NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

​Waktu berjalan tanpa belas kasihan. Dua tahun telah berlalu sejak malam mengerikan di mana Percy terjatuh ke dalam jurang koma yang panjang. Di dalam mansion Sterling yang megah namun terasa dingin, rutinitas harian berputar dalam poros yang monoton namun penuh ketegangan.

​Hades Sterling menjelma menjadi sosok mesin kekuasaan yang kejam. Dalam rentang waktu dua tahun itu, hidupnya terbagi secara kaku di antara tiga tempat memimpin imperium global dari ruang kerjanya, mengawasi langsung perkembangan putranya di mansion, dan menghabiskan malam-malam sunyi di sisi ranjang rumah sakit khusus tempat Percy berbaring. Tidak peduli seberapa padat jadwal korporasinya, Hades tidak pernah absen mengunjungi sang istri. Kesetiaannya yang mutlak dan mengerikan membuat tidak seorang pun berani mempertanyakan dedikasinya.

​Namun, kekosongan singgasana ratu di sisi Hades menarik perhatian para hyena yang kelaparan. Di luar benteng pertahanan Sterling Global, beberapa wanita dari kalangan elit sosialita mencoba mendekati Hades secara terang-terangan. Mereka menawarkan pesona, menggoda sang penguasa di berbagai jamuan bisnis, berharap bisa merebut posisi yang ditinggalkan oleh Percy.

​Semua usaha itu berakhir sia-sia. Setiap wanita yang berani mendekat dengan niat lancang selalu mendapati diri mereka terhempas dari dunia bisnis internasional dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam dihancurkan tanpa ampun oleh Hades, yang menganggap keberadaan mereka sebagai penghinaan terhadap ratunya yang sedang terlelap.

​Di dalam kemegahan mansion yang dipenuhi ukiran klasik, pagi hari selalu dimulai dengan suara bising yang menghidupkan suasana suram tersebut.

​Tyche Vance yang kini memilih tinggal permanen di dalam mansion Sterling berjalan menuruni tangga utama dengan langkah santai namun penuh energi. Perannya telah bergeser dari menjadi figur pengganti ibu bagi Zeus yang kini telah menginjak usia dua tahun.

​"ZEUS! Keponakan aunty yang tampan! Ayo kita sarapan, setelah itu kita bertemu Mommy, boy!" teriak Tyche riang, suaranya menggema di seluruh koridor lantai dua.

​Dari arah ruang bermain, sesosok balita berambut hitam legam dengan mata kelabu tajam berlari kecil menghampiri Tyche. Zeus Sterling tumbuh menjadi anak yang aktif, cerdas, dan keras kepala, persis seperti perpaduan sempurna kedua orang tuanya. Bocah kecil itu mengenakan kemeja kecil rapi, langsung memeluk kaki Tyche sambil tertawa renyah mendengar kata "Mommy".

​Tyche berjongkok, mencubit gemas pipi gempal keponakannya itu sebelum mengangkatnya ke dalam gendongannya. Di balik senyuman cerah dan keceriaan yang ia tunjukkan setiap hari untuk menghibur rumah itu, tersimpan rapat rahasia dari percakapan-percakapan masa lalunya di ruang rumah sakit Percy sebuah rencana tersembunyi yang terus ia pelihara di dalam kepalanya, menunggu waktu yang tepat untuk membawa sang ratu dan putranya lepas dari sangkar emas Hades.

Pagi yang sibuk di mansion Sterling berlanjut dengan langkah kaki Tyche yang menggema di koridor marmer, menggendong Zeus menuju ruang makan utama. Di sana, sebuah kursi khusus balita telah disiapkan, lengkap dengan berbagai menu sarapan sehat yang diracik khusus oleh koki pribadi.

​"Makan yang lahap, little lion, agar kau tumbuh kuat seperti ayahmu atau setidaknya, cukup kuat untuk membantuku merencanakan perjalanan besar kita nanti," bisik Tyche lembut kepada Zeus, menyuapkan sepotong buah ke mulut bocah itu yang dikunyah dengan mata kelabunya yang tajam menatap sekitar.

​Sementara itu, di lantai atas, ruang perawatan khusus Percy dijaga ketat oleh dua pengawal pribadi kepercayaan Hades. Namun, pagi ini ada pemandangan yang berbeda.

​Hades Sterling berdiri tepat di sisi ranjang tempat istrinya terbaring. Pria itu baru saja kembali dari penerbangan pribadi kilat dari Jenewa, mengenakan setelan jas hitam dengan rambut sedikit berantakan. Tidak ada jejak kelelahan di wajahnya, yang ada hanyalah ketegasan dingin yang mendalam.

​Hades membungkuk perlahan, merapikan helai rambut chesnut brown Percy yang menutupi kening wanita itu. Sudah dua tahun ia berbicara pada dinding kosong setiap pagi, menceritakan perkembangan perusahaan, menceritakan betapa cerdasnya Zeus yang mulai bisa memanggil namanya, dan memohon dalam diam agar jiwa ratunya segera kembali ke dalam tubuh tersebut.

​"Dua tahun, Ma chérie," bisik Hades parau, bibirnya mengecup punggung tangan Percy yang terbalut selimut rumah sakit. "Zeus sudah bisa berjalan. Dia memiliki mata kelabumu yang keras kepala. Tapi dunia ini tidak lengkap jika singgasana itu masih kosong."

​Tanpa Hades ketahui, di luar pintu kamar utama, Tyche berdiri terpaku memegang nampan kecil berisi jus buah untuk Percy. Pria berambut perak itu mendengar setiap kata yang diucapkan oleh sepupunya. Ada kilatan keraguan melintas sesaat di mata Tyche, namun secepat kilat kilatan itu tertutup oleh senyuman miring yang sinis.

​Tyche mundur perlahan tanpa bersuara, membawa langkahnya menjauh dari pintu kamar. Di dalam kepalanya, bayangan tentang rencana pelarian rahasia itu semakin menguat menunggu hari di mana sang ratu membuka matanya, dan saat itulah Tyche akan menagih janji kebebasan yang pernah ia bisikan di sisi ranjang kesunyian itu.

​Hari-hari di dalam mansion Sterling terus bergulir dalam ritme yang ketat, diwarnai oleh tawa renyah Zeus yang menggema di setiap sudut lorong marmer. Bocah berusia dua tahun itu tumbuh menjadi pusat gravitasi baru di tengah kediaman yang sebelumnya terasa begitu dingin dan kelam.

​Setiap sore, ritual yang sama selalu terulang. Tyche akan mendudukkan Zeus di atas karpet tebal ruang keluarga, menemani keponakannya bermain balok kayu, sementara matanya sesekali melirik ke arah jendela besar yang menghadap ke gerbang utama.

​"Kau melihat mobil ayahmu masuk, boy?" bisik Tyche pada Zeus, yang langsung menggelengkan kepala kecilnya sambil sibuk menyusun menara mainan.

​Tyche tersenyum tipis. Ia tahu persis jadwal Hades. Pria itu baru akan kembali larut malam setelah memastikan seluruh imperium global berada di dalam genggamannya, atau setelah menghabiskan waktu berjam-jam di ruang perawatan khusus lantai atas tempat Percy masih terlelap dalam koma yang memasuki tahun kedua.

​Namun, di balik kehangatan artifisial yang diciptakan oleh kehadiran Zeus, pikiran Tyche tidak pernah lepas dari rencana gilanya. Setiap kali ia menatap manik mata kelabu tajam Zeus yang sangat mirip dengan milik Hades sebuah rasa bersalah berkelebat singkat, namun segera ditelan oleh obsesinya untuk membebaskan Percy dari sangkar emas tersebut.

​Di lantai atas, di dalam ruangan yang sunyi senyap, monitor medis terus berdengak pelan, mencatat setiap detak jantung sang ratu. Di atas ranjang besar itu, jari telunjuk Percy tiba-tiba berkedut sangat kecil sebuah gerakan minor yang luput dari pandangan siapa pun, seakan menjadi isyarat sunyi bahwa jiwa yang tertidur itu perlahan mulai terbangun dari mimpi panjangnya.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!