dean, bantuin gue napa. Loe kan yang terbaik, ayo Deaaan" pinta Rana sekali lagi. Dean masih tidak bergeming, ia masih berpura-pura sedang belajar.

Plakk

Suara itu terdengar cukup keras, Dean mengusap-usap kepalanya sambil menatap Rana. Gadis itu sudah berdiri dengan amarah, dan kini ia mulai memarahi Dean tanpa alasan yang jelas. Mengapa kini jadi seolah Dean yang bersalah, ia menerima semua perkataan Rana dengan diam. "Kalau loe gak mau bantuin gue yaudah, bye" ujar Rana lalu pergi meninggalkan Dean. Dean berdiri dan memukul Rana, melakukan hal yang sama seperti yang Rana lakukan padanya. Gadis itu terkejut dan meringis kesakitan. "Duduk, beraninya loe mukul gue." perintah Dean dengan nada tinggi.

Rana menelan ludahnya, sedikit menakutkan melihat Dean. Selalu ada alasan yang membuat Rana menyesal setiap kali ia melakukan sesuatu. Dean berdiri dihadapan Rana, mencoba berpikir untuk memberi solusi terbaik. Tak butuh waktu lama, ia memberikan ide yang langsung disetujui oleh Rana. Entah karena Rana begitu mempercayainya atau karena Rana tak memiliki ide lain.

Setelah mendengar ide Dean, gadis itupun berpamitan pulang untuk menyiapkan semua yang ia perlukan. Rana menyuruh Mang Karso untuk mengantarnya berbelanja malam itu juga. Gadis itu sungguh memutari pertokoan dengan gembira, memasuki setiap pusat perbelanjaan bersama Mang Karso.

Diperjalanan pulang, Rana melihat seseorang yang ia kenal sedang berdiri dipinggir jalan. Sambil membawa sebuah gitar kecil, ia menghampiri setiap kendaraan yang berhenti karena lampu merah. "Mang, putar mobilnya, ke jalan sana ya. Ke anak-anak ngamen itu" pinta Rana. Mang Karso tentu menuruti perintah nonanya itu, ia memutar mobil menuju jalan yang Rana maksud.

"Ayu" teriak Rana pada segerombolan pengamen. Semua orang disana menoleh kearah Rana, menatap gadis yang tidak mereka kenal itu. "Ada cewek nih, sendirian aja mbak?" goda seorang pemuda pada Rana. Rana menghiraukan pemuda itu, ia kembali berjalan mendekati Ayu. Namun pemuda lainnya justru memgang tangan Rana, menghentikan langkahnya. Rana sangat terkejut, ia berusaha melepaskan cengkraman pemuda itu.

"Lepasin woy" teriak Ayu yang mendekati Rana dan para pemuda. Ayu menepis setiap tangan yang mencoba memegang tangan temannya itu. Ia mengajak Rana untuk menjauh dari teman jalanannya. Rana terlihat begitu ketakutan, bahkan tangannya sampai gemetar. Ayu bisa melihat mata Rana yang berkaca-kaca, ketakutan yang menyelimuti Rana saat itu.

"Mendingan loe pergi dan jangan pernah kesini lagi" ucap Ayu bahkan sebelum Rana menjelaskan maksud kedatangannya. Ayu mengantarkan Rana masuk kedalam mobilnya, dan menyuruh Mang Karso untuk membawa Rana pulang. Mobil pun melaju menuju rumah Rana. Mang Karso sesekali melirik nonanya, Rana hanya diam sembari menatap jalanan disampingnya. Seakan banyak hal dalam pikiran gadis itu.

Rana langsung memasuki rumahnya begitu mereka sampai. Ia berjalan menuju kamarnya, tanpa menjawab pertanyaan dari siapapun yang bertanya. Rana mencoba menenangkan pikirannya didalam kamar. "Apa yang Ayu lakukan disana? Mengapa para lelaki itu begitu tidak sopan, tatapan mereka seperti orang mesum" gumam Rana. Ia masih bergidik ngeri mengingat kejadian tidak menyenangkan itu.

Terdengar ponsel Rana berdering, ada panggilan masuk dari Lufias. "Halo, ada apa Kak Luf ?" Ucap Rana begitu mengangkat panggilan tersebut. Lufias memberitahu Rana jika ia ingin menemui Rana besok pagi, sebelum jam masuk sekolah berbunyi. Rana menerima ajakan itu, ia mengatakan akan berangkat lebih pagi dari biasanya. Setelah perbincangan singkat, gadis itu mengirim pesan pada Dean, mengajaknya untuk berangkat lebih pagi. Dean tentu tidak akan menolak ajakan Rana, ia berpikir sepertinya Rana akan memulai kejutan untuk Zevan pagi hari sebelum bel masuk berbunyi.

Rana menyiapkan semua hal yang ia butuhkan untuk esok hari. Ia juga mengeceknya berulang kali agar tak ada satupun yang tertinggal. Setelah menyiapkan semuanya ia kembali belajar lalu pergi tidur.

......\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=......

Esok harinya, Rana sudah bersiap berangkat sekolah pagi-pagi sekali. Ia sudah menunggu Dean didepan rumah. "Deaaan, lama banget sih" teriak Rana dari depan rumahnya. Tak lama Dean muncul dari balik pintu dengan baju yang compang-camping, ia masih merapikan seragamnya sambil berlari keluar rumah. Rana tertawa melihat Dean yang sangat tidak keren, ia pun membantu Dean untuk merapikan seragamnya. "Kalau cewek disekolah lihat loe kayak gini, pasti fans loe berkurang. Hahahaha" ejek Rana dengan tawanya.

Dean dan Rana berangkat ke sekolah lebih pagi hari itu. Jalanan sungguh sepi, tak ada kemacetan dan sahut menyahut suara klakson. Udara pagi yang dingin dan segar, belum tercemar asap kendaraan. Karena jalanan begitu lengang, mereka sampai disekolah lebih cepat dari biasanya.

"Van" panggil Dean ketika mereka tak sengaja berpapasan saat masuk pintu gerbang. Zevan kembali menyapa Dean, dan mereka beriringan menuju parkiran.

"Rana hei" teriak Zevan seraya memegangi kepala Rana yang hendak terjatuh. Bagaimana bisa gadis ini tertidur dalam perjalanan menuju sekolah. Zevan mengguncang tubuh Rana, dan perlahan gadis itu membuka matanya. Gadis itu terdiam menatap kekasihnya, lalu mengernyitkan dahinya seakan tak percaya. "Bahkan dalam tidurpun aku memimpikannya" gumam Rana yang masih setengah sadar.

1
Dwi Sulistyaningsih
ihh aneh banget pasti rasanya🤣
Dwi Sulistyaningsih
🤣
Dwi Sulistyaningsih
puitis si sekali iqbal
Dwi Sulistyaningsih
Waduh bukan prank 'kan, pak guru. kok gitu sih😞
Dwi Sulistyaningsih
wah, ati2 bar
Dwi Sulistyaningsih
banyak bener yang suka ma lo Ran, sabi lah bagi satu buat gue🤣
saygoodbye: Wkwkwkw boleh lah ya hahaha...
Mampir juga nih di ceritaku yang judulnya "Metamorphosis Cinta". Nama pemeran utamanya hampir sama tapi alurnya berbeda. Rana mengejar cinta Dean/Smile//Smile//Smile//Chuckle/
total 1 replies
Dwi Sulistyaningsih
Kok gue nyesek ya
Dwi Sulistyaningsih
wah, apa nih🤔
Dwi Sulistyaningsih
Sa ae lu van🤣
Dwi Sulistyaningsih
ekhem🙃
Dwi Sulistyaningsih
Awas entar nyaman trus jadi belok, Bara. 🤣
Dwi Sulistyaningsih
Aduh Zevan cembokur🤣
Dwi Sulistyaningsih
Gue Aamiin kan Ran🤣
Dwi Sulistyaningsih
Dim sim itu apa?
Dwi Sulistyaningsih
Eh buset, Rana yang ditanya gue yang ngeblush
Dwi Sulistyaningsih
kok, bisa.
Dwi Sulistyaningsih
Jangan-jangan cowo yang ditangga
Dwi Sulistyaningsih
hm 🙃
Dwi Sulistyaningsih
baru baca bab 1 asik banget ceritanya
anikksuriani🌼
terlalu uwuu belum siap klok smpek sini pliss smpek kuliah trus nikah🙏🙏🙏😭😭💜💜💜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!